Minggu, 08 Agustus 2021

Famaa yukadz dzibuka ba'du biddiin

 

( Maka apa yang menyebabkan orang kafir/ non muslim)  mendustakanmu tentang hari pembalasan setelah adanya dalil ( keterangan yang jelas)) 

Kalimat  ما  yang ada pada kalimat  فما يكذبك  adalah maa istifhamiyah inkari atau maa istifhamiyah taajub dengan pengertian Allah bertanya kepada orang kafir, mengapa mereka mengingkari tentang hari pembalasan, juga Allah heran kepada orang kafir yang tudak mempercayai hari pembalasan padahal sudah ada dalil yang jelas dan nyata. 

Lafaz  يكذبك  khitab kepada manusia karena kelalaiannya, dengan demikian ayat diatas pengertiannya apa yang menyebabkan engksu ( manusia) mendustakan adanya hari pembalasan amal padahal sudah ada dalil yang jelas dan nyata bahwa nanti ada pembalasan amal.

Contoh dalil yang jelas dan nyata adalah ayat yang artinya sesungguhnya manusia diciptakan dari segumpal darah, dari segumpal darah itu Allah jadikan manusia, dalam keadaan sama bentuknya, ada yang Allah jadikan manusia keadaan sempurna ada juga yang cacat/ kurang semourna.

Dengan ayat ini menjadi dalil bahwa Allah manpu menjadikan manusia dari segumpal dari, dengan demikian Allah lebih mampu lagi membangkitkan manusia dari kuburnya untuk mempertanggung jawabkan amal perbuatannya. Bagi Allah sangatlah mudah. 

Barang siapa yang sudah mengetahui dalil yang sudah jelas dan nyata tentang hari pembalasan kemudian orang itu tetap tidaj mau mengimani maka janganlah kamu heran dgn orang itu. 

Ada yang berpendapat  bahwa lafaz  يكدبك  khitab kepada Rosulullah SAW,  kalimat  ما  adalah kalimat istifham yang artinya siapa, dengan arti siapa yang berdusta kepada enkau ( Muhammad) dengan menginkari hari pembalasan padahal dalil sudah jelas dan nyata. 

Alaisallaahu biahkamil haakimin

( Bukankah Allah hakim yang paling adil) 

Allah akan menghakimi orang yang tidak percaya dengan hari pembalasan diantaranya dengan azab, dan Allah akan menghakimi semua makhluk yang Allah ciptakan dengan tidak ada keraguan

Kamis, 05 Agustus 2021

Wahazal baladil aamiin

 

( Demi negara yang aman) 

Negara yang aman adalah negara Mekkah yaitu aman dari orang yang berbuat huru hara kepada orang yang memasukinya

Laqad khalaqnal insaana fiakhsani taqwiin

( Sungguh, kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya) 

Yang dimaksud bahwa manusia ciptaan Allah yang sebaik - baiknya adalah Allah ciptakan manusia dalam keadaan sama tingginya, bentuk anggota tubuh yang sama panjang, disifati dengan akal yang sempurna, memiliki pemahaman, memiliki ilmu, diberi adab atau kesopanan, kesempurnaan itu berada ketika usia muda


Tsumma radadnaahu asfala saafilin

( Kesempurnaan itu kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah - rendahnya) 

Bahwa keadaan manusia di tempatkan ketempat yang serendah - rendahnya, ketika manusia sudah tidak bisa berdiri dan tidak lagi mampu berjalan karena angota tubuh yang sudah lemah, penglihatan berkurang, pendengaran berkurang, juga akal yang sudah mulai pikun,

Dengan demikian kalau sudah seperti itu maka manusia tidak lagi dikatakan manusia yang sempurna 

Allah kembalikan manusia ketempat  yang serendah - rendahnya ketika manusia itu masuk ke neraka

Telah membaca Abdullah kalimat اسفل السافلين  dengan kalimat. معرفا .

Ada juga yang mengatakan mereka yang di katakan serendah - rendahnya adalah orang sudah lemah karena tua, orang lumpuh, dan anak yang masih kecil, yang pada dasarnya semua akan mengalami masa tua.

Illalladziina aamanuu waamilush shaalihaati falahum ajrun ghairu mamnuun

( Kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus - putusnya) 

Kaul pertama, kalimat  الا  disini adalah kalimat الا منقطع  ( pengecualian yang terputus). Maka pada ayat pertama yaitu lafaz  ثم رددناه اسفل  .

Dengan demikian kalimat  ثم رددناه اسفل  memiliki pengertian kami kembalikan manusia ketempat yang serendah - rendahnya,setelah Allah ciptakan manusia kepada yang sebaik - baik bentuk.

Setelah Allah ciptakan manusia kepada sebaik baik bentuk maka Allah kembalikan lagi manusia kepada bentuk yang serendah - rendahnya, seperti manusia akan mengalami bongkok, pengilihatan dan pendengaran berkurang 

Kecuali orang - orang yang beriman dan beramal sholah walaupun sudah mengalami bongkok, pendengaran dan penglihatan berkurang tetapi akan mendapatkan  pahala secara terus menerus dan tidak putus putus. 

Kaul kedua  kalimat  الا  adalah  الا منفصل dari isim domir kalimat. رددناه  artinya manusia akan di kembalikan ketempat yang serendah - rendahnya dan sejelek - jeleknya karena tempatnya adalah neraka kecuali orang - orang beriman dan beramal sholeh maka tidak Allah kembalikan ketempat yang rendah tetapi tempat yang tinggi yaitu surga

Senin, 02 Agustus 2021

Surat At - Tin

 

Wattiini wazzaiituuni

( Demi ( buah)  Tin dan ( buah) Zaitun

 Buah Tin dan buah Zaitun kedua - duanya adalah buah yang sudah terkenal. Allah bersumpah kepada kedua buah ini karena buah ini banyak membawa kemaslahatan dan manfaat

Sesungguhnya buah Tin adalah buah yang sangat baik, tidak ada rasa bau, teksturnya sangat lembut, mudah dicerna, dan obat yang sangat bermanfaat, lembut perangainya, untuk mengeluarkan rihak, sebagai minyak untuk dioles di badan, melancarkan peredaran darah di hati, dan jantung, menyembuhkan ambeyen

Adapun buah Zaitun adalah buah yang bisa mengobati berbagai penyakit

Berkata Ibnu Zaid buah Tin berasal dari masjid Damsik, sedangkan buah Zaitun berasal dari Baitul Maqdis

Berkata Muhammad bin Kaab buah Tin beasal dari masjid Ashabul Ahli Kahfi,sedangkan buah Zaitun berasal dari masjid Aliya

Dari Ibnu Abbas bahwa Tin berasal dari Nuh yang dibangun di negara Judi, sedangkan buah Zaitun berasal dari masjid Baitul Maqdis

Berkata Dhahak buah Tin berasal dari masjid Haram, sedangkan buah Zaitun berasal dari masjid Aqsa

Berkata Rabih kedua buah tersebut berasal dari Gungung yang terlentak antara negara Hamzan dan negara Halwan

Berkata Kaab buah Tin berasal dari Damsik, sedangkan buah Zaitun berasal Baitul Maqdis

Berkata Syahru bin Hausab buah Tin berasal dari Kufah, sedangkan buah Zaitun berasal dari Syam

Wathuurisiinina

( Demi gungng Sinai) 

Thuurisinin adalag gunung tsabir yaitu gunung yang berada kota Madyan. Yaitu gunung tempat Allah berkomunikasi dengan nabi Musa AS

Sabtu, 31 Juli 2021

Naashiyatin kaadzibatin khaati'ah

 

( Yaitu ubun - ubun orang yang mendustakan dan durhaka) 

Orang yang ditarik ubun - ubunnya ( Abu Jahal) dalam berucap selalu berdusta dan durhaka dalam perbuatan karena Abu Jahal melampaui batas kepada Allah. Juga  mendustai Allah dengan ucapannya " Allah tidak pernah mengutus Muhammad ".  Dia juga mendustakan Rasulullah dengan ucapannya "Muhammad seorang tukang sihir dan seorang pendusta ", atau ucapannya" Muhammad bukanlah golonganku".

Kalimat  ناصية  menjadi  بدل  dari kalimat. الناصية  yang awal. Kalimat. ناصية   boleh dibaca rafa ( dhomah) dengan mubtada di buang sehingga di taqdirkan  هي ناصية. Boleh juga kalimat  ناصية  dibaca nashab ( fathah)  sehingga di artikan  Allah memarahi orang yang ditarik ubun - ubunnya. 

Falyad'u naadiyah

( Maka biarlah dia memanggil golongannya untuk menolongnya)

Orang yang di tarik ubun - ubunnya memiliki golongan yaitu ahli majlis. Ahli majlis ini kumpulan orang yang melakukan musyawarah kepada Abu Jahal dan juga sebagai donatur

Sanad'uz zabaaniyah

( Kelak kami akan memanggil malaikat Zabbaniyah ( penyiksa orang - orang yang berdosa )

Zabaniyah adalah malaikat yang sangat kuat dan perkasa, sebagaimana perkataan Syekh Ajujaj

Berkata Ibnu Abbas, ketika Nabi SAW sedang shalat datanglah Abu Jahal, dan seraya berkata " apakah saya tidak boleh melarang engkau ( Muhammad) yang sedang shalat " dan Rasulullah menunggingkan Abu Jahal. Abu Jahal berkata kembali " Demi Allah sesungguhnya engkau akan mengetahui bahwa saya adalah orang yang paling banyak anak buah ( golongan) ". Mendengar ucapan Abu Jahal seperti itu maka Allah langsung turunkan ayat  فليدع نادية سندع الزبانية  

Berkata Ibnu Abbas " seandainya Abu Jahal memanggil penolongnya niscaya akan menyambar malaikat Zabbaniyah. Seakan Allah berfirman " ketika Allah mengetahui bahwa Abu Jahal adalah makhluk yang tercipta dari segumpal darah, maka tidak pantas Abu Jahal sombong, akan tatapi Abu Jahal terus berangan - angan ingin menjadi orang yang banyak harta dan menjadi orang yang di segani di Kita Mekkah

Diriwayatkan bahwa Abu Jahal mengakui dia adalah orang yang paling mulia di Kota Mekkah

Diriwayatkan sesungguhnya Nabi SAW pada waktu ia membacakan surat Al Alaq dan bacaan Nabi sampai ayat  لنسفعا باالناصية  maka langsung Abu Jahal berkata " saya akan memanggil kaumku agar bisa menolak sesuatu dari TuhanMu". Maka Allah turunkan ayat. فليدع نادية سندع الزبانية  , ketika Allah menyebutka  الزبانية  maka Abu Jahal mundur dan kaget, kemudian dikatakan kepada Abu Jahal " engkau takut kepada malaikat zabbaniyah" , Abu Jahal menjawab " saya tudak takut akan tetapi saya melihat di samping Muhammad ada kuda sehingga saya takut, malaikat zabbaniyah menakutkan saya, saya tidak tau dengan malaikat zabbaniyah sehingga saya condrong kepada kuda maka saya takut kepada Muhammad. 

Ada juga yang mengatakan bahwa Jibril dan Mikail AS berada pada genggaman Nabi SAW dalam bentuk sangat kecil, sehingga Abu Abbas berkata " demi Allah kalau seandainya Nabi SAW memanggil kedua malaikat tersebut, pasti Abu Jahal di ciduk malaikat azab tersebut dengan seketika dan secara terang - terangan

Ada juga yang membaca kalimat  سندع الزبانية  menjadi  سدعي الزبانية  dengan bina lilmajhul, maka artinya menarik malaikat Zabbaniyah kepada Abu Jahal ke dalam neraka

Kalla laa tuthi'hu wasjud waqtarib

( Sekali - kali tidak  ! Janganlah kamu  ( Muhammad) patuh kepadanya ( Abu Jahal) dan sujudlah serta dekatlah ( dirimu kepada Allah) 

Kalla adalah kalimat hak artinya sekali- kali tidak akan terjadi Abu Jahal kepada apa yang ia inginkan yaitu memanggil kaumnya ( golongannya) 

Maka Allah melarang kepada Nabi SAW  untuk taat kepada perintah Abu Jahal untuk meninggalkan shalat bahkan Nabi SAW harus tetap atas pendiriannya yaitu melaksanakan shalat

Dan Nabi SAW di perintahkan untuk sujud dengan sempurna untuk ibadah kepada Allah baik itu perbuata, tablig, tinggalkan musuh kamu. Sesungguhnya Allah akan memberikan kekuatan, pertolongan dan dekatkan dirimu kepada Allah. Dengan bersujud carilah derajat yang lebih tinggi dengan mendekatkan diri kepada Allah.

Senin, 26 Juli 2021

Kalla laiillam yantahi lanasfa'am binnaashiyah

 

( Sekali - kali tidak. ! Jika dia ( Abu Jahal) tidak berhenti ( berbuat melarang orang shalat)  niscaya kami tarik ubun - ubunnya ( kedalam neraka) 

Kalimat  كلا  adalah kalinat hak artinya mana mungkin Abu Jahal sampai membuktikan apa yang pernah ia ucapkan yaitu ingin membunuh Nabi SAW atau menekuk wajah Nabi SAW keleher Nabi SAW bahkan yang terjadi adalah murid Nabi SAW Abdullah bin Masud yang akan membunuh Abu Jahal

Demi Allah pasti tidak akan bisa Abu Jahal menyakiti Nabi SAW. Kami ( Allah) akan mengambil dan menarik ubun - ubun Abu Jahal ke neraka di akhirat, dan Allah akan genggam ubun - ubun Abu Jahal selama di dunia

Diriwayatkan sesungguhnya Abu Jahal ketika ia berkata

" jika saya melihat Muhammad sedang shalat maka saya akan tekukan wajahnya kelehernya"

Maka Allah turunkan surat ini dan Allah perintahkan kepada Malaikat Jibril AS untuk membacakan surat ini kepada Abu Jahal dan Abu Jahal bertekuk lutut kepada Allah sambil bersujud sampai akhir surat ini dibacakan oleh Jibril

Ketika Abu Jahal ingin berbuat menekuk wajah Nabi SAW keleher Nabi tetapi setelah Abu Jahal mendekati Nabi SAW makan wajah Abu Jahal yang menekuk dengan sendirinya sampai wajahnya kembali lagi. 

Ketika keadaan seoerti itu ada suara yang mengucapkankan " ada apa dengan engkau ( Abu Jahal) ",  Abu Jahal pun menjawab " sesungguhnya antara aku dengan Muhamad ada Macan yang sedang mangap, jika saya tekukan wajah Muhammad ke lehernya pasti Macan itu akan memangsaku"

Berkata Nabi SAW " jika Abu Jahal mendekatiku, maka Malaikat akan menyambar anggota tubuh AbuJahal ".

Diceritakan ketika turun surat. الرحمن علم القران. Berkata Nabi SAW kepada para sahabat

" siapa yang mau membacakan surat  الرحمن علم القران. diantara kamu dihadapan para pembesar Qurais,kebetulan Ibnu Masud melihat para pembesar Qurais sedang berkumpul di sekitar Ka'bah, kemudian Ibnu Masud memulai membacakan surat itu, maka berdirilah Abu Jahal seraya menampar Ibnu Masud, dan membelah telinganya, sehingga telingan dan mata Ibnu Masud berdarah. 

Kemudian Ibnu Masud kembali kepada Rasulullah,ketika Rasulullah melihat keadaan Ibnu Masud seperti itu, Rasulullah mengusap hati, dan menggelengkan kepala, keadaan Rasulullah seoerti gelisah. 

Kemudian datang Malaikat Jibril AS sambil tertawa dan gembira, sehingga Nabi berkata " wahai Jibril mengapa kamu tertawa, sedangkan Ibnu Masud sedang menangis".Jibril menjawab " nanti kamu ( Muhammad) akan tau ketika kaum muslimin menang dalam perang Badar.".

Dan Ibnu Masud pun ingin mendapat bagian pahala dalam perang Badar sebagai seorang jihad. Maka Nabi SAW berkata keoada Ibnu Masud " ambillah tombak engkau untuk melukai musuh dan perangilah musuh maka engkau akan mendapat ganjaran sebagai seorang Mujahid. 

Dan Ibnu Masud ingin membalas Abu Jahal ketikai ia di tampar dan di belah telinganya. 

Ketika terjadi perang Badar, Abu Jahal terjatuh dan kesakitan, dan Ibnu Masud masih ada rasa takut kalau Abu Jahal masih ada kekuatan, maka langsung saja Ibnu Masud menanggalkan tombaknya ke hidung Abu Jahal dari kejauhan dan tombak itu di tekan, Abu Jahal pun keadaan lemah, maka Ibnu Masud menaiki dada Abu Jahal, seraya Abu Jahal berkata kepada Ibnu Masud " wahai orang yang mencabik - cabik domba sesungguhnya saya tudak berdaya," maka berkata Ibnu Masud " islam itu maha tinggi tidak ada yang lebih tinggi selain islam".

Dan Abu Jahal berkata kepada Ibnu Masud " kembalilah engkau kepada sahabat kamu, kasih tau kepada mereka, sesungguhnya tidak ada seorang pun yang benci kepada saya selama hidupku, dan tidak ada seorang pun yang saya benci setelah kematianku ".

Kemudian Abu Jahal berkata kembali kepada Ibnu Masud " penggal saja kepalaku dengan pedangku ini. 

Ketika Ibnu Masud memenggal kepala Abu Jahal, maka Ibnu Masud tidak kuasa untuk membawa kepanya. Karena ketika itu Abu Jahal tidak memutuskan telinga Ibnu Masud hanya membelah saja. Telinga Ibnu Masud pun masih bisa di jahit. 

Ibnu Masud menjadikan Abu Jahal sebagai amal jariah kepada Rasulullah. Malaikat jibril pun waktu itu bersama Rasulullah, dan Jibril pun tertawa seraya berkata kepada Nabi SAW " wahai Muhammad telinga di balas dengan telinga tetapi Ibnu Masud telinga dibalas kepala. 

Kalimat. لنسفعا. Boleh dibaca dengan  لنسفعن  dengan ditambah nun bertasydid dengan demikian failnya adalah Allah dan Malaikat

Sedangkan Ibnu Masud membacanya dengan  لاسفعن  dengan demikian memiliki arti wahai Muhammad subgguh saya adalah zat yang mengatur penghinaan terhadap Abu Jahal

Jumat, 23 Juli 2021

Ara-aita inkaana alal huda-au amara bittaqwa

 

( Bagaimana pendapatmu jika ( yang melarang orang shalat)  itu berada di atas kebenaran ( petunjuk)  atau dia menyuruh bertaqwa ( kepada Allah) 

Dua maful pada kalimat  ارايت  dua - duanya dibuang alasan maful pertama dibuang  karena menunjukan maful awalnya adalah kalimat  ارايت  awal. 

Alasan maful kedua dibuang karena menunjukan maful kedua adalah kalimat. ارايت  yang ketiga. Adapun huruf. او  dengan makna  الواو 

Dengan demikian ayat diatas memiliki pengertian " beritakan kepadaku ( Allah) wahai Muhammad tentang orang yang melarang orang yang melaksanakan shalat,kalau orang itu mendapat petunjuk ( diatas kebenaran) dan memerintahkan kepada ketaqwaan. 

Apakah orang itu tidak mendapat pahala dari kebaikan karena kekufurannya kepada Allah, dan juga karena dia melarang orang berhidmat kepada Allah

Jawaban terhadap pertanyaan kepada Nabi SAW tadi seakan akan Allah berkata kepada Nabi SAW ada rasa gelisah

Wahai Muhammad bukankah orang yang melarang orang shalat itu lalai terhadap dirinya dan lalai terhadap pangkat yang mulia ( pangkat keimanan) malahan orang yang melarang orang yang shalat mengabil pangkat yang hina ( kekufuran). Padahal orang yang melarang orang shalat itu adalah laki - laki yang memiliki akal yang cedas bahkan memiliki harta yang banyak ( Abu Jahal).  

Maka orang yang melarang orang yang shalat itu tidak akan mendapatkan pahala kebaikan walaupun dia berada dalam memerintahkan kepada petunjuk dan memerintahkan kepada ketaqwaan karena pahala kebaikannya terhapus dengan kekufurannya


Ara - aita in kadzdzaba watawallaa

( Bagaimana pendapatmu ( Muhammad) jika orang yang melarang orang shalat mendustakan ayat yang sudah jelas dan dia berpaling  ?)

Adapun jumlah istifhamiyah kalimat  ارايت  menempatkan pada tempat maful kedua bagi kakimat  ارايت   awal. 

Adapun awal kalimat  ارايت  awal dibuang, sehingga maful awal kalimat  ارايت  awal adalah isim maushul atau isim dhomir kembali kepada isim isyarah yang mengisyarahkan kepada isim maushul. 

Dengan demikian ayat diatas memiliki makna " bagaimana pendapatmu wahai Muhammad tentang orang kafir yang melarang orang shalat kalau dia berdusta terhadap dalil Al Quran yang sudah jelas dan dia berpaling jauh berhidmat kepada sang pencipta, bukankah dia mengetahui dengan akalnya, sesungguhnya Allah mengetahui akan segala perbuatannya yang jelek. Mengapa orang yang melarang orang shalat tidak mau mencegah akan segala perbuatannya yang jelek?

Rabu, 21 Juli 2021

Inna ilaa rabbika ruj'aa

 

( Sungguh hanya kepad Tuhanmulah tempat kembalimu) 

Sungguh hanya kepada Allah yang menguasai semua perkara engkau ( Muhammad) seluruhnya dikembalikan dengan cara kematian kemudian dibangkitkan kembali, lalu menuju pertanggung jawaban amal

Ara'aital ladzii yanhaa abdanidzaa shallaa

( Bagaimana pendapatmu ( Muhammad) tentang orang yang melarang seseorang hamba ketika ia melaksanakan shalat) 

Kalimat  ارايت  adalah adalah kalimat  حمل المخاطب  . Hamlul mukhotib adalah nabi Muhammad yang merasa heran atas perbuatan Abu Jahal yang melarang Nabi SAW untuk melaksanakan shalat. 

Kalimat  ارايت. Adalah kalimat fiil yang membutuhkan dua maful. Karena kalimat  ارايت  memiliki makna  احبرني. Maful awalnya adalah kalimat  الذي  . Sedangkan maful keduanya adalah  محذوف  ( dibuang). Yang dibuangnya adalah jumlah istifham, sesudah kalimat  ارايت  yang ketiga. 

Dengan demikian ayat diatas memiliki arti ceritakanlah wahai Muhammad kepadaku orang yang melarang orang yang mau melaksanakan shalat. Apakah orang yang melarang itu tidak mengetahui, sesungguhnya Allah Ta'ala mengawasi atas semua tingkah lakunya. Maka Allah akan membalas semua perbuatannya.

Imam Muslim telah meriwayatkan, ia dapat dari Abu Hurairah. Berkata Abu Hurairah, bahwa Abu Jahal telah berkata dihadapan orang banyak diantaranya orang yang melampaui batas hukum, dan dihadapan para pembesar Qurais " apakah ketika Muhammad sedang shalat saya ungsebin/ hadapkan wajahnya kehadapan kalian (pembesar Qurais)," kemudian para pembesar Qurais berkata " iya....hadapkan saja wajahnya ke hadapan kami". Kemudian Abu Jahal berkata kembali " Demi patung Laatta dan Uzza jika saya melihat Muhammad sedang shalat maka saya akan tekukan muka Muhammad ke lehernya, dan mengungsebkannya ke debu "

Kemudian Abu Jahal mendatangi Nabi SAW yang kebetulan sedang shalat, maka langsung saja wajah Nabi SAW di tekukan ke lehernya kemudian ia kembalikan lagi, itu dilakukan oleh Abu Jahal sendiri. Lalu para pembesar Qurais berkata kepada Abu Jahal " mengapa engkau ( Abu Jahal)  melakukan seperti itu terhadap Muhammad" , kemudian Abu Jahal menjawab " karena antara aku dengan Muhammad ada got / lubang yang berapi yang menjadi pemisah yang menjadi pemisah


Dengan perbuatan Abu Jahal terhadap Nabi SAW , maka Allah turunkan ayat  ارايت الذي ينهي عبدا اذ صلي

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...