قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم أن لا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا واشهدوا بأن مسلمون
Katakanlah "Hai ahli kitab, marilah(berpegang) kepada satu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu bahwa kita tidak meyembah kecuali Allah dan kita tidak sekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah ", jika mereka berpaling, maka katakankah kepada mereka " Saksikanlah bahwa kami adalah orang yang berserah diri.
Ali Imran ayat 64.
Ayat ini diturunkan pada keadaan kaum Nasrani Najran, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas, bahwa yang demikian tadi Ketka Nabi SAW mengingatkan kepada kaum Nasrani Najran dengan berbagai dalil yang utamanya, juga nabi mengajak mereka untuk muhaballah (sumpah laknat) sampai dia kali tetapi mereka menolak, malah mereka ingin memberi upeti, tetapi Nabi SAW berkeinginan agar mereka beriman kepada Allah, akan tetapi mereka malah mengalihkan perhatian untuk berpikir jernih, maka Nabi SAW meninggalkan untuk berdebat dengan mereka, Nabi meninggalkan mereka seakan akan Allah berfirman kepada Nabi SAW " Wahai Muhammad tinggalkan lah mengejar dengan pembicaraan dan beralih kepada mengejar agar bersyahadat kepada tiap-tiap yang berakal sehat dan selamat dan berkarakter yang lurus, sesungguhnya yang demikian itu akan membangun manusia yang jujur dan tinggalkan berdebat.
Maka katakanlah "wahai ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) kemarilah kepada kalimat yang satu agar tidak ada perselisihan antara kami dan kamu tidak ada beroihak kepada seseorang.
Ada yang berpendapat ayat ini diturunkan untuk menunjukan kebenaran kepada kaum Yahudi Madinah.
Ada juga yang berpendapat ayat ini diturunkan kepada dua golongan saling berdebat antara Naseani Najran Madinah dan Yahudi. Mereka memperdebatkan agama nabi Ibrahim.
Kaum Nasrani Najran mengklaim bahwa nabi Ibrahim beragama Naseani sehingga mereka beragama nabi Ibrahim dan berasumsi manusia dengan beragama nabi Ibrahim.
Kaum Yahudi berpendapat bahwa nabi Ibrahim beragama Yahudi dan kami memeluk agama nabi Ibrahim dan berasumsi manusia beragama nabi Ibrahim.
Sehingga nabi Muhammad berkata bahwa tiap-tiap kedua golongan (Yahudi dan Nasrani) menjadi baik karena nabi Ibrahim dan karena agama nabi Ibrahim bahkan agama nabi Ibrahim adalah agama Islam dan agama yang lurus, dan saya beragama nabi Ibrahim maka ikutilah agama nabi Ibrahim.
Untuk itu kaum Yahudi berkata "wahai Muhammad tidaklah kami menghendaki mengikuti engkau kecuali kami menjadikan engkau Tuhan sebagaimana kaum Nasrani menjadikan nabi Isa Tuhan ".
Kaum Nasrani berkata " Wahai Muhammad kami tidak menghendaki mengikuti engkau kecuali kami mengatakan kepada engkau apa yang dikatakan Yahudi bahwa Uzair anak Tuhan.
Untuk itu Allah turunkan ayat
قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم
Kemari semuanya kembali kepada kisah yang adil yang teguh antara kami dan antara kamu agar tidak ada perbedaan pendapat masalah agama Ibrahim bahwa Dia adalah seorang rasul diberi kitab dan kami beriman dan kami juga dan istiqomah.
Kemudian Allah menjelaskan firmannya
أن لا نعبد إلا الله
Kami menjadikan Allah sembahan dan kami mengkhususkan beribadah kepada Allah
ولا نشرك به شيئا
Tidak kami menjadikan selain Allah sebagai persekutuan di dalam membenarkan ibadah dan tidak kami beri'tikad kepada kemusyrikan sebagai sembahan.
ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله
Tidaklah satu pun diantara kami taat kepada pemimpin yang mengajak kepada kemaksiatan dan juga pemimpin yang mendatangkan sesuatu yang baru yang menjadikan hukum haram dan halal. Maka kami tidak mengatakan Uzair anak Tuhan dan Al-masih anak Tuhan karena keduanya adalah manusia seperti kita.
فإن تولوافقولوااشهدوا بأن مسلمون
Mereka menolak kecuali tetap bertahan kepada kemusyrikan. Maka zahirkanlah, engkau dan orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya kamu tetap berpegang teguh kepada agama Islam dan ucapkanlah "ketahuilah kami berikrar bertauhid dan beribadah hanya karena Allah