Rabu, 23 Maret 2022

 ان الذين كفروا سواء عليهم أأنذرثهم ام لم تنذرهم لا يؤمنون

Sesungguhnya orang-orang kafir sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. 

Orang-orang kafir dimata Allah sama saja, kamu beri peringatan kepada mereka dengan Alquran, dan tidak kamu beri peringatan mereka tidak akan berkeinginan untuk beriman. Maka jangan kamu ( Muhammad) berharap,wahai paling mulianya makhluk, didalam mengimankan mereka. 

Lalu Allah mengingatkan kepada Nabi SAW sebab mereka meninggalkan keimanan dengan firmannya

ختم الله علي قلوبهم وعلي سمعهم

Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka. 

Allah telah mengkunci mati mata atas hati mereka, maka tidak akan masuk kedalam hatinya keimanan. Allah telah mengunci mati atas pendengaean mereka, maka tidak bermanfaat dengan apa yang mereka dengar dari kebenaran. Allah telah menjadikan pendengaran dan apa yang didengarkan hanya suara yang berlalu. 

وعلي ابصارهم غشاوة

Dan penhlihatan mereka ditutup. 

Kalimat  غشاوة menjadi مبتدا dan  خبر nya kalimat علي ابصارهم. Atas pendengaran mereka Allah tutup, maka tidak bisa mendengarkan kebenaran. 

ولهم عذاب عظيم

Dan bagi mereka siksaan yang berat. 

Bagi mereka siksaan yang amat berat di akhirat, mereka itu adalah para pembesar/ pemimpin Yahudi yang mereka itu telah Allah sifati bahwa mereka menutupi kebenaran. Dan mereka tau bahwa itu adalah sebuah kebenaran. 

Para pemimpin Yahudi antara lain  Ka'ab bin Asyraf, Wahyi bin Ahktab, Wahdi bin Ahktab. Dan juga mereka yang terkenal dengan sebutan Musyrik ahli Mekah yaitu Utaibah, Syaibah, Wakid bin Mughirah dan Abu Jahal. Itu semua orang-orang yang Allah kunci mati hati, pendengaran, dan penglihatannya. 

ومن الناس من يقول امنا بالله وباليوم الأخر وماهم بمؤمنين

Diantara manusia ada yang mengatakan " kami beriman kepada Allah dan hari kemudian" padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang yang beriman. 

Diantara manusia ada orang yang berkata " kami beriman ( daam berntuk kemunafikan) kepada Allah dan kepada kebangkitan setelah kematian", yang  didalam kebangkitan  setelah kematian ada pertanggung jawaban amal" padahal mereka tidak mengimani sama sekali.

يخادعون الله والذين امنوا ومايخدعون الا انفسهم ومايشعرون

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedang mereka tidak sadar. 

Mereka hendak menipu Allah dengan rahasia dan hendak menipu orang-orang beriman, seperti Abu Bakar dan para Nabi SAW yang lainnya, padahal tidaklah mereka menipu kecuali diri mereka sendiri. 

Kalimat الاانفسهم menjadi حال dari domir kalimat يخادعون dengan pengertian mereka berbuat tipu daya hal keadaan mencelakai diri mereka sendiri karena akibat dari tipu daya itu menimpa atas diri mereka.

Telah membaca qiraat Ashim, Ibnu Amir, Hamzah, Kusa'i kalimat مايخدعون dengan fathah الباء dan sukun الخاء dan fathah الدال.

Telah membaca qiraat Baqun, kalimat مايخدعون  dengan domah الياء fathah الخاء beserta dibaca المدا ( panjang) dan kasrah الدال . Tidak ada perbedaan bacaan dalam kalimat يخادعون الله.

Para Ulama sepakat dalam membaca kalimat يخادعون dengan domah الياء, fathah الخاء dan dengan memakai الف setelah الخاء dan kasrah الدال. Adapun secara penulisan dengan tidak memakai      ألف pada dua tempat. 

ومايشعرون

(mereka tidak sadar) 

Bahwa sesungguhnya Allah akan perlihatkan dengan menjelaskan atas tipu daya mereka. 

في قلوبهم مرض

Dalam diri mereka ada penyakit. 

Penyakit yang ada pada diri mereka adalah rasa keraguan dan perbuatan dzolim. 

فزادهم الله مرض

Maka Allah tambahkan penyakitnya. 

Allah tambahkan penyakit rasa keraguan dan kedzoliman, dengan Allah turunkan Alquran, dalam bentuk kalam dan juga dalam bentuk ayat, lalu mereka kufur, sehingga terus bertambah penyakit keraguan karena perbedaan. 

ولهم عذاب أليم

Dan bagi mereka siksa yang pedih. 

Siksa yang pedih yaitu menahan kesakitan di akhirat dan terus meneru dan tembus rasa sakit itu sampai ke hati mereka.

بما كانوا يكذبون

Disebabkan mereka berdusta. 

Telah membaca Nafi, Ibnu Katsir, Abu Umat dengan tasydid الذال, dengan arti dengan sebab mereka mendustakan Nabi SAW. 

Telah membaca Qiraat Baqun dengan tahfif الذال dengan arti mereka mendustakan ucapan mereka kalimat  امنا secara rahasia padahal mereka munafik seperti Abdullah bin Abi Wajid bin Qais dan Ma'tub bin Qais.

Minggu, 20 Maret 2022

SURAT AL BAQARAH

 SURAT AL BAQARAH

Surat Al Baqarah sebagian turun di Madinah dan sebagian turun di Mekah. Surat ini terdiri dari 287 Ayat. Kalimatnya terdiri dari 3100. Hurufnya terdiri dari 25500

الم

Telah berkata syekh Syu'i dan yang lainnya bahwa seluruh huruf hijaiah pada awal surat seperti الم adalah bagian dari ayat Mutasyabihat yang hanya Allah yang mengetahui maksudnya. dan  الم adalah termasuk rahasia Al quran, dan kita sumua hanya mengimani secara johirnya. Kita pasrah pengetahuan tentang الم hanya kepada Allah Ta'ala. Adapun fa'idah membaca الم adalah mencari keimanan. Allah Ta'ala khusus yang mengetahuinya, akal para Ambiya tidak mampu mencapainya, begitu pula akal para ulama tidak mampu untuk mencapainya, juga akal umat pula tidak mampu untuk mengetahui maksud الم.

Berkata Saidina Ali RA, pada setiap kitab itu ada rahasianya, rahasia Allah dalam Al quran ada pada awal surat..

ذلك الكتاب لا ريب فيه هدا للمثقين. 

Kitab ( Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. 

Ini kitab yang rosul kami ( Muhammad) membacakannya, yang tidak ada keraguan padanya, sesungguhnya Alquran itu dari kami. Maka jika kamu beriman kepadanya, kami akan hidayahkan kamu. Dan jika kamu tidak mengimaninya maka kami akan mengazab kamu. Alquran itu sebagai rahmat bagi umat Muhammad SAW. 

الذين يؤمنون بالغيب

Yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib. 

Merka membenarkan dengan yang gaib, diantaranya surga, neraka, shirat ( jembatan), timbangan amal, bangkit dari kubur, perhitungan amal dan yang lainnya. 

Ada yang berpendapat, yang dimaksud dengan بالغيب adalah hati, maksudnya mereka mengimani dengan hati, tidak seperti orang yang berkata iman hanya di bibir mereka saja, tidak ada sama sekali keimanan dalam hatinya. 

ويقيمون الصلاة

Dan mereka mendirikan shalat

Mereka mendirikan shalat lima waktu dengan syarat dan rukunnya, dan merealisasikannya dalam kehidupan sehari hari manfaat shalatnya. 

ومما وزقنهم ينفقون

Dan mereka yang menafkahkan rizeki mereka. 

Apa yang kami berikan kepada mereka dari hartanya, mereka sedekahkan untuk taat kepada Allah Taala. Dan mereka itu adalah Abu Bakar Sidik dan sahabatnya. 

والذين يؤمنون بما أنزل اليك

Dan mereka yang beriman kepada kitab yang diturunkan kepadamu ( Alquran) 

وما أنزل من قبلك

Dan kitab - kitab yang telah diturunkan sebelummu. 

Mereka beriman atas semua kitab para ambiya diantaranya Taurat, Injil dan Zabur dan yang lainnya, dan kitab kitab yang terdahulu sebelum Alquran. 

وبالاخرة هم يوقنون

Dan mereka yakin akan adanya ( kehidupan)  akhirat. 

Mereka membenarkan dengan segala apa ada di akhirat diantaranya bangkit setelah mati, perhitungan amal, kenikmatan surga. Dan mereka membenarkan akhirat adalah Abdullah bin Salam dan para sahabatnya. 

أولءك علي هدى من ربهم وأولءك هم المفلحون

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Mereka yang disifati diatas, mereka mendapat petunjuk ( kemuliaan)  yang tidak akan hilang dan mereka selamat dari murka Allah dan azabnya. Mereka adalah para sahabat Muhammad SAW.

Jumat, 11 Maret 2022

Lith-thaaghiina ma-aabaa

 : Lith-thaaghiina ma-aabaa

( Menjadi tempat kembali bagi orang - orang yang melampaui batas) 

Bagi orang - orang yang sombong dirinya kepada Allah, neraka jahanam menjadi tempat kembali mereka. 

Laa bitsiina fiihaa ahqaabaa

( Mereka tinggal disana dalam masa yang lama) 

Mereka tinggal di neraka jahanam kekal selama - lamanya. 

Telah membaca Hamzah kalimat لبثين dengan tidak memakai huruf  ألف .

Laa yadzuuquuna fiihaa bardaw walaa syaraabaa

( Mereka tidak merasakan kesejukan didalamnya dan tidak pula mendapat minuman )

Merka di neraka jahanam tidak mendapat udara yang dingin ( sejuk) dan tidak pula mendapatkan air yang dingin

Illa hamimaw waghassaaqa 

( Kecuali air yang mendidih dan nanah yang bau) 

Telah membaca Hamzah, Kusai, Asim dari riwayat Hafas dengan tasydid huruf huruf  السين  pada kalimat  غساقا.

Jazaa awwifaaqa

( Sebagai pembalasan yang setimpal) 

Mereka mendapat balasan yang setimpal karena perbuatannya. 

Innahum kaanuu laayarjuuna hisaabaa

( Sesungguhnya dulu mereka tidak pernah mengharapkan perlindungan) 

Mereka tidak takut kalau mereka dihitung amal mereka atau sesungguhnya mereka bukan orang mu'min kalau mereka orang mu'min pasti mereka mempercayai adanya hari hisab,dengan mengharap rahmat Allah, karena sesungguhnya Allah sebagai eksekusi hisab dan sebagai pemberi ganjaran. Dengan demikan akan terus bertambah iman orang mu'min. 

Wa kadzdzabuu biaayaatinaa kidz-dzaabaa

( Dan mereka benar- benar mendustakan ayat - ayat kami)

Mereka mendustakan semua dalil - dalil Allah seperti masalah ketauhidan, nubuwiyah, dan akhirat. 

Boleh dibaca kalimat  كذاب dengan tahfif huruf الذال,dan الضم huruf الكاف dan tasydid huruf  الذال.

Kalimat jamanya adalah كاذب artinya mereka mendustakan Al quran dan Syariat. 

Pendusta adalah setiap orang yang mendustakan kebenaran. 

Wakulla syai'in ahshainnaahuu kitaabaa

( Dan segala sesuatu telah kami catat dalam suatu kitab ( buku catatan amalan manusia) 

Segala sesuatu telah kami catat, menjadi sebuah buku dan diletakan di lauhil mahfudz. Atau tiap - tiap sesuatu dari amal perbuatan anak Adam kami telah jaganya dalam bentuk catatan berupa suhuf malaikat hafidz

Telah membaca Abu Simal kakimat  كل dengan dibaca Rafa Karena permulaan Kalam. 

Fadzuuquu falan naziidalakum illa ' adzaaba

( Maka karena itu rasakanlah  ! Maka tidak ada yang kami tambahkan kepadamu selain azab) 

Maka akan dikatakan kepada orang kafir di akhirat ketika azab menimpah mereka dengan ucapan  " ذوقوا جزءكم فلن نزيدكم الا عذابا  ". Ketika kulit mereka terkelupas, maka kami ganti dengan kulit yang baru. Agar mereka terus merasakan azab ,dan ketika api itu padam maka akan kami tambahkan api yang lain. 

Inna lilmutaqiina mafaazaa

( Sungguh, orang - orang yang bertaqwa mendapat kemenangan) 

Orang yang bertaqwa akan mendapatkan kemenangan yang mereka cari

Hadaa-iqa wa'anaaba wakawaa'iba atraabaa

( Yaitu kebun-kebun dan buah anggur,dan gadis yang masih montok) 

Kebun-kebun yang didalamnya terdapat berbagai macam pohonan tang berbuah diantaranya anggur, juga anak perempuan yang masih seger pentil susunya. 

Wakasaan digaaqaa

( Dan gelas - gelas yang penuh ( berisi minuman) 

Layasma'uuna fiihaa laghwaw walaa kidzdzaabaa

( Disana mereka tidak mendengar percakapan yang sia - sia maupun  ( perkataan)  dusta)

Tidak terjadi diantara orang bertaqwa pembicaraan yang sia - sia dan pembicaraan dusta diantara seseorang dengan yang lainnya akibat gelas yang mereka minum.

Jazaa -an mirrabbika athaa - an hisaabaa

( Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu) 

Allah membalas amal orang yang bertaqwa dengan berbagai balasan yang sudah di tetapkan dari Allah sebagai keutamaan. 

Allah menentukan perbuatan yang diwajibkan  dengan menjanjikan sesuatu diantaranya Allah melipat gandakan pahala. Allah Ta'ala menentukan balasan kepada tiga bagian 

1. Ganjaran / pahala dibalas dengan  10 X lipat

2. Ganjaran / pahala dibalas dengan 700 X lipat

3. Ganjaran / pahala dibalas dengan tidak ada batasnya. 

Kami ( Allah)  perlihatkan pahala amal kamu dalam bentuk perhitungan ( hisab) agar tidak terjadi kecurangan. 

Telah membaca Ibnu Khatib kalimat حسابا dengan tasydid dengan arti dihitung. 

Rabbis samaawaati wal ardhi wamaa bainahumar rahmani laa yamlikuuna minhu khitaabaa

( Tuhan ( memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduamya, yang maha pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan dia)

Telah membaca, Ibnu Katsir, Nafi, Abu Umar dengan rafa pada kalimat  رب Dan الرحمن.

Telah membaca Ashim, Abdullah bin Amir dengan baris dzar pada kalimat رب dan kalimat الرحمن

Telah membaca Hamzah dan kisaai dengan kasrah pada kakimat رب Dan Rafa Pada Kalimat الرحمن.

Ahli langit dan bumi tidak memiliki untuk menhkitab Allah Ta'ala dan bertemu diri mereka untuk berdialog dengan Allah. 

Dibaca wakaf pada kalimat خطابا adalah wakaf yang sudah mencukupi.

Yauma yaquumur ruuhu wal malaa - ikatu shaffal layatakallamuuna illaa man adzina lahur rahmaanu  waqa shawaabaa dzalikal yaumul haqqu faman syaa - at tathadza ilaa rabbihii ma-aaba

( Pada hari ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf - shof, maka tidak berkata - kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan yang maha pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar, itulah hari yang pasti terjadi, maka barang siapa yang diengendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya) 

Berkata dhohak yang disebut dengan ruh adalah malaikat jibril

Dari Ibnu Masud bahwa ruh disini adalah malaikat yang agung dari langit dan gunung. 

Dari Ibnu Abbas ruh disini adalah malaikat paling agung diantara malikat. 

Ketika itu tidak ada satu pun malaikat berbicara kecuali orang yang Allah maha rahman mengizinkan diantara para malaikat. 

Kalaupun ada malaikat yang diizinkan berbicara maka pembicaraannya adalah pembicaraan yang benar dan yang hak. 

Ada yang berpendapat pada waktu itu tidak ada yang bisa mensyafaati kecuali seseorang yang Allah maha rahman mengizinkan dalam mensyafaati, ketika itu dia berbicara dengan pembicaraan yang benar. 

Shawabaa adalah bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali Allah. 

Kalimat. يوم adalah ظرف bagi kalimat  لا يتكلمون yaitu pada hari berdirinya para malaikat kearah yang telah disebutkan yaitu hari yang sudah ditetapkan tetapi ada saja yang berpaling dari arah itu. 

Maka barang siapa yang Allah kendaki untuk menjadi kembali kepada ganjaran Tuhannya maka orang itu berbuat untuk mengambil ganjaran dengan rasa iman dan taat.

Inna andzarnakum adzaaban qariibay yauma yandzurulmar'u maa qaddamat yadaahu waya quulul kaafiru yaalaitanii kuntu turaaba

( Sesungguhnya kami telah memperingatkan kapadamu ( orang - orang kafir)  azab yang dekat, pada hari, manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata " alangkah baiknya seandainya aku jadi tanah "

Kami ( Allah)  memperingatkan kamu ( ahli mekah) dengan kehinaan yang sudah rertera dalam Al Quran yaitu azab yang sangat dekat yaitu azab akhirat dan tiap -tiap sesuatu yang datang itu dekat. 

Manakala kalimat ما yang ada pada kalimat ما قدمت adalah  ما istifhamiyah dengan arti tiap - tiap seseorang akan melihat perbuatan yang telah terdahulu dengan perkataan apakah sesuatu yang sudah diperbuat oleh kedua tangannya yang sudah ditetapkan di suhuf baik itu perbuatan baik atau buruk,akan kami lihat

Manakala  ما  yang ada pada kalimat ما قدمت adalah  ما  maushul,  dengan arti pada hari itu tiap-tiap seseotang akan melihat yang sudah perbuatnya. Orang kafir berkata ketika azab menimpah mereka dengan perkataan " alangkah baiknya seandainya dahulu aku dijadikan tanah wahai penyesalanku janganlah kami di hisab pada hari ini jadilanlah kami tanah sebagaimana kami didalam kubur". Atau mereka berkata dengan perkataan  " wahai penyesalanku jadikanlah kami tanah ketika kami di dunia jangan kami diciptakan dan tidaklah kami diberi keringanan. 

Ada yang berpendapat dalam menafsirkan kalimat ياليتنى كنت ترابorang kafir berkata ketika Allah berkata, dengan perkataan agak samar dan itu terjadi setelah Allah menghisab, diantanya perkataan " jadikanlah kami debu wahai harapanku sebaiknya jadikanlah kami debu. Selain itu juga orang kafir berkata " kami tidak mungkin selamat dari azab Allah Taala. 

Ada juga yang berpendapat dalam menafsirkan kalimat يا ليتني كنت تراب ,berkata Iblis ketika melihat Nabi Adam berada pada pahala dan kesenangan pada hari kiamat dengan ucapan " alangkah baiknya kami berada pada tempat seperti adam. Iblim berucap seperti itu karena Iblis dulu pernah menghina Adam dengan ucapan " Adam diciptakan dari tanah, maka akan terbakar tanah dengan api, sedangkan aku diciptakan dari api ".

Berkata Muqatil diturunkan firman Allah kalimat  يوم ينظر المرء ما قدمت يداه dalam permasalahan  Abi Salamah  Abdullah  bin Abdil Asad Mahrami.

Minggu, 06 Maret 2022

SURAT AN-NABA

 SURAT AN-NABA

Amma yatasaa-aluun

( Tentang apakah mereka saling bertanya - tanya?) 

Tentang apakah ahli mekah saling bertanya, mereka saling betanya tentang terjadinya kiamat karena ketidak percaan mereka dan karena mereka mengejek adanya kiamat itu terjadi. 

Anin nabail adziim

( tentang berita yang besar ( hari kiamat) 

Fiman Allah عم بتساءلون  adalah kalimat dalam bentuk pertanyaan, sedangkan firman Allah Kalina. عن النبأ العظيم  adalah jawabannya. Adapun yang bertanya yang yang menjawab adalah Allah Ta'ala. 

Perbandingan ayat diatas, sama dengan firman Allah dibawah ini, Allah yang bertanya Allah  juga yang menjawab  لمن  الملك اليوم الله الواحد القهار  artinya siapa yang merajai kiamat, Allah yang maha tunggal dan maha perkasa. 

Alladzii hum fiihi mukhtalifuun

( Yang dalam hal itu mereka berselisih) 

Berita yang sangat agung adalah hari kiamat. Diantara orang kafir, mereka tidak percaya adanya hari kiamat sehingga mereka berkata "kita hidup di dunia, lalu kita mati, lalu kita dihidupkan kembali, bukankah kita sudah hancur dan masa yang menghancurkan kita, tidak mungkin kita akan dibangkitkan kembali ".

Diantara mereka ada ragu - ragu tentang terjadian kiamat ,sehingga mereka berkata " kita tidak tau kapan kiamat terjadi, itu hanyalah prasangka saja, kami tidak yakin ".

Ada yang menafsirka bahwa kejadian yang sangat agung adalah Alquran. Sesungguhnya sebagian Mereka ( kafir)  menganggap Al quran adalah sihir,ada juga sebagian orang kafir menganggap Al quran adalah syair, ada juga yang menganggap Al quran adalah dongeng orang terdahulu. 

Diceritakan sesungguhnya Nabi SAW ketika mengajak mereka untuk bertauhid, Nabi SAW menceritakan kepada mereka ( Kafir ) tentang bangkit manusia dari kubur setelah kematian. Dan Nabi SAW membacakan Al quran kepada mereka, lalu mereka bertanya tanya diantara mereka, lalu mereka bertanya keoada Nabi SAW " kapan wahai Muhammad kiamat itu datang ". Pertanyaan mereka kepada Nabi dan kepada orang Mu'min adalah hanyalah mengejek saja. 

Ada yang menafsirkan kalimat " nabail adzim " adalah pangkat kenabian Nabi Muhammad, karena mereka tercengang bahwa Allah mengutus  Muhammad dari kalangan mereka ( kafir Qurais).

Telah membaca Ukrimah dan Isa bin Umar kalimat  عم  menjadi  عما  dengan memakai huruf. ألف karena asalnya. 

Membaca Ibnu Katsir kalimat  عم  dengan  عمه  dengan huruf  الهاء sukun. 

Kalla saya 'lamuun tsumma kallaa saya 'lamuun

( Tidak. ! Kelak mereka akan mengetahuinya, sekali lagi tidak. ! Kelak mereka akan mengetahuinya) 

Pasti mereka akan kaget dengan apa yang mereka pertanyakan. Sesungguhnya pasti mereka akan mengetahui sampai yang sekecil - kecilnya tentang keadaan kiamat,ketika azab dan siksaan menimpahnya. 

Dan suatu saat mereka akan mengetahui apa yang dulu mereka pertanyakan ( kapan kiamat terjadi) dan mereka mentertawakan  ( masalah kiamat).

Kejadian kiamat pasti akan terjadi, tidak ada yang bisa menolak kejadiannya dan juga tidak duragukan lagi. 

Berkata Qadhi nanti mereka akan mengetahui dengan sendirinya akan dikumpulkan dan akan di hisab. Dan mereka akan mengetahui dengan sendirinya tentang azab ketika mereka menyaksikan azab. 

Berkata Dhohak orang kafir akan mengetahui diakibatkan mereka mendustakan kiamat,dan orang mu ' min akan mengetahui kiamat akibat mereka mengimaninya.

Telah meriwayatkan dari Amir kalimat  ستعلمون dengan memakai huruf التاء ( titik dua diatas ).

Alam naj'alil ardha mihaadaa

( Bukankah kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan) 

Allah jadikan bumi menghampar, dibaca  مهد  dengan arti tempat tidur. 

Waljibaala autaada 

( Dan gunung - gunung sebagai pasak) 

Gunung - gunung Allah ciptakan berfungsi sebagai paku untuk bumi sehingga bumi tidak menggoyangkan kepada ahli bumi. 

Wakhalaqnaakum azwaajaa

( Dan kami menciptakan kamu berpasang - pasangan) 

Maksud berpasangan disini adalah laki dan perempuan, jelek dan bagus, tinggi dan pendek. 

Waja'alnaal laila libaasaa

( Dan kami jadikan malam sebagai pakaian) 

Sesungguhnya gelap gulita adalah menutupi manusia dari mata ketika manusia lari dari musuh, atau menyamarkan sesuatu  dimana manusia tidak wajib untuk memperlihatkan kepada orang lain atasmya. Atau dengan sebab malam akan mengahasilkan sesuatu diantaranya dengan tidur bisa menolak rasa lelah jasad dan berpikir yang merugikan hati. Sesungguhnya orang yang sakit ketika dia tidur pada malam hari maka dia menemukan keringanan yang besar. 

Waja'alnan nahaara ma ' aasyaa

( Dan kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan) 

Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, sehingga kamu bisa pulang pergi ketempat usaha kamu. 

Wabanainaa fauqakum sab ' an syidadaada

( Dan kami membangun diatas kamu tujuh ( langit)  yang kokoh) 

Kami menciptakan diatas kepalamu tujuh lapis langit yang sangat kokoh dan tegak. Ciptaan itu adalah bangunan yang memiliki hikmah, tidak akan membekas walau dimakan kurun waktu yang begitu panjang. 

Waja'alnaa siraajaw wahaajaa

( Dan kami menjadikan  pelita terang menderang ( matahari) 

Kami jadikan matahari yang menerangi secara terang menderang untuk anak adam.

Waanjalnaa minal mu'shiraati maa'an tsajjaajaa

( Dan kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya) 

Telah diriwayatkan dari Abdilah  bin Abbas, Abdilah bin Zabir dan Ukrimah, sesungguhnya mereka membacanya dengan  وانزلنا بالمعصرات  yaitu angin yang membawa awan. 

Linukhrija bihii habbaw wanabaataa

( Untuk kami tumbuhkan dengan air hujan itu biji - nijian dan tanam - tanaman) 

Dengan air hujan maka akan tumbuh - tumbuhan seperti gandum, kacang - 0kacangan, pohon padi, dan juga pohon - pohon yang sifatnya besar. 

Wajannaatin alfaafaa

( Dan kebun - kebun yang rindang) 

Berkumpulnya antara kebun yang satu dengan kebun yang lainnya. 

Inna yaumal fashli kaana miqaata

( Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan) 

Sesungguhnya hari keputusan Allah antara makhluk adalah ada pada ketentuan Allah. Kembalinya kesepakatan para makhluk terjadi berdebatan waktu keputusan ditetapkan ketika Allah menjanjikan pahala dan siksa.

Wayauma yunfakhu fish-shuurii fata ' tuuna afwaajaa

( Yaitu) pada hari ( ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong - bondong) 

Peniupan kebangkitan yaitu peniupan ruh kejasad,maka bangkit jasad dari kubur. Jasad akan mendatangi kepemimpin masing- masing. Setiap umat berkumpul beserta pemimpin, mereka berbicara kesepakatan. 

Waputihatis samaa-u fakanaat abwaaba

( Dan langitpun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu) 

Dengan dibukanya langit agar para malaikat turun dan langit pun memiliki beberapa pintu. 

Telah membaca Ashim, Hamzah, Kisai kalimat  فتحت  dengan tahfif huruf  التاء. Sedangkan Baqun dengan tasydid huruf. التاء.

Wasuyyiratil jibaalu fakanaat saraabaa

( Dan gunung - gunung pun di jalankan sehingga menjadi fatamorgana) 

Gunung berjalan diatas awag - awang setelah tercabut dari tempatnya. 

Maka jadilah gunung - gunung itu ketika melayang - layang diawang - awang seperti kunang - kunang tetapi kelihatan dalam bentuk gunung. Pada hakikatnya gunung itu tidak tersisa, dia akan hancur menjadi beberapa keping / bagian.

Inna jahannaama kaanat mirshaadaa

( Sungguh neraka jahanam itu ( sebagai ) tempat mengintai ( bagi penjaga yang mengawasi isi neraka) 

Penjaga surga menjemput orang mu'min ketika mendekati jahanam ( untuk mempersilahkan masuk ke surga jangan ke jahanam). Sedangkan penjaga jahanam mengawasi/ mengintip orang kafir.

Minggu, 20 Februari 2022

Tsumma adbara yas'aa

 Tsumma adbara yas'aa

( Kemudian dia ( Firaun) berpaling seraya berusaha mentang  ( Musa) 

Firaun berpaling dari nabi Musa dan juga berpaling dari beriman bahkan menantang nabi Musa karena sakit hati juga berpaling dari taat. 

Fahasyara fanaadaa

( Kemudian dia mengumpulkan ( pembesar - pembesarnya)  lalu berseru ( memanggil kaumnya) 

Firaun berusaha mengumpulkan para tukang sihir untuk mengadakan perlawanan lalu dia berseru kepada dirinya  juga kepada orang yang diserukan. 

Faqaala ana rabbakumul A'laa

( Seraya dia berkata " Akulah tuhanmu yang paling tinggi, ( tidak ada tuhan diatasku) 

Fa akhadzahullahu nakaalal akhirati wal uulaa

( Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia) 

Allah mengazab Firaun di akhirat di bakar dengan api dan mengazab di dunia dengan menengelamkan ke dalam air. 

Ada yang mengatakan Allah mengazab Firaun  dengan sebab ucapannya tentang akhirat yaitu  انا ربكم الأعلى . Dan ucapan Firaun masalah dunia dengan ucapan ما علمت لكم من اله غيري.

Ucapan kedua tadi berjarak 40 tahun. Maka Allah Ta'ala perlahan - lahan menunggu, dan Allah tidak akan melupakan ucapan itu. 

Inna fii dzaaalika la - ibratal limay yaksyaa

( Sunggu pada yang demikian itu terdapat pelajaran  bagi orang - orang yang takut ( kepada Allah) 

Sungguh kisah Firaun diatas sebagai nasihat bagi orang takut kepada Allah. 

Nasehat ( pelajaran) tadi bagi orang yang mengajak berbuat durhaka kepada Allah dan mendustai kepada  nabi Allah dan takut azab akan turun kepadanya, seperti azab yang diturunkan kepada Firaun secara jelas. 

Allah akan menolong kepada para rasulnya, dan Allah akan memberikan pelajaran kepada golongan pendusta kepada nabi Muhammad dengan apa yang kami turunkan kepada Firaun.

Aantum asyaddul khalqan anissamaa'a banaahaa

( apakah pendapat yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangunnya) 

Apakah kamu wahai ahli mekah didalam menciptakan kamu setelah kamu mati itu lebih susah dibanding menciptakan kamu ketika dirahim. 

Ataukan lebih susah  dibanding menciptakan langit yang besar itu. 

Membaca wakaf pada lafaz  السماء  adalah wakaf sempurna. Artinya ataukah lebih susah dibanding menciptakan langit. 

Ayat ini menjelaskan cara menciptakan langit. 

Rafa'a samkahaa fasawwaahaa

( Dia ( Allah)  telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya) 

Allah menjadikan ukuran ketinggian langit dari bumi dan menentukan jarak tempuh langit dengan ketinggian mencapai 500 tahun.

Ketauhilah sesungguhnya lebar bumi ketika diukur dari atas kebawah dinamakan kedalaman. Sedangkan ketika diukur  dari bawah keatas dinamakan ketinggiannya. 

Allah menjadikan langit dalam keadaan rata dan kelimis tidak ada yang tinggi dan tidak ada yang rendah ( berelief), tidak ada perbedaan dan tidak ada yang belah. 

Wa aghthasya laylahaa wa akhraja dhuhaaha

( Dan Dia menjadikan malamnya ( kegelapan) dan menjadikan siangnya ( terang menderang) 

Allah menjadikan malam gelap gulita dan terang menderang ketika siang. 

Sesungguhnya Allah membuat tamsil siang dengan kata dhuha karena dhuha adalah kesempurnaan bagian siang ketika bercahaya. 

Walardha ba'da dzaalika dhuhaaha

( Dan setelah itu bumi dihamparkan) 

Setelah Allah menciptakan bumi selama 100 tahun, lalu Allah hamparkan bumi diatas air. 

Akhaeaja minhaa maa'ahaa wamar'aahaa

(Dari bumi, Dia pancarkan mata air dan ( ditumbuhkan)  tumbuhan - tumbuhan) 

Bumi mengeluarkan mata air yang memacar dan sungai yang mengalir air. 

Wal jibaala arsaahaa

( Dan gunung - gunung Dia pancangkan dengan teguh) 

Allah pancangkan dipermukaan bumi gunung - gunung agar bumi tegu / tidak bergoyang. 

Mataa'an lakum walian 'aamikum

( Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan - hewan ternakmu) 

Sesungguhnya kami menciptakan semua ini adalah agar dimanfaatkan olehmu dan oleh ternakmu. 

Faidzaa jaa'ati th - thaammatul kubra

( Maka apabila mala petaka besar ( kiamat)  telah datang) 

Apabila datang hari kuamat maka manusia  pada kebingungan yang amat sangat.

Yauma yatadzakkaral insaana maa sa'aa

( Yaitu pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya) 

Pada hari kiamat  tiap - tiap seseorang akan ingat apa yang dia pernah lakukan selama di dunia tentang kebaikan dan keburukan. Setiap seseorang akan menyaksikan  apa yang kami ( Allah) catat didalam lembaran amal mereka, yang pada dasarnya seseorang telah lupa dari ingatannya karena masa yang terlalu lama. 

Boleh kalimat  يوم  dijadikan. بدل  dari kalimat  طامة الكبري  dimabnikan  atas fathah karena menjadi idhofah kepada fiil. Pendapat ini adalah para ulama Kufah. 

Waburizatil jahiimu liman yaraa

( Dan mereka diperlihatkan  dengan jelas  kepada setiap orang yang melihat) 

Kalimat   وبرزت  athaf kepada kakimar. جاءت dengan arti para Ahli neraka jahim akan melihat dengan jelas. Setiap orang memiliki penglihatan akan melihat neraka jahim diantaranya orang mu'min dan orang kafir. 

Telah membaca Abu Nuhaik kalimat  برزت  denga tahfif. Dan kalimat  يري menjadi  ترى dengan  التاء ta'nis.,dan domornya kembali kepada kalimat  جحيم . Atau huruf  التاء menunjukan  للخطاب  dengan arti bagi orang orang yng melihat engkau ( Muhammad) dari orang kafir yaitu orang - orang yang telah menyakiti engkau. 

Jika kalimat اذا pada ayat  اذا جاءت الاطامة الكبري  dibuang، maka taqdirnya تقسم الناس قسمين artinya manusia di bagi menjadi dua bagian yaitu ayat di bawah ini

Fa - ammaaman thagha

( Maka adapun orang yang melampaui batas) 

Yaitu orang yang jauh dari ta'at dan melampaui batas hukum dan berbuat maksiat. 

Wa atsaral hayaatad duniyaa

( Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia) 

Mereka lebih mementingkan kehidupan dunia dan tidak mempersiapkan kehidupan akhirat dengan melaksanakan ta'at. 

Fainnal jahiima hiyal ma'waa

( Maka sesungguhnya nerakalah tempatnya) 

Dikatakan taqdir kalimat فان الجحم هي المأوي  yaitu kalimat  للتق بمن كان موصوفا بهذا الصفات  artinya patut bagi orang yang disifati ayat diatas dengan sifat ini.

Waamaaman khafa maqaama rabbihii wanahan nafsa anil hawaa

( Dan adapun orang - orang yang takut kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari ( keinginan) hawa nafsunya) 

 Orang yang takut akan kebesaran Tuhannya selalu berada pada hadirah Tuhannya dan bisa menahan diri dari hawa nafsu, jauh untuk melakukan yang haram yang menyebabkan orang itu berbuat yg haram. 

Faiinal jannata hiyal ma'waa

( Maka sungguh, surgalah tempat tinggalnya) 

Ada yang mengatakan ayat ini turun tentang Abi Uzaz bin Umair dan Masab bin Umair. Sungguh Masab bin Umair telah membunuh saudaranya yaitu Abu Uzaz pada waktu perang Uhud,ketika Abi Uzaz melindungi Rasulullah SAW dengan dirinya, Abi Uzaz bersaksi dia ridho karena Allah melindungi Rasullulaah. 

Telah meriwayatkan Dhahak dari Ibni Abbas, berkata ada orang yang berniat maksiat maka dia termasuk saudara Masab bin Umair, dan orang itu harus ditawan Badar, dan kaum Ansor pun menangkap orang itu yang dikamsud. Kaum Ansor pun menanyakan orang itu " siapa kamu 

Orang itu menjawab " saya saudara Masab bin Umair", walaupun demikian kaum Ansor pun tidak mengikat orang itu dengan tali bakan kaum Ansor memuliakan orang itu( orang yang membunuh Uzaz bin Umair) dan menempatkan orang itu di rumah kaum Ansor. 

Ketika pagi kaum Ansor bercerita tentang Masab bin Umair. Masab bin Umair pun bertanya kepada kaum Ansor " bukankah saya ini bersaudara tetapi mengapa kamu memperlakukanku dengan mengikat. Secara kebetulan ibunya Masab ini orang yang banyak harta dan orang terpandang dikalangan Ahli Bathah tetaoi kaum Ansor tetap menalikan Masab bin Umair, lalu ibu Masab bin Umair mengutus utusan untuk menebusnya. 

Pada ayat  واما من خاف مقام ربه  ketika itu Masab bin Umair beserta Rasulullah ketika perang Uhud tinggal berdua sementara manusia yang lain berpisah dari Rasulullah, dan Rasulullah mencabut anak panah yang menancap pada diri Masab bun Umair, ketika itu Rasulullah melihat Masab bin Umair sedang merintih kesakitan dan mengeluarkan darah, lalu Rasulullah berkata kepada Allah " saya akan tolong engkau ( Masab bin Umair) dan Rasulullah bisa menanganinya, dan Rasulullah melihat dua selendang pada diri Masab, lalu kedua selendang itu Rasulullah ikatkan keoada luka Masab, ternya selendang itu dilapisi emas. 

Kesimpulan ayat ini akhlak Rasulullah sangatlah baik sekalipun kepada musuh yang sudah tidak berdaya, Rasulullah tetap menolong, inilah yang dimaksud dengan واما من خاف مقام ربه.

Yas aluunaka anis saati ayyaama mursaahaa

( Mereka bertanya kepadamu ( Muhammad) tentang hari kiamat " kapankan terjadinya  ? )

Mereka  ( orang musyrik)  bertanya kepada Rasul  wahai paling mulia makhluk " kapankan terjadinya kiamat. 

Pertanyaan mereka hanya mencemooh rasul. Mereka bertanya ketika mereka mendengar Rasulullah menjelaskan sifat kiamat dengan sifat yang mulia seperti mensifati kiamat dengan kalimat طامة،صاخة، dan قارعة. 

Dengan peristiwa tersebut maka langsung Allah turunkan ayat

Fiima anta min dzikriraaha

( Tidak usah engkau menyebutkannya ( waktunya) 

Kapan waktu kiamat terjadi tidak perlu engkau menyebutkan waktunya

Ilaa bobbika muntahaahaa

( Kepada Tuhanmulah ( kembalikan) kesudahannya ( ketentuannya) 

Kepada tuhanmulah kembalikan kesudahan hari kiamat karena tidak ada satu makhluk pun yang mengetahuinya. 

Innamaa anta mundziru mayyakhsyaahaa

( Engkau ( muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya ( hari kiamat) 

Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang yang takut kepada hari kiamat. Dan orang yang memperingatkan pun tidak bisa memberi tahu walaupun dengan pengetahuannya kapan terjadinya kiamat. 

Telah membaca Umar bin Abdul Aziz, Abu Ja'far, Thakhah dan Ibnu Muhisin kalimat منزر dengan tanwin sebagai kalimat asal. Dan boleh dibuang tanwin karena tahfif.

Boleh dibaca tanwin dan tidak dibaca tanwin karena kejadian kiamat bisa terjadi sekarang atau yang akan datang. 

Kalimat منزر tidak boleh dijadikan jaman madi ( jaman kelewat) kecuali kalau di idhofahkan dengan kalimat lain. 

Ka - annahum yauma yarau-nahaa lam talbatsuu illa asyiyatan au dhuhaahaa

( Pada hari ketika mereka melihat hari kiamat itu ( karena suasananya hebat ), mereka merasa seakan hanya ( sebentar saja)  tunggal ( di dunia) pada waktu sore atau pagi saja. 

Ayat ini menguatkan bahwa peringatan datangnya kiamat sangat cepat hanya kepada orang yang diperingatkan saja. 

Jadi seakan orang kafir qurais pada hari ketika mereka melihat kiamat seakan sangat cepat kejadiannya hanya satu hari dari sore sampai pagi karena mereka sangat ketakuatan dahsyatnya kiamat.

Atau ayat ini sebagai penolakan ketika mereaka menyamarkan pertanyaan ketika didunia. Maksudnya sesungguhnya mereka bertanya tentang kiamat agar tidak cepat kejadiannya dengan pertantaan kapan terjadi yang dulu dijanjikan tetang kiamat.

 Tsumma adbara yas'aa

( Kemudian dia ( Firaun) berpaling seraya berusaha mentang  ( Musa) 

Firaun berpaling dari nabi Musa dan juga berpaling dari beriman bahkan menantang nabi Musa karena sakit hati juga berpaling dari taat. 

Fahasyara fanaadaa

( Kemudian dia mengumpulkan ( pembesar - pembesarnya)  lalu berseru ( memanggil kaumnya) 

Firaun berusaha mengumpulkan para tukang sihir untuk mengadakan perlawanan lalu dia berseru kepada dirinya  juga kepada orang yang diserukan. 

Faqaala ana rabbakumul A'laa

( Seraya dia berkata " Akulah tuhanmu yang paling tinggi, ( tidak ada tuhan diatasku) 

Fa akhadzahullahu nakaalal akhirati wal uulaa

( Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia) 

Allah mengazab Firaun di akhirat di bakar dengan api dan mengazab di dunia dengan menengelamkan ke dalam air. 

Ada yang mengatakan Allah mengazab Firaun  dengan sebab ucapannya tentang akhirat yaitu  انا ربكم الأعلى . Dan ucapan Firaun masalah dunia dengan ucapan ما علمت لكم من اله غيري.

Ucapan kedua tadi berjarak 40 tahun. Maka Allah Ta'ala perlahan - lahan menunggu, dan Allah tidak akan melupakan ucapan itu. 

Inna fii dzaaalika la - ibratal limay yaksyaa

( Sunggu pada yang demikian itu terdapat pelajaran  bagi orang - orang yang takut ( kepada Allah) 

Sungguh kisah Firaun diatas sebagai nasihat bagi orang takut kepada Allah. 

Nasehat ( pelajaran) tadi bagi orang yang mengajak berbuat durhaka kepada Allah dan mendustai kepada  nabi Allah dan takut azab akan turun kepadanya, seperti azab yang diturunkan kepada Firaun secara jelas. 

Allah akan menolong kepada para rasulnya, dan Allah akan memberikan pelajaran kepada golongan pendusta kepada nabi Muhammad dengan apa yang kami turunkan kepada Firaun.

Aantum asyaddul khalqan anissamaa'a banaahaa

( apakah pendapat yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangunnya) 

Apakah kamu wahai ahli mekah didalam menciptakan kamu setelah kamu mati itu lebih susah dibanding menciptakan kamu ketika dirahim. 

Ataukan lebih susah  dibanding menciptakan langit yang besar itu. 

Membaca wakaf pada lafaz  السماء  adalah wakaf sempurna. Artinya ataukah lebih susah dibanding menciptakan langit. 

Ayat ini menjelaskan cara menciptakan langit. 

Rafa'a samkahaa fasawwaahaa

( Dia ( Allah)  telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya) 

Allah menjadikan ukuran ketinggian langit dari bumi dan menentukan jarak tempuh langit dengan ketinggian mencapai 500 tahun.

Ketauhilah sesungguhnya lebar bumi ketika diukur dari atas kebawah dinamakan kedalaman. Sedangkan ketika diukur  dari bawah keatas dinamakan ketinggiannya. 

Allah menjadikan langit dalam keadaan rata dan kelimis tidak ada yang tinggi dan tidak ada yang rendah ( berelief), tidak ada perbedaan dan tidak ada yang belah. 

Wa aghthasya laylahaa wa akhraja dhuhaaha

( Dan Dia menjadikan malamnya ( kegelapan) dan menjadikan siangnya ( terang menderang) 

Allah menjadikan malam gelap gulita dan terang menderang ketika siang. 

Sesungguhnya Allah membuat tamsil siang dengan kata dhuha karena dhuha adalah kesempurnaan bagian siang ketika bercahaya. 

Walardha ba'da dzaalika dhuhaaha

( Dan setelah itu bumi dihamparkan) 

Setelah Allah menciptakan bumi selama 100 tahun, lalu Allah hamparkan bumi diatas air. 

Akhaeaja minhaa maa'ahaa wamar'aahaa

(Dari bumi, Dia pancarkan mata air dan ( ditumbuhkan)  tumbuhan - tumbuhan) 

Bumi mengeluarkan mata air yang memacar dan sungai yang mengalir air. 

Wal jibaala arsaahaa

( Dan gunung - gunung Dia pancangkan dengan teguh) 

Allah pancangkan dipermukaan bumi gunung - gunung agar bumi tegu / tidak bergoyang. 

Mataa'an lakum walian 'aamikum

( Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan - hewan ternakmu) 

Sesungguhnya kami menciptakan semua ini adalah agar dimanfaatkan olehmu dan oleh ternakmu. 

Faidzaa jaa'ati th - thaammatul kubra

( Maka apabila mala petaka besar ( kiamat)  telah datang) 

Apabila datang hari kuamat maka manusia  pada kebingungan yang amat sangat.

Yauma yatadzakkaral insaana maa sa'aa

( Yaitu pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya) 

Pada hari kiamat  tiap - tiap seseorang akan ingat apa yang dia pernah lakukan selama di dunia tentang kebaikan dan keburukan. Setiap seseorang akan menyaksikan  apa yang kami ( Allah) catat didalam lembaran amal mereka, yang pada dasarnya seseorang telah lupa dari ingatannya karena masa yang terlalu lama. 

Boleh kalimat  يوم  dijadikan. بدل  dari kalimat  طامة الكبري  dimabnikan  atas fathah karena menjadi idhofah kepada fiil. Pendapat ini adalah para ulama Kufah. 

Waburizatil jahiimu liman yaraa

( Dan mereka diperlihatkan  dengan jelas  kepada setiap orang yang melihat) 

Kalimat   وبرزت  athaf kepada kakimar. جاءت dengan arti para Ahli neraka jahim akan melihat dengan jelas. Setiap orang memiliki penglihatan akan melihat neraka jahim diantaranya orang mu'min dan orang kafir. 

Telah membaca Abu Nuhaik kalimat  برزت  denga tahfif. Dan kalimat  يري menjadi  ترى dengan  التاء ta'nis.,dan domornya kembali kepada kalimat  جحيم . Atau huruf  التاء menunjukan  للخطاب  dengan arti bagi orang orang yng melihat engkau ( Muhammad) dari orang kafir yaitu orang - orang yang telah menyakiti engkau. 

Jika kalimat اذا pada ayat  اذا جاءت الاطامة الكبري  dibuang، maka taqdirnya تقسم الناس قسمين artinya manusia di bagi menjadi dua bagian yaitu ayat di bawah ini

Fa - ammaaman thagha

( Maka adapun orang yang melampaui batas) 

Yaitu orang yang jauh dari ta'at dan melampaui batas hukum dan berbuat maksiat. 

Wa atsaral hayaatad duniyaa

( Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia) 

Mereka lebih mementingkan kehidupan dunia dan tidak mempersiapkan kehidupan akhirat dengan melaksanakan ta'at. 


Fainnal jahiima hiyal ma'waa

( Maka sesungguhnya nerakalah tempatnya) 


Dikatakan taqdir kalimat فان الجحم هي المأوي  yaitu kalimat  للتق بمن كان موصوفا بهذا الصفات  artinya patut bagi orang yang disifati ayat diatas dengan sifat ini.

Waamaaman khafa maqaama rabbihii wanahan nafsa anil hawaa

( Dan adapun orang - orang yang takut kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari ( keinginan) hawa nafsunya) 

 Orang yang takut akan kebesaran Tuhannya selalu berada pada hadirah Tuhannya dan bisa menahan diri dari hawa nafsu, jauh untuk melakukan yang haram yang menyebabkan orang itu berbuat yg haram. 

Faiinal jannata hiyal ma'waa

( Maka sungguh, surgalah tempat tinggalnya) 

Ada yang mengatakan ayat ini turun tentang Abi Uzaz bin Umair dan Masab bin Umair. Sungguh Masab bin Umair telah membunuh saudaranya yaitu Abu Uzaz pada waktu perang Uhud,ketika Abi Uzaz melindungi Rasulullah SAW dengan dirinya, Abi Uzaz bersaksi dia ridho karena Allah melindungi Rasullulaah. 

Telah meriwayatkan Dhahak dari Ibni Abbas, berkata ada orang yang berniat maksiat maka dia termasuk saudara Masab bin Umair, dan orang itu harus ditawan Badar, dan kaum Ansor pun menangkap orang itu yang dikamsud. Kaum Ansor pun menanyakan orang itu " siapa kamu 

Orang itu menjawab " saya saudara Masab bin Umair", walaupun demikian kaum Ansor pun tidak mengikat orang itu dengan tali bakan kaum Ansor memuliakan orang itu( orang yang membunuh Uzaz bin Umair) dan menempatkan orang itu di rumah kaum Ansor. 

Ketika pagi kaum Ansor bercerita tentang Masab bin Umair. Masab bin Umair pun bertanya kepada kaum Ansor " bukankah saya ini bersaudara tetapi mengapa kamu memperlakukanku dengan mengikat. Secara kebetulan ibunya Masab ini orang yang banyak harta dan orang terpandang dikalangan Ahli Bathah tetaoi kaum Ansor tetap menalikan Masab bin Umair, lalu ibu Masab bin Umair mengutus utusan untuk menebusnya. 

Pada ayat  واما من خاف مقام ربه  ketika itu Masab bin Umair beserta Rasulullah ketika perang Uhud tinggal berdua sementara manusia yang lain berpisah dari Rasulullah, dan Rasulullah mencabut anak panah yang menancap pada diri Masab bun Umair, ketika itu Rasulullah melihat Masab bin Umair sedang merintih kesakitan dan mengeluarkan darah, lalu Rasulullah berkata kepada Allah " saya akan tolong engkau ( Masab bin Umair) dan Rasulullah bisa menanganinya, dan Rasulullah melihat dua selendang pada diri Masab, lalu kedua selendang itu Rasulullah ikatkan keoada luka Masab, ternya selendang itu dilapisi emas. 

Kesimpulan ayat ini akhlak Rasulullah sangatlah baik sekalipun kepada musuh yang sudah tidak berdaya, Rasulullah tetap menolong, inilah yang dimaksud dengan واما من خاف مقام ربه.

Yas aluunaka anis saati ayyaama mursaahaa

( Mereka bertanya kepadamu ( Muhammad) tentang hari kiamat " kapankan terjadinya  ? )

Mereka  ( orang musyrik)  bertanya kepada Rasul  wahai paling mulia makhluk " kapankan terjadinya kiamat. 

Pertanyaan mereka hanya mencemooh rasul. Mereka bertanya ketika mereka mendengar Rasulullah menjelaskan sifat kiamat dengan sifat yang mulia seperti mensifati kiamat dengan kalimat طامة،صاخة، dan قارعة. 

Dengan peristiwa tersebut maka langsung Allah turunkan ayat

Fiima anta min dzikriraaha

( Tidak usah engkau menyebutkannya ( waktunya) 

Kapan waktu kiamat terjadi tidak perlu engkau menyebutkan waktunya

Ilaa bobbika muntahaahaa

( Kepada Tuhanmulah ( kembalikan) kesudahannya ( ketentuannya) 

Kepada tuhanmulah kembalikan kesudahan hari kiamat karena tidak ada satu makhluk pun yang mengetahuinya. 

Innamaa anta mundziru mayyakhsyaahaa

( Engkau ( muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya ( hari kiamat) 

Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang yang takut kepada hari kiamat. Dan orang yang memperingatkan pun tidak bisa memberi tahu walaupun dengan pengetahuannya kapan terjadinya kiamat. 

Telah membaca Umar bin Abdul Aziz, Abu Ja'far, Thakhah dan Ibnu Muhisin kalimat منزر dengan tanwin sebagai kalimat asal. Dan boleh dibuang tanwin karena tahfif.

Boleh dibaca tanwin dan tidak dibaca tanwin karena kejadian kiamat bisa terjadi sekarang atau yang akan datang. 

Kalimat منزر tidak boleh dijadikan jaman madi ( jaman kelewat) kecuali kalau di idhofahkan dengan kalimat lain. 

Ka - annahum yauma yarau-nahaa lam talbatsuu illa asyiyatan au dhuhaahaa

( Pada hari ketika mereka melihat hari kiamat itu ( karena suasananya hebat ), mereka merasa seakan hanya ( sebentar saja)  tunggal ( di dunia) pada waktu sore atau pagi saja. 

Ayat ini menguatkan bahwa peringatan datangnya kiamat sangat cepat hanya kepada orang yang diperingatkan saja. 

Jadi seakan orang kafir qurais pada hari ketika mereka melihat kiamat seakan sangat cepat kejadiannya hanya satu hari dari sore sampai pagi karena mereka sangat ketakuatan dahsyatnya kiamat.

Atau ayat ini sebagai penolakan ketika mereaka menyamarkan pertanyaan ketika didunia. Maksudnya sesungguhnya mereka bertanya tentang kiamat agar tidak cepat kejadiannya dengan pertantaan kapan terjadi yang dulu dijanjikan tetang kiamat.

Rabu, 16 Februari 2022

SURAT AN-NAZIAT

  SURAT AN-NAZIAT

Wan nazi'aati gharqaa

( Demi (malaikat) yang mencabut ( nyawa) dengan keras) 

Demi malaikat yang mencabut ruh orang kafir dari jasadnya yaitu dari ujung tiap - tiap rambut, dari ujung tiap - tiap kuku, dari dasar dua tumit kaki. Seperti mencabut batang pohon yang rindang yang dahan dan akarnya masih basah / hidup,lalu keluar ruh orang kafir ditenggelamkan kedalam air. 

Wan naasyithaati nasythaa

( Demi ( malaikat) yang mencabut ( nyawa) dengan lemah lembut) 

Demi malaikat yang mengeluarkan ruh orang mu'min dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. lalu malaikat menggenggam ruh orang mu'min, sebagaimana melepas ikatan tali onta dari hadapannya. Mencabut ruh orang mu'min dengan mengelauarkan lalu menuju surga. 

Sasabihaati sabhaa

 ( Demi ( malaikat) yang mencabut ruh orang soleh dengan hati - hati) 

Demi malaikat yang mencabut ruh orang soleh,lalu para malaikat meluruskan ruh orang mu'min dengan hati - hati dan memberi kesempatan, lalu para malaika men ggalkan ruh itu. Lalu malaikat beristirahat kemudian dia keluarkan ruh itu, mencabut dengan cara hati - hati dan lembut agar tidak ada rasa sakit yang amat sangat ketka ruh dicabut. 

Fassaabiqaati sabhaa

( Demi malaikat yang mendahului dengan kencang) 

Demi malaikat yang berlomba - lomba membawa ruh orang mu'min menuju surga dan membawa ruh orang kafir menuju neraka.

Falmudhabbiraati amraa

( Demi malaikat yang mengatur urusan dunia)

Demi malaikat yang mengatur urusan para hamba. 

Berkata Abdul Rahman bin Stabit yang mengatur urusan dunia ada empat malaikat yaitu malaikat Jibril, Mikail, Malaikat Maut dan Isrofil. 

Adapun malaikat Jibril mewakili masalah  ruh beserta bala tentaranya. Malaikat Mikail mengurus hujan dan tumbuh - tumbuhan, malaikat Izrail mewakili penggenggam ruh, malaikat Israfil mewakili menurunkan perkara dari Allah. Tidak ada malaikat yang lebih dekat dengan Allah kecuali Isrofil. 

Yauma tarjuful raajifah

( Sungguh, kamu akan dibangkitkan pada hari ketika tiupan  pertama mengguncang alam) 

Lafaz  يوم  dibaca nasab karena menjadi jawab qasan yang disumputkan, taqdirnya  لتعءن كفار مكة يوم تتحرك النفحة الأولى ظهور الصوت  ( kami akan dila'nat kafir mekah pada hari bergeraknya tiupan pertama beserta kerasnya suara) 

Dinamakan النفخة dengan الرجفة karena sesungguhnya dunia berguncang pada saat itu dan bersuara keras. Sehingga tiupan itu mengguncangkan tiap - tiap sesuatu. 

Tatba'uhaa raadifah 

( Tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua) 

Raadifah tiupan sangkakala kedua. Sedangkan rajifah tiupan sangkakala pertama. Jadi tiupan sangkakala pertama diiringi tiupan sangkakala kedua, maka bumi bergerak untuk menghidupkan orang yang sudah mati. Sebagaimana bergeraknya bumi pada tiupan pertama yaitu mematikan orang yang hidup. Diriwayatka dari Radulullah SAW sesungguhnya diantara dua tiupan jarak waktu 40 tahun. 

Diriwayatkan sesungguhnya pada jangka waktu 40 tahun, Allah menurunkan hujan ke bumi lalu jadilah air yang ada di bumi meleleh dan air itu menjadi sebab menghidupkan, lalu Allah berbuat apa yang Dia kehendaki dan menghukumi apa yang Dia kehendaki pula. 

Quluubuy yaumaidzi wwajifah

( Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut) 

Wajifah adalah hati yang banyak yaitu hati orang kafir pada hari tiupan kedua sangat takut. Jumlah ayat diatas menjadi  مبتدا dan  خبر nya ayat dibawah ini

Abshaaruhaa khaasyi'ah

( Pandangannya tertunduk hina) 

Pandangan orang yang takut pada kejadian tiupan kedua mereka takut sehingga menundukan pandangannya karena merasa hina. 

Yaquuluuna a'inna lamarduuduuna fil hafirah

( Orang yang mendustakan hari kebangkitan berkata " apakah  kita benar  - benar akan dikembalikan kepada kehidupan semula. 

Orang yang mengingkari akan hari kebangkitan dari kubur yang sedang bingung  berkata " apakah kita akan dikembalikan setelah kita mati kepada kehidupan semula ".

Telah membaca Abu Hawiyah lafaz  الحافرة  dengan ضم pada huruf الحاء  menjadi خفرة  dengan arti apakah  kita akan dikembalikan kepada semula urusan kita, maka jadilah kita hidup sebagaimana kita hidup semula.

Aidzaa kunnaa idhaaman nakhirah

 ( Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur) 

Apakah kita akan dibangkitkan kembali setelah menjadi tulang belulang yang hancur. 

Kami (Allah)  akan bangkitkan beserta tulang yang ada setelah jauh dari masa kehidupan. 

Telah membaca Hamzah, Asim lafaz  نحرة  menjadi. ناحرة  dengan  ألف  dengan arti setelah selesai ruh melewatinya lalu dia mendengar suara. 

Membaca Nafi, Ibnu Amir dan Kisa'i lafaz. اذا  menjadi. خبر.

Qaaluu tilka idzan karratun khaasyirah ( Maka mereka berkata " kalu demikian itu adalah suatu pengembalian yang merugikan) 

Mereka berkata "kembali kepada kehidupan". Jika memang kita kembali kepada kehidupan semula itu suatu yang akan terjadi, maka pengembalian akan merusak. Maksudnya jika kembali hidup itu benar terjadi maka kami akan rugi karena kami mendustakannya. 

Ucapan orang yang mengingkari akan hari pembalasan itu hanyalah ejekan orang kafir. 

Fainnamaa hiya zajratuw waahidah 

( Maka pengembaluan itu hanyalah dengan sekali tiupan saja) 

Tidaklah engkau mengira pengembalian suatu yang susah bagi Allah bahkan pengembalian suatu yang mudah bagi kekuasaan Allah. Karena pengembalian akan menghasilkan dalam waktu sekejap bagi Israfil. 

Faidzaa hum bissaahirah 

( Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi ( yang baru) 

Apabila mereka telah  hidup kembali diatas permukaan bumi yang putih dan rata dari bumi yang akhir setelah mereka mati dari seluruh peloksok bumi. 

Hal ataaka haditsul musa

(  Sudahkah sampai kepadamu ( Muhammad)  kisah Musa  ?)

Bukankah sudah sampai kepada engkau wahai peling mulia makhluk cerita tentang Musa. 

Ayat ini sebagai i'tibar tentang kedatangan cerita Musa sebelum pembicaraan ayat diatas,kecuali belum kami ( Allah) datangka. Maksudnya apakah telah datang kepada engkau ( Muhammad) cerita Musa dan kami ( Allah)  telah menghabarkan kepada engkau tentang Musa.

Idz naadaahu rabbuhuu bilwaadii muqadhasi thuwa

( Ketka Tuhan memanggilnya ( Musa)  di lembah suci yaitu lembah tuwa) 

Lafaz  اذا  menjadi. ظرف  bagi kalimat  حديث.

Tuwa adalah nama lembah yang berada di negara Syam dan Tuwa berada di bukit Thur, antara negara Ailah dan Mesir. Dinamakan Tuwa karena banyak para ambiya mendapat wahyu. 

Telah membaca kalimat  طوي Nafi, Ibnu Katsir dan Ibnu Umar denga domah huruf  طاء  dan tidak tanwin. 

Telah membaca Baqun  dengan domah huruf. طاء dengan tanwin. 

Idzhab ilaa fir'auna innahuu thaghaa

( Pergilah engkau kepada firaun!  Sesungguhnya dia telah melampaui batas) 

Dari Hasan, dia berkata bahwa firaun adalah kafir azam (asing)  dari kota Hamdan. Juga Hasan berpendapat atau Firaun berasal dari kota Abhisan. Tinggi Firaun hanya 4 jengkal ( jengkalan manusia pada jamannya) dan Firaun orang yang pertama kali membuat engrang untuk berjan karena dia takut kepada jenggotnya yang panjang. 

Berkata Mujahid bahwa Firaun berasal dari Istikhor. 

Telah membaca Abdullah kalimat اذهب  menjadi ان اذهب karena  kalimat  اذهب adalah kalimat seruan ( perintah) tetapi memiliki makna ucapan/ kaul. 

Firaun adalah orang yang melampaui batas hukum kepada khaliknya dan juga kepada makhluk. Dia kufir kepada Allah dan juga sombong kepada kaum Bani Israil. Firaun suka berbuat kegaduhan kepada Bani Israil.

Faqul hal laka ilaa antazakkaa

( Maka katakanlah ( kepada firaun) " adakah keinginanmu untuk membersihkan  diri ( dari kesesatan) 

Apakah engkau ( firaun)  ada keinginan untuk berbuat kemaslahatan maka bertauhidlah kamu kepada Allah. 

Telah membaca Nafi dan Ibnu Katsir kalimat  تزك  dengan tasydid huruf. الزاي 

Wa-ahdiyaka ilaa rabbika fatakksyaa

( Dan engkau akan kupimpin kejalan Tuhanmu agar engkau takut kepadaNya)

Apakah saya ( Musa) mengajak engkau untuk mengenal Tuhan engkau (Firaun) dengan mendatangkan dalil yang jelas sehingga engkau mengenal Tuhanmu. Tidak ada orang yang takut kepada Tuhannya kecuali dia mengenal Tuhannya. 

Fa araahul aayatul kubraa

( Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar) 

Nabi Musa berangkat menuju Firaun  dan nabi Musa memperlihatkan kepada Firaun akan tongkatnya yang berubah menjadi ular yang besar. 

Fakadzdzaba wa 'ashaa

( Tetapi dia ( Firaun) mendustakan dan mendurhakai) 

Firaun mendustakan nabi Musa dengan hati dan lisannya dan menyebutnya bahwa mukjizat itu sihir

Dan Firaun mendurhakai Allah secara batiniyah dan dia memurtad setelah dia mengetahui tentang keabsahan adanya Tuhan penguasa alam.

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...