إن الذين كفروا لن تغني عنهم اموالهم وأولادهم من الله شيئا واولئك هم وقود النار
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka.
Surat Ali Imran ayat 10.
Sesungguhnya orang-orang yang kafir seperti Ka'ab bin Asyraf dan para sahabatnya, Abu Jahal dan parasahabatnya, sedikit pun tidak akan manfaat kepada mereka, harta yang begitu banyak, anak -anaknya dalam menolak siksa Allah.
Ada juga yang berpendapat yang dimaksud juga kaum Najran, harta dan anak mereka tidak akan manfaat dalam menolak siksa Allah.
Demikian tadi karena Abi Harits bin Ulqamah pernah berkata kepada saudaranya : sudah beberapa kali aku katakan bahwa sesungguhnya Muhammad Rasulallah adalah benar, Dia adalah seorang nabi dan aku sudah menyatakan kepada Muhammad bahwa aku beriman kepada-Nya. Tentang pernyataan harta dan anak orang kafir tidak ada manfaat dalam menolak siksa Allah. Pada saat itu Raja Rum telah mengambil hartaku, yang dulu harta itu pernah diberikan kepadaku yang begitu banyak. Dan Allah Ta'ala menjelaskan, sesungguhnya harta mereka/harta Raja Rum dan anak-anak mereka tidak akan manfaat dalam menolak azab Allah baik di Dunia maupun di Akhirat.
Makna kisah di atas timbul kaidah
أن اللفظ عام وخصوص السبب لا يمنع عموم اللفظ
Sesungguhnya lafadz itu umum dan khususnya sebab tidak bisa mencegah akan umumnya lafadz.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar