Sabtu, 31 Mei 2025

إن الذين كفروا لن تغني عنهم اموالهم وأولادهم من الله شيئا واولئك هم وقود النار

 إن الذين كفروا لن تغني عنهم اموالهم وأولادهم من الله شيئا واولئك هم وقود النار

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka. 

Surat Ali Imran ayat 10.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir seperti Ka'ab bin Asyraf dan para sahabatnya, Abu Jahal dan parasahabatnya, sedikit pun tidak akan manfaat kepada mereka, harta yang begitu banyak, anak -anaknya dalam menolak siksa Allah. 

Ada juga yang berpendapat yang dimaksud juga kaum Najran, harta dan anak mereka tidak akan manfaat dalam menolak siksa Allah. 

Demikian tadi karena Abi Harits bin Ulqamah pernah berkata kepada saudaranya : sudah beberapa kali aku katakan bahwa sesungguhnya Muhammad Rasulallah adalah benar, Dia adalah seorang nabi dan aku sudah menyatakan kepada Muhammad bahwa aku beriman kepada-Nya. Tentang pernyataan harta dan anak orang kafir tidak ada manfaat dalam menolak siksa Allah. Pada saat itu Raja Rum telah mengambil hartaku, yang dulu harta itu pernah diberikan kepadaku yang begitu banyak. Dan Allah Ta'ala menjelaskan, sesungguhnya harta mereka/harta Raja Rum dan anak-anak mereka tidak akan manfaat dalam menolak azab Allah baik di Dunia maupun di Akhirat. 

Makna kisah di atas timbul kaidah

أن اللفظ عام وخصوص السبب لا يمنع عموم اللفظ

Sesungguhnya lafadz itu umum dan khususnya sebab  tidak bisa mencegah akan umumnya lafadz.

Minggu, 18 Mei 2025

ربنا إنك جامع الناس ليوم لا ريب فيه إن الله لا يخلف الميعاد

 ربنا إنك جامع الناس ليوم لا ريب فيه إن الله لا يخلف الميعاد

Para Rosihin fi ilmi pun berdoa "ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tidak ada keraguan padanya", sesungguhnya Allah tidak pernah menyalahi janjiNya. 

Surat Ali Imran ayat 9.

Ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau mengumpulkan seluruh manusia karena pembalasan pada hari kiamat yang tidak ada keraguan dalam kejadian hari kiamat. Maka balas lah kami pada hari kiamat dengan sebaik-baiknya balasan. Sesungguhnya Allah tidak pernah menyalahi janji-Nya. 

Ayat ini bagian dari doa/permintaan para Rosihin fi ilmi/orang yang mendalam ilmunya, dengan demikian itu mereka menuntut kepada Allah, agar Allah menjaga mereka terpeleset dalam mentakwil ayat. Dan bahwasanya Allah mengkhususkan kepada mereka memberi petunjuk dan memberi rahmat, seakan-akan mereka  berkata " Tidaklah tujuan kami dari doa ini kepada sesuatu yang berhubungan dengan keduniaan karena dunia akan pana, tetapi tujuan kami dengan doa ini untuk mengagungkan sesuatu yang berhubungan dengan akhirat. Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa Engkau ya Tuhan kami akan mengumpulkan manusia pada hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan amal dan kami tahu sesungguhnya janji Engkau baik mengenai balasan amal, perhitungan amal, timbangan amal, syirat, surga dan neraka tidaklah semua itu akan terlewatkan, maka barang siapa yang hatinya condong kepada ke kebatilan /salah dalam menta'wil maka orang itu akan kekal dalam azab selamanya. Dan barang siapa yang Allah telah berikan kepadanya petunjuk dan rahmat maka orang itu akan kekal dalam kegembiraan dan kemuliaan selama-lamanya.

Senin, 12 Mei 2025

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنامن لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

 ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنامن لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

(Mereka pa ra rasihin fi ilmi berdoa) ya Tuhan kami janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan, sesudah engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi engkau karena sesungguhnya engkau maha pemberi (karunia) 

Surat Ali Imran ayat 8.

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا

Ya Tuhan kami janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami. 

Jangan condong hati kami jauh dari agama engkau setelah engkau berikan petunjuk kepada kami yaitu kepada agama engkau. 

Ada yang berpendapat : ya Tuhan kami jangan engkau jadikan hati kami condong kepada kebathilan setelah engkau jadikan hati kami condong kepada kebenaran. 

وهب لنا من لدنك رحمة

Dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi engkau. 

Dan karuniakan kami cahaya tauhid, cahaya ma'rifat dalam hati kami dan cahaya ta'at dan cahaya ibadah dan cahaya beridmat anggota tubuh kami dan mudahkan urusan kehidupan kami dari rasa aman, kesehatan, kecukupan dunia dan mudahkan kematian ketika kami mati, dan mudahkan pertanyaan, kegelapan dalam kubur dan ampuni dosa kami, unggulkan kebaikan kami pada hari kiamat. 

أنك أنت الوهاب

Sesungguhnya engkau maha pemberi kepada tiap-tiap yang kamu minta. 

Sesungguhnya kami meminta kepada engkau pada doa ini karena rasa hina kami, kami meminta kepada kemuliaan engkau karena engkau maha pemberi rahmat. 

Maka Rasulallah SAW juga membaca doa 

يا مقلب القلوب والأبصار ثبت قلبى على دينك

Jumat, 02 Mei 2025

أما الذين فى قلوبهم زيغ فيتبعون ما تشابه منه ابتغاء الفتنة وبتغاءتأويله وما يعلم تأويله إلا الله والراسخون فى العلم يقولون آمنا به كل من عند ربنا وما يذكر إلا أولوا الألباب

وأما الذين فى قلوبهم زيغ فيتبعون ما تشابه منه  ابتغاء الفتنة وبتغاءتأويله وما يعلم تأويله إلا الله والراسخون فى العلم يقولون  آمنا به كل من عند ربنا وما يذكر إلا أولوا الألباب

Adapun orang-orang yang dalam hatinya conrong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya. Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya mereka berkata "kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat, semua itu dari sisi Allah, Tuhan kami ". Dan tidak mengambil pelajaran (darinya) kecuali orang-orang yang berakal. 

Lanjutan surat Ali Imran ayat 7.

وأما الذين فى قلوبهم زيغ فيتبعون ما تشابه منه ابتغاء الفتنة

Dan adapun orang-orang yang hatinya condrong kepada kesesatan maka mereka mengikuti sebagian ayat mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah. 

Dan adapun orang-orang yang dalam hatinya conrong jauh dari kebenaran, menuju kepada hawa nafsu yang bathil /sesat, mereka mengikuti sebagian ayat-ayat mutasyabihat, maka mereka mengartikan ayat mutasyabihat secara arti Johor saja, sehingga menimbulkan fitnah dalam agama yaitu kesesatan. Maka suatu saat akan terjadi  sebagian mereka dengan sebagian yang lain akan terjadi perbedaan pandangan sehingga menimbulkan keributan, perpecahan bahkan pertikaian. 

و ابتغاء تأويله

Dan untuk mencari-cari takwilnya

Mereka mencari-cari takwilnya ayat mutasyabihat yang tidak terdapat dalam kitab Allah sebagai dalil dan juga bukan penjelasan dari kitab Allah. 

Pengarang kitab ini yaitu Syekh Nawani Al Jawi, membagi kepada tiga bagian  orang yang bisa dipertanggung jawabkan dalam mentakwil ayat mutasyabihat :

1. Pentakwil menetapkan makna Johir ayat mutasyabihat dengan menggunakan dalil akal, dengan demikian dalil akal sebagai hukum yang dibenarkan

2. Pentakwil menetapkan menggunaan dalil qat'i dalam mentakwil ayat mutasyabihat, dengan demikian dalil qat'i sebagai pemutus hukum dan bahwasanya  Allah bermaksud tidak menjohirkan arti ayat mutasyabihat. 

3. Pentakwil tidak menjadikan ayat mutasyabihat sebagai jalan dalam menetapka hukum dan memanfaatkan bahkan para pentakwil bersikap tawakuf. Dengan demikian itu ayat mutasyabihat dengan makna perkara tasybih fih. Dan tidak membedakan salah satu dari dua sisi dengan yang lain kecuali perkiraan yang sudah rajeh itu hasil dalam bagian ayat mutasyabihat atas mengartikan Johir ayat mutasyabihat. 

وما يعلم تأويله إلا الله

Tidak ada yang bisa mengetahui takwil ayat mutasyabihat kecuali Allah

Tidak ada yang mengetahui takwil ayat mutasyabihat secara hakiki kecuali Allah semata. 

Telah menukil dari Ibnu Abbas R.A, sesungguhnya Ibni Abbas berkata menafsirkan Al Quran atas empat jalan

1. Tidaklah seseorang menjadi penafsir kecuali dia seorang yang pintar (tidak bodoh). 

2. Penafsir harus pandai bahasa Arab dengan lisannya. 

3. Penafsir harus diketahui bahwa dia ulama. 

4. Penafsir tidaklah dia mengetahui kecuali Allah. 

والراسخون فى العلم يقولون آمنا به كل من عند ربنا

Dan b yang bisa mentakwil orang-orang yang mendalam ilmunya mereka berkata "  kami beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami".

Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata kami beriman kepada kitab, bahwa tiap-tiap salah satu dari ayat muhakamat dan ayat mutasyabihat adalah dari sisi Allah. 

Rasihun fil ilmi adalah orang-orang yang kenal akan Zat Allah, sifat-sifat Allah dengan dalil yakiniyah yang qat'i, dan rasihun fil ilmi mengenal sesungguhnya Al Quran kalam Allah dengan dalil yakiniyah, dan rasihun fil ilmi mengenal sesungguhnya Allah tidaklah berbicara yang bathil dan sendai gurau. Maka ketika para rasihun fil ilmi sesuatu tentang ayat mutasyabihat dan dalil yang qat'i bahwa sesungguhnya johir makna ayat mutasyabihat bukanlah yang Allah kehendaki, para rasihun fil ilmi mengetahui arti johir ayat mutasyabihat menjadi keputusan sesungguhnya maksud Allah  terhadap sesuatu yang lain. Kemudian para rasihun fil ilmi memasrahkan penjelasan ayat mutasyabihat kepada ilmu Allah dan memutuskan bahwa makna ayat mutasyabihat tentang sesuatu adalah benar karena sesungguhnya Allah lah yang mengetahuinya. Dan makna ayat mutasyabihat itu sah di sisi Allah.

وما يذكر إلا أولوا الألباب

Dan tidak mengambil pelajaran kecuali orang-orang berakal. 

Dan tidak mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang memiliki akal yang sempurna yang ikhlas jauh dari condong hawa nafsu yang merusak. Ayat ini sebagai pujian kepada para rasihun fil ilmi dengan kejuhudan hati dan baik pemikirannya. Dan ayat ini juga menunjukan atas tingginya akhlak para mutakalimin yang membahas dengan dalil aqliah dan mereka membahas ayat mutasyabihat dengan jalan mendekatkan diri dan ma'rifat kepada zat Allah dan sifat Allah dan afalnya Allah. 

Para rasihun fil ilmi tidak menafsirkan Al Quran kecuali diakurkan dengan dalil akal dan keakuran lughah Arab. Barang siapa yang membahas Al Quran tidak memili ilmu yang mendalam seperti ilmu ushul, ilmu bahasa, dan nahwu. Meka mereka berada  jauh dari Allah. 

Para rasihun fil ilmi kepada semua yang Allah turunkan baik ayat muhakamat maupun ayat mutasyabihat mereka tawadhu kepada Allah dan mereka berkata 

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذا هويتنا وهب لنا من لدنك رحمة  أنك أنت الوهاب

Selasa, 22 April 2025

هو الذى أنزل عليك الكتاب منه آيات محكمات وآخر متشابهات

 هو الذى أنزل عليك الكتاب منه آيات محكمات وآخر متشابهات

Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al-Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat Muhakamat itulah asal poko isi Al Quran dan yang lain (ayat-ayat) Mutasyabihat. 

Surat Ali Imran ayat 7

Dia-lah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antaranya ada ayat-ayat Muhakamat yaitu yang jelas ibaratnya, terpelihara dari berbagai kemungkinan, qat'i dalilnya. Ayat muhakamat adalah asal pokok Kitab dan ada juga ayat pendukung yaitu ayat-ayat mutasyabihat. 

Contoh ayat mutasyabihat sebagaimana firman Allah :

وإذا أردنا أن نهلك قرية أمرنا متر فيها ففسقوا فيها

(Dan apabila kami bermaksud membinasakan suatu kampung maka kami angkatnya kampung itu , dikarenakan masyarakat kampung itu telah berbuat fasik). 

Dengan kefasikan mereka maka berhak bagi mereka siksaan. 

Jelas pembicaraan ayat di atas karena masyarakat kampung itu telah memerintahkan untuk berbuat fasik. 

Kemudian Allah jelaskan ayat mutasyabihat di atas dengan ayat Allah yang Muhakamat dengan firman-Nya

أن الله لا يأمر بالفحشاء

 (Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan berbuat kemungkaran/maksiat/fasik). 

Ayat ini sebagai penolakan untuk berbuat kefasikan, kekufuran. 

Dalam cerita orang-orang kafir. Apabila mereka berbuat keburukan alasan mereka, kami berbuat keburukan karena kami dapat dari bapak-bapak kami dan Allah juga memerintahkan kami berbuat keburukan. Padahal Allah tidak pernah memerintahkan berbuat keburukan. 

Contoh lagi ayat mutasyabihat

نسوا الله فنسيهم

(Mereka lupa kepada Allah, maka Allah akan lupa kepasa mereka). Padahal Allah tidak pernah lupa. 


Ayat di atas Allah jelaskan lagi dengan ayat muhakamatnya, dengan firman-Nya

وما كان ربك نسيا

( Tuhan kamu tidak pernah lupa).

Kamis, 10 April 2025

إن الله لا يخفى عليه شيء فى الأرض ولا فى السماء هو الذى يصوركم فى الأرحام كيف يشاء لا إله الا هو العزيز الحكيم

 إن الله لا يخفى عليه شيء فى الأرض ولا فى السماء هو الذى يصوركم فى الأرحام كيف يشاء لا إله الا هو العزيز الحكيم

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak pula di langit. Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana yang Dia kehendaki-Nya. Tidak ada Tuhan melainkan Dia yang maha perkasa lagi maha bijaksana. 

Surat Ali Imran ayat 5-6

Dialah (Allah) yang membentukan kamu di dalam rahim sebagaimana yang dkehendakinya, ada yang Allah kehendaki berbentuk pendek, tinggi, baik, buruk, laki-laki, perempuan, bahagia dan susah. 

Allah sampaikan ayat ini dalam rangka menolak kepada kaum Nasrani, bahwa kaum Nasrani mengakui Tuhannya adalah Isa. Mereka mengakui Isa sebagai Tuhan karena ada dua perkara:

1. Isa memiliki ilmu terutama ilmu perkara mengetahui yang gaib

2. Isa kuasa dalam menghidupkan orang yang sudah mati

Isa bisa memberitakan perkara yang gaib seperti ucapan Isa, engkau tadi makan di rumah kamu dengan....ini, ini dan ini. Engkau tadi di rumah kamu melakukan.... Begini, begini dan begini. Dan Isa bisa menghidupkan orang yang telah mati. Isa bisa menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta, dan bisa menciptakan burung dari tanah lalu ditulis burung itu lalu terbang. Dengan alasan inilah kaum Nasrani mengakui Isa sebagai Tuhan. 

Kemudian Allah Ta'ala menunjukan dalil untuk menangkal ucapan kaum Nasrani yang menjadikan  Isa sebagai Tuhan juga sebagai anak Tuhan dengan firman-Nya

الله لا إله إلا هو الحى القيوم

Dalil ini menunjukan Tuhan itu sifatnya hidup dengan kekal dan Tuhan itu mengurus semua makhluknya. Tuhan itu wajib hidupnya kekal, sedang Isa tidak bisa hidup kekal. Tuhan itu mengurus semua makhluknya sedangkan Isa tidak mempu. Dengan demikian batallah kedudukan Isa sebagai Tuhan dan sebagai anak Tuhan dalam  perspektif kaum Nasrani. Jadi Isa itu bukanlah Tuhan. 

Ketika kaum Nasrani berkata, sesungguhnya Isa mampu mengabarkan sesuatu yang ghaib sehingga mereka menyatakan Isa adalah Tuhan, maka Allah menolak anggapan itu dengan firman-Nya

أن الله لا يخفى عليه شىء فى الأرض ولا فى السماء

Dengan ayat ini maka tidak lajim Isa mengetahui yang ghaib baik di langit maupun di bumi dan tidak lajim di jadikan Tuhan, karena pengetahuan Isa berasal dari Allah. 

Ketika kaum Nasrani berkata, sesungguhnya Isa bisa menghidupkan orang yang sudah mati, sehingga mereka beranggapan Isa itu Tuhan. Maka Allah tolak perdapat tersebut dengan firman-Nya

هو الذى يصوركم فى الأرحام كيف يشاء

Makna ayat di atas sesungguhnya keberhasilan menghidupkan Isa menghidupkan orang yang sudah mati dan keakuratan ucapan dalam mengetahui yang ghaib tidaklah dijadikan  dalil bahwa Isa itu Tuhan karena keberhasilan itu sebuah ihtimal bahwa Allah hanya memuliakan Isa bisa menghidupkan orang yang sudah mati dan itu hanya menjohirkan mu'juzat dan memulihkan Isa. Jadi Allah lah yang membentukan kamu semua termasuk Isa di dalam rahim sebagaimana yang Allah kehendaki. 

Ketika kaum Nasrani berkata : wahai kaum muslim, kamu sepakat dengan kami bahwa Isa dilahirkan tanpa perantara bapak dari bangsa manusia, maka dengan demikian Isa itu anak Tuhan /Allah. Maka Allah jawab pendapat kaum Nasrani dengan firman-Nya :

هو الذى يصوركم فى الأرحام كيف يشاء

 Maknanya sesungguhnya Allah yang membentuk kamu. Allah membentuk bayi di dalam rahim sebagaimana Dia kehendaki ada melalui perantara air mani bapak. Ada yang Allah kehendaki membentuk bayi dalam rahim tidak melalui perantara air mani bapak. 

Ketika kaum Nasrani berkata kepada Rasulallah SAW : bukankah engkau pernah berkata sesungguhnya Isa adalah ruh Allah dan kalam Allah. Ucapan ini adalah ucapan yang menunjukan mereka beranggapan Isa anak Tuhan. Maka seakan akan Allah menjawab dari demikian tadi : bahwa sesungguhnya ucapan Muhammad adalah ucapan yang masih bersifat mutasyabihat yaitu ucapan yang perlu penta 'wilan/penjelasan lebih lanjut lagi. Maka pendapat kaum Nasrani perlu ditolak karena perlu penta 'wilan terlebih dahulu. 

Dengan demikian untuk menjelaskan Isa ruh Allah dan kalam Allah itu penjelasan masih mutasyabihat. Maka Allah jawab dengan firman-Nya

هو الذى أنزل عليك الكتاب منه ايات محكمات هن أم الكتاب وآخر متشابهات

Dia yang menurunkan Al kitab kepada engkau. Diantaranya ada ayat muhakamat (ayat yang sudah jelas hukumnya) ayat itu sebagai umum kitab dan yang lainnya adalah ayat mutasyabihat.

Untuk menjelasaka  ucapan kaum Nasrani tersebut di atas. Cukup Allah jelaskan dengan firman-Nya

الله لا إله إلا هو الحى القيوم

Ayat ini sebagai isyarah bahwa Isa bukan Tuhan dan bukan pula anak Tuhan.

Adapun firman Allah 

أن الله لا يخفى عليه شىء

Ayat ini sebagai jawaban yang identik dengan ilmu. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari Allah. Jadi Allah yang maha mengetahui apa yang ada di bumi dan di langit. 

Adapun firman Allah 

هو الذى يصوركم فى الأرحام

 Adalah sebagai jawaban kekehnya pendapat kaum Nasrani Isa bisa menghidupkan orang yang sudah mati dan masih banyak dalil dalil lainnya. Kalaupun Isa bisa menghidupkan orang yang sudah mati itu hanya sekedar amanah atau  mu'jizat yaitu Mu'jizat mampu menghidupkan kaum Yahudi yang di bunuh pada zaman Nasrani.

Sebuah ketetapan keberhasilan Isa menghidupkan seseorang yang sudah mati tidaklah menunjukan Isa itu Tuhan. Klau pun terjadi kekehnya pendapat kaum Nasrani bahwa seseorang yang dilahirkan tanpa seorang bapak, maka tidahlah dikatakan anak itu sebagai anak Tuhan. Maka untuk menjelaskan hal itu seakan akan Allah berkata : bagaimana Isa dikatakan sebagai anak Allah padahal Allah yang membentukan Isa di dalam rahim ibunya, sesuatu yang dibentuk di dalam rahim maka yang membentuk bukanlah bapak dari yang dibentuk. 

Kemudian Allah menjawab atas penyerupaan mereka Isa sebagai anak Tuhan. Allah sempurnakan ayat di atas dengan kalimat tauhidnya sebagai penolakan kepada semua kaum Nasrani dengan firman-Nya 

لا إله إلا هو العزيز الحكيم

Kalimat  العزيز sebagai isyarat  kepda kesempurnaan kuasa Allah. Dan kalimat الحكيم sebagai isyarah kepada ilmu Allah sangat sempurna.

Sabtu, 29 Maret 2025

ومن قبل هدى للناس وأنزل الفرقان إن الذين كفروا بآيات الله لهم عذاب شديد والله عزيز ذو انتقام

 ومن قبل هدى للناس وأنزل الفرقان إن الذين كفروا بآيات الله لهم عذاب شديد والله عزيز ذو انتقام

Sebelum (Al Qur'an) menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqan, sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat, dan Allah maha perkasa lagi mempunyai balasan (siksaan) 

Surat Ali Imran ayat 4.

Sebelum Al Qur'an diturunkan, maka keduanya (Taurat dan Injil) menjadi petunjuk kepada manusia dari kesesatan atau Allah turunkan ketiganya (Al Qur'an Taurat dan Injil) menjadi petunjuk bagi manusia.

Ada yang berpendapat, yang dimaksud dengan الفرقان adalah kitab Zabur karena sesungguhnya Zabur itu sebagai mauidzah yang mengajak kepada kebaikan agar tercegah dari perbuatan  buruk dan membedakan antara yang benar dan yang bathil. 

Kemudian Syekh Fahrurazi lebih memilih berpendapat bahwa yang dimaksud dengan الفرقان adalah Mu'jizat, yang kurun waktunya Allah tentukan dengan menurunkan kepada setiap tiga kitab. Karena sesungguhnya ketika Allah setiap Allah menzohirkan Mu'jizat maka akan bangkit da'wah rasul maka seketika itu Mu'jizat akan bisa membedakan antara da'wah yang mengajak kepada kebenaran dan da'wah yang dusta. Maka dalam hal ini Mu'jizat disebut pula Al Furqan. 

Sesungguhnya orang kufur kepada ayat-ayat Allah  (Al Qur'an dan yang lainnya) seperti delegasi Bani Najran dan yang lainnya, mereka mendustakan ayat mengenai tauhid dan mendustaka kejujuran bangsa manusia (rasul) yang diturunkan Al Qur'an kepadanya dan mereka mendustakan kenabian Nabi SAW. 

Bagi orang kafir adalah azab yang pedih sebagai balasan kekufurannya. Dan Alkah maha perkasa yang tidak bisa dikalahkan dan Allah maha memiliki azab yang agung. عزيز adalah sebagai isyarat kekuasaan Allah yang sempurna atas azab. Sedangkan ذوانتقام sebagai isyarat bahwa Allah yang langsung mengazab. Maka عزيز  adalah sifat zatnya Allah dalam mengazab. Sedang ذو انتقام adalah sifat fi'linya Allah dalam mengazab

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...