ومن أهل الكتاب من تأمنه بقنطار يؤده إليك ومنهم من أن تأمنه بدينار لا يؤده إليك إلا ما دمت عليه قائما ذلك بأنهم قالوا ليس علينا فى الأميين سبيل ويقولون على الله الكذب وهم يعلمون
Diantara ahli kitab ada orang yang jika kamu percayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu. Dan diantara mereka ada orang yang jika kamu percayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya, yang demikian itu lantaran mereka mengatakan "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi ( Orang-orang Arab)", mereka berkata " Dusta terhadap Allah" padahal mereka mengetahui.
Ali Imran ayat 75.
من أهل الكتاب من تأمنه بقنطار يؤده اليك
Diantara ahli kitab (kaum Yahudi) ada orang yang jika kamu amanatkan /dipercayakan kepadanya harta yang banyak, dia mengembalikannya kepada engkau (Muhammad) dengan tidak rasa sukar. Seperti Abdullah bin Salam dan para sahabatnya (mereka orang Yahudi semuanya telah masuk Islam)
ومنهم من ان تأمنه بدينار لا يؤده اليك إلا ما دمت عليه قائما
Dan diantara mereka (kaum Yahudi) ada orang yang jika engkau amanatkan /percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mau mengembalikannya kepada engkau bahkan dia merasa satu dinar tadi halal baginya, kecuali jika engkau terus menerus menagihnya dengan berseteru, seperti Ka'ab bin Asyaraf (Yahudi tulen) dan para sahabatnya.
Berkata Ibnu Abbas telah menitipkan seorang laki-laki kaum Qurais kepada Abdullah bin Salam sebanyak 1200 ons emas. Ketiga ditagih Abdullah bin Salam langsung mengembalikannya. Kaum Qurais yang lainnya juga pernah menitipkan kepada kaum Yahudi yaitu Fanhas bin Azura', ketika ditagih Fanhas menghianatinya, sehingga Allah turunkan ayat yang di atas.
Peringatan
Pada kalimat بقنطار dan بدينار terdapat huruf الباء yang memiliki makna التصاق الامانة (kepercayaan yang melekat) sebagaimana lafaz على pada kalimat على كذا. Maka kalimat على كذا memiliki makna kepercayaan yang sangat tinggi /melekat.
Sebagaimana firman Allah
ومن ائتمان على شىء
Maka jadilah yang demikian bacaan di atas yaitu kalimat على شىء bermakna المتصق (melekat). Maka yang diamanatkan harus menjungjung tinggi atas amanat.
وذلك بأنهم قالوا ليس علينا فى الأميين سبيل
Dan yang demikian itu ( kaum Yahudi tidak mau mengembalikan titipan satu dinar) karena mereka berpendapat "tidak ada dosa atas kami terhadap orang-orang Ummi (orang-orang Arab yang dianggap bodoh) .
Demikian tadi boleh/halal berhianat menurut mereka adalah sebuah kebenaran, sebab kaum Yahudi berkata " Tidak berdosa atas kami apabila dititipkan kepada kami harta orang Arab apabila kami tidak mengembalikan, walaupun orang Arab menagih terus menerus.
Dan juga kaum Yahudi berpendapat bahwa mereka adalah anak Allah dan kekasih Allah, sedangkan mahkluk yang lainnya adalah hamba Allah maka tidak berdosa terhadap seseorang atas kami apabila kami memakan harta hamba kami.
Atau arti dari perkataan Yahudi " Tidaklah berdosa apabila kami memakan harta orang Arab ". Karena kaum Yahudi berpendapat harta orang Arab halal bagi kami karena orang Arab bukan termasuk golongan agama kami. Tidak haram orang Arab dalam kitab kami dan kami halal berbuat zolim kepada orang Arab di dalam agama kami.
ويقلون على الله الكذب وهم يعلمون
Orang kafir berkata dusta kepada Allah padahal mereka mengetahui.
Sesungguhnya orang kafir berkata " Sesungguhnya boleh berhianat disertai berlawanan dengan yang telah disebutkan dalam kitab Taurat, dan mereka berdusta dengan yang dikemukakan pada ucapan di atas dan mereka mengetahui perbuatan dusta mereka. Maka orang itu termasuk golongan pendusta. Dan orang itu disebut penghianat besar dan kejahatan yang besar
بلى من أوفى بعهده والتقى فإن الله يحب المتقين
Bukan demikian ( kaum Yahudi boleh menghianati titipan harta orang Arab).
Ayat ini sebagai penolakan atas penghiatan kaum Yahudi terhadap harta titipan.
Akan tetapi barang siapa yang menempati janjinya baik janji kepada Allah dan janji kepada manusia dan dia bertaqwa kepada Allah dan menjauhi konflik perjanjian dengan berhianat dan meninggalkan amanat maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa.
Ayat ini sebagai dalil atas mengagungkan perkata menepati janji.
Dengan demikian kataatan dibatasi oleh dua perkara
1. Mengagungkan perintah Allah
2. Kasih sayang terhadap makhluk Allah
Adapun menepati janji mencangkup atas keduanya secara otomatis. Karena yang demikian tadi menjadi sebab manfaat bagi makhluk yaitu kasih sayang terhadap makhluk Allah.
Begitu pula perkara perintah Allah, menepati janji sama dengan melaksanakan hak orang lain juga gak diri sendiri maka akan datang rasa taat dan meninggalkan yang di haramkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar