Jumat, 26 Juni 2026

أن أولى الناس بإبراهيم للذين اتبعوه وهذا النبى والذين آمنوا والله ولى المؤمنين

 أن أولى الناس بإبراهيم للذين اتبعوه وهذا النبى والذين آمنوا والله ولى المؤمنين

Sesungguhnya orang-orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad) serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad) dan Allah adalah pelindung orang-orang beriman.

Ali Imran ayat 68.

Sesungguhnya manusia yang paling dekat dan mengkhususkan kepada agama Ibrahim adalah orang-orang yang mengikuti Ibrahim pada zamannya, dan juga mengikuti ini nabi (Muhammad) dan orang-orang yang beriman kepada Muhammad dan mengakuinya dan mereka berkata " Kami berada pada agama Ibrahim karena sesungguhnya kekaperahan syariat Muhammad akur dengan syariat Ibrahim".

Sesungguhnya yang membenarkan manusia dengan agama Ibrahim ada dua  golongan yang mendekatkan

1. Orang yang mengikuti Ibrahim diantaranya umat Ibrahim. 

2. Nabi Muhammad dan seluruh orang mukmin diantaranya para sahabat nabi SAW. 

Dan Allah menjadi penolong, penjaga dan memuliakan orang-orang mukmin

Sabtu, 13 Juni 2026

ا أنتم هؤلاء حاججتم فيما لكم به علم فلم تحاجون فيما ليس لكم به علم والله يعلم وأنتم لا تعلمون ما كان ابراهم يهوديا ولا نصرانيا ولكن كان حنيفة مسلما وماكان من المشركين

 ا أنتم هؤلاء حاججتم فيما لكم به علم فلم تحاجون فيما ليس لكم به علم والله  يعلم وأنتم لا تعلمون

ما كان ابراهم يهوديا ولا نصرانيا ولكن كان حنيفة مسلما وماكان من المشركين

Beginilah kamu, kamu ini bantah membantah tentang hal yang sudah kamu ketahui, maka mengapa kamu saling bantah membantah tentang hal yang kamu tidak ketahui, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. 

Ali Imran ayat 66.

Ibrahim itu bukan orang Yahudi bukan pula orang Nasrani, akan tetapi Dia adalah orang yang lurus lagi pula pasrah diri (kepada Allah) dan sesekali Dia bukan termasuk golongan orang-orang Musyrik

Ali Imran ayat 57.

هاآنتم هؤلاء حاججتم فيما لكم به علم فلم تحاجون فيما ليس لكم به علم والله يعلم وأنتم لا تعلمون

Beginilah kamu wahai segolongan orang-orang Yahudi dan Nasrani, kamu saling bantah membantah (memperdebatkan) tentang hal sudah kamu ketahui (sudah ada) di kitab kamu (Taurat dan Injil) bahwa sesungguhnya Ibrahim AS bukanlah beragama Yahudi bukan pula beragama Nasrani dan juga kamu sudah mengetahui bahwa Muhammad SAW itu adalah seorang nabi dan rasul di dalam kitab kamu dan itu sudah jelas disebutkan sifat-sifat (Ciri-ciri) Muhammad di kitab kamu tetapi kamu malah mengingkarinya. 

Mengapa kamu saling bantah membantah (berdebat) tentang hal yang kamu tidak ketahui (tidak ada) di dalam kitab kamu (Taurat dan Injil) tidak disebutkan agama Ibrahim AS sama sekali, tetapi mengapa kamu mempropoganda sesungguhnya syariat Ibrahim AS itu bersebrangan (berbeda) dengan syariat Muhammad SAW. 

Allah Maha Mengetahui bagaimana syariat berbeda dengan syariat yang akur. Sedang kamu mengetahui bagaimana tentang hal yang kamu perdebatkan tanpa ilmu pengetahuan. 

Maka untuk itu, Allah menjelaskan secara mendetail, dan menjelaskan tentang pendustaan mereka (Yahudi dan Naseanu) dan semua proooganda mereka tentang keakuratan agama Ibrahim AS kepada kedua golongan tersebut. Kemudian Allah berfirman

ما كان إبراهيم يهوديا ولا نصرانيا ولكن كان حنيفا مسلما وما كان من المشركين

Tidaklah Ibrahim itu beragama Yahudi dan bukan pula beragama Nasrani akan tetapi Ibrahim AS beragama yang lurus tidak cenderung kepada agama yang batil. Ibrahim beragama Islam yaitu agama yang cenderung kepada Tauhid, dan Ibrahim AS bukan beragama Islam yang diperbaharui. 

Ibrahim AS bukan termasuk golongan orang-orang Musyrik. 

Sebagaimana ayat ini 

وما كان من المشركين

 Ayat ini memberi peringatan kepada Yahudi dan Nasrani bahwa mereka orang -orang Musyrik karena mereka meyakini bahwa Udzair anak Allah dan Isa  Al Masih anak Allah. Itu semua sebagai kenyataan mereka dan juga pengakuan mereka bahwa Ibrahim AS berada pada agama mereka

Kamis, 11 Juni 2026

يا أهل الكتاب لم تحاجون فى ابراهم وما أنزلت التوراة والإنجيل إلا من بعده أفلا تعقلون

 يا أهل الكتاب لم تحاجون فى ابراهم وما أنزلت التوراة والإنجيل إلا من بعده أفلا تعقلون

 Hai ahli kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan setelah Ibrahim, apakah kamu tidak berpikir. 

Ali Imran ayat 65.

Setelah Rasulallah SAW menjelaskan berbagai dalil berupa ayat Al Quran dan juga mengajak berdoa laknat ( muhaballah) terapi kaum Yahudi menyatakan nabi Ibrahim beragama Yahudi dan begitu pula kaum Nasrani, mereka menyatakan nabi Ibeahim beragama Nasrani. Sehingga Allah turunkan ayat di atas

Wahai Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) mengapa kamu saling membantah tentang agama Ibrahim AS bahwa Ibrahim beragama yang kamu anut. 

Tidaklah kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa AS dan kitab Injil yang diturunkan kepada Isa AS kecuali setelah Ibrahim AS diutus dengan masa yang sangat jauh perbedaannya. 

Antara Ibrahim AS dengan Musa AS berjarak seribu tahun, sedangkan Musa AS dengan Isa AS berjarak seribu tahun . Tetapi setelah Taurat turun kaum Yahudi membuat pembaharuan begitu pula kaum Nasrani setelah Injil diturunkan membuat pembaharuan. 

Apakah kamu tidak berpikir mengapa kamu mengakui Ibrahim AS adalah bagian dari agama kamu. Pengakuan kamu adalah pengakuan yang batal. Ibrahim AS beragama yang lurus dan Islam

Jumat, 05 Juni 2026

قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم أن لا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا واشهدوا بأن مسلمون

 قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم أن لا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا واشهدوا بأن مسلمون

 Katakanlah "Hai ahli kitab, marilah(berpegang) kepada satu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu bahwa kita tidak meyembah kecuali Allah dan kita tidak sekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah ", jika mereka berpaling, maka katakankah kepada mereka " Saksikanlah bahwa kami adalah orang yang berserah diri. 

Ali Imran ayat 64.

Ayat ini diturunkan pada keadaan kaum Nasrani Najran, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas, bahwa yang demikian tadi Ketka Nabi SAW mengingatkan kepada kaum Nasrani Najran dengan berbagai dalil yang utamanya, juga nabi mengajak mereka untuk muhaballah (sumpah laknat) sampai dia kali tetapi mereka menolak, malah mereka ingin memberi upeti, tetapi Nabi SAW berkeinginan agar mereka beriman kepada Allah, akan tetapi mereka malah mengalihkan perhatian untuk berpikir jernih, maka Nabi SAW meninggalkan untuk berdebat dengan mereka, Nabi meninggalkan mereka seakan akan Allah berfirman  kepada Nabi SAW " Wahai Muhammad tinggalkan lah mengejar dengan pembicaraan dan beralih kepada mengejar agar bersyahadat kepada tiap-tiap yang berakal sehat dan selamat dan berkarakter yang lurus, sesungguhnya yang demikian itu akan membangun manusia yang jujur dan tinggalkan berdebat.

Maka katakanlah "wahai ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) kemarilah kepada kalimat yang satu agar tidak ada perselisihan antara kami dan kamu tidak ada beroihak kepada seseorang. 

Ada yang berpendapat ayat ini diturunkan untuk menunjukan kebenaran kepada kaum Yahudi Madinah. 

Ada juga yang berpendapat ayat ini diturunkan kepada dua golongan saling berdebat antara Naseani Najran Madinah dan Yahudi. Mereka memperdebatkan agama nabi Ibrahim. 

Kaum Nasrani Najran mengklaim bahwa nabi Ibrahim beragama Naseani sehingga mereka beragama nabi Ibrahim dan berasumsi manusia dengan beragama nabi Ibrahim. 

Kaum Yahudi berpendapat bahwa nabi Ibrahim beragama Yahudi dan kami memeluk agama nabi Ibrahim dan berasumsi manusia beragama nabi Ibrahim. 

Sehingga nabi Muhammad berkata bahwa tiap-tiap kedua golongan (Yahudi dan Nasrani) menjadi baik karena nabi Ibrahim dan karena agama nabi Ibrahim bahkan agama nabi Ibrahim adalah agama Islam dan agama yang lurus, dan saya beragama nabi Ibrahim maka ikutilah agama nabi Ibrahim. 

Untuk itu kaum Yahudi berkata "wahai Muhammad tidaklah kami menghendaki mengikuti engkau kecuali kami menjadikan engkau Tuhan sebagaimana kaum Nasrani menjadikan nabi Isa Tuhan ". 

Kaum Nasrani berkata " Wahai Muhammad kami tidak menghendaki mengikuti engkau kecuali kami mengatakan kepada engkau apa yang dikatakan Yahudi bahwa Uzair anak Tuhan. 

Untuk itu Allah turunkan ayat

قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم

Kemari semuanya kembali kepada kisah yang adil yang teguh antara kami dan antara kamu agar tidak ada perbedaan pendapat masalah agama Ibrahim bahwa Dia adalah seorang rasul diberi kitab dan kami beriman  dan kami juga dan istiqomah. 

Kemudian Allah menjelaskan firmannya

أن لا نعبد إلا الله

Kami menjadikan Allah sembahan dan kami mengkhususkan beribadah kepada Allah

ولا نشرك به شيئا

Tidak kami menjadikan selain Allah sebagai persekutuan di dalam membenarkan ibadah dan tidak kami beri'tikad kepada kemusyrikan sebagai sembahan.

ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله

 Tidaklah satu pun diantara kami taat kepada pemimpin yang mengajak kepada kemaksiatan dan juga pemimpin yang mendatangkan sesuatu yang baru yang menjadikan hukum haram dan halal. Maka kami tidak mengatakan Uzair anak Tuhan dan Al-masih anak Tuhan karena keduanya adalah manusia seperti kita.

فإن تولوافقولوااشهدوا بأن مسلمون

Mereka menolak kecuali tetap bertahan kepada kemusyrikan. Maka zahirkanlah, engkau dan orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya kamu tetap berpegang teguh kepada agama Islam dan ucapkanlah "ketahuilah kami berikrar bertauhid dan beribadah hanya karena Allah

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...