ولاتؤمنوا إلا لمن تبع دينكم قل إن الهدى هدى الله أن يأتى أحد مثل ما أوتيتم أو يحاجوكم عند ربكم قل أن الفضل بيد الله يؤتيه من يشاء والله واسع عليم
Berkata segolongan ahli kitab "jangan kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agama kamu(Yahudi)", katakanlah (wahai Muhammad) sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) adalah petunjuk Allah, dan (mereka berkata) " Janganlah kamu percaya bahwa akan diberikan kitab kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepada kamu, dan (jangan kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujanmu di sisi Tuhanmu". Katakanlah (wahai Muhammad) " Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, dan Allah memberikan karunia itu kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas karunia-Nya dan mempunyai karunia yang besar".
Ali Imran ayat 73.
لاتؤمنوا إلا لمن تبع دينكم
Segolongan dari ahli kitab berkata " Jangan kamu percaya kecuali kepada orang mengikuti agama kamu. Tujuannya agar tiap seseorang bisa menjaga pengikutnya atas yang diikutinya.
Perkataan "jangan kamu percaya kepada seseorang kecuali orang itu mengikuti agama kamu" Tujuannya adalah untuk mengacaukan agar kaum Yahudi yang memeluk agama isalam kembali ke agama Yahudi.
Atau agar kaum Yahudi tidak membenarkan Muhammad sebagai Nabi kecuali kepada orang yang berpegang teguh kepada agama Yahudi, kiblat kamu adalah Baitul Maqdis maka barang siapa mengajak kepada sesuatu (selain Baitul Maqdis) maka jangan kamu benarkan.
قل إن الهدى هدى الله
Katakanlah wahai Muhammad sesungguhnya petunjuk yang benar adalah petunjuk Allah (yang harus diikuti) dan sesungguhnya agama yang lurus adalah agama Allah, agama Allah adalah agama Islam, dan kiblat Allah adalah Ka'bah.
أن يؤتى أحد مثل مااوتيتم أو يحاجوكم عند ربكم
Segolongan ahli kitab berkata "janganlah kamu percaya bahwa ada seseorang yang diberikan kitab (Muhammad) seperti yang diberikan kepada kamu. Dan jangan kamu percaya bahwa hujah (dalil) mereka akan mengalahkan hujah kamu di sisi Tuhan kamu.
Perkataan ahli kitab tentang
أن يؤتى أحد مثل ما أوتيتم أو يحاجوكم عند ربكم
Mereka bilang itu adalah kalam Allah, maka jangan kamu inkarkan wahai golongan Yahudi. Padahal itu ucapan para pembesar Yahudi yang menginginkan agar kaum Yahudi yang sudah masuk agama Islam kembali ke agama Yahudi.
Dengan ucapan "jika seseorang (Muhammad) mengaku diberikan agama dan kiblat berupa Ka'bah kalau bukan dari golongan kamu (Yahudi) jangan kamu percaya, atau kaum muslimin berhujah kepada kamu bahwa agama Islam dan kiblat Ka'bah dari Allah maka jangan kamu percaya alasan mereka.
Telah membaca Syakh Ibnu Katsir kalimat أن يؤتى dengan memakai همزتين (dua hamzah) maka menjadi أأن يؤتى. Hamzah pertama dibaca pendek dan hamzah kedua dibaca enteng. Kedudukan hamzah pertama menjadi istifham ingkari dan tau bih, maka artinya bukankah telah datang seseorang dengan membawa syariat seperti syariat yang diberikan kepadamu di antara syariat-syariat yang ada. Tetapi mereka tetap mengingkari syariat Allah. Pendapat ini sebagaimana diriwayatkan dari Syekh Mujahid dan Syekh Isa bin Umar.
Penutup pembicaraan ini, bahwa kaum Yahudi fakir dari berpikir untuk masa depan akhirat dan selamanya mereka inkar, padahal Allah memberikan dalil dengan firmannya
إن الهدى هدى الله
Didukung dengan ayat
أن يؤتيه من يشاء من عباده
Tetapi kaum Yahudi tetap menginkarainya. Seharusnya dengan dalil-dalil tadi mereka harus meninggalkan inkar.
قل إن الفضل بيد الله يؤتيه من يشاء والله واسع عليم
Katakanlah wahai Muhammad kepada kaum Yahudi, sesungguhnya karunia Allah seperti pangkat kerasulan, pangkat kenabian, agama Islam, dan kiblat nabi Ibrahim/Ka'bah itu semua kuasa Allah. Allah datangkan kepada siapa yang Allah kehendaki.
Allah berikan semua karunia itu kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya.
Dan Allah Ta'ala menceritakan tentang kaum Yahudi pada ayat di atas terdapat dua permasalahan
Pertama
Kaum Yahudi beriman kepada Allah ketika di waktu siang dan kafir diselain waktu siang, tujuan mereka agar ada kesamaan dengan kaum Muslimin dalam segi keabsahan beragama Islam. Bentuk penyerupaan ini jawab dengan firmannya
قل إن الهدى هدى الله
Artinya kesempurnaan hidayah Allah dan kekuatan firman Allah tidak bisa dikelabui dengan penyerupaan yang lemah, tidak bisa menjadi kuat dan tidak membekas.
Kedua
Sesungguhnya mereka (kaum Yahudi) inkar dengan ucapannya
وأن يؤتى أحد مثل ما أوتوا من الكتاب و الحكم والنبوة
(Jangan kamu percaya jika datang seseorang menyerupai seumpama apa yang didatangkan kepada kamu berupa kitab, hikmah dan pangkat kenabian maka jangan kamu percaya).
Ucapan itu Allah bantah dengan firman-Nya
قل إن الفضل بيد الله يؤتى من يشاء
(Katakanlah sesungguhnya karunia itu ada pada kekuasaan Allah, Allah berikan kepada siapa yang Dia kehendaki)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar