Sabtu, 30 Mei 2026

ذلك نتلوه عليك من إلايات والذكر الحكيم

 ذلك نتلوه عليك من إلايات والذكر الحكيم

De mikianlah (kisah Isa) kami membacakannya kepada kamu (Muhammad) sebagai bukti-bukti (kerasulannya) dan membacakan Al-Quran dengan penuh hikmah. 

Ali Imran ayat 58.

Demikianlah kisah nabi Isa AS, Kami bacakannya cerita itu kepada engkau (Muhammad) melalui turunnya Jibril kepada engkau untuk menceritakan kisah nabi Isa AS melalui ayat Al-Quran atau melalui sebagian tanda yang menjadi dalil atas ketetapan  kerasulan engkau. 

إن مثل عيسى عند الله كمثل آدم خلقه من تراب ثم قال له كن فيكون

 Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa disisi Allah adalah seperti (penciptaan)Adam, Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah" (Seorang manusia) maka jadilah dia. 

Ali Imran ayat 59.

Sesungguhnya sifat penciptaan nabi Isa AS dalam segi takdir/ketentuan Allah dan hikmahnya dengan tidak melalui seorang bapak ditamsilkan seperti penciptaan nabi Adam AS. Allah ciptakan nabi Adam AS dari tanahtanpa seorang bapak tanpa seorang ibu, kemudian Allah berfirman kepada Adam "jadilah" (Seorang manusia) maka jadilah Adam, ditiupkan kepada nabi Adam AS ruh, begitu pula nabi Isa AS. Allah berfirman kepada nabi Isa  kalimat"كن", tanpa seorang bapak, seperti itu pula nabi Adam, tetapi dengan demikian bukanlah nabi Adam anak Allah, maka begitu pula nabi Isa. Maka barangsiapa yang tidak mengikrarkan bahwa sesungguhnya Allah menciptakan Isa tanpa bapak tetapi orang itu mengikrarkan penciptaan Adam tanpa bapak tanpa ibu maka orang itu termasuk tidak memiliki akal. 

Begitu pula ketika Allah berkenan menciptakan nabi Adam AS dari tanah maka berkenan pula Allah menciptakan nabi Isa AS dari darah Maryam padahal itu lebih utama. Maka sesungguhnya lahirnya manusia dari darah yang terhimpun di dalam rahim ibu itu lebih masuk akal (bukan Anak Tuhan) ketimbang lahirnya manusia dari tanah yang kering tanpa bapak dan ibu dari pada meyakini nabi Isa AS sebagai anak Tuhan, itu adalah sebuah kesalahan besar. 

الحق من ربك فلا تكن من الممترين

Apa yang kami ceritakan itu adalah yang kebenaran datang dari Tuhan engkau, karena itu janganlah kamu termasuk orang yang ragu-ragu. 

Ali Imran ayat 60.

Apa yang kamu ceritakan itulah yang benar yang diturunkan kepada engkau tentang cerita nabi Isa AS, bahwa sesungguhnya Isa bukanlah Allah dan bukan anak Allah dan bukan pula Sekutu Allah, kebenaran itu datang dari Tuhan engkau. 

Adapun kebathilan datang dari orang Nasrani dan orang Yahudi. Orang Nasrani berpendapat "sesungguhnya Maryam telah melahirkan anak Tuhan. Adapun orang Yahudi berpendapat bahwa Maryam telah berbuat jinah dengan berbohong, dan keturunan Maryam adalah Yusuf Nadzar. 

Maka janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang yang ragu-ragu (musyrik) dari semua yang kamu jelaskan kepada engkau di antaranya penciptaan Isa tanpa seorang bapak. 

Adapun khitab kepada nabi Muhammad agar menjadi peringatan kepada nabi Muhammad dan agar menjadi penambah tetapnya keyakinan dan juga bagi orang yang mendengar kabar dari Al-Quran agar tercegah mewariskan kebohongan

أن مثل عيسى عند الله كمثل آدم خلقه من تراب ثم قال له كن فيكون

 أن مثل عيسى عند الله كمثل آدم خلقه من تراب ثم قال له كن فيكون

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah (seorang manusia) maka jadilah dia".

Ali Imran ayat 59.

Sesungguhnya sifat penciptaan Isa adalah taqdir Allah dan hikmahnya dengan tidak melalui seorang bapak itu adalah seperti penciptaan tubuh Adam. Allah ciptakan Adam tanpa ayah tanpa ibu. Kemudian Allah berfirman kepada Adam "jadilah (seorang manusia) maka jadilah Adam ". Ditiupkan kepada Adam tuh, begitu pula penciptaan Isa, Allah berfirman kepada Isa kalimat كن، tanpa seorang bapak, maka jadilah Isa seorang anak tanpa bapak. 

Maka seperti itulah Adam tetapi Adam bukan anak Allah maka begitu pula Isa. Maka barang siapa yang tidak mengikrarkan/mengakui Allah menciptakan Isa tanpa bapak tetapi orang itu mengakui penciptaan Adam  tanpa bapak dan ibu maka orang itu keluar dari bebas akal (tidak memiliki akal). 

Begitu pula ketika Alkah berkenan menciptakan Adam dari tanah maka Allah berkenan pula menciptakan Isa dari darah Maryam itu lebih utama secara akal. Maka sesungguhnya lahirnya seorang manusia dari darah yang dihimpun di dalam rahim ibu itu lebih masuk akal bahwa Isa itu hamba Allah ketimbang lahirnya manusia dari tanah yang kering tanpa ayah tanpa ibu. Tetapi mereka meyakini  Isa sebagai anak Tuhan

وإذ قال يا عيسى أنى متوقعيك ورافعك إلي وطهرك من الذين كفروا وجاعل الذين كفروا إلى يوم القيامة ثم إلي مرجعكم فأحكم بينهم فيما كنتم فيه تختلفون

 وإذ قال يا عيسى أنى متوقعيك ورافعك إلي وطهرك من الذين كفروا وجاعل الذين كفروا إلى يوم القيامة ثم إلي مرجعكم فأحكم بينهم فيما كنتم فيه تختلفون

(Ingatlah) ketika Allah berfirman "Hai Isa sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu, dan mengangkat kamu kepadaku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-oeang yang mengikuti kamu di atas orang-orang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepadakulah tempat kembalimu, lalu aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu perselisihkan padanya. 

Ali Imran ayat 55

(Ingatlah) ketika Allah berfirman "Hai Isa sesungguhnya aku akan mengeksekusi ajak engkau yang telah ditentukan dan akan menjaga engkau dari orang-orang kafir yang akan membunuhmu dan mengangkat engkau kepadaku dari bumi menuju tempat kemuliaanmu dan mensucikan engkau dari orang-orang kafir yang akan menyesatkan engkau dan menjadikan pengikut pengikut engkau yaitu orang-orang yang mengimani bahwa sesungguhnya engkau adalah hamba Allah dan rasulullah dan membenarkan pangkat kenabian engkau dan mereka mengakui cinta kepada engkau seperti kaum Hawariyiin, mereka itu orang-orang yang berada di atas orang-orang yang kufur  kepada engkau, mereka itu adalah orang Yahudi. 

Allah menjadikan para pengikut nabi Isa derajatnya di atas orang-orang kafir melalu berbagai hujah, senjata, penaklukan, kekuasaan, tinggi derajatnya dan pertolongan sampai hari kiamat. 

Sesungguhnya kerajaan Yahudi telah hilang karena tidak memiliki benteng pertahanan, tidak ada kerajaan, tidak dipandang gagah di seluruh penjuru dunia sehingga mereka dapat dikalahkan dimana saja mereka berada dan mereka hina.

Adapun kerajaan Nasara ( khawariyiin tetap kokoh berdiri sampai dekat kiamat). Maka sesungguhnya terlihat Daulah Nasrani/hawariyiin di dunia sangat agung dan kuat dari pada Yahudi. 

Telah menceritakan Muhammad bin Ishaq, sesungguhnya kaum Yahudi menyiksa kaum hawariyiin setelah diangkatnya nabi Isa AS ke langit. Dalam keadaan seperti itu kaum Yahudi berada di bawah kekuasaan kaum Rum, bangsa Rum memberi semangat kepada kaum Hawariyiin sehingga bangsa Rum mencabut penyiksaan kaum Yahudi terhadap kaum Hawariyiin, setelah itu  bangsa Rum bertanya kepada kaum Hawariyiin tentang nabi Isa AS (setelah mendapat penjelasan) lalu bangsa Rum mengikuti agama nabi Isa AS. Bangsa Rum menurunkan salib-salib dan dihancurkannya dan kayunya dikumpulkannya. 

Bangsa Rum memerangi kaum bani Israel dan membunuh makhluk yang agung dari kalangan bani Israel sebagai pendiri kerajaan Nasraniyah yang bernama Tabaris. Tabaris adalah seorang raja tapi kurang begitu terkenal. Setelah raja Tabaris, timbul raja yang lainnya yaitu Multis. Raja Multis memerangi Baitul Maqdis setelah nabi Isa diangkat ke langit 40 tahun yang lalu. Setelah raja Multis memerangi Baitul Maqdis, tidak ada baru yang tertinggal. Setelah itu muncul kaum khuraidzah dan kaum Nudhair setelah itu muncul bebatuan. Cerita ini adalah balasan Allah terhadap orang-orang yang mendustakan nabi Isa dan orang-orang yang berniat membunuhnya.

ومكروا مكر الله والله خير الماكرين

 ومكروا مكر الله والله خير الماكرين

Orang orang kafir (Yahudi) hendak menipu daya dan Allah membalas tipu daya mereka, dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. 

Surat Ali Imran ayat 54

ومكروا مكر الله

Orang-orang kapir/Yahudi hendak menipu daya dan Allah membalas tipu daya mereka. 

Kaum Yahudi hendak membunuh Isa dan Allah membalas kehendak mereka dengan membunuh sahabat mereka (Qotyanus) 

Ada yang berpendapat, kaum Yahudi hendak menipu daya nabi Isa AS yaitu hendak bermaksud membunuh nabi Isa AS dan Allah balas tipu daya mereka dengan mengangkat nabi Isa ke langit. Karena  raja Yahudi bertujuan membunuh nabi Isa maka malaikat Jibril tidak pernah berpisah sedikit pun kepada nabi Isa AS. Lalu malaikat Jibril merintah nabi Isa untuk masuk  kamar yang ada di suatu rumah, ketika itu masuk kaum Yahudi ke kamar rumah itu lalu maikat Jibril mengeluarkan nabi Isa AS dari kamar keadaan seperti itu disamakan rupa nabi Isa kepada salah satu kaum Yahudi, maka orang yang disamakan yang dibunuh dan di salib. 

والله خير الماكرين

 Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. 

Allah lebih kuat/mampu kepada yang dituju. 

Ada yang mengartikan ayat ini, Allah lebih utama dalam mencegah tipu daya. 

Telah meriwayatkan dari Ibni Abbas, 

Sesunggyhnya raja Bani Israel yang bernama Yahudza, ketika itu bermaksud membunuh nabi Isa AS, maka malaikat Jibril memerintah Isa untuk masuk ke suatu rumah yang di dalamnya terdapat kamar,maka masuklah nabi Isa ke kamar rumah itu lalu malaikat Jibril mengangkat Isa dari kamar itu langsung ke langit. 

Kemudian raja Yahudi berkata seorang laki-laki yang paling jelek rupa diantara kaum Yahudi bernama Qutyanus  :

Masuklan kamu ke kamar itu dan bunuhlah Isa, maka masuklah Qutyanus, dan Qutyanus tidak melihat Isa, maka Allah serupakan bentuk Qutyanus dengan bentuk nabi Isa, dan Qutyanus keluar untuk melapor kepada kaum Yahudi dan raja bahwa Isa tidak ada di dalam kamar, lalu kaum Yahudi membunuh Qutyanus dan menyalibnya. 

Kemudian mereka berkata :

Ini mayat bentuk wajahnya wajah Isa sedangkan bentuk badannya, badan sahabat kita, kalau memang ini sahabat kita lalu Isa kemana, kalau memang ini Isa lalu sahabat kita kemana? 

Setelah itu terjadi pembunuhan yang sangat dahsyat dikalangan mereka

 Doa kaum Hawariyiin (kaum penolong  nabi Isa AS, ketika di musuhi kaum bani Israel), mereka berdoa 

ربنا آمنا بما أنزلت واتبعنا الرسول مع الشاهدين

Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-oeang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah) 

Ali Imran ayat 53

Ya Tuhan kami, kami telah beriman dengan apa yang Engkau turunkan yaitu kitab Injil dan kami telah mengikuti agama rasul Allah yaitu nabi Isa AS, maka masukanlah kami bersama golongan orang-orang yang bersaksi kepada Engkau dengan bertauhid dan masukan kami bersama golongan para nabi-nabi Engkau dengan membenarkan nabi -nabi Engkau. 

Ibnu Abbas telah berpendapat bahwa kalimat فاكتبنا pengertia…







ذلك نتلوه عليك من إلايات والذكر الحكيم

 ذلك نتلوه عليك من إلايات والذكر الحكيم De mikianlah (kisah Isa) kami membacakannya kepada kamu (Muhammad) sebagai bukti-bukti (kerasulannya...