Selasa, 03 November 2026

ولا يأمر كم أن تتخذوا للملائكة والنبيين أربابا أتأمركم بالكفر بعد إذ أنتم مسلمون

 ولا يأمر كم أن تتخذوا للملائكة والنبيين أربابا  أتأمركم بالكفر بعد إذ أنتم مسلمون

Dan para nabi tidak mungkin memerintahkan kamu untuk menjadikan malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah patut para nabi memerintahkan kamu untuk kufur setelah kamu (menganut agama) islam  ?. 

Ali Imran ayat 80.

Telah membaca qira'at Aashim, Hamzah dan Ibnu Amir kalimat يأمر كم dengan fathah huruf الياء , dan faailnya, isim dzomir mustatir, dan dikembalikan isim domir mustatir kepada البشر. 

Sedangkan kalimat لا yang ada pada kalimat لا يأمر كم adalah مفيدة (tambahan). Tujuannya untuk menguatkan mana نفى. Maka diartikan :

Tidak mungkin bagi seorang (nabi) yang Allah sudah jadikan sebagai seorang nabi kemudian Dia memerintahkan kepada manusia untuk menyembah kepada dirinya atau memerintahkan manusia untuk  untuk menjadikan malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. 

Sedangkan qira'at Baqun membaca kalimat لا يأمر كم  dengan dibaca الضام ( domah) pada huruf الراء، sebagai sebuah kalimat istisnaf (permulaan). Qira'at Baqun membaca seperti itu sebagaimana telah membaca Syekh Ibnu Mas'ud dan faailnya ضمير يعود (domir kembali) dikembalikan kepada  الله, juga sama dengan bacaan Syekh Zujaj. Juga bisa ضمير يعود (domir kembali) kepada محمد  sebagaimana pendapat Syekh Ibnu Juraih, boleh jug ضميريعود  ( domir kembali) kepada عيسى atau ضمير يعود (domir kembali) kepada para nabi yang ada. Ada juga yang berpendapat kepada semua umat. Sehingga dapat diartikan. 

ولا يأمر كم يا معشر قريش واليهود والنصرة الملائكة والنبيين اربابا كما اتخذت الصابئة وقريش الملائكة واليهود غزيرا والنصرى المسيح

Wahai golongan Qurais, Yahudi dan Nasrani, janganlah kamu menjadikan Malaikat dan para Nabi sebagai Tuhan. Sebagaimana kaum sobiah dan Qurais menjadikan Malikat sabagai anak Tuhan. Dan kaum Yahudi menjadikan Uzair anak Tuhan dan kaum Nasrani menjadikan Al Masih sebagai anak Tuhan. 

أيأمركم بالكفر بعد إذ أنتم مسلمون

Apakah nabi memerintahkan kamu kepada Allah untuk kufur setelah kamu masuk agama Islam. 

Kalimat أيأمركم adalah istiham ingkari. Adapun khitab nya kepada kaum mukmin atas jalan keheranan (tidak mungkin nabi memerintahkan kamu kufur setelah masuk agama Islam)

Rabu, 28 Oktober 2026

h ما كان لبشر أن تؤتيه الله الكتاب والحكم والنبوة ثم يقول للناس كونوا عبادا لى من دون الله ولكن كونوا ربانيين بما كنتم تعلمون الكتاب وبما كنتم تدرسون

 yat ini sebagai penolakan keyakinan orang kafir yang meyakini 

Isa sebagai Tuhan

Uzair anak Allah

Al-masih sebagai anak Allah

ما كان لبشر أن تؤتيه الله الكتاب

 والحكم والنبوة ثم يقول للناس كونوا عبادا لى من دون الله ولكن كونوا ربانيين بما كنتم تعلمون الكتاب وبما كنتم تدرسون

Tidak mungkin dan tidak sah seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al kitab, hikmah dan pangkat kenabian, kemudian Dia (nabi) berkata kepada manusia "hendaklah kamu menjadi penyembahku, bukan penyembah Allah". Akan tetapi Dia (nabi) berkata " Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani (orang-orang yang sempurna ilmu dan dan mengajarkannya dan bertaqwa kapada Allah) karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan karena kamu tetap mempelajarinya. 

Ali Imran ayat 79.

Tidak mungkin dan tidak sah bagi seseorang di antara para nabi seperti Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW yang telah Allah berikan  kepadanya kitab Taurat dan Al Qur'an dan diberi pemahaman dalam memahami Al Kitab dan Allah berikan kepadanya pangkat kenabian, kemudian Dia (nabi) sebagai manusia yang diberi kemuliaan dengan sifat yang tiga ( Al Kitab, pangkat kenabian dan paham memahami kitab) berkata kepada manusia " Hendaklah kamu menjadi penyembahku melewati menyambah Allah baik menyembah secara kelompok atau individu. 

Berkata Syekh Muqatil dan Syekh Dhohak : 

Bahwa ayat ini turun akibat ulah kaum Nasrani Najran yang sekira mereka berkata :

"Bahwa nabi Isa telah memerintahkan kami untuk menjadikan Dia sebagai Tuhan".

Ibnu Abbas berkata di dalam ucapan orang kafir :

" Kami ini tetap berada pada agama nabi Ibrahim yang telah memerintahkan kami dengan agama Ibrahim.".

Berkata Ibnu Abbas dan Syekh A'tha :

" Sesungguhnya Abu Raafi Sl Qardzi dari golongan Yahudi dan para pembesar Yahudi dan kaum Najran dari bangsa Nasrani., mereka berkata kepada Rasulallah SAW: 

"Apakah engkau (Muhammad)berkeinginan, kami menyembah kepada engkau dan menjadikan engkau sebagai Tuhan ".

Maka Rasullah menjawab:

" Mohon perlindungan kepada Allah, saya tidak pernah menyembah kepada selain Allah atau saya tidak pernah memerintah menyembah kepadaku, kalau memang demikian ( menyembah selain Allah),maka Allah tidak akan pernah mengutus saya dan tidak akan memerintah saya ". Maka turun ayat di atas. 

Ada juga yang berpendapat asbabun nuzul ayat, 

Ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulallah SAW

" Kepada engkau mengucap salam sebagian kami dan sebagian yang lain, apakah kami harus sujud kepada engkau".

Rasulallah menjawab:

"Tidak seyogyanya seseorang sujud kepada seseorang selain kepada Allah akan tetapi kepada seseorang saling menghormati diantara kamu, saling menasehati dalam kebaikan kepasa ahlinya. Maka turun ayat di atas. 

ولكن كونوا ربانيين بما كنتم تعلمون الكتاب وبما كنتم تدرسون

Dan akan terapi seorang manusia yang Allah sudah angkat dengan derajat yang tinggi jadikan ilmunya diamalkan dengan diajarkan kepada manusia Al Kitab dan mempelajarinya. 

Telah membaca Syekh Abdullah Ibnu Katsir dan Abu Umar dan Syekh Naafi kalimat تعلمون dengan fathah huruf التاء dan sukun huruf العين. 

Sedangkan Qira'at Baqun, membaca kalimat تعلمون dengan domah huruf التاء dan fathah huruf العين dan Kadesh huruf اللام dan bertasydid.

Sabtu, 17 Oktober 2026

وإن منهم لفريقا يلوون ألسنتهم بالكتاب لتحسبوه من الكتاب وما هو من الكتاب ويقولون هو من عند الله وما هو من عند الله ويقولون على الله الكذب وهم يعلمون

 وإن منهم لفريقا يلوون ألسنتهم بالكتاب لتحسبوه من الكتاب وما هو من الكتاب ويقولون هو من عند الله وما هو من عند الله ويقولون على الله الكذب وهم يعلمون

Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca kitab supaya kamu mengira yang dibacanya itu sebagian dari kitab, padahal itu bukan dari kitab, dan mereka mengatakan "ia (yang dibaca itu datang) dari Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedangkan mereka mengetahui.

Ali Imran  ayat 78.

وإن منهم أفريقا يلوون ألسنتهم بالكتاب لتحسبوه من الكتاب وما هو من الكتاب 

 Dan sesungguhnya diantara mereka (kaum Yahudi) ada segolongan memutar-mutar lidah mereka merubah lafadz/kalimat yang menunjukkan atas kenabian Muhammad SAW di dalam kitab Taurat dengan حركات الإعراب، maka menjadi  berubah maknanya, mereka itu adalah Ka'ab bin Astraf, Malik bin Soyif, Yahya bin Akhtab, Abu Yasir dan Syuaeb bin Amir. Mereka merubah kitab Taurat agar kamu mengira terimasuk dari kaum awam dan kaum muslimin bahwa yang dirubah itu asli dari kitab Taurat itu sendiri. 

Padahal yang perubahan itu bukan asli dari kitab juga bukan perintah Allah tetapi perubahan itu atas kemauan mereka dalam merubah kenabian Muhammad SAW dalam kitab Taurat agar keturunan mereka tidak mengakui nabi Muhammad sebagai seorang nabi. 

ويقولون هو من عند الله وما هو من عند الله ويقولون على الله الكذب وهم يعلمون

Dan meeeka berkata "perubahan itu dari Allah, juga yang ada di kitab semua para nabi seperti nabi Syi'yan, nabi Arkhiaya'i, dan nabi Haifuf, padahal itu bukan dari Allah. Mereka menjajah kebodohan di dalam kitab Taurat kepada keturunan mereka dengan merubah kitab Taurat. Sehingga orang-orang pintar pun mengira bahwa sesungguhnya perubahan ada diseluruh kitab para nabi yang diangkat sesudah nabi Musa AS. 

Pada kitab tafsir ini diketahui dalam merusak lafazd kalau memang tidak ada dalam kitab berarti bukan dari Allah maka hukum syara yang menjadi dasar  hukum terkadang mengambil dari kitab Allah, terkadang dari sunnah, terkadang dari ijma, terkadang dari Qiyas itu semua dari Allah juga. 

ويقولون على الله الكذب وهم يعلمون

Mereka (yang merubah kitab) berkata "kepada Allah sengaja berdusta".padahal mereka mengetahui. 

Dari Ibnu Abbas

Mereka (perubah kitab) adalah kaum Yahudi yang datang kepada Kaab bin Asyaraf dan mereka semuanya menulis kitab dengan mengganti sifat-sifat Rasulallah di dalam kitab Taurat lalu kaum Quraidzah mengambil kitab yang telah ditulis kemudian dicampur adukan dengan kitab yang ada pada merek

Jumat, 16 Oktober 2026

إن الذين يشترون بعهد الله وإيمانهم ثمنا قليلا أولئك لا خلاق لهم فى الآخرة لا يكلمهم الله ولا ينظر إليهم يوم القيامة ولا يزكيهم ولهم عذاب اليم

 إن الذين يشترون بعهد الله وإيمانهم ثمنا قليلا أولئك لا خلاق لهم فى الآخرة لا يكلمهم الله ولا ينظر إليهم يوم القيامة ولا يزكيهم ولهم عذاب اليم

Sesungguhnya orang yang menukar janjinya dengan Allah dan sumpah mereka dengan harga yang sedikit. Mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat dan Allah tidak akan berkata kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak pula tidak akan menysucikan mereka, bagi mereka azab yang pedih

Surat Ali Imran ayat 77

إن الذين يشترون بعهد الله ثمنا قليلا

Sesungguhnya orang-orang yang menukar janjinya dengan Allah dari semua apa yang  Allah perintahkan dan menukar apa yang sudah disepakati/ketetapan seseorang kepada dirinya dan mereka menukar sumpah untuk melakukan kebaikan diantaranya mengimani janji dan ancaman Allah semua itu ditukar/dijual dengan harga yang sangat murah. 

أولئك لا خلاق لهم فى الآخرة ولا يكلمهم الله ولا ينظر إليهم يوم القيامة ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم

Mereka itu ( orang orang yang menukar/menjual perjanjian atau sumpah dengan harga yang sangat murah) maka tidak ada bagian bagi mereka dalam kebaikan akhirat dan nikmat akhirat dan Allah sangat marah kepada mereka, Allah tidak akan memandang  mereka baik kebaikan dan rahmatnya ketika hari kiamat dan Allah tidak akan mensucikan mereka dari kotoran dosa mereka berupa ampunan bahkan bagi mereka azab yang pedih. Pedihnya menembus ke dalam hati. 

Ayat ini diturunkan dalam permasalahan hak Abdan bin Aswa' dan Imra'al Qais. Mereka berdua adu mulut, lalu mereka berdua datang kepada Rasulallah SAW untuk melakukan sumpah atas Imra'al Qais. Imraa'al Qais berkata, tunggu besok saya akan melakukan sumpah. Keesokan pagi Imra'al Qais bersumpah dihadapan Rasulallah, yang pada dasarnya sumpah itu diinkarinya. 

Ada juga yang berpendapat, ayat ini turun dalam tingkah laku Asyatsh bin Qais, bahwa antara Asyatsh dengan seorang laki-laki bertengkar, lalu mereka berdua sepakat pertengkarannya diselesaikan dihadapan Rasulallah. Lalu Rasulallah berkata kepada laki-laki

"Datangkan saksiengkau", 

Laki-laki itu menjawab

" Saya tidak punya saksi", 

Kemudian Rasulallah berkata kepada Asyatsh

"Kamu Asyatsh bersumpah"

Asyatsh pun memahami mengenai sumpah. Maka turun ayat di atas. 

Asyatsh tidak mau bersumpah, bumi pun menolak. Asyatsh pun tahu tentang sumpah yang disertai dengan perdebatan dan Asyatsh mengerti tentang kebenaran. 

Ada juga yang berpendapat Asbabul nuzul ayat di atas adalah tentang para pembesar agama Yahudi diantaranya Ka'ab bin Asyaraf, Yahya bin Akhtab, Abi Raafi, dan Lubabah bin Hakiki, mereka mengganti ciri-ciri sifat Rasulallah SAW yang tertera di kitab Taurat, dan mereka disogok untuk merubah kitab Taurat , setelah merubah kitab Taurat mereka bersumpah bahwa ini semua adalah dari Allah agar sogokan tidak terdeteksi, penadap ini dikeluarkan oleh Ukrimah. 

Atau mereka menulis kitab Taurat dengan tangan mereka sendiri. Ini atas dasar pengakuan mereka, alasan mereka karena tidak berdosa bersumpah kepada orang-orang Arab bidoh/Qurais (kaum yang tidak mendapat kitab pada masanya) walaupun sumpahnya dusta, dan mereka mengatakan sumpah itu dari Allah. Pendapat ini dikemukakan oleh Syakh Hasan. 

Ayat di atas sebagai penegakan kepada mereka yang bersumpah dusta.

Rabu, 07 Oktober 2026

من أهل الكتاب من تأمنه بقنطار يؤده إليك ومنهم من أن تأمنه بدينار لا يؤده إليك إلا ما دمت عليه قائما ذلك بأنهم قالوا ليس علينا فى الأميين سبيل ويقولون على الله الكذب وهم يعلمون

 ومن أهل الكتاب من تأمنه بقنطار يؤده إليك ومنهم من أن تأمنه بدينار  لا يؤده إليك إلا ما دمت عليه قائما ذلك بأنهم قالوا ليس علينا فى الأميين سبيل ويقولون على الله الكذب وهم يعلمون

Diantara ahli kitab ada orang yang jika kamu percayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu. Dan diantara mereka ada orang yang jika kamu percayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya, yang demikian itu lantaran mereka mengatakan "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi ( Orang-orang Arab)", mereka berkata " Dusta terhadap Allah" padahal mereka mengetahui. 

Ali Imran ayat 75.

من أهل الكتاب من تأمنه بقنطار يؤده اليك

Diantara ahli kitab (kaum Yahudi) ada orang yang jika kamu amanatkan /dipercayakan kepadanya harta yang banyak, dia mengembalikannya kepada engkau (Muhammad) dengan tidak rasa sukar. Seperti Abdullah bin Salam dan para sahabatnya (mereka orang Yahudi semuanya telah masuk Islam) 

ومنهم من ان تأمنه بدينار لا يؤده اليك إلا ما دمت عليه قائما

Dan diantara mereka (kaum Yahudi) ada orang yang jika engkau amanatkan /percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mau mengembalikannya kepada engkau bahkan dia merasa satu dinar tadi halal baginya, kecuali jika engkau terus menerus menagihnya dengan berseteru, seperti Ka'ab bin Asyaraf (Yahudi tulen) dan para sahabatnya. 

Berkata Ibnu Abbas telah menitipkan seorang laki-laki kaum Qurais kepada Abdullah bin Salam sebanyak 1200 ons emas. Ketiga ditagih Abdullah bin Salam langsung mengembalikannya. Kaum Qurais yang lainnya juga pernah menitipkan kepada kaum Yahudi yaitu Fanhas bin Azura', ketika ditagih Fanhas menghianatinya, sehingga Allah turunkan ayat yang di atas. 

Peringatan

Pada kalimat بقنطار dan بدينار terdapat huruf الباء yang memiliki makna التصاق الامانة (kepercayaan yang melekat) sebagaimana lafaz على pada kalimat على كذا. Maka kalimat على كذا memiliki makna kepercayaan yang sangat tinggi /melekat.

Sebagaimana firman Allah

ومن ائتمان على شىء

Maka jadilah yang demikian bacaan di atas yaitu kalimat على شىء bermakna المتصق  (melekat). Maka yang diamanatkan harus menjungjung tinggi atas amanat.

وذلك بأنهم قالوا ليس علينا فى الأميين سبيل

Dan yang demikian itu ( kaum Yahudi tidak mau mengembalikan titipan satu dinar) karena mereka berpendapat "tidak ada dosa atas kami terhadap orang-orang Ummi (orang-orang Arab yang dianggap bodoh) . 

Demikian tadi boleh/halal berhianat menurut mereka adalah sebuah kebenaran, sebab kaum Yahudi berkata " Tidak berdosa atas kami apabila dititipkan kepada kami harta orang Arab apabila kami tidak mengembalikan, walaupun orang Arab menagih terus menerus. 

Dan juga kaum Yahudi berpendapat bahwa mereka adalah anak Allah dan kekasih Allah, sedangkan mahkluk yang lainnya adalah hamba Allah maka tidak berdosa terhadap seseorang atas kami apabila kami memakan harta hamba kami.

Atau arti dari perkataan Yahudi " Tidaklah berdosa apabila kami memakan harta orang Arab ". Karena  kaum Yahudi berpendapat harta orang Arab halal bagi kami karena orang Arab bukan termasuk golongan agama kami. Tidak haram orang Arab dalam kitab kami dan kami halal berbuat zolim kepada orang Arab di dalam agama kami. 

ويقلون على الله الكذب وهم يعلمون

Orang kafir berkata dusta kepada Allah padahal mereka mengetahui. 

Sesungguhnya orang kafir berkata " Sesungguhnya boleh berhianat disertai berlawanan dengan yang telah disebutkan dalam kitab Taurat, dan mereka berdusta dengan yang dikemukakan pada ucapan di atas dan mereka mengetahui perbuatan dusta mereka. Maka orang itu termasuk golongan pendusta. Dan orang itu disebut penghianat besar dan kejahatan yang besar

بلى من أوفى بعهده والتقى فإن الله يحب المتقين

Bukan demikian ( kaum Yahudi boleh menghianati titipan harta orang Arab). 

Ayat ini sebagai penolakan atas penghiatan kaum Yahudi terhadap harta titipan. 

Akan tetapi barang siapa yang menempati janjinya baik janji kepada Allah dan janji kepada manusia dan dia bertaqwa kepada Allah dan menjauhi konflik perjanjian dengan berhianat dan meninggalkan amanat maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa. 

Ayat ini sebagai dalil atas mengagungkan perkata menepati janji. 

Dengan demikian kataatan dibatasi oleh dua perkara

1. Mengagungkan perintah Allah

2. Kasih sayang terhadap makhluk Allah

Adapun menepati janji mencangkup atas keduanya secara otomatis. Karena yang demikian tadi menjadi sebab manfaat bagi makhluk yaitu kasih sayang terhadap makhluk Allah. 

Begitu pula perkara perintah Allah, menepati janji sama dengan melaksanakan hak orang lain juga gak diri sendiri maka akan datang  rasa taat dan meninggalkan yang di haramkan

Sabtu, 03 Oktober 2026

يختص برحمته من يشاء والله ذو الفضل العظيم

 يختص برحمته من يشاء والله ذو الفضل العظيم

Allah menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar. 

Ali Imran ayat 74

Allah menentukan rahmat-Nya yang sampai rahmat itu dalam bentuk kemuliaan dan ditinggikan  pangkat, sehingga dengan rahmat itu seseorang menjadi tinggi derajatnya, dan juga kemuliaan yang sudah ditentukan baik pangkat kenabian, pangkat rasul /urusan dan paham agama kepada orang yang Allah kehendaki (kepada nabi Muhammad dan para sahabatnya) dan Allah memiliki karunia yang sangat agung, maka tidak ada yang bisa mencegah dalam menyusun konfirmasi Allah dan kemuliaan Allah kepada hambanya

Sabtu, 19 September 2026

ولاتؤمنوا إلا لمن تبع دينكم قل إن الهدى هدى الله أن يأتى أحد مثل ما أوتيتم أو يحاجوكم عند ربكم قل أن الفضل بيد الله يؤتيه من يشاء والله واسع عليم

 ولاتؤمنوا إلا لمن تبع دينكم قل إن الهدى هدى الله أن يأتى أحد مثل ما أوتيتم أو يحاجوكم عند ربكم قل أن الفضل بيد الله يؤتيه من يشاء والله واسع عليم

Berkata segolongan ahli kitab "jangan kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agama kamu(Yahudi)", katakanlah (wahai Muhammad) sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) adalah petunjuk Allah, dan (mereka berkata) " Janganlah kamu percaya bahwa akan diberikan kitab kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepada kamu, dan (jangan kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujanmu di sisi Tuhanmu". Katakanlah (wahai Muhammad) " Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, dan Allah memberikan karunia itu kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas karunia-Nya dan mempunyai karunia yang besar".

Ali Imran ayat 73.

لاتؤمنوا إلا لمن تبع دينكم

Segolongan dari ahli kitab berkata " Jangan kamu percaya kecuali kepada orang mengikuti agama kamu. Tujuannya agar tiap seseorang bisa menjaga pengikutnya atas yang diikutinya. 

Perkataan "jangan kamu percaya kepada seseorang kecuali orang itu mengikuti agama kamu" Tujuannya adalah untuk mengacaukan agar kaum Yahudi yang memeluk agama isalam kembali ke agama Yahudi. 

Atau agar kaum Yahudi tidak membenarkan Muhammad sebagai Nabi kecuali kepada orang yang berpegang teguh kepada agama Yahudi, kiblat kamu adalah Baitul Maqdis maka barang siapa mengajak kepada sesuatu (selain Baitul Maqdis) maka jangan kamu benarkan. 

قل إن الهدى هدى الله

Katakanlah wahai Muhammad sesungguhnya petunjuk yang benar adalah petunjuk Allah (yang harus diikuti) dan sesungguhnya agama yang lurus adalah agama Allah, agama Allah adalah agama Islam, dan kiblat Allah adalah Ka'bah. 

أن يؤتى أحد مثل مااوتيتم أو يحاجوكم عند ربكم

Segolongan ahli kitab berkata "janganlah kamu percaya bahwa ada seseorang yang diberikan kitab (Muhammad) seperti  yang diberikan kepada kamu. Dan jangan kamu percaya bahwa hujah (dalil) mereka akan mengalahkan hujah kamu di sisi Tuhan kamu. 

Perkataan ahli kitab tentang 

أن يؤتى أحد مثل ما أوتيتم أو يحاجوكم عند ربكم

Mereka bilang itu adalah kalam Allah, maka jangan kamu inkarkan wahai golongan Yahudi. Padahal itu ucapan para pembesar Yahudi yang menginginkan agar kaum Yahudi yang sudah masuk agama Islam kembali ke agama Yahudi. 

Dengan ucapan "jika seseorang (Muhammad) mengaku diberikan agama  dan kiblat berupa Ka'bah kalau bukan dari golongan kamu (Yahudi) jangan kamu percaya, atau kaum muslimin berhujah kepada kamu bahwa agama Islam dan kiblat Ka'bah dari Allah maka jangan kamu percaya alasan mereka.

Telah membaca Syakh Ibnu Katsir kalimat أن يؤتى dengan memakai همزتين (dua hamzah) maka menjadi أأن يؤتى. Hamzah pertama dibaca pendek dan hamzah kedua dibaca enteng. Kedudukan hamzah pertama menjadi istifham ingkari dan tau bih, maka artinya bukankah telah datang seseorang dengan membawa syariat seperti syariat yang diberikan kepadamu di antara syariat-syariat yang ada. Tetapi mereka tetap mengingkari syariat Allah. Pendapat ini sebagaimana diriwayatkan dari Syekh Mujahid dan Syekh Isa  bin Umar.

Penutup pembicaraan ini, bahwa kaum Yahudi fakir dari berpikir untuk masa depan akhirat dan selamanya mereka inkar, padahal Allah memberikan dalil dengan firmannya

إن الهدى هدى الله 

Didukung dengan ayat

أن يؤتيه من يشاء من عباده

Tetapi kaum Yahudi tetap menginkarainya. Seharusnya dengan dalil-dalil tadi mereka harus meninggalkan inkar. 

قل إن الفضل بيد الله يؤتيه من يشاء والله واسع عليم

Katakanlah wahai Muhammad kepada kaum Yahudi, sesungguhnya karunia Allah seperti pangkat kerasulan, pangkat kenabian, agama Islam, dan kiblat nabi Ibrahim/Ka'bah itu semua kuasa Allah. Allah datangkan kepada siapa yang Allah kehendaki. 

Allah berikan semua karunia itu kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya. 

Dan Allah Ta'ala menceritakan tentang kaum Yahudi pada ayat di atas terdapat dua permasalahan

Pertama

Kaum Yahudi beriman kepada Allah ketika di waktu siang dan kafir diselain waktu siang, tujuan mereka agar ada kesamaan dengan kaum Muslimin dalam segi keabsahan beragama Islam. Bentuk penyerupaan ini jawab dengan firmannya

 قل إن الهدى هدى الله

Artinya kesempurnaan hidayah Allah dan kekuatan firman Allah tidak bisa dikelabui dengan penyerupaan yang lemah, tidak bisa menjadi kuat dan tidak membekas. 

Kedua

Sesungguhnya mereka (kaum Yahudi) inkar dengan ucapannya

وأن يؤتى أحد مثل ما أوتوا من الكتاب و الحكم والنبوة

(Jangan kamu percaya jika datang seseorang menyerupai seumpama apa yang didatangkan kepada kamu berupa kitab, hikmah dan pangkat kenabian maka jangan kamu percaya). 

Ucapan itu Allah bantah dengan firman-Nya

قل إن الفضل بيد الله يؤتى من يشاء

(Katakanlah sesungguhnya karunia itu ada pada kekuasaan Allah, Allah berikan kepada siapa yang Dia kehendaki)

Jumat, 04 September 2026

قالت طائفة من أهل الكتاب امنوا بالذى أنزل على الذين امنوا وجه النهارواكفروا آخره لعلهم يرجعون

 قالت طائفة من أهل الكتاب امنوا بالذى أنزل على الذين امنوا وجه النهارواكفروا آخره لعلهم يرجعون

Segolongan (lain) dari ahli kitab berkata (kepada sesamanya) perlihatkankah  (seolah olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan (Al Quran) kepada orang-orang yang beriman (sahabat rasul) pada permulaan siang (shalat subuh) dan ingkarlah pada akhirnya (shalat zuhur), supaya mereka (Orang-orang beriman) kembali (kepada kekufuran) 

Ali Imran ayat 73.

Segolongan (lain) dari ahli kitab, mereka berjumlah 12 para pemuka agama Yahudi dari suku Khaibar mereka adalah orang yang rendah, mereka itu diantaranya Abdullah bin Saef, Adh bin Zaed, Harst, Ka'ab dan para sahabat diantara para pemimpin berkata " Perlihatkankah (seolah olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman dengan perantara Muhammad artinya berimanlah kamu kepada sebagian isi Al Quran yaitu tentang kibkat yang Muhammad melakukan shalat menghadapnya dan juga para sahabatnya ketika shalat subuh (awal nahar) dan kufurlah kalian kepada kiblat ketika Muhammad melakukan shalat yang lainnya (shalat zuhur). 

Sesungguhnya Nabi Muhammad ketika tiba di kota Madinah, nabi diperintahkan Allah dalam mengerjakan shalat menghadap Baitul Maqdis (kiblat kaum Yahudi karena adanya baru besar), karena ada perintah berkiblat kepada Baitul Maqdis, kaum Yahudi sangat senang dan mereka berharap agar nabi Muhammad selamanya berkiblat ke Baitul Maqdis akan terapi nabi Muhammad kurang senang shalat menghadap Baitul Maqdis, ternyata berlaku dalam beberapa bulan saja, nabi Muhammad dikembalikan lagi shalat menghadap Ka'bah, mendengar hal ini kaum Yahudi merasa tidak senang, sehingga para pemuka agama Yahudi seperti Ka'ab bin Asyaraf dan Malik bin Saef berkata kepada para sahabatnya :" Berimanlah kalian kepada Al Quran yang diturunkan kepada Muhammad ketika Muhammad melakukan shalat subuh (karena kiblat  di alihkan ke Ka'bah) setelah itu kembalilah kalian kepada kiblat kamu (batu besar/Baitul Maqdis) ketika shalat zuhur (jangan mengikuti Muhammad menggadap Ka'bah)".

Karena ketika shalat zuhur nabi Muhammad diperintahkan Allah untuk kembali berkiblat ke Ka'bah. 

لعلهم يرجعون

Mudah-mudahan kaum mukmin yang masih awam (pebgikut Muhammad) mau kembali lagi ke agama asal yaitu Yahudi

Kamis, 03 September 2026

يا أهل الكتاب لم تلبسون الحق بالباطل وتكتمون الحق وأنتم تعلمون

 يا أهل الكتاب لم تلبسون الحق بالباطل وتكتمون الحق وأنتم تعلمون

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukan yang hak dengan yang batil dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui. 

يا أهل الكتاب لم تلبسون الحق بالباطل

Hai ahli Kitab, mengapa kamu mencampuradukan apa yang ada di Kitab Taurat dengan merubah apa yang ada disisimu, pendapat ini dinukil dari Hasan bin Zain atau 

Mengapa kamu membuat keraguan kepada manusia dengan menzahirkan Islam dikala pagi hari kemudian kamu kembali jauh dari Islam ketika sore hari pendapat ini dinukil dari Ibnu Abbas, Syekh Qatadah. 

Kalimat تلبسون boleh dibaca dengan tasydid pada huruf  الباء. Telah membaca Syekh Yahya bin Watsib kalimat تلبسون  dengan fathah huruf الباء  dengan pengertian kamu mengakui kebenaran disertai kebatilan

Sabtu, 04 Juli 2026

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون

Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya) 

Ali Imran ayat 70

Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, ayat disini adalah ayat yang tertera di dalam kitab Allah yaitu kitab Taurat dan kitab Injil di dalamnya tertera dalil yang menunjukan atas pangkat kenabian Muhammad. 

Kamu mengingkari ketika kamu berada di sisi kaum awam (kaum yang tidak diberi Al kitab) dan ketika berada di sisi kaum Muslimin. 

Artinya mengapa kamu kufur kepada Al Quran maka sesungguhnya kamu sama juga mengungkari dihadapan kaum awam bahwa Al Quran Mukjizat dan kamu menyaksikan baik di dalam hati kamu dan akal kamu bahwa Al Quran adalah Mukjizat

Jumat, 26 Juni 2026

أن أولى الناس بإبراهيم للذين اتبعوه وهذا النبى والذين آمنوا والله ولى المؤمنين

 أن أولى الناس بإبراهيم للذين اتبعوه وهذا النبى والذين آمنوا والله ولى المؤمنين

Sesungguhnya orang-orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad) serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad) dan Allah adalah pelindung orang-orang beriman.

Ali Imran ayat 68.

Sesungguhnya manusia yang paling dekat dan mengkhususkan kepada agama Ibrahim adalah orang-orang yang mengikuti Ibrahim pada zamannya, dan juga mengikuti ini nabi (Muhammad) dan orang-orang yang beriman kepada Muhammad dan mengakuinya dan mereka berkata " Kami berada pada agama Ibrahim karena sesungguhnya kekaperahan syariat Muhammad akur dengan syariat Ibrahim".

Sesungguhnya yang membenarkan manusia dengan agama Ibrahim ada dua  golongan yang mendekatkan

1. Orang yang mengikuti Ibrahim diantaranya umat Ibrahim. 

2. Nabi Muhammad dan seluruh orang mukmin diantaranya para sahabat nabi SAW. 

Dan Allah menjadi penolong, penjaga dan memuliakan orang-orang mukmin

Sabtu, 13 Juni 2026

ا أنتم هؤلاء حاججتم فيما لكم به علم فلم تحاجون فيما ليس لكم به علم والله يعلم وأنتم لا تعلمون ما كان ابراهم يهوديا ولا نصرانيا ولكن كان حنيفة مسلما وماكان من المشركين

 ا أنتم هؤلاء حاججتم فيما لكم به علم فلم تحاجون فيما ليس لكم به علم والله  يعلم وأنتم لا تعلمون

ما كان ابراهم يهوديا ولا نصرانيا ولكن كان حنيفة مسلما وماكان من المشركين

Beginilah kamu, kamu ini bantah membantah tentang hal yang sudah kamu ketahui, maka mengapa kamu saling bantah membantah tentang hal yang kamu tidak ketahui, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. 

Ali Imran ayat 66.

Ibrahim itu bukan orang Yahudi bukan pula orang Nasrani, akan tetapi Dia adalah orang yang lurus lagi pula pasrah diri (kepada Allah) dan sesekali Dia bukan termasuk golongan orang-orang Musyrik

Ali Imran ayat 57.

هاآنتم هؤلاء حاججتم فيما لكم به علم فلم تحاجون فيما ليس لكم به علم والله يعلم وأنتم لا تعلمون

Beginilah kamu wahai segolongan orang-orang Yahudi dan Nasrani, kamu saling bantah membantah (memperdebatkan) tentang hal sudah kamu ketahui (sudah ada) di kitab kamu (Taurat dan Injil) bahwa sesungguhnya Ibrahim AS bukanlah beragama Yahudi bukan pula beragama Nasrani dan juga kamu sudah mengetahui bahwa Muhammad SAW itu adalah seorang nabi dan rasul di dalam kitab kamu dan itu sudah jelas disebutkan sifat-sifat (Ciri-ciri) Muhammad di kitab kamu tetapi kamu malah mengingkarinya. 

Mengapa kamu saling bantah membantah (berdebat) tentang hal yang kamu tidak ketahui (tidak ada) di dalam kitab kamu (Taurat dan Injil) tidak disebutkan agama Ibrahim AS sama sekali, tetapi mengapa kamu mempropoganda sesungguhnya syariat Ibrahim AS itu bersebrangan (berbeda) dengan syariat Muhammad SAW. 

Allah Maha Mengetahui bagaimana syariat berbeda dengan syariat yang akur. Sedang kamu mengetahui bagaimana tentang hal yang kamu perdebatkan tanpa ilmu pengetahuan. 

Maka untuk itu, Allah menjelaskan secara mendetail, dan menjelaskan tentang pendustaan mereka (Yahudi dan Naseanu) dan semua proooganda mereka tentang keakuratan agama Ibrahim AS kepada kedua golongan tersebut. Kemudian Allah berfirman

ما كان إبراهيم يهوديا ولا نصرانيا ولكن كان حنيفا مسلما وما كان من المشركين

Tidaklah Ibrahim itu beragama Yahudi dan bukan pula beragama Nasrani akan tetapi Ibrahim AS beragama yang lurus tidak cenderung kepada agama yang batil. Ibrahim beragama Islam yaitu agama yang cenderung kepada Tauhid, dan Ibrahim AS bukan beragama Islam yang diperbaharui. 

Ibrahim AS bukan termasuk golongan orang-orang Musyrik. 

Sebagaimana ayat ini 

وما كان من المشركين

 Ayat ini memberi peringatan kepada Yahudi dan Nasrani bahwa mereka orang -orang Musyrik karena mereka meyakini bahwa Udzair anak Allah dan Isa  Al Masih anak Allah. Itu semua sebagai kenyataan mereka dan juga pengakuan mereka bahwa Ibrahim AS berada pada agama mereka

Kamis, 11 Juni 2026

يا أهل الكتاب لم تحاجون فى ابراهم وما أنزلت التوراة والإنجيل إلا من بعده أفلا تعقلون

 يا أهل الكتاب لم تحاجون فى ابراهم وما أنزلت التوراة والإنجيل إلا من بعده أفلا تعقلون

 Hai ahli kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan setelah Ibrahim, apakah kamu tidak berpikir. 

Ali Imran ayat 65.

Setelah Rasulallah SAW menjelaskan berbagai dalil berupa ayat Al Quran dan juga mengajak berdoa laknat ( muhaballah) terapi kaum Yahudi menyatakan nabi Ibrahim beragama Yahudi dan begitu pula kaum Nasrani, mereka menyatakan nabi Ibeahim beragama Nasrani. Sehingga Allah turunkan ayat di atas

Wahai Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) mengapa kamu saling membantah tentang agama Ibrahim AS bahwa Ibrahim beragama yang kamu anut. 

Tidaklah kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa AS dan kitab Injil yang diturunkan kepada Isa AS kecuali setelah Ibrahim AS diutus dengan masa yang sangat jauh perbedaannya. 

Antara Ibrahim AS dengan Musa AS berjarak seribu tahun, sedangkan Musa AS dengan Isa AS berjarak seribu tahun . Tetapi setelah Taurat turun kaum Yahudi membuat pembaharuan begitu pula kaum Nasrani setelah Injil diturunkan membuat pembaharuan. 

Apakah kamu tidak berpikir mengapa kamu mengakui Ibrahim AS adalah bagian dari agama kamu. Pengakuan kamu adalah pengakuan yang batal. Ibrahim AS beragama yang lurus dan Islam

Jumat, 05 Juni 2026

قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم أن لا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا واشهدوا بأن مسلمون

 قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم أن لا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا واشهدوا بأن مسلمون

 Katakanlah "Hai ahli kitab, marilah(berpegang) kepada satu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu bahwa kita tidak meyembah kecuali Allah dan kita tidak sekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah ", jika mereka berpaling, maka katakankah kepada mereka " Saksikanlah bahwa kami adalah orang yang berserah diri. 

Ali Imran ayat 64.

Ayat ini diturunkan pada keadaan kaum Nasrani Najran, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas, bahwa yang demikian tadi Ketka Nabi SAW mengingatkan kepada kaum Nasrani Najran dengan berbagai dalil yang utamanya, juga nabi mengajak mereka untuk muhaballah (sumpah laknat) sampai dia kali tetapi mereka menolak, malah mereka ingin memberi upeti, tetapi Nabi SAW berkeinginan agar mereka beriman kepada Allah, akan tetapi mereka malah mengalihkan perhatian untuk berpikir jernih, maka Nabi SAW meninggalkan untuk berdebat dengan mereka, Nabi meninggalkan mereka seakan akan Allah berfirman  kepada Nabi SAW " Wahai Muhammad tinggalkan lah mengejar dengan pembicaraan dan beralih kepada mengejar agar bersyahadat kepada tiap-tiap yang berakal sehat dan selamat dan berkarakter yang lurus, sesungguhnya yang demikian itu akan membangun manusia yang jujur dan tinggalkan berdebat.

Maka katakanlah "wahai ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) kemarilah kepada kalimat yang satu agar tidak ada perselisihan antara kami dan kamu tidak ada beroihak kepada seseorang. 

Ada yang berpendapat ayat ini diturunkan untuk menunjukan kebenaran kepada kaum Yahudi Madinah. 

Ada juga yang berpendapat ayat ini diturunkan kepada dua golongan saling berdebat antara Naseani Najran Madinah dan Yahudi. Mereka memperdebatkan agama nabi Ibrahim. 

Kaum Nasrani Najran mengklaim bahwa nabi Ibrahim beragama Naseani sehingga mereka beragama nabi Ibrahim dan berasumsi manusia dengan beragama nabi Ibrahim. 

Kaum Yahudi berpendapat bahwa nabi Ibrahim beragama Yahudi dan kami memeluk agama nabi Ibrahim dan berasumsi manusia beragama nabi Ibrahim. 

Sehingga nabi Muhammad berkata bahwa tiap-tiap kedua golongan (Yahudi dan Nasrani) menjadi baik karena nabi Ibrahim dan karena agama nabi Ibrahim bahkan agama nabi Ibrahim adalah agama Islam dan agama yang lurus, dan saya beragama nabi Ibrahim maka ikutilah agama nabi Ibrahim. 

Untuk itu kaum Yahudi berkata "wahai Muhammad tidaklah kami menghendaki mengikuti engkau kecuali kami menjadikan engkau Tuhan sebagaimana kaum Nasrani menjadikan nabi Isa Tuhan ". 

Kaum Nasrani berkata " Wahai Muhammad kami tidak menghendaki mengikuti engkau kecuali kami mengatakan kepada engkau apa yang dikatakan Yahudi bahwa Uzair anak Tuhan. 

Untuk itu Allah turunkan ayat

قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم

Kemari semuanya kembali kepada kisah yang adil yang teguh antara kami dan antara kamu agar tidak ada perbedaan pendapat masalah agama Ibrahim bahwa Dia adalah seorang rasul diberi kitab dan kami beriman  dan kami juga dan istiqomah. 

Kemudian Allah menjelaskan firmannya

أن لا نعبد إلا الله

Kami menjadikan Allah sembahan dan kami mengkhususkan beribadah kepada Allah

ولا نشرك به شيئا

Tidak kami menjadikan selain Allah sebagai persekutuan di dalam membenarkan ibadah dan tidak kami beri'tikad kepada kemusyrikan sebagai sembahan.

ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله

 Tidaklah satu pun diantara kami taat kepada pemimpin yang mengajak kepada kemaksiatan dan juga pemimpin yang mendatangkan sesuatu yang baru yang menjadikan hukum haram dan halal. Maka kami tidak mengatakan Uzair anak Tuhan dan Al-masih anak Tuhan karena keduanya adalah manusia seperti kita.

فإن تولوافقولوااشهدوا بأن مسلمون

Mereka menolak kecuali tetap bertahan kepada kemusyrikan. Maka zahirkanlah, engkau dan orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya kamu tetap berpegang teguh kepada agama Islam dan ucapkanlah "ketahuilah kami berikrar bertauhid dan beribadah hanya karena Allah

Sabtu, 30 Mei 2026

إن هذا لهو القصص الحق وما من إله إلا الله وأن الله لهو العزيز الحكيم. فإن تولوا فإن الله عليم بالمفسدين

 إن هذا لهو القصص الحق وما من إله إلا الله وأن الله لهو العزيز الحكيم. 

فإن تولوا فإن الله عليم بالمفسدين

Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar dan tidak ada Tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Allah Dialah yang maha perkasa lagi maha bijaksana. 

Ali Imran ayat 62.

Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran) maka sesungguhnya Allah Maha mengetahui kepada orang yang berbuat kerusakan. 

Ali Imran ayat 63.

إن هذا لهو القصص الحق وما من إله إلا الله وإن الله لهو العزيز الحكيم

 Sesungguhnya ini yang kami (Allah) sebutkan berbagai macam dalil yang menunjukan atas sesungguhnya Isa itu bukan Tuhan, bukan anak Tuhan, dan bukan sekutu Allah, dan juga Allah sebutkan dalil, dimana nabi Muhammad mengajak kaum Nasrani untuk Muhaballah ( berdoa kepada Allah untuk menyatakan Isa bukan anak Tuhan sehingga Allah melaknat, akan tetapi mereka menolak), itu semua adalah sebuah cerita yang hak/benar bukan untuk mendustakan orang Nasrani bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah tidak bersekutu, Allah tidak beranak, dan Allah tidak beristri. 

Sesungguhnya Allah Maha perkasa di atas orang yang berkuasa, mereka tidak bisa mencegah Allah dengan segala kekuasaannya. 

Allah bijaksana bahkan Allah Maha Mengetahui semua yang diketahui, dan Allah mengetahui kepada semua perkara secara berkelanjutan. 

Pada ayat di atas, Allah menyebutkan kalimat العزيز الحكيم adalah sebagai isyarat untuk menjawab kepada kaum Nasrani yang mengatakan Isa kuasa menghidupkan orang yang sudah mati dan Isa kuasa menghabarkan perkara yang gaib. 

فإن تولوا فإن الله عليم بالمفسدين

Jika mereka berpaling untuk menerima yang hak (kebenaran) dan mereka berpaling dari yang kami (Allah) sipati bahwa sesungguhnya Allah Maha Esa/tunggal dan bahwa sesungguhnya Allah Maha mengetahui, Maha Kuasa atas semua yang berkuasa dan Allah dengan yang tersimpul meliputi berbagai pengetahuan yang mereka miliki bahwa Isa bukan Tuhan. Begitu pula Allah mengetahui ucapan kaum  Yahudi bahwa mereka membunuh Isa yang pada dasarnya Isa Allah angkat ke langit. 

Ketahuilah bahwa sesungguhnya penolakan mereka akan dalil dalil dan berpalingnya mereka bukan  karena keras kepala, maka putuskanlah wahai Muhammad untuk berbicara kepada mereka, berpalinglah berurusan kepada mereka, kembalilah kepada Allah karena sesungguhnya Allah mengetahui perbuatan orang-orang yang berbuat kerusakan yang muncul dari hati mereka untuk berbuat kerusakan

فمن حاجك فيه من بعد ما جاءك من العلم فقل تعالوا ندع ابناءنا وابناء كم نساء نا ونساء كم و أنفسنا و انفسكم ثم نبلتهل فنجعل لعنتة الله على الكاذبين

 فمن حاجك فيه من بعد ما جاءك من العلم فقل تعالوا ندع ابناءنا وابناء كم نساء نا ونساء كم و أنفسنا و انفسكم ثم نبلتهل فنجعل لعنتة الله على الكاذبين

 Siapa yang membantahmu, tentang kisah Isa sesudah datang tentang ilmu (yang meyakinkan kamu) maka katakanlah (kepadanya) "marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri kami dan istri kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita bermubahallah kepada Allah dan kita minta kepadanya supaya laknat Allah ditumpahkan kepada orang-orang yang berdusta. 

Surat Ali Imran ayat 61.

Allah mengingatkan kepada orang-orang yang berdebat yaitu kaum Nasrani Najran kepada nabi Muhammad SAW setelah Allah menjelaskan kepada mereka surat Ali Imran ayat 59 yang artinya sesungguhnya misal penciptaan Isa disisi Allah sama seperti penciptaan Adam, Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah" Maka jadilah dia".

Akan tetapi setelah ayat ini dijelaskan kepada mereka malah mereka berkata 

"Tidaklah Isa itu seperti yang engkau (Muhammad) ucapkan bahwa Isa bukan Tuhan, bukan anak Allah bukan juga Sekutu Allah, karena terjadi perdebatan sehingga Allah turunkan ayat di atas

 فمن حاجك فيه من بعد ما جاءك من العلم........ 

Barang siapa yang membantah/memperdebatkan kepada engkau dari golongan Nasrani Najran sekitar tentang penciptaan Isa setelah datang kepada kamu ilmu pengetahuan/dalil-dalil yang kongkrit bahwa sesungguhnya Isa adalah hamba Allah dan rasul Allah, maka katakanlah kepada mereka marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri kami dan istri kamu dan kami memanggil diri sendiri dan diri kamu sendiri, dan kemudian marilah kita bermubahallah. 


Muubahallah adalah masing-masing pihak diantara orang yang berdebat berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh supaya Allah melaknat kepada orang yang mendustakan tentang penciptaan Isa. Nabi Muhammad mengajak kaum Nasrani bermubahalah tetapi mereka menolak, penolakan mereka menjadi bukti kebenaran nabi Muhammad bahwa Isa itu hamba Allah, rasul Allah. Karena mubahalah itu akan melaknat bagi orang yang mengatakan Isa anak Tuhan, Isa Sekutu Tuhan, dan Isa itu Tuhan. 


Di bawah ini cerita tentang kaum Nasrani Najran yang mengatakan Isa anak Tuhan dan itu Tuhan, sehingga nabi Muhammad mengajak mereka untuk bermubahallah, dan siapa yang akan mendapat laknat Allah. Tetapi mereka menolak mubahallah. 


Diceritakan ketika Nabi SAW membacakan dalil bahwa penciptaan Isa sama  dalam penciptaan Adam kepada kaum Nasrani Najran tetapi mereka membangkang karena kebodohan mereka sehingga Nabi SAW berkata  " sesungguhnya Allah memerintahkan aku untuk mubahallah bagi mereka yang tidak menerima dalil dalil ".

Merka menjawab " Wahai Abi Kasim nanti dulu, kamu pulang dulu untuk berpikir sejenak dalam perkara mubahallah, besok kami kembali lagi kepada engkau ". Setelah pulang, mereka menemui golongan mereka diantaranya pastur/ustadz. Mereka berkata " Wahai Abdul Masih bagaimana pendapat engkau mengenai ajakan Muhammad untuk mubahallah".

Pastur menjawab "demi Allah jangan kamu mubahallah kepada nabi Muhammad, sehingga para pembessr akan hidup rukun juga akan menimpah rakyat yang kecil, jika kamu mubahallah maka kamu akan binasa, jika kamu abaikan dan tetap atas pedirianmu (Isa anak Tuhan) berarti kamu membangkang atas ucapan Nabi Muhammad. 


Lalu mereka permisi kepada pastur untuk pamit pulang ketempat mereka. Setelah itu mereka datang kepada Rasulallah, kebetulan Rasulallah keluar dari rumahnya untuk menuju Masjid, Rasulallah memakai selendang berbulu hitam yang diambil dari tangan Hasan dan Husen,  Rasulallah berjalan menuju Masjid bersama Gasan dan Husen sedang Fatimah berjan di belakang. Ditengah perjalanan Rasulallah bertemu 4 orang Nasrani, Rasulallah berkata jika kami mengajak beriman maka berikanlah kalian. Asraf Najran adalah salah satu dari empat orang berkata 

"Wahai kaum Nasrani sesungguhnya saya melihat wajah yang saling berhadapan, merka bertanya kepada Allah jika Allah menggeser ini gunung pasti Allah mampu menggesernya. Maka janganlah kamu bermubahalah maka kamu akan celaka. 

Lalu mereka berkata " Kami berpikir terlebih dahulu. Kami menolak mubahallah kepada engkau (Muhammad) tetapi kami tetap pada agama kami. 

Maka Rasulallah berkata " Jika kamu tidak mau mubahallah maka kamu masuk islam lah kalian sehingga kamu menjadi muslim, dan kamu wajib melaksanakan apa yang menjadi kewajiban muslim. Mereka menolak

Rasulallah berkata kembali "jika kamu menolak maka kami akan perangi kalian". 

Lalu mereka menjawab " Kami tidak memiliki kekuatan berperang dengan orang Arab tapi akan bersahabat dengan muslim, kami akan membayar upeti setiap tahun seribu perhiasan pada bulan Safar, seribu pada bulan Rajab, tiga puluh baju besi, tiga puluh kuda, tiga puluh unta, setelah itu Rasulallah mengadakan islah kepada mereka

ذلك نتلوه عليك من إلايات والذكر الحكيم

 ذلك نتلوه عليك من إلايات والذكر الحكيم

De mikianlah (kisah Isa) kami membacakannya kepada kamu (Muhammad) sebagai bukti-bukti (kerasulannya) dan membacakan Al-Quran dengan penuh hikmah. 

Ali Imran ayat 58.

Demikianlah kisah nabi Isa AS, Kami bacakannya cerita itu kepada engkau (Muhammad) melalui turunnya Jibril kepada engkau untuk menceritakan kisah nabi Isa AS melalui ayat Al-Quran atau melalui sebagian tanda yang menjadi dalil atas ketetapan  kerasulan engkau. 

إن مثل عيسى عند الله كمثل آدم خلقه من تراب ثم قال له كن فيكون

 Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa disisi Allah adalah seperti (penciptaan)Adam, Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah" (Seorang manusia) maka jadilah dia. 

Ali Imran ayat 59.

Sesungguhnya sifat penciptaan nabi Isa AS dalam segi takdir/ketentuan Allah dan hikmahnya dengan tidak melalui seorang bapak ditamsilkan seperti penciptaan nabi Adam AS. Allah ciptakan nabi Adam AS dari tanahtanpa seorang bapak tanpa seorang ibu, kemudian Allah berfirman kepada Adam "jadilah" (Seorang manusia) maka jadilah Adam, ditiupkan kepada nabi Adam AS ruh, begitu pula nabi Isa AS. Allah berfirman kepada nabi Isa  kalimat"كن", tanpa seorang bapak, seperti itu pula nabi Adam, tetapi dengan demikian bukanlah nabi Adam anak Allah, maka begitu pula nabi Isa. Maka barangsiapa yang tidak mengikrarkan bahwa sesungguhnya Allah menciptakan Isa tanpa bapak tetapi orang itu mengikrarkan penciptaan Adam tanpa bapak tanpa ibu maka orang itu termasuk tidak memiliki akal. 

Begitu pula ketika Allah berkenan menciptakan nabi Adam AS dari tanah maka berkenan pula Allah menciptakan nabi Isa AS dari darah Maryam padahal itu lebih utama. Maka sesungguhnya lahirnya manusia dari darah yang terhimpun di dalam rahim ibu itu lebih masuk akal (bukan Anak Tuhan) ketimbang lahirnya manusia dari tanah yang kering tanpa bapak dan ibu dari pada meyakini nabi Isa AS sebagai anak Tuhan, itu adalah sebuah kesalahan besar. 

الحق من ربك فلا تكن من الممترين

Apa yang kami ceritakan itu adalah yang kebenaran datang dari Tuhan engkau, karena itu janganlah kamu termasuk orang yang ragu-ragu. 

Ali Imran ayat 60.

Apa yang kamu ceritakan itulah yang benar yang diturunkan kepada engkau tentang cerita nabi Isa AS, bahwa sesungguhnya Isa bukanlah Allah dan bukan anak Allah dan bukan pula Sekutu Allah, kebenaran itu datang dari Tuhan engkau. 

Adapun kebathilan datang dari orang Nasrani dan orang Yahudi. Orang Nasrani berpendapat "sesungguhnya Maryam telah melahirkan anak Tuhan. Adapun orang Yahudi berpendapat bahwa Maryam telah berbuat jinah dengan berbohong, dan keturunan Maryam adalah Yusuf Nadzar. 

Maka janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang yang ragu-ragu (musyrik) dari semua yang kamu jelaskan kepada engkau di antaranya penciptaan Isa tanpa seorang bapak. 

Adapun khitab kepada nabi Muhammad agar menjadi peringatan kepada nabi Muhammad dan agar menjadi penambah tetapnya keyakinan dan juga bagi orang yang mendengar kabar dari Al-Quran agar tercegah mewariskan kebohongan

أن مثل عيسى عند الله كمثل آدم خلقه من تراب ثم قال له كن فيكون

 أن مثل عيسى عند الله كمثل آدم خلقه من تراب ثم قال له كن فيكون

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah (seorang manusia) maka jadilah dia".

Ali Imran ayat 59.

Sesungguhnya sifat penciptaan Isa adalah taqdir Allah dan hikmahnya dengan tidak melalui seorang bapak itu adalah seperti penciptaan tubuh Adam. Allah ciptakan Adam tanpa ayah tanpa ibu. Kemudian Allah berfirman kepada Adam "jadilah (seorang manusia) maka jadilah Adam ". Ditiupkan kepada Adam tuh, begitu pula penciptaan Isa, Allah berfirman kepada Isa kalimat كن، tanpa seorang bapak, maka jadilah Isa seorang anak tanpa bapak. 

Maka seperti itulah Adam tetapi Adam bukan anak Allah maka begitu pula Isa. Maka barang siapa yang tidak mengikrarkan/mengakui Allah menciptakan Isa tanpa bapak tetapi orang itu mengakui penciptaan Adam  tanpa bapak dan ibu maka orang itu keluar dari bebas akal (tidak memiliki akal). 

Begitu pula ketika Alkah berkenan menciptakan Adam dari tanah maka Allah berkenan pula menciptakan Isa dari darah Maryam itu lebih utama secara akal. Maka sesungguhnya lahirnya seorang manusia dari darah yang dihimpun di dalam rahim ibu itu lebih masuk akal bahwa Isa itu hamba Allah ketimbang lahirnya manusia dari tanah yang kering tanpa ayah tanpa ibu. Tetapi mereka meyakini  Isa sebagai anak Tuhan

وإذ قال يا عيسى أنى متوقعيك ورافعك إلي وطهرك من الذين كفروا وجاعل الذين كفروا إلى يوم القيامة ثم إلي مرجعكم فأحكم بينهم فيما كنتم فيه تختلفون

 وإذ قال يا عيسى أنى متوقعيك ورافعك إلي وطهرك من الذين كفروا وجاعل الذين كفروا إلى يوم القيامة ثم إلي مرجعكم فأحكم بينهم فيما كنتم فيه تختلفون

(Ingatlah) ketika Allah berfirman "Hai Isa sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu, dan mengangkat kamu kepadaku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-oeang yang mengikuti kamu di atas orang-orang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepadakulah tempat kembalimu, lalu aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu perselisihkan padanya. 

Ali Imran ayat 55

(Ingatlah) ketika Allah berfirman "Hai Isa sesungguhnya aku akan mengeksekusi ajak engkau yang telah ditentukan dan akan menjaga engkau dari orang-orang kafir yang akan membunuhmu dan mengangkat engkau kepadaku dari bumi menuju tempat kemuliaanmu dan mensucikan engkau dari orang-orang kafir yang akan menyesatkan engkau dan menjadikan pengikut pengikut engkau yaitu orang-orang yang mengimani bahwa sesungguhnya engkau adalah hamba Allah dan rasulullah dan membenarkan pangkat kenabian engkau dan mereka mengakui cinta kepada engkau seperti kaum Hawariyiin, mereka itu orang-orang yang berada di atas orang-orang yang kufur  kepada engkau, mereka itu adalah orang Yahudi. 

Allah menjadikan para pengikut nabi Isa derajatnya di atas orang-orang kafir melalu berbagai hujah, senjata, penaklukan, kekuasaan, tinggi derajatnya dan pertolongan sampai hari kiamat. 

Sesungguhnya kerajaan Yahudi telah hilang karena tidak memiliki benteng pertahanan, tidak ada kerajaan, tidak dipandang gagah di seluruh penjuru dunia sehingga mereka dapat dikalahkan dimana saja mereka berada dan mereka hina.

Adapun kerajaan Nasara ( khawariyiin tetap kokoh berdiri sampai dekat kiamat). Maka sesungguhnya terlihat Daulah Nasrani/hawariyiin di dunia sangat agung dan kuat dari pada Yahudi. 

Telah menceritakan Muhammad bin Ishaq, sesungguhnya kaum Yahudi menyiksa kaum hawariyiin setelah diangkatnya nabi Isa AS ke langit. Dalam keadaan seperti itu kaum Yahudi berada di bawah kekuasaan kaum Rum, bangsa Rum memberi semangat kepada kaum Hawariyiin sehingga bangsa Rum mencabut penyiksaan kaum Yahudi terhadap kaum Hawariyiin, setelah itu  bangsa Rum bertanya kepada kaum Hawariyiin tentang nabi Isa AS (setelah mendapat penjelasan) lalu bangsa Rum mengikuti agama nabi Isa AS. Bangsa Rum menurunkan salib-salib dan dihancurkannya dan kayunya dikumpulkannya. 

Bangsa Rum memerangi kaum bani Israel dan membunuh makhluk yang agung dari kalangan bani Israel sebagai pendiri kerajaan Nasraniyah yang bernama Tabaris. Tabaris adalah seorang raja tapi kurang begitu terkenal. Setelah raja Tabaris, timbul raja yang lainnya yaitu Multis. Raja Multis memerangi Baitul Maqdis setelah nabi Isa diangkat ke langit 40 tahun yang lalu. Setelah raja Multis memerangi Baitul Maqdis, tidak ada baru yang tertinggal. Setelah itu muncul kaum khuraidzah dan kaum Nudhair setelah itu muncul bebatuan. Cerita ini adalah balasan Allah terhadap orang-orang yang mendustakan nabi Isa dan orang-orang yang berniat membunuhnya.

ومكروا مكر الله والله خير الماكرين

 ومكروا مكر الله والله خير الماكرين

Orang orang kafir (Yahudi) hendak menipu daya dan Allah membalas tipu daya mereka, dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. 

Surat Ali Imran ayat 54

ومكروا مكر الله

Orang-orang kapir/Yahudi hendak menipu daya dan Allah membalas tipu daya mereka. 

Kaum Yahudi hendak membunuh Isa dan Allah membalas kehendak mereka dengan membunuh sahabat mereka (Qotyanus) 

Ada yang berpendapat, kaum Yahudi hendak menipu daya nabi Isa AS yaitu hendak bermaksud membunuh nabi Isa AS dan Allah balas tipu daya mereka dengan mengangkat nabi Isa ke langit. Karena  raja Yahudi bertujuan membunuh nabi Isa maka malaikat Jibril tidak pernah berpisah sedikit pun kepada nabi Isa AS. Lalu malaikat Jibril merintah nabi Isa untuk masuk  kamar yang ada di suatu rumah, ketika itu masuk kaum Yahudi ke kamar rumah itu lalu maikat Jibril mengeluarkan nabi Isa AS dari kamar keadaan seperti itu disamakan rupa nabi Isa kepada salah satu kaum Yahudi, maka orang yang disamakan yang dibunuh dan di salib. 

والله خير الماكرين

 Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. 

Allah lebih kuat/mampu kepada yang dituju. 

Ada yang mengartikan ayat ini, Allah lebih utama dalam mencegah tipu daya. 

Telah meriwayatkan dari Ibni Abbas, 

Sesunggyhnya raja Bani Israel yang bernama Yahudza, ketika itu bermaksud membunuh nabi Isa AS, maka malaikat Jibril memerintah Isa untuk masuk ke suatu rumah yang di dalamnya terdapat kamar,maka masuklah nabi Isa ke kamar rumah itu lalu malaikat Jibril mengangkat Isa dari kamar itu langsung ke langit. 

Kemudian raja Yahudi berkata seorang laki-laki yang paling jelek rupa diantara kaum Yahudi bernama Qutyanus  :

Masuklan kamu ke kamar itu dan bunuhlah Isa, maka masuklah Qutyanus, dan Qutyanus tidak melihat Isa, maka Allah serupakan bentuk Qutyanus dengan bentuk nabi Isa, dan Qutyanus keluar untuk melapor kepada kaum Yahudi dan raja bahwa Isa tidak ada di dalam kamar, lalu kaum Yahudi membunuh Qutyanus dan menyalibnya. 

Kemudian mereka berkata :

Ini mayat bentuk wajahnya wajah Isa sedangkan bentuk badannya, badan sahabat kita, kalau memang ini sahabat kita lalu Isa kemana, kalau memang ini Isa lalu sahabat kita kemana? 

Setelah itu terjadi pembunuhan yang sangat dahsyat dikalangan mereka

ولا يأمر كم أن تتخذوا للملائكة والنبيين أربابا أتأمركم بالكفر بعد إذ أنتم مسلمون

 ولا يأمر كم أن تتخذوا للملائكة والنبيين أربابا  أتأمركم بالكفر بعد إذ أنتم مسلمون Dan para nabi tidak mungkin memerintahkan kamu untuk menj...