Sabtu, 30 Mei 2026

فمن حاجك فيه من بعد ما جاءك من العلم فقل تعالوا ندع ابناءنا وابناء كم نساء نا ونساء كم و أنفسنا و انفسكم ثم نبلتهل فنجعل لعنتة الله على الكاذبين

 فمن حاجك فيه من بعد ما جاءك من العلم فقل تعالوا ندع ابناءنا وابناء كم نساء نا ونساء كم و أنفسنا و انفسكم ثم نبلتهل فنجعل لعنتة الله على الكاذبين

 Siapa yang membantahmu, tentang kisah Isa sesudah datang tentang ilmu (yang meyakinkan kamu) maka katakanlah (kepadanya) "marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri kami dan istri kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita bermubahallah kepada Allah dan kita minta kepadanya supaya laknat Allah ditumpahkan kepada orang-orang yang berdusta. 

Surat Ali Imran ayat 61.

Allah mengingatkan kepada orang-orang yang berdebat yaitu kaum Nasrani Najran kepada nabi Muhammad SAW setelah Allah menjelaskan kepada mereka surat Ali Imran ayat 59 yang artinya sesungguhnya misal penciptaan Isa disisi Allah sama seperti penciptaan Adam, Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah" Maka jadilah dia".

Akan tetapi setelah ayat ini dijelaskan kepada mereka malah mereka berkata 

"Tidaklah Isa itu seperti yang engkau (Muhammad) ucapkan bahwa Isa bukan Tuhan, bukan anak Allah bukan juga Sekutu Allah, karena terjadi perdebatan sehingga Allah turunkan ayat di atas

 فمن حاجك فيه من بعد ما جاءك من العلم........ 

Barang siapa yang membantah/memperdebatkan kepada engkau dari golongan Nasrani Najran sekitar tentang penciptaan Isa setelah datang kepada kamu ilmu pengetahuan/dalil-dalil yang kongkrit bahwa sesungguhnya Isa adalah hamba Allah dan rasul Allah, maka katakanlah kepada mereka marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri kami dan istri kamu dan kami memanggil diri sendiri dan diri kamu sendiri, dan kemudian marilah kita bermubahallah. 


Muubahallah adalah masing-masing pihak diantara orang yang berdebat berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh supaya Allah melaknat kepada orang yang mendustakan tentang penciptaan Isa. Nabi Muhammad mengajak kaum Nasrani bermubahalah tetapi mereka menolak, penolakan mereka menjadi bukti kebenaran nabi Muhammad bahwa Isa itu hamba Allah, rasul Allah. Karena mubahalah itu akan melaknat bagi orang yang mengatakan Isa anak Tuhan, Isa Sekutu Tuhan, dan Isa itu Tuhan. 


Di bawah ini cerita tentang kaum Nasrani Najran yang mengatakan Isa anak Tuhan dan itu Tuhan, sehingga nabi Muhammad mengajak mereka untuk bermubahallah, dan siapa yang akan mendapat laknat Allah. Tetapi mereka menolak mubahallah. 


Diceritakan ketika Nabi SAW membacakan dalil bahwa penciptaan Isa sama  dalam penciptaan Adam kepada kaum Nasrani Najran tetapi mereka membangkang karena kebodohan mereka sehingga Nabi SAW berkata  " sesungguhnya Allah memerintahkan aku untuk mubahallah bagi mereka yang tidak menerima dalil dalil ".

Merka menjawab " Wahai Abi Kasim nanti dulu, kamu pulang dulu untuk berpikir sejenak dalam perkara mubahallah, besok kami kembali lagi kepada engkau ". Setelah pulang, mereka menemui golongan mereka diantaranya pastur/ustadz. Mereka berkata " Wahai Abdul Masih bagaimana pendapat engkau mengenai ajakan Muhammad untuk mubahallah".

Pastur menjawab "demi Allah jangan kamu mubahallah kepada nabi Muhammad, sehingga para pembessr akan hidup rukun juga akan menimpah rakyat yang kecil, jika kamu mubahallah maka kamu akan binasa, jika kamu abaikan dan tetap atas pedirianmu (Isa anak Tuhan) berarti kamu membangkang atas ucapan Nabi Muhammad. 


Lalu mereka permisi kepada pastur untuk pamit pulang ketempat mereka. Setelah itu mereka datang kepada Rasulallah, kebetulan Rasulallah keluar dari rumahnya untuk menuju Masjid, Rasulallah memakai selendang berbulu hitam yang diambil dari tangan Hasan dan Husen,  Rasulallah berjalan menuju Masjid bersama Gasan dan Husen sedang Fatimah berjan di belakang. Ditengah perjalanan Rasulallah bertemu 4 orang Nasrani, Rasulallah berkata jika kami mengajak beriman maka berikanlah kalian. Asraf Najran adalah salah satu dari empat orang berkata 

"Wahai kaum Nasrani sesungguhnya saya melihat wajah yang saling berhadapan, merka bertanya kepada Allah jika Allah menggeser ini gunung pasti Allah mampu menggesernya. Maka janganlah kamu bermubahalah maka kamu akan celaka. 

Lalu mereka berkata " Kami berpikir terlebih dahulu. Kami menolak mubahallah kepada engkau (Muhammad) tetapi kami tetap pada agama kami. 

Maka Rasulallah berkata " Jika kamu tidak mau mubahallah maka kamu masuk islam lah kalian sehingga kamu menjadi muslim, dan kamu wajib melaksanakan apa yang menjadi kewajiban muslim. Mereka menolak

Rasulallah berkata kembali "jika kamu menolak maka kami akan perangi kalian". 

Lalu mereka menjawab " Kami tidak memiliki kekuatan berperang dengan orang Arab tapi akan bersahabat dengan muslim, kami akan membayar upeti setiap tahun seribu perhiasan pada bulan Safar, seribu pada bulan Rajab, tiga puluh baju besi, tiga puluh kuda, tiga puluh unta, setelah itu Rasulallah mengadakan islah kepada mereka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

إن هذا لهو القصص الحق وما من إله إلا الله وأن الله لهو العزيز الحكيم. فإن تولوا فإن الله عليم بالمفسدين

 إن هذا لهو القصص الحق وما من إله إلا الله وأن الله لهو العزيز الحكيم.  فإن تولوا فإن الله عليم بالمفسدين Sesungguhnya ini adalah kisah yang...