Rabu, 30 Juni 2021

Wa maa umiruu illaa liya'bullaaha mukhlisiina lahuddiina hunafaa 'a wayuqiimush shalaata wa yu'tuz zakaata wadzaalika diinul qayyimah

 

( Padahal mereka hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dengan ikhlas mentaatinya semata - mata karena menjalankan agama dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus) 

Huruf الواو pada kalimat وماامروا adalah الواو للحال dan huruf اللام yang ada pada kalimat ليعبدوا dengan makna الباء dengan demikian keadaan sesungguhnya orang - orang kafir/ non muslim tidaklah mereka diperintahkan di dalam kitab Taurat dan Injil kecuali untuk menyembah Allah dan menjadikan jbadah mereka ikhkas karena Allah bukan karena riya dan juga bukan karena ingin didengarkan kepada orang lain

Telah membaca Abdullah kalimat الا ان يعبدوا الله dengan menggantikan huruf الام dengan ان ,dengan demikian mereka ( ahli kitab dan musyrikin) harus mau menjalankan semua aqaaidul islam yaitu melaksanakan shalat dan menunaikan zakat

Yang demikian itu aqaaidul yang telah disebutkan dari menyembah kepada Allah, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat itu adalah agama yang lurus

Huruf الهاء yang ada pada kalimat القيمة adalah dangding arud surat maka dibaca dengan diinul qayyimah

Innal ladziina kafaruu min ahlill kitaabi wal musyrikiina fii naari jahannama khalidiina fiihaa ulaa-ika hum syarrul bariyyah

( Sungguh orang - orang yang kafir dari golongan ahli kitab dan orang - orang musyrik akan masuk neraka jahanam, mereka kekal di dalamnya selama - lamanya, mereka itu adalah sejahat - jahat mahkluk) 

Pada ayat ini Allah memulai dengan menyebut " ahlil kitab" karena sesungguhnya ahli kitab itu mencela atas kenabian nabi Muhammad SAW

Sedangkan mencela nabi adalah termasuk dosa besar karena mereka ( ahli kitab) mengingkari Nabi SAW yang mana mereka sudah mengetahui di dalam kitab mereka tertera sifat - sifat / ciri ciri akhir zaman tetapi mereka mengingkari

Sedangkan Nabi SAW selalu mendahulukan hak ( kebenaran)  Allah dari pada mendahulukan hak dirinya, jadi seakan - akan Allah berkata kepada Nabi SAW " saya lebih mendahulukan hak saya dari pada hak engkau tetapi saya juga lebih mendahulukan hak engkau dari pada hak saya

Maka barang siapa yang meninggalkan shalat sepanjang umurnya maka orang itu tidak dikatakan kafir 

Akan tetapi barang siapa mencela / menghina sehelaj dari beberapa helai rambut Nabi SAW maka orang tersebut dikatakan kafir

Sedangkan para ahli kitab, mereka mencela dan tidak mengimani Nabi SAW padahal mereka sudah mengetahui di kitab Taurat dan Injil tentang sifat sifat Nabi SAW

Sedangkan orang musyrik mencela dan tidak mengimani Allah

Senin, 28 Juni 2021

Rasuulum minallaahi yathluu suhufam muthahharah, fiihaa kutbun qayyimah

 

( Yaitu seorang rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran - lembaran yang suci ( Alquran), di dalamnya terdapat isi kitab - kitab yang lurus) 

Kalimat رسول dibaca rafa ( dhomatain)  kerena menjadi بدل كل من كل dari kalimat البينة

Telah membaca Abdullah kalimat رسولا dengan nashab (fathatain) karena menjadi حالا dari kalimat البينة 

Nabi SAW telah membacakan kitab suci Al Quran yang jauh dari kenathilan, dimana pada kitab tersebut terdapat hukum - hukum yang sudah ditetapkan dan juga menjelaskan perkara yang hak ( kebenaran) jauh dai kebathilan

Wa maa tafarraqal ladziina uutul kitaaba illaa mim ba'di maajaat humul bayyinah

( Dan tidaklah terpecah belah orang - orang ahli kitab kecuali setelah datang kepada mereka bukti yang nyata)

Dari waktu kewaktu diantara ahli kitab tidak ada perbedaan pendapat dalam menyikapi isi kitab mereka yang mana di dalamnya terdapat sifat - sifat rasul yang akan di utus setelah nabi Isa, merrka sepakat untuk mengimani bahwa Muhammad adalah rasulullah. Akan tetapi setelah datang hujjah (Al Quran yang menyatakan sebagai dalil atas sesungguhnya Rasulullah SAW adalah rasul terakhir yang telah di janjikan di kitab mereka sebagai dalil yang jelas, ternyata mereka ( ahli kitab)  tidak mau mengakui Muhammad sebagai rasul

Minggu, 27 Juni 2021

Surat Al Bayyinah

 

Lam yakunil ladziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiinaa munfakkina hatta ta'tiyakumul bayyinah

( Orang - orang yang kafir dari golongan ahli kitab dan orang musyrik tidak akan meninggalkan ( agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata) 

Para ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang musyrik ( penyembah patung) mereka tidak akan meninggalkan kekufuran mereka walaupun sudah datang kepada mereka penjelasan yang nyata. 

Kalimat bayyinah yang artinya penjelas adalah para rasul. 

Mengapa para rasul diatas disebut bayinah karena rasul itu tempat kumpulnya akhlak dan juga sebagai penyampai hukum - hukum yang sempurna

Sesungguhnya non muslim terbagi dua yaitu ahli kitab dan musyrikin.

Para non muslim ini berkata ketika sebelum di utus Nabi SAW " kami tidak akan menerima apa pun dari engkau ( Muhammad) setelah apa yang kami dapat dari agama kami. Dan kami tidak akan meninggalkan ajaran kami walaupun Nabi SAW telah diutus yang telah di janjikan di kitab Taurat dan kitab Injil bahwa Muhammad adalam nabi akhir zaman

Allah telah menghikayatkan kepada mereka ( Yahudi, Nasrani juga Musyrikin)  bahwa mereka beberapakali melakukan Mufakat atas kebenaran apabila datang kepada mereka rasul, dan mufakat tidak akan tetap atas agama mereka ( kekufuran)  kecuali telah datang rasul, mereka akan meninggalkan agama mereka.

ada yang berpendapat, taqdir ayat لم يكن الذين كفروا من اهل الكتب و المشركين منفكين حتي تاتيهم البينة 

adalahلم يكن الذين كفروا عن كفرهم و جاءهم البينة 

dengan makna bahwa rasul itu sebagai penjelas atas kenabiannya

Ada juga yang memaknakan ayat diatasTidaklah orang orang non muslim akan meninggalkan kekufuran mereka jauh untuk mengingat nabi Muhammad sebagai penyampai yang penuh kefadilahan sampai datang kepada mereka penjelasan apa yang dulu sudah tertera dalam kitab Taurat dan Injil dengan perantara lisan nabi Musa dan nabi Isa tentang sifat - sifat nabi akhir zaman

Ada yang membaca kalimat والمشركون عطفا علي الموصول

Kamis, 24 Juni 2021

Famay ya'mal mitsqaala dzarratin khairayyarah

 

( Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah ( semut yang paling kecil) pasti dia akan melihatnya ( balasannya))

Zarah itu seberat semut yang paling kecil

Berkata Ahmad bin Kaab

Barang siapa berbuat kebaikan walaupun sebesar zarah yang berbuat itu orang non muslim dan perbuatan itu langsung dibalas di dunia maka nanti ketika di akhirat orang non muslim tersebut tidak mendapat balasan kebaikan di akhirat.

Barang siapa yang berbuat keburukan dan yang berbuat orang mu'min dan dari keburukan itu langsung Allah balas di dunia, entah itu keburukan menimpah dirinya, hartanya, keluarganya, anaknya, kemudian orang mu'min itu meninggal dunia, maka tidak ada disisi Allah bagi orang mu'min keburukannya, pendapat Ahmad bin Kaab diperkuat oleh Ibnu Abbas

Wamay ya'mal mitsqaala dzaratin syarrayyarah

( Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihatnya ( balasannya) 

Berkata Ibnu Abbas 

Tidaklah bagi orang mu'min dan juga orang non muslim amal kebaikan dan amal keburukan kecuali Allah akan balas kepadanya

Adapun orang mu'min, Allah ampuni keburukannya dan Allah ganjar dengan kebaikan.

Adapun orang non muslim, amal kebaikannya Allah tolak, Allah akan azab segala amal keburukannya.

Firman Allah شرا و خيرا kedua - duanya di baca nasab ( fathah) karena menjadi Tamyiz dari kalimat مثقال atau menjadi بدل dari kalimat مثقال . Dan kalimat يره menjadi jawab syarat dan boleh dibaca jazam ( sukun) dengan dibuang huruf alif. 

Telah membaca Ibnu Abbas, husain bin Ali dan Zaid bin Ali begitu juga Ashim di dalam meriwayatkan kalimat يره mabni lilmaful. 

Adapun Ukrimah membaca kalimat يراه dengan memakai huruf Alif

Rabu, 23 Juni 2021

Yauma yashdurun naasu asytaatal liyurau a'maalahum

 

( Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok - kelompok..untuk diperlihatkan kepada mereka balasan semua amalnya) 

Kalimat يومءذ dibaca nasab ( fathah) dengan kalimat يصدر ditaqdirkan يوم اذ يقع ماذكر dengan makna pada hari kiamat ketika bumi telah menceritakan perbuatan manusia di muka bumi,maka manusia keluar dari kuburnya menuju tempat perhitungan amal ( موقف الحساب) dengan berkelompok - kelompok

Satu kelompok berangkat ketempat perhitungan amal dengan berkendaraan mewah, dan berpakaian bagus dan wajahnya berseri - seri, kelompok di dipanggil dengan sebutan " kelompok kekasih Allah"

Satu kelompok berangkat ketempat perhitungan amal dengan rasa takut, tidak berpakaian serta dirantai dengan di borgol, mukanya kelihatan hitam kusam, kelompok ini dipanggil dengan sebutan " kelompok musuh Allah"

Setelah itu mereka semua akan diperlihatkan amal mereka

Pada kalimat ليروا dengan dibaca ضم الباء dengan makna Allah perlihatkan amal mereka yang telah ditulis pada shuhuf ( lembaran) di pegang oleh tangan mereka masing masing diperlihatkan tulisan itu

Ada juga yang membaca pada kalimat ليروا dengan dibaca fathah pada huruf الباء dengan makna Nabi SAW yang membacakan tulisan itu

Selasa, 22 Juni 2021

Yauma idzin tuhadditsu akhbaarahaa

 

(Pada hari kiamat, bumi menyampaikan beritanya) 

Kalimat يومءذ ( yauma idzin)  pada asalnya adalah يوم اذ كان ما ذكر ( pada hari itu bumi menyebutkan/ menceritakan). Maka بدل dari kalimat اذ adalah kalimat تحدث اخبارها 

Telah membaca Ibnu Masud kalimat تحدث dengamgan kalimat تنبيء احبارها 

Telah membaca Said bin Jabir kalimat تحدث dengan kalimat تنبيء dengan dibaca sukun huruf nun dengan makna

Allah menjadikan bumi keadaan berakal dan bisa berbicara ketika hari kiamat. Dan Allah jadikan bumi mengetahui apa yang diperbuat oleh makhluknya selama di bumi. 

Pada hari kiamat bumi menjadi saksi bagi orang yang taat dan bagi orang yang berma'siat.

Bianna rabbaka  au -haa lahaa

( Karena sesungguhnya TuhanMu telah memerintahkan yang demikian itu kepadanya) 

Huruf الباء  pada kalimat بان manakala الباء  سببيه maka huruf الباء mutaalik ( kembali / berhubungan)  dengan kalimat تحدث maka memiliki ma'na

Bumi menceritakan berbagai kabar tentang ahli bumi

Manakala huruf الباء  adalah الباء تعديه bagi kalimat تحدث dengan demikian kalimat تحدث menjadi بدلا ( pengganti kalimat اخبارها dengan ma'na bumi menceritakan berbagai berita karena Tuhan Engkau (Muhammad)  TuhanMu telah mengizinkan kepada bumi untuk berbicara

Minggu, 20 Juni 2021

Surat Al - Zalzalah

 

Idza zul zilatil ardhu zilzaalahaa

( Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat) 

Apabila bumi bergerak dengan gerakan yang dasyat, maka akan hancur apa saja yang berada diatasnya, diantaranya pepohonan, gunung dan berbagai bangunan

Waakhrajatil ardhu atsqaalahaa

( Dan bumi telah mengeluarkan beban - beban harta yang ia kandungnya) 

Bumi telah mengeluarkan beban - beban harta yang ia kandungnya yaitu berupa bahan tambang dan mayat

Jika pada ayat diatas pada kalimat zalzalah ( guncangan)  adalah guncangan yang pertama maka memiliki makna bahwa bumi akan mengeluarkan harta karunnya sejak jaman nabi Isa AS

Jadi ketika tiupan pertama maka permukaan bumi akan dipenuhi dengan emas akan tetapi tidak satu manusia pun yang ingin memilikinya. Sehingga seakan akan emas pun berteriak " mengapa engkau ( manusia)  tidak mau memilikiku apakah engkau takut rusak agamamu atau duniamu karena aku"

Jika yang dimaksud zilzalah ( guncangan)  adalah guncangan yang kedua dan tiupan kedua maka zalzalah memiliki makna bahwa bumi akan mengeluarkan orang - orang yang sudah mati menjadi hidup kembali seperti bayi yang keluar dari perut ibunya ketika di lahirkan atau seorang ibu melahirkan anak hal keadaan mati. Perumpaan itu seakan akan manusia ketika mati di kuburkan kemudian Allah hidupkan kembali. Penafsiran ini terjadi perbedaan pendapat dikalangan para ulama

Wa qaalal insaanu maalahaa

( Dan manusia bertanya " apa yang terjadi pada bumi ini")

Ketika bumi berguncang para manusia bertanya " apa yang terjadi pada bumi ini " ?

Kalau orang kafir bertanya dengan pertanyaan keheran heranan 

Sedangkan orang mu'min bertanya dengan pertanyaan yang mengagungkan Allah

Bumi berguncang dengan guncangan yang amat dahsyat sehingga bumi mengeluarkan apa saja yang ada di perutnya

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...