Selasa, 18 Februari 2025

لا يكلف الله نفسا الا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ربنا لا تؤخذنا ان نسينا او اخطأنا

 لا يكلف الله نفسا الا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ربنا لا تؤخذنا ان نسينا او اخطأنا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) "ya Tuhan kami janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. 

Surat Al Baqarah ayat 286.

لا يكلف الله نفسا الا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang ia usahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang ia kerjaannya. 

Maka jika kami mengatakan, sesungguhnya ini ayat 

(لا يكلف الله نفسا الا وسعها) 

dari perkataan orang-orang  mukmin, maka jika dilihat dari sisi mengagungkan bahwa sesungguhnya orang mukmin ketika berkata kalimat سمعنا واطعنا، maka seakan akan orang mukmin berkata كيف لا نسمع ولا نطيع/ bagaimana kalau kamu tidak mendengar dan tidak taat, maka ketika itu terjadi, Allah adalah Rahmatan Ilahiyah yaitu Allah tidak menuntut kami kecuali sesuai dengan yang kami mampu/bisa.

Seperti demikian tadi kami terkena masalah hukum Ubudiyah maka wajib orang mukmin mendengar dan taat. 

Jika kami mengatakan sesungguhnya ini ayat /

لا يكلف الله نفسا الا وسعها 

Dipandang dari sisi mengagungkan bahwa orang mukmin ketika mengucapkan kata   سمعنا واطعنا kemudian setelah itu mereka mengucapkan kalimat غفرانك ربنا، ini menunjukan bahwa ucapan orang mukmin kalimat    غفرانك ربنا adalah ucapan mohon ampun apa yang ada pada hati mereka karena atas keterbatasan dan kemampuan dalam melaksanakan sesuatu atas kesengajaan.

Maka ketika ucapan orang mukmin mengatakan kalimat غفرانك karena mencari ampunan karena memang keterbatasan kemampuan, maka tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah akan meringankan diri orang-orang mukmin. 

Begitu pula firman Allah kalimat

لا يكلف الله نفسا الا وسعها

Disederajatkan dengan makna 

انكم اذا سمعتم واطعتم ولم تتعمدوا التقصير

Sesungguhnya kamu ketika mendengar dan kamu mentaati dan tidak sengaja keterbatasan melaksanakan walaupun terjadi berbagai macam keterbatasan atas jalan lupa makan jangan kamu merasa takut kepada Allah bahwa sesungguhnya Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya. 

Dari semua sejumlah masalah ayat ini

(لا يكلف الله نفسا الا وسعها ) 

Maka akan di ijabah ampunan dari Allah pada doa orang mukmin dengan ucapannya غفرانك

ربنا لا تؤخذ نا ان نسينا او اخطأنا

(Orang mukmin berdoa) ya Tuhan kami janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah

Sabtu, 15 Februari 2025

امن الرسول بما انزل اليه من ربه والمؤمنون كل امن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق نين احد من رسله وقالوا سمعنا واطعنا غفرانك ربنا واليك المصير

 امن الرسول بما انزل اليه من ربه والمؤمنون كل امن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق نين احد من رسله وقالوا سمعنا واطعنا غفرانك ربنا واليك المصير

Rasul telah beriman kepada, Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-Nya, demikian pula orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya (mereka mengatakan) " kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya". Dan mereka mengatakan "kami dengar dan kami taat".(mereka berdoa) " Ampunilah kami wahai Tuhan kami dan kepada Engkaulah kami kembali".

Al Baqarah ayat 285.

امن الرسول بما انزل اليه من ربه

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-Nya. 

Nabi Muhammad membenarkan kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-Nya. 

Telah berkata Syekh Azujaj, ketika itu Allah menyebutkan pada Surat ini diawal (Al Baqarah) Allah mewajibkan shalat, zakat, haji, dan menyebutkan masalah Thalaq, sumpah ila (suami bersumpah tidak mau menyetubuhi istri), haid, jihad, kisah para nabi, dan surat ini diakhiri dengan menyebutkan membenarkan nabi Allah SAW dan orang mukmin juga membenarkan Al Quran.

والمؤمنون كل امن بالله وملاءكته وكتبه ورسله

Demikian pula orang-oeang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah, malaikat-makaikat-Nya, kitab-kitab-nya, rasul-rasul-nya. 

Tiap-tiap salah seorang dari orang-orang mukmin, beriman kepada Allah bahwa Allah ada, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, hukum-hukum-Nya, dan nama-nama-Nya. 

Dan orang mukmin beriman kepada malaikat-malaikat Allah bawa malaikat itu ada, dan sesungguhnya malaikat itu di ma'sum/terjaga, mereka suci dan mereka takut kepada Tuhannya, dan sesungguhnya malaikat itu perantara antara Allah dengan manusia dan kitab yang diturunkan adalah sampai kepada para nabi dengan perantara malaikat. 

Dan orang mukmin beriman kepada kitab-kitab Allah. 

Telah membaca Syekh Hamzah dan Syekh Kisa'i kalimat  كتبه dengan dibaca kasrah huruf الكاف dan fathah huruf التاء serta baca المد /panjang.

Pengertiannya diketahui bahwa sesungguhnyaini kitab adalah wahyu Allah Ta'ala kepada para rasul-rasul-Nya dan sesungguhnya kitab itu bukan dari dukun, bukan dari ahli sihir dan juga bukan dari pemberian setan dan bukan pula dari arwah-arwah jahat, dengan pemberitahuan ini bahwa sesungguhnya wahyu dengan kitab ini, Allah tidak menyatu dengan setan dalam memberikan sesuatu dari kesesatan setan. Al Quran itu kitab yang dikagumi /diagungkan karena dalam berntuk zohir (sampai sekarang masih kita lihat dengan mata kepala kita dan kita baca)dengan demikian diketahui Al Quran tidak ada yang bisa merubah dan memalsukan. 

Maka barang siapa yang menyatakan sesungguhnya Al Quran itu tersusun atas jalan sesuatu. Maka Saidina Usman langsung bertindak, orang yang berkata seperti tadi telah mengeluarkan Al Quran dari keberadaannya yaitu sebagai hujah maka perkataan itu rusak. Karena diketahui Al Quran itu mencangkup ayat muhakamat (hukum-hukum yang jelas) dan ayat mutasyabihat (ayat perlu penta'wilan). 

Dan orang mukmin beriman kepada para rasul Allah. 

Diketahui bahwa rasul-rasul Allah itu juga معصوم /terjaga dari berbuat dosa. Dan diketahui sesungguhnya para nabi lebih afdhal dari seseorang yang bukan nabi. Dan sesungguhnya para rasul lebih afdhal dari malaikat. Dan diketahui juga sebagian para rasul ada yang lebih afdhal dari rasul yang lainnya.

لا نفرق بين احد من رسله وقالوا سمعنا واطعنا غفرانك ربنا واليك المصير

(Berkata orang-orang mukmin) kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya dan mereka mengatakan "kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa) " Ampunilah kami dan kepada Engkau kami kembali".

Berkata orang mukmin kami tidak kufur kepada salah satu dari pada rasul bahkan kami beriman akan keabsahan risalah tiap tiap salah satu dari para rasul. 

Dan mereka berkata kami mendengarkan kalam Tuhan kami dan kami taat perintah Tuhan kami. Kami berdoa kepada Engkau ampunilah kami dari dosa kami wahai Tuhan kami, Kepada Engkau kami kembali

Jumat, 14 Februari 2025

 لله ما فى السموات و مافى الارض وان تبدوا ما فى انفسكم او تخفوه يحسبكم به الله فيغفر لمن يشاء ويعذب من يشاء والله على كل شىء قدير

Milik Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dan jika kamu zohirkan apa yang ada di dalam hati kamu atau kamu sembunyikannya niscaya Allah akan memperhitungkan dengan yang kamu perbuat. Maka Allah akan mengampuni kepada siapa saja yang Allah kehendaki dan Allah akan mengazab kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Dan Allah maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Surat Al Baqarah 284.

لله ما فى السموات وما فى الارض وان تبدوا ما فى انفسكم او تخفوه يحسبكم به الله 

Milik Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hati kamu atau kamu sembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan yang kamu perbuat. 

Milik Allah apa yang ada di langit dan di bumi, baik itu kerajaannya, malaikatnya, dari ciptaan yang menta'azubkan. Allah perintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan apa yang Ia kehendaki. Dan jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hati kamu diantaranya niat keburukan kepada manusia lewat ucapan atau perbuatan atau kamu sembunyikannya maka semua itu Allah akan perhitungannya kepada kamu di hari kiamat. 

Sesuatu yang tersimpan di hati manusia terbagi dua :

1. Sesuatu yang benar -benar disimpan pada hati manusia. 

2. Sesuatu yang diniatkan yang ada pada hati lalu di nyatakan/zohirkan.

Tidaklah yang demikian tadi bahkan yang disimpan dalam hati akan menjadi buah pikiran yang pada dasarnya manusia benci perkara tadi tetapi manusia tidak bisa menolaknya. Perkara yang pertama harus di terimanya. Dan perkara yang kedua tidaklah diterima. 

فيغفر لمن يشاء ويعذب من يشاء والله على كل شىء قدير

Maka Allah akan mengampuni kepada siapa saja yang Ia kehendaki . Dan Allah mengarah kepada siapa yang Ia kehendaki. Dan Allah maha kuasa atas tiap tiap sesuatu. 

Dengan kefadilahannya. Allah mengampuni kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Dengan keadilannya Allah mengazab  kepada siapa yang Ia kehendaki. Sesungguhnya Allah mengampuni kepada siapa saja yang Ia kehendaki  sampai dosa besar. Dan Allah mengazab kepada siapa saja yang Ia kehendaki atas dosa besar lagi hina. Dan Allah tidak menanyakan apa yang diperbuat. Dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu mengenai ampunan maupun azab.

Minggu, 02 Februari 2025

وان كنتم على سفر ولم تجدوا كاتبا فرهان مقبوضة فان امن بعضكم بعضا فليؤد الذى ائتمن امانته وليتق الله ربه ولا تكتموا الشهادة ومن يكتمها فانه اثم قلبه والله بما تعملون عليم

 وان كنتم على سفر ولم تجدوا كاتبا فرهان مقبوضة فان امن بعضكم  بعضا فليؤد الذى ائتمن امانته وليتق الله ربه ولا تكتموا الشهادة ومن يكتمها فانه اثم قلبه والله بما تعملون عليم

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis/orang yang menghutangi, maka hendaklah ada barang tanggungan /jaminan yang dipegang (oleh orang yang berpiutang). Akan tetapi, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah, Tuhannya dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya, dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. 

Surat Al Baqarah ayat 283.

وان كنتم على سفر ولم تجدوا كاتبا فرهان مقبوضة

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis/orang yang menghutangi, maka hendaklah ada barang tanggungan/jaminan.

Telah membaca Syekh Ibnu Katsir dan Syekh Ibnu Umar, kalimat فرهان dengan domah huruf الراء dan domah huruf الهاء atau huruf الهاء dibaca sukun. 

Telah membaca Syekh Baqun kalimat فرهان dengan kasrah huruf  الراء dan fathah huruf الهاء beserta dibaca المد /panjang.

Dan huruf على yang ada pada kalimat على سفر dengan makna فى atau dengan makna الى. 

Dengan demikian pengertian ayat diatas adalah jika kamu melakukan perjalanan atau menuju ke suatu tempat melakukan perjalanan dan kamu tidak mendapatkan seorang penulis /orang yang mau menutangi atau tidak menemukan alat tulis dalam masalah urang piutang maka hendaklah ada barang tanggungan /jaminan.

Kalimat فرهان مقبوضة menjadi بدل dari الشاهدين/saksi. Atau barang tanggungannya bisa dalam bentuk dokumen/surat atau akte. 

فان امن بعضكم بعضا فليؤد الذى اءتمن امانته

Akan tetapi jika sebagian kamu (orang yang mengutangi) mempercayai sebagian yang lain(orang yang diutangi) , maka hendaknya yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya). 

Jika sebagian kamu (yang mengutangi) mempercayai sebagian yang lain (yang diutangi) tanpa memakai jaminan/barang tanggungan karena berperasangka baik terhadap yang diutangi. Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya). 

وليتق الله ربه

 Dan bertaqwalah kepada Allah, Tuhannya. 

Dan takutlah yang diutangi kepada Tuhannya di dalam melaksanakan pembayaran utang apabila sudah jatuh tempo dengan tidak mengulur ngulur waktu dan tidak mengingkari bahkan bermuamalah dengan muamalah yang baik, sebagaimana yang mengurangi berbuat baik. 

ولا تكتموا الشهادة ومن يكتمها فانه اسم قلبه

Dan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian, barang siapa menyembunyikannya maka sesungguhnya dia adalah orang yang telah berdosa hatinya. 

Dan janganlah kamu menyembunyilan kesaksian ketika di hadapan hakim dengan mengingkari apa yang ada dalam hati dengan berbagai kejadian atau kamu menolak menjadi saksi ketika dibutuhkan penegakan. Dan barang siapa yang menyembunyikan kesaksian maka sesungguhnya dia adalah orang yang berdosa hatinya. 

والله بما تعملون عليم

Dan Allah apa yang kamu ketahui maha mengetahui. 

Apa yang kamu ketahui dalam menyembunyikan kesaksian dan penegakan kesaksian dan menghianati amanah dan menghilangkan amanah, Allah maha mengetahui. Maka Allah akan membalas atas yang demikian tadi. 

Kebaikan Allah balas dengan kebaikan. Keburukan Allah akan balas dengan keburukan

Rabu, 29 Januari 2025

واشهدوا اذا تبايعتم ولا يضار كاتب ولا شهيد وان تفعلوا فانه فسوق بكم واتقوا الله ويعلمكم الله والله بكل شيء عليم

 واشهدوا اذا تبايعتم ولا يضار كاتب ولا شهيد وان تفعلوا فانه فسوق بكم واتقوا الله  ويعلمكم الله  والله بكل شيء عليم

Dan bersaksilah apabila kamu berjual beli dan janganlah penulis/pencatat hutang dan saksi saling menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian) maka sesungguhnya hal itu adalah sesuatu ke fasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah. Dan Allah akan mengajarkanmu dan Allah maha mengetahui segala sesuatu. 

Lanjutan surat Al Baqarah ayat 282.

واشهدوا اذا تبايعتم ولا يضار كاتب ولا شهيد

Dan bersaksilah apabila kamu berjual beli dan janganlah penulis hutang dan saksi saling menyulitkan. 

Dan bersaksilah apabila kamu berjual beli dengan tempo dengan pencatat hutang /yang menghutangi dan saksi tidak boleh saling menyulitkan si penghutang. 

Dan ini ayat manakala pada kalimat 

ولا يضار كاتب ولا شهيد

Menunjukan bina للفاعل، maka kalimat لا menjadi lanahi bagi kalimat  كاتب وشهيد dengan demikian memiliki arti janganlah si pencatat hutang dan saksi menyulitkan kepada si penghutang, pendapat seperti ini kebanyakan para ahli tafsir. 

Dan adapun Syekh Alhasan, Syekh Thawus dan Syekh Qatadah mengenai bacaan kalimat   يضار  mengikuti bacaan Saidina Umar RA yaitu  ولا يضار ر dengan mendzahirkan huruf  الاراء dengan dibaca kasrah pada huruf الاراء yang akhir.

Dan telah memilih Syekh Adjuaj mengenai pendapat bacaan kalimat يضارر kalau huruf الاراء di dzahirkan maka  akan kembali kepada kalimat 

وان تفعلوا  فانه فسوق بكم

Dengan demikian sesungguhnya yang dimaksud fasik disini adalah orang yang merubah catatan hutang sehingga mempersulit si penghutang, dan termasuk orang yang mempersulit disini adalah orang yang menolak menjadi saksi, maka kedua orang tersebut dinamakan fasik. Dan diperkuat dengan firman Allah " Barang siapa yang menolak menjadi saksi dan barang siapa yang memalsukan catatan hutang maka sesungguhnya orang itu selalu berdosa hatinya. Orang yang suka berdosa dan fasik adalah ikrar palsu ".

Manakala kalimat  يضار magni للمفعول maka kalimat  لا menjadi nahi/larangan kepada yang memiliki hutang /yang dihutangi. Orang yang dihutangi dilarang menyulitkan /memalsukan catatan kepada yang menghutangi dan saksi, seakan akan keduanya terbebani yang tidak patut dalam catatan dan kesaksian, dan jangan diberikan si pencatat suatu iming-iming dan jangan si saksi diberi rasa aman yang sekira kira keduanya mencari iming iming dan jangan keduanya dibebani dalam catatan dan kesaksian patamorgana. Pendapat diatas adalah pendapat Syekh Ibnu Mas'ud, Syekh A'tha, Syekh Mujahid, mereka mengikuti bacaan Ibnu Abbas yaitu mendzahirkan huruf   الاراء dan dibaca fathah.

Kalau larangan, berarti jangan berbuat menyulitkan yang diarahkan kepada  pencatat dan saksi. Kalau mereka melanggar larangan maka mereka keduanya digolongkan orang yang fasik karena ayat diatas pembicaraannyadari awal mengarah kepada si pencatat/yang menghutangi dan saksi. Apabila larangan itu ditunjukan kepada si penghutang maka yang berhutang tidak boleh mempersulit saksi dan pencatat hutang. 

وان تفعلوا فانه فسوق بكم واتقوا الله ويعلمكم الله والله بكل شىء عليم

Dan jika kamu lakukan (yang demikian itu) maka sesungguhnya hak yang demikian itu adalah suatu ke fasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah. Allah akan mengajarkanmu dan Allah maha mengetahui segala sesuatu. 

Dan jika kamu mengerjakan  apa yang dilarang kepadamu diantaranya menyulitkan maka sesungguhnya perbuatan itu membuat kamu fasik/maksiat dan keluar dari ketaatan kepada Allah. Dan takutlah kepada Allah dalam segala apa yang Allah peringatkan yaitu menyulitkan orang lain. Atau makna واتقوا الله/takut kepada Allah disemua perintah Allah dan larangan Allah. Dan Allah akan memberikan petunjuk dan mencukupi semua urusan dunia. Sebagaimana Allah mengajarkan kamu petunjuk dalam urusan agama. Dan Allah kepada tiap tiap sesuatu, baik perkara kemaslahatan dunia dan akhirat maha mengetahui tidak ada atas Allah yang tersembunyi.

Sabtu, 25 Januari 2025

ولا تسأموا ان تكتبه صغيرا او كبيرا الى اجله ذلكم اقسط عند الله واقوم للشهادة وادنى ان لا ترتابوا الا ان تكون تجارة حاضرة تديرونها بينكم فليس عليكم جناح ان لا تكتبوها

 ولا تسأموا ان تكتبه صغيرا او كبيرا الى اجله ذلكم اقسط عند الله واقوم للشهادة  وادنى ان لا ترتابوا الا ان تكون تجارة حاضرة تديرونها بينكم فليس عليكم جناح ان لا تكتبوها

Dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu baik yang kecil maupun besar sampai waktu batas pembayarannya,yang demikian itu lebih adil disisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguannya. (Tulislah muamalahmu itu), kecuali jika mualmalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu (jika) kamu tidak menuliskannya. 

Lanjutan surat Al Baqarah ayat 282.

ولا تسأموا ان تكتبوه صغيرا او كبيرا الى اجله

Dan jangan kamu jemu untuk mencatat utang itu baik kecil maupun besar sampai batas waktu pembayarannya. 

Dan janganlah kamu bosan untuk menulis hutang karena banyak urusan hutang piutang dalam keadaan bagaimana pun keadaannya. Baik hutang itu kecil maupun besar. Dan bagaimana pun keadaan en tah catatan itu diringkas atau pun dijabarkan dan juga pun harus dicatat ditetapkan dalam hati nurani yang berhutang sampai batas waktu pelunasan hutang. Caratlah hutang sesuai dengan waktu bembayarannya dan janganlah kamu melalaikan waktu pembayaran yang ada dalam catatan. 

Maka kalimat ولا تسأموا ma'tuf kepada kalimat فأكتبوه.

ذلكم اقسط عند الله  واقوم للشهادة  وادنى ان لا ترتابوا الا ان تكون تجارة  تديرونها بينكم

Yang demikian itu lebih adil disisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah muamalahmu itu) kecuali jika mualmalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu. Maka tidak ada masalah bagimu (jika) kamu tidak menuliskannya. 

Yang demikian itu untuk kamu (mencatat hutang) adalah lebih adil dalam hukum Allah. Dan lebih memperjelas bagi saksi sebagai kesaksiannya ketika saksi keadaan lupa. Dan lebih dekat kepada untuk menghilangkan rasa keraguan dalam masalah ukuran/ketentuan hutang ketika batas waktu pembayaran hutang. Kecuali muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalani diantara kamu tidak perlu dicatat. 

Telah membaca qira'at Syekh Hasim kalimat تجارة dengan harkat  نصب /  fathah sebab menjadi خبر kalimat تكن.  Dan kalau qira'at Syekh Baqun membaca kalimat  تجارة dengan رفع/domah karena menjadi اسم تكن , adapun خبر  nya adalah kalimat  تديرونها. 

Adapun kalimat الا manakala menjadi استثناء متصل dengan demikian kembali kepada kalimat sebelumnya yaitu firman Allah Ta'ala yaitu 

اذ تدينتم بدين الى اجل مسمى فأكتبوه الا ان تكون الأجل قريب

Yang dimaksud dengan kalimat الأجل قريب disini adalah perdagangan tunai/cash.

Ada pula kalimat الا dijadikan استثناء منقطع، dengan demikian taqdirnya adakah 

لكنه اذ كانت تجارتهم ومداينتكم تجارة حالة تتعاطونها يد بيد   

Atau taqdirnya adalah 

adalah

لكن اذ كانت تجارة حاضرة مقبوضة بينكم ولا اجل فيها. 


فليس عليكم جناح ان الا تكتبوها

Tidaklah berdosa atas kamu jika kamu tidak mencatatnya. 

Jika tidak mudharat atas kamu di dalam meninggalkan catatan dalam perkara hutang dibayar tunai, contoh seperti seseorang membeli baju dengan dirham/rupiah pada hari ini, maka tidak apa apa dengan tidak mencatat. Yang demikian ini jauh dari rasa curiga atau kehilafan.

Senin, 30 Desember 2024

فان كان الذي عليه الحق سفيها او ضعيفا او لا يستطيع ان يمل هو فليملل وليه بالعدل واستشهدوا شهيدين من رجالكم فان لم يكونا رجلين فرجل ومراتان ممن ترضون من الشهداء ان تضل احداهما فتذكر احداهما الاخرى ولا يأب الشهداء اذ مادعو

 فان كان الذي عليه الحق سفيها او ضعيفا او لا يستطيع ان يمل هو فليملل وليه بالعدل واستشهدوا شهيدين من رجالكم فان لم يكونا رجلين فرجل  ومراتان ممن ترضون من الشهداء ان تضل احداهما فتذكر احداهما الاخرى ولا يأب الشهداء اذ مادعو

Jika yang berhutang itu lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan saksikanlah dua orang saksi dari orang laki-laki (diantara kamu). Jika tidak ada dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari Saksi-Saksi yang kamu ridho, supaya jika seseorang lupa, maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi -saksi itu enggan (memberikan keterangan) apabila mereka dipanggil. 

Lanjutan surat Al Baqarah ayat 282.

Jika adalah orang yang berhutang itu tidak normal dari segi akal atau tidak mempunyai untuk mendengarkan ucapan ketika catatan hutang dibacakan baik dengan suara yang keras atau suara yang kecil atau juga lemah akal atau tidak bagus pendengaran padanya ketika catatan hutang dibacakan atau kerena bisu atau kerena tidak paham bahasa atau disebabkan oleh apa yang ada pada si penghutang/madyun, maka yang menghutangi memerintahkan membacakan catatan hutang kepada wali yang dihutangi karena sebab adanya tiga cacat tadi. 

Yang dimaksud wali disini adalah wali bahasa yaitu orang yang bisa mewakilkan, entah itu orang yang bisa diwasiatkan atau pengurus hartanya atau orang yang bisa penterjemah bahasa. Yang menghutangi membacakannya dengan tidak ditambah atau pun dikurangi hutangnya. Dan disaksikan dengan dua orang saksi dari laki-laki yang sudah baleg, merdeka dan Muslim. 

Menurut Syekh Syarih dan Syekh Ibnu Sirin dan Imam Ahmad boleh saksi dari kalangan Abid. Sedangkan Imam Abu Hanifah membolehkan saksi dari kalangan Kafir sebagian mereka dengan sebagian yang lain. 

Jika saksidari dua kalangan laki-laki tidak ada, maka datangkan saksi satu orang laki-laki dua orang perempuan dari orang yang di ridoi mengerti agama dan adil. Jika seorang saksi lupa maka seorang lagi mengingatkan. Dan sesungguhnya syarat  jumlah saksi perempuan dua  karena jika saksi perempuan itu lupa maka perempuan yang satu mengingatkan karena perempuan lemah ingatan. 

Dan seorang saksi tidak boleh menolak ketika dipanggil untuk diminta keterangan tentang kesaksiannya oleh Hakim. Oleh karena itu hukumnya haram bagi saksi ketika menolak diminta keterangannya. Menjadi saksi hukumnya farhu kifayah mutlak. Adapun saksi dalam melaksanakan fardhu kifayah bertanggung jawab menetapkan kebenaran kepada orang yang tidak bersalah adalah hukumnya Fardhu Ain.

ولاتؤمنوا إلا لمن تبع دينكم قل إن الهدى هدى الله أن يأتى أحد مثل ما أوتيتم أو يحاجوكم عند ربكم قل أن الفضل بيد الله يؤتيه من يشاء والله واسع عليم

 ولاتؤمنوا إلا لمن تبع دينكم قل إن الهدى هدى الله أن يأتى أحد مثل ما أوتيتم أو يحاجوكم عند ربكم قل أن الفضل بيد الله يؤتيه من يشاء والله واس...