Sabtu, 30 Oktober 2021

Lasta alaihim bimushaitirin

 

( Engkau bukanlah orang yang berkuasa/ maksa atas mereka) 

Wahai paling mulianya mahkluk,engkau bukanlah orang yang bisa memaksa atas mereka yang tidak mau beriman

Telah membaca Hasyim kalimat  بمصيطر  dengan memakai huruf السين . Dan qiraat Hamzah dengan memakai Asyma  الصاد  . Sedangkan qiraat Baqun  dengan huruf. الصاد  khusus dibaca fathah huruf الطاء

Illa man tawalla wakafar

( Kecuali jika ada orang berpaling dan kafir) 

Pada kalimat  الا  ada bererapa pendapat

Pendapat pertama, illa adalah illa haqiqi. Pada illa haqiqi terdapat dua kemungkinan :

Pertama manakala Mustasna min maful

Maka kalimat di atas di artikan berilah peringatan kepada hambaku kecuali orang - orang yang berpaling dari iman dan jauh mengingat Al quran. Maka mereka berhak atas azab yang besar

Yang kedua manakala mustastnanya memakai dzomir  عليهم  ,maka diartikan kalimat di atas, tidaklah atas engkau Muhammad untuk memaksakan keculai atas orang - orang yang memutuskan tidak beriman kepada Engkau dan berpaling dari Engkau dan tidak percaya kepada Allah,. Maka sesungguhnya Allah sangat kuat dan memerintahkan Engkau untuk memeranginya, tetapi sesungguhnya memerangi adalah termasuk perbuatan memaksakan kehendak. 

Dengan demikian seakan akan Allah memusuhi mereka di dunia dan mengazab mereka di akhirat

Pendapat kedua kalimat illa di atas adalah istisna munqathi amma qablahum ( istisna memutuskan segala sesuatu sebelumnya, maka tqdirnya  لست بمستول عليهم لكن من تولي منهم فان الله تعالي يعدبه العداب الكبر  ( janganlah Engjau memaksa atas mereka tetapi barang siapa yang berpaling diantara mereka maka sesungguhnya azab sangat pedih. Azab yang sangat pedih disini adalah azan Jahanam

Tanda istisna munqati adalah lebih baik  jika memasukan kalimat ان  pada mustasna bih

Dan jika istisna muthasil maka lebih jangan memakai kalimat ان 

Fayu'adzdzibuhul llaahul  ' adzaabal akbar

( Maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar) 

Di namakan azab yang besar karena mereka ( orang kafir) telah melampai batas hukum kekafirannya. Maka sesungguhnya janji Allah dengan azab yang besar  karena bagian dari orang yang fasiq

Inna ilainaa iyyaabahum

( Sungguh, kepada kamilah mereka kembali) 

Manusia akan kembali kepada Allah melalui proses kematian dan bangkit dari alam kubur. Tidak ada yang kembali selain kepada Allah

Telah membaca Abu Ja' far  Madani kalimat ilainna dengan memakai tasydid huruf  الياء

Tsumma inna ' alainaa hisaabahum

( Kemudian sesungguhnya kewajiban kamilah membuat perhitungan atas mereka) 

Manusia akan di hisab  di padang mahsyar

Kamis, 28 Oktober 2021

Afalaa yandzuruuna ilal ibili kaifa khuliqat

 :

( Maka tidakkah mereka memperhatikan onta, bagaimana di ciptakan) 

Bahwa kafir Kota Mekkah mengingkari tentang kebangkitan manusia dari alam kubur ketika hari kiamat datang. 

Dan mereka tidak percaya tentang kekuasaan Allah dalam membangkitkan  manusia dari alam kubur. Kalau memang mereka tidak percaya bangkit manusia dari alam dan tidak percaya kekuasaan Allah membangkitkan manusia dari alam kubur 

maka kamu perhatikan kepada onta dengan mata kepala kalian, bagaimana onta di ciptakan dengan kekuatan,dan tingkah lakunya, kesabarannya dalam menahan lapar dan haus dan menanggung beban angkutan yang ada di pundaknya

Wa ilaa samaa'i kaifa rufi'at

( Dan perhatikan bagaimana langit di tinggikan) 

Dan orang kafir Mekkah juga harus memperhatikan bagaimana langit berada di atas bumi dengan tanpa ada tiang dan tidak ada tempat menggantung

Kalu memang orang orang kafir Mekkah tidak percaya bahwa Allah kuasa membangkitkan manusia dari alam kubur ketika hari kiamat

Wa ilal jibaali kaifa nushibat

( Dan perhatikan kepada gunung bagaimana di tingikan) 

Sebagai tanda bahwa Allah kuasa dalam membangkitkan manusia dari dalam kubur pada hari kiamat 

Bahwa Allah menegakan gunung di permukaan bumi dengan amat kokoh tidak goyang sedikit pun, baik itu bumi  atau pun gunung kecuali kalau Allah menghendaki adanya Eruvsi atau Gempa

Wa ilal ardhi kaifa sutihat

( Dan perhatikan juga bagaimana bumi di hamparkan) 

Allah hamparkan bumi di atas permukaan air

Telah membaca saidina Ali RA karamallahu wajhah, kalimat khuliqat, Rufiat, Nushibat dan Sutihat dengan bina lilfaail dan bina lilmutakalim

Fadzakkir innamaa anta mudzzakir

( Maka berilah pengertian, karena sesungguhnya engkau ( Muhammad)  hanyalah pemberi peringatan) 

Maka berilah peringatan kepada mereka dan berpikir atas dalil - dalil yang Allah berikan, sesungguhnya engkau ( Muhammad)  hanya pemberi peringatan

Maka tidaklah mudharat bagi engkau apabila orang kafir Mekkah tidak memperhatikan peringatan dan tidak mau mengingat dalil - dalil karena mereka mengingkari akan kekuasaan Allah dan engkau hanya berkewajiban menyampaikan saja

Senin, 25 Oktober 2021

Wujuuhuy yauma-idzin naa imah

  

( Pada hari itu ( kiamat)  banyak pula wajah yang berseri - seri) 

Pada hari kiamat ada juga nampak wajah yang berseri - seri dan juga kelihatan cantik dan ganteng

Lisa'yihaa raadhiyah

( Merasa senang karena usahanya sendiri) 

Nanti ketika kiamat terjadi, ada sebagian wajah kelihatan berseri - seri karena mendapat pahala perbuatannya yang pernah diperbuat selama di dunia dan mendapatkan keridhoan dari Allah, sehingga ketika ia melihat pahala itu

Ia tidak lagi meminta pahala yang lebih banyak lagi karena merasa sudah senang dengan pahala yang ada

Fii jannnatin aaliyah. La tasma'u fiihaa laghiyah

( Mereka berada di surga yang tinggi disana, disana tidak mendengar perkataan yang tudak berguna) 

Ahli surga berada pada tempat yang tinggi

Telah membaca Aashim, Hamzah, kisaai, dan Hafas pada huruf  التاء  dibaca nashab pada kalimat. لا غية  maka diartikan Engkau (Muhammad) wahai rasul yang paling mulia atau khitab kepada semua ahli surga, atau diartikan tidaklah mendengar para ahli surga kalimat yang sia - sia/ gurawan

Para ahli surga selau berbicara kalimat yang mengandung hikmah dan pujian kepada Allah atas nikmat yang diberikan

Membaca Naafi dengan dhomah huruf  التاء  pada kalimat. لا تسمع  dan dhomah pada kalimat  لا غية  

Telah membaca Ibnu Katsir, Abu Umar dengan dhomah  الياء  menjadi kalimat  لا يسمع  dan dibaca dhomah pada kalimat. لا غية

Telah membaca Mufadhil dan Jahdar dengan fathah pada huruf  الياء  pada kakimat  لا يسمع  dan membaca nashab pada kalimat. لايسمع 

Fiiha sururum marfuu'ah

( Disana ada dipan - dipan yang ditinggikan) 

Ditinggikan disini bahwa dipan - dipan berada di awang - awang agar ahli surga dapat melihat kepada semua nikmat yang Allah berikan di surga

Berkata Ibnu Abbas bahwa dipan di surga dibuat dari emas dan perak dan di ukir denga intan jabarjad dan intan yakut, dipan itu tinggi berada di awang - awang

Wa akwaabum maudhuu'ah

( Dan gelas gelas yang tersedia di dekatnya) 

Bahkan gelas - gelas itu berada di dekat tangan ahli surga karena agar mereka bersenang - senang

Dan gelas itu terbuat dari emas dan perak agar ahli surga menikmati kelezatan minus dengan gelas dari emas dan perak

Wanamariqu mashfuufah

( Dan bantal - bantal sandaran yang tersusun) 

Sebagian bantal yang satu dengan yang lainnya tersusun agar para ahli surga bisa duduk sambil bersender diantara para ahli surga

Wazaraabiyyuu mabtsuutsah

( Dan permadani - permadani yang terhampar) 

Permadani terhampar saling berderetan seperti di dalam majlis

Ketika Nabi SAW bernicara tentang nikmat yang ada di surga, orang - orang kafir berkata : wahai Muhammad datangkan kepada kami satu ayat saja bahwa sesungguhnya Allah mengutus engkau kepada kami yang menjelaskan bahwa engkau seorang rasul, maka langsung Allah turunkan ayat افلا ينظرون الي الابل كيف خلقت  ( apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana onta di jadikan)

Sabtu, 23 Oktober 2021

Surat Al-Kitab ghasyiyah

 

Hal ataaka haditsul ghaasyiyah

( Sudahkan sampai kepadamu berita tentang hari kiamat) 

Apakah sudah sampai kepadamu  ( Muhammad) berita tentang hari kiamat yang sangat menggemparkan seluruh manusia dari sejak nabi Adam sampai manusia terakhir  karema sangat dahsat kejadiannya

Kalimat  هل  adalah kalimat  استفهام. Istifhaamnya adalah istifham تعجب  ( menegangkan). Ada juga yang rindu datangnya kiamat yaitu para ahli kubur

Wujuuhuy yaumaidzin khasi'ah. Aamilatun naashibah

( Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk dan terhina karena kerja keras dan terhina) 

Apabila terjadi hari kiamat vwajah manusia terlihat sangat hina karena azab yang sangat melelahkan manusia. Manusia di rantai serta di borgol dengan berjalan tertatih - tatih ke dalam neraka seperti tertatih - tatihnya onta berjalan berjalan di tempat turunan kemudian menanjak. 

Mereka yang seperti itu adalah golongan orang - orang kafir menurut pendapat Ibnu Abbas

Tetapi berpendapat saidina Ali bin Abi Thalib adalah orang - orang khawarij

Tashlaa naaran haamiyah

( Mereka memasuki api yang sangat panas)  

Mereka masuk neraka yang melentab - lentab karena panasnya

Membaca Abu Umar, Aasim kalimat  تصلي  dengan  بضم التاء  . Firman Allah lafad. وجوه يومءذ خاشعة,  dan kalimat sesudahnya menjadi  خبر. 

Ada yang berpendapat خبر nya adalah lafad تصلي  dan kalimat sesudah تصلي  menjadi صفات kalimat وجوه dan tidak boleh dibaca wakof sebelum  خبر  . Dan kalimat  عاملة ناصبة  dengan di baca syatam

Tusqaa min ainin aaniyah

( Di beri minum dari sumner mata air yang sangat panas) 

Orang - orang yang tidak beriman kepada Allah masuk neraka Jahanam disana di sediakan sumber mata air yang sangat panas

Laisa lahum tha'aamun illaa nin dharii

( Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri) 

Dhori adalah puhon yang sudah kering pada batangnya. Dari batangnya pohon dhari tumbuh duri - duri. Pohon dhori tumbuh disepanjang jalan menuju kota Mekkah,

 ketika masih basah poho ini dimakan oleh onta. Ketika pohon ini kering maka dia akan mengeras sepertj kuku dan beracun yang mematikan. Pohon Dhori menjadi makanan para ahli neraka Jahanam selain itu ada juga pohon Zaqum dan pohkn Ghislin dan yang lainnya

Laa yusminu walaa yughni minjuu

( Yang tidak menggemukan dan tidak menghilangkan lapar) 

Dhori juga makanan yang tidak mengenyangkan dan tidak menggemukan. Karena dhori bukan jenis makanan diantara makanan yang ada di dunia

Di ceritakan bahwa sesungguhnya kafir Qurais berkata bahwa dhori adalah makanan yang tidak menggemukan untuk kita. Maka Allah turunkan ayat ini .

Senin, 18 Oktober 2021

Yaquulu yaa laitanii qaddamtu lihayaatii

 

( Dan orang kafir berkata " alangkah baiknya kalau sekianya dulu aku mengerjakan kebaikan untuk hidupku ini " )

Orang yang tudak beriman berkata " wahai penyesalanku mengapa aku dulu tidak berbuat amalan yang baik ( iman kepada Allah) . Yang dengan amalan itu bisa menyelamatkan aku dari api neraka. Kalau memang aku bisa hidup kembali maka aku akan beriman kepada Allah

Fayauuma idzil laa yu'adzdzibu adzaabahuu ahad

( Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang bisa mengazab seperti azab Allah yang maha adil)

Jadi ketika orang yang tidak beriman kepada Allah berkata wahai penyesalanku mengapa dulu aku tidak beramal yang baik yang bisa menyelamatkan aku dari api neraka

Maka tidak ada seorang pun yang bisa mengazab kecuali malaikat zabbaniyah seperti mengazab orang -orang kafir  dengan azab yang tidak ada taranya

Wala yuutsiqu wasaaqahuu ahad

( Dan tidak ada seorang pun yang bisa mengikat seperti ikantannya) 

Tidak ada seorang pun yang diikat oleh malaikat zabbaniyah dengan di belenggu seperti di ikatnya orang kafir karena melanggar dari kekufuran dan berbuat kerusakan

Telah membaca kisa'i kalimat  لا يعذب  dan kalima  لا يوثق  dengan dibaca  فتح الذال والتاء  dengan arti tidak ada seorang pun di azab seperti di azabnya orang kafir dan tidak seorang pun yang di ikat seperti di ikatnya orang kafir dengan di belenggu

Yaa ayyatuhan nafsul mutthma innah

( Wahai jiwa yang tenang) 

Jiwa yang tenang itu adalah jiwa yang selalu mengingat kepada Allah dan selalu taat kepadanya

Telah membaca Abi ibnu Ka'ab  ياايها الامنة المطمءنة.  

Amanatil mutmainah adalah jiwa yang tidak ada rasa takut dan rasa kawatir ketika menghadapi kematian karena para malaikat ketika itu membisikan kabar gembira. dan jiwa amanatil mutmainah tidak ada rasa takut dan kawatir ketika bangkit dari kubur karena jiwanya yakin dia akan masuk surga dan tidak ada rasa ragu dan 

pada waktu itu Allah berkata يايها النفس المطمءنة  kepada orang mu'min atau kalimat ini di ucapkan oleh para malaikat kepada orang mu'min

Irji'i ilaa rabbiki raadhiyatam - matdhiyah

( Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan di rihdainya) 

Irji'i ilaa rabbiki kembali kepada paha Tuhan engkau dengan keridhoan apa yang engkau dapat dari nikmat yang sudah tetap di sisi Allah yang maha agung dengan amal yang dulu pernah di perbuat selama di dunia maka masuklah kedalam golongan hambaku yang soleh yang selalu ihklas kepadaku dan masuklah ke surgaku beserta orang yang soleh

Sabtu, 16 Oktober 2021

Wata'kuluuna turaatsa aklan lammaa

 

( Sedangjan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampur baurkan ( yang halal dan yang haram) 

Kamu memakan harta anak yatim secara keseluruhan. Kamu campuradukan bagian anak yatim dengan bagian kamu. 

Ayat ini sebagai isyarah kepada orang yang suka memakan bagian anak yatim dari haknya yang telah menjadi ketetapan milik anak yatim sebagai warisannya

Watuhibbuuna maala hubban jamman

( Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan) 

Ayat ini sebagai isyarah orang yang mengambil harta anak yatim dengan menggegamnya

Kallaa idzaa dukkatil ardhu dakan dakkan

( Sekali lagi tidak atau janganlah kalian berbuat serakah terhadap dunia, apabila bumi di guncangkan dengan berturut turut maka berhamburan) 

Jadi tidaklah baik, apabila urusan dunia kamu menjadi serakah

Bagi Allah sangatlah mudah menghancurkan semua yang ada di bumi baik itu gunungnya, pohonannya dan juga bangunannya, sehingga Allah goncangkan maka tidak ada yang tersisa yang ada di permukaan bumi hingga bumi ambles

Wa jaa'a robbuka wal malaku shoffan soffaa

( Dan datanglah Tuhanmu  dan para malaikat berbaris - baris) 

Datang Tuhan dengan djohirnya dan dengan kekuatannya, walhasil Allah itu maha menguasai mahkluk

Maka akan hilang rasa kesubhatan kelada Allah dan rasa keraguan kepada Allah

Dan malaikat turun dari tiap - tiap penjuru langit, mereka berbaris saling berdekatan antara barisan yang satu dengan barisan yang lainnya,. Mereka mengelilingi para jin dan manusia. Para malaikat berbaris membentuk tujuh barisan

Wajii -a yauumaidzin bijahannama yauma idziy yatadzakkarul insaanu waanaa lahudz dzikraa

( Dan pada hari itu di perlihatkan neraka jahanam, pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi  baginya kesadaran itu) 

Pada hari pembalasan, manusia akan diperlihatkan neraka jahanam bahwa manusia akan di ikat dengan 70.000 tali. 

Setiap tali ikatan ada 70.000 malaikat dan para malaikat menggiring manusia ke padang mahsyar, setelah sampai di padang mahsyar tali ikatan di buka, kemudian Allah perlihatkan tentang neraka jahanam dan orang - orang kafir yakin bahwa neraka jahanam adalah tempat mereka kembali

Kalimat  يومءذ  adalah menjadi badal dari kalimat. اذ دكن  maksudnya ketika bumi dihancurkan, manusia baru sadar atas apa yang ia perbuat di selama di dunia. 

Sedangkan orang kafir pada waktu itu berucap " wahai penyesalanku, kami tidak lagi mendustakan ayat - ayat Allah "

Kata - kata  wahai penyesalanku dan kami tidak lagi mendustakan ayat - ayat Allah adalah sebagai jawab kalimat  اذ

Manusia pada waktu itu menyadari dengan bertanya dimana orang yang dulu memberikan nasehat saya, maka saya akan mendatanginya

Rabu, 13 Oktober 2021

Inna robbaka labil mirshaad

 

( Sungguh Tuhanmu benar - benar tempat kembali) 

Bahwa Allah adalah tempat kembali bagi seluruh mahkluk

Sebagaimana berkata Ibnu Abbas inna ilahil mashir ( sungguh kepada Allah tempat kembali). 

Sebagaimana juga berkata Al Faraa'i bahwa ayat diatas menunjukan baik orang mu'min maupun orang kafir semuanya kembali kepada Allah

Fa amal insaanu idzaa mabtalaahu rabbuhuu fa akramahuu wa na'ama-huu fa yaquulu rabbii akraman

( Maka adapun manusia apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata " Tuhanku telah memuliakanku) 

Apabila manusia telah diberikan nikmat oleh Tuhannya baik itu berupa pangkat, harta, memiliki banyak keturunan dan juga Allah berikan keluasan atas manusia berupa kehidupan, maka manusia itu akan berkata bahwa Tuhanku telah memuliakanku dengan banyak memberikan kefadilahan dengan apa yang dia berikan kepadaku

Wa ammaa idzaa mabtalaahu faqadara alaihi rizqaha fayaqulu rabbi ahanan

( Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata Tuhanku telah menghinakanku) 

Manusia ketika Tuhannya menguji dengan kefakiran atau Allah sempitkan atas kehidupannya, maka manusia itu berkata Tuhanku sedang menghinakanku

Adapun fjrman Allah kalimat faammal insaanu itu masih berkaitan  dengan firman Allah innaka la bilmir shaad

Jadi seakan - akan  sesungguhnya Allah tidak menghendaki kepada manusia kecuali menghendaki taat kepadaNya, dengan ketaatan itu akan bermanfaat bagi manusia di akhirat

Maka manusia harus bisa mengatur akan tingkah lakunya dan Allah akan balas berbuatan manusia itu dengan kebaikan, apabila manusia itu berbuat kebaikan

Begitu juga Allah akan balas perbuatan manusia dengan kejelekan jika perbuatannya jelek

Adapun manusia yang menghendaki akan kehidupan dunia dan kelezatannya, maka manusia itu akan mendapatkannya. Sehingga manusia setelah dia mendapatkann dunia beserta kelezatannya maka dia akan berkata Allah telah memuliakanku

Akan tetapi kalu manusia itu tidak mendapatkan dunia beserta kelezatannya dia akan berkata Allah telah menghinakanku

Kalla bal laa tukrumunal yatim

( Sekali kali tidak. Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim) 

Kalimat kalla adalah kalimat penolakan terhadap orang yang menyangka bahwa dengan harta kekayaan dan pangkat,manusia akan bahagia atau mulia

Jadi tidaklah manusia itu mulia karena banyak harta dan kekayaan. Juga tidaklah manusia itu hina karena kefakiran. Akan tetapi manusia mulia karena ma'rifatnya kepada Allah dan ketaqwaannya. Manusia hina dihadapan Allah karena keingkarannya kepada Allah

Adapun membaca wakaf pada kalimat kalla itu baik bahkan lebih baik dari pada membaca wakaf pada kalimat ahaanan

Katakan kepada manusia ( orang yang berkata rabbi akraman dan ihanan) wahai Muhammad bahwa itu adalah perkataan buruk bahkan perkataan mereka lebih buruk lagi apabila mereka tidak memberikan sesuatu yang lazim kepada anak yatim dan tidak mengetahui hak - hak anak yatim

Walaa tahaadh-dhuuna alaa tha'aamil miskiin

( Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin) 

Kalau qiraat kufah membaca kakimat tahaadh - dhuuna dengan membuang dua huruf ( التاء) dengan arti tidaklah mereka satu sama lainnya mengajak atau memerintahkan untuk memberi makan anak yatim

Sedangkan qiraat Ibnu Masud kalimat tahaadd - dhuuna dengan membaca dhomah  ( التاء ) dengan arti tidaklah tiap - tiap seseorang di antara kamu mengajak sahabatnya untuk memberi makan anak yatim

Ayat ini sebagai isyarat kepada orang yang neninggalkan berbuat baik kepada anak yatim

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...