Sabtu, 31 Mei 2025

إن الذين كفروا لن تغني عنهم اموالهم وأولادهم من الله شيئا واولئك هم وقود النار

 إن الذين كفروا لن تغني عنهم اموالهم وأولادهم من الله شيئا واولئك هم وقود النار

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka. 

Surat Ali Imran ayat 10.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir seperti Ka'ab bin Asyraf dan para sahabatnya, Abu Jahal dan parasahabatnya, sedikit pun tidak akan manfaat kepada mereka, harta yang begitu banyak, anak -anaknya dalam menolak siksa Allah. 

Ada juga yang berpendapat yang dimaksud juga kaum Najran, harta dan anak mereka tidak akan manfaat dalam menolak siksa Allah. 

Demikian tadi karena Abi Harits bin Ulqamah pernah berkata kepada saudaranya : sudah beberapa kali aku katakan bahwa sesungguhnya Muhammad Rasulallah adalah benar, Dia adalah seorang nabi dan aku sudah menyatakan kepada Muhammad bahwa aku beriman kepada-Nya. Tentang pernyataan harta dan anak orang kafir tidak ada manfaat dalam menolak siksa Allah. Pada saat itu Raja Rum telah mengambil hartaku, yang dulu harta itu pernah diberikan kepadaku yang begitu banyak. Dan Allah Ta'ala menjelaskan, sesungguhnya harta mereka/harta Raja Rum dan anak-anak mereka tidak akan manfaat dalam menolak azab Allah baik di Dunia maupun di Akhirat. 

Makna kisah di atas timbul kaidah

أن اللفظ عام وخصوص السبب لا يمنع عموم اللفظ

Sesungguhnya lafadz itu umum dan khususnya sebab  tidak bisa mencegah akan umumnya lafadz.

Minggu, 18 Mei 2025

ربنا إنك جامع الناس ليوم لا ريب فيه إن الله لا يخلف الميعاد

 ربنا إنك جامع الناس ليوم لا ريب فيه إن الله لا يخلف الميعاد

Para Rosihin fi ilmi pun berdoa "ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tidak ada keraguan padanya", sesungguhnya Allah tidak pernah menyalahi janjiNya. 

Surat Ali Imran ayat 9.

Ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau mengumpulkan seluruh manusia karena pembalasan pada hari kiamat yang tidak ada keraguan dalam kejadian hari kiamat. Maka balas lah kami pada hari kiamat dengan sebaik-baiknya balasan. Sesungguhnya Allah tidak pernah menyalahi janji-Nya. 

Ayat ini bagian dari doa/permintaan para Rosihin fi ilmi/orang yang mendalam ilmunya, dengan demikian itu mereka menuntut kepada Allah, agar Allah menjaga mereka terpeleset dalam mentakwil ayat. Dan bahwasanya Allah mengkhususkan kepada mereka memberi petunjuk dan memberi rahmat, seakan-akan mereka  berkata " Tidaklah tujuan kami dari doa ini kepada sesuatu yang berhubungan dengan keduniaan karena dunia akan pana, tetapi tujuan kami dengan doa ini untuk mengagungkan sesuatu yang berhubungan dengan akhirat. Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa Engkau ya Tuhan kami akan mengumpulkan manusia pada hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan amal dan kami tahu sesungguhnya janji Engkau baik mengenai balasan amal, perhitungan amal, timbangan amal, syirat, surga dan neraka tidaklah semua itu akan terlewatkan, maka barang siapa yang hatinya condong kepada ke kebatilan /salah dalam menta'wil maka orang itu akan kekal dalam azab selamanya. Dan barang siapa yang Allah telah berikan kepadanya petunjuk dan rahmat maka orang itu akan kekal dalam kegembiraan dan kemuliaan selama-lamanya.

Senin, 12 Mei 2025

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنامن لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

 ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنامن لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

(Mereka pa ra rasihin fi ilmi berdoa) ya Tuhan kami janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan, sesudah engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi engkau karena sesungguhnya engkau maha pemberi (karunia) 

Surat Ali Imran ayat 8.

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا

Ya Tuhan kami janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami. 

Jangan condong hati kami jauh dari agama engkau setelah engkau berikan petunjuk kepada kami yaitu kepada agama engkau. 

Ada yang berpendapat : ya Tuhan kami jangan engkau jadikan hati kami condong kepada kebathilan setelah engkau jadikan hati kami condong kepada kebenaran. 

وهب لنا من لدنك رحمة

Dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi engkau. 

Dan karuniakan kami cahaya tauhid, cahaya ma'rifat dalam hati kami dan cahaya ta'at dan cahaya ibadah dan cahaya beridmat anggota tubuh kami dan mudahkan urusan kehidupan kami dari rasa aman, kesehatan, kecukupan dunia dan mudahkan kematian ketika kami mati, dan mudahkan pertanyaan, kegelapan dalam kubur dan ampuni dosa kami, unggulkan kebaikan kami pada hari kiamat. 

أنك أنت الوهاب

Sesungguhnya engkau maha pemberi kepada tiap-tiap yang kamu minta. 

Sesungguhnya kami meminta kepada engkau pada doa ini karena rasa hina kami, kami meminta kepada kemuliaan engkau karena engkau maha pemberi rahmat. 

Maka Rasulallah SAW juga membaca doa 

يا مقلب القلوب والأبصار ثبت قلبى على دينك

Jumat, 02 Mei 2025

أما الذين فى قلوبهم زيغ فيتبعون ما تشابه منه ابتغاء الفتنة وبتغاءتأويله وما يعلم تأويله إلا الله والراسخون فى العلم يقولون آمنا به كل من عند ربنا وما يذكر إلا أولوا الألباب

وأما الذين فى قلوبهم زيغ فيتبعون ما تشابه منه  ابتغاء الفتنة وبتغاءتأويله وما يعلم تأويله إلا الله والراسخون فى العلم يقولون  آمنا به كل من عند ربنا وما يذكر إلا أولوا الألباب

Adapun orang-orang yang dalam hatinya conrong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya. Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya mereka berkata "kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat, semua itu dari sisi Allah, Tuhan kami ". Dan tidak mengambil pelajaran (darinya) kecuali orang-orang yang berakal. 

Lanjutan surat Ali Imran ayat 7.

وأما الذين فى قلوبهم زيغ فيتبعون ما تشابه منه ابتغاء الفتنة

Dan adapun orang-orang yang hatinya condrong kepada kesesatan maka mereka mengikuti sebagian ayat mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah. 

Dan adapun orang-orang yang dalam hatinya conrong jauh dari kebenaran, menuju kepada hawa nafsu yang bathil /sesat, mereka mengikuti sebagian ayat-ayat mutasyabihat, maka mereka mengartikan ayat mutasyabihat secara arti Johor saja, sehingga menimbulkan fitnah dalam agama yaitu kesesatan. Maka suatu saat akan terjadi  sebagian mereka dengan sebagian yang lain akan terjadi perbedaan pandangan sehingga menimbulkan keributan, perpecahan bahkan pertikaian. 

و ابتغاء تأويله

Dan untuk mencari-cari takwilnya

Mereka mencari-cari takwilnya ayat mutasyabihat yang tidak terdapat dalam kitab Allah sebagai dalil dan juga bukan penjelasan dari kitab Allah. 

Pengarang kitab ini yaitu Syekh Nawani Al Jawi, membagi kepada tiga bagian  orang yang bisa dipertanggung jawabkan dalam mentakwil ayat mutasyabihat :

1. Pentakwil menetapkan makna Johir ayat mutasyabihat dengan menggunakan dalil akal, dengan demikian dalil akal sebagai hukum yang dibenarkan

2. Pentakwil menetapkan menggunaan dalil qat'i dalam mentakwil ayat mutasyabihat, dengan demikian dalil qat'i sebagai pemutus hukum dan bahwasanya  Allah bermaksud tidak menjohirkan arti ayat mutasyabihat. 

3. Pentakwil tidak menjadikan ayat mutasyabihat sebagai jalan dalam menetapka hukum dan memanfaatkan bahkan para pentakwil bersikap tawakuf. Dengan demikian itu ayat mutasyabihat dengan makna perkara tasybih fih. Dan tidak membedakan salah satu dari dua sisi dengan yang lain kecuali perkiraan yang sudah rajeh itu hasil dalam bagian ayat mutasyabihat atas mengartikan Johir ayat mutasyabihat. 

وما يعلم تأويله إلا الله

Tidak ada yang bisa mengetahui takwil ayat mutasyabihat kecuali Allah

Tidak ada yang mengetahui takwil ayat mutasyabihat secara hakiki kecuali Allah semata. 

Telah menukil dari Ibnu Abbas R.A, sesungguhnya Ibni Abbas berkata menafsirkan Al Quran atas empat jalan

1. Tidaklah seseorang menjadi penafsir kecuali dia seorang yang pintar (tidak bodoh). 

2. Penafsir harus pandai bahasa Arab dengan lisannya. 

3. Penafsir harus diketahui bahwa dia ulama. 

4. Penafsir tidaklah dia mengetahui kecuali Allah. 

والراسخون فى العلم يقولون آمنا به كل من عند ربنا

Dan b yang bisa mentakwil orang-orang yang mendalam ilmunya mereka berkata "  kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami".

Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata kami beriman kepada kitab, bahwa tiap-tiap salah satu dari ayat muhakamat dan ayat mutasyabihat adalah dari sisi Allah. 

Rasihun fil ilmi adalah orang-orang yang kenal akan Zat Allah, sifat-sifat Allah dengan dalil yakiniyah yang qat'i, dan rasihun fil ilmi mengenal sesungguhnya Al Quran kalam Allah dengan dalil yakiniyah, dan rasihun fil ilmi mengenal sesungguhnya Allah tidaklah berbicara yang bathil dan sendai gurau. Maka ketika para rasihun fil ilmi sesuatu tentang ayat mutasyabihat dan dalil yang qat'i bahwa sesungguhnya johir makna ayat mutasyabihat bukanlah yang Allah kehendaki, para rasihun fil ilmi mengetahui arti johir ayat mutasyabihat menjadi keputusan sesungguhnya maksud Allah  terhadap sesuatu yang lain. Kemudian para rasihun fil ilmi memasrahkan penjelasan ayat mutasyabihat kepada ilmu Allah dan memutuskan bahwa makna ayat mutasyabihat tentang sesuatu adalah benar karena sesungguhnya Allah lah yang mengetahuinya. Dan makna ayat mutasyabihat itu sah di sisi Allah.

وما يذكر إلا أولوا الألباب

Dan tidak mengambil pelajaran kecuali orang-orang berakal. 

Dan tidak mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang memiliki akal yang sempurna yang ikhlas jauh dari condong hawa nafsu yang merusak. Ayat ini sebagai pujian kepada para rasihun fil ilmi dengan kejuhudan hati dan baik pemikirannya. Dan ayat ini juga menunjukan atas tingginya akhlak para mutakalimin yang membahas dengan dalil aqliah dan mereka membahas ayat mutasyabihat dengan jalan mendekatkan diri dan ma'rifat kepada zat Allah dan sifat Allah dan afalnya Allah. 

Para rasihun fil ilmi tidak menafsirkan Al Quran kecuali diakurkan dengan dalil akal dan keakuran lughah Arab. Barang siapa yang membahas Al Quran tidak memili ilmu yang mendalam seperti ilmu ushul, ilmu bahasa, dan nahwu. Meka mereka berada  jauh dari Allah. 

Para rasihun fil ilmi kepada semua yang Allah turunkan baik ayat muhakamat maupun ayat mutasyabihat mereka tawadhu kepada Allah dan mereka berkata 

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذا هويتنا وهب لنا من لدنك رحمة  أنك أنت الوهاب

وإذ قال يا عيسى أنى متوقعيك ورافعك إلي وطهرك من الذين كفروا وجاعل الذين كفروا إلى يوم القيامة ثم إلي مرجعكم فأحكم بينهم فيما كنتم فيه تختلفون

 وإذ قال يا عيسى أنى متوقعيك ورافعك إلي وطهرك من الذين كفروا وجاعل الذين كفروا إلى يوم القيامة ثم إلي مرجعكم فأحكم بينهم فيما كنتم فيه تختلف...