Rabu, 28 Agustus 2024

ومثل الذين ينفقون اموالهم ابتغاء مرضاة الله وتثبيتامن انفسهم كمثل جنة بربواة اصابها وابل فأتت اكلها ضعفين فان لم يصبها وابل فطل والله بما تعملوان بصير

 ومثل الذين ينفقون اموالهم ابتغاء مرضاة الله وتثبيتامن انفسهم كمثل جنة بربواة اصابها وابل فأتت اكلها ضعفين فان لم يصبها وابل فطل والله بما تعملوان بصير

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka. Seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan yang lebat. Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiramnya, maka hujan gerimis ( pun mencukupinya). Dan Allah maha melihat apa yang kamu perbuat. 

Al Baqarah ayat 265.

ومثل الذين ينفقون اموالهم ابتغاء مرضاة الله وتثبيتا من انفسهم  كمثل جنة بربواة اصابها وابل فأتت اكلها ضعفين

Perumpamaan harta orang-orang yang membelanjakan hartanya mereka karena mencari ridha Allah Ta'ala, dan kerena keyakinan hati mereka mendapat pahala dan karena membenarkan dengan janji Allah Ta'ala. Mereka mengetahui bahwa apa yang mereka infakkan itu adalah sebuah kebaikan bagi mereka dari pada mereka meninggalkan berinfak. Itu semua yang mereka lakukan diumpamakan bagaikan kebun yang berada di dataran tinggi /pegunungan lalu kebun itu disiram hujan yang sangat lebat maka kebun itu akan mengeluarkan buah buahan dua kali lipat dari biasanya dengan sebab disiram hujan lebat, bahkan akan berbuah empat kali dalam satu tahun yang biasanya setahun dua kali berbuah. 

فان لم يصبها وابل فطل

 Maka jika hujan lebat tidak menyiramnya, hujan gerimis pun memadainya (mencukupinya) karena keunggulan kebun tersebut dan karena unsur hara yang ada pada tanah tersebut. 

Jadi makna ayat diatas bahwa orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah maka orang tersebut akan suci dihadapan Allah, dan tidak ada rasa kesempitan dalam keadaan apa pun. Seandainya jika terjadi perbedaan perumpamaan yang Allah umpamakan dalam kenyataannya maka Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. 

والله بما تعملوان بصير

Dan Allah dengan apa yang kamu perbuat baik amalan yang sifatnya Johir atau yang sifatnya di dalam hati maka tidak ada yang samar di hadapan Allah.

Rabu, 21 Agustus 2024

اايها الذين امنوا لا تبطلوا صدقتكم بالمن والأذى كالذى ينفق ماله رئاء الناس ولا يؤمن بالله واليوم الأخر فمثله كمثل صفوان عليه تراب فأصابه وابل فتركه صلدا لا يقدرون على شيء مما كسبوا والله لا يهدى القوم الكافرين

 ياايها الذين امنوا لا تبطلوا صدقتكم بالمن والأذى كالذى ينفق ماله رئاء الناس ولا يؤمن بالله واليوم الأخر فمثله كمثل صفوان عليه تراب فأصابه وابل فتركه صلدا لا يقدرون على شيء مما كسبوا والله لا يهدى القوم الكافرين

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu hilangkan (pahala) sedekahmu dengan mentebut-nyebutnya dan menyakitkan (perasaan si penerima) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena Riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya debu (tanah), kemudian batu itu ditimpahkan hujan yang lebat, laku menjadikan dia bersih (tidak berdebu). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. 

Al Baqarah ayat 264.

ياايها الذين امنوا لا تبطلوا صدقتكم بالمن والأذى

Hai orang-orang beriman janganlah kamu hilangkan sedekah kamu dengan menyebut-nyebut dan menyakitkan perasaan si penerima. 

Berkata Ibnu Abbas memaknai kalimat

بالمن على الله. 

بالمن

Disini adalah menyombongkan diri dengan sebab sedekah kamu. Sedangkan kalimat 

والأذى

 adalah menyakiti perasaan si penerima. 

Berkata Syekh Baqun kalimat 

بالمن

 adalah menyebut-nyebut sedekah kepada si pakir dan 

الأذى   

adakah menyakitkan perasaan si parkir. 

 كالذى يتفق ماله رئاء الناس

Seperti hilang pahala infak orang yang menginfakan hartanya karena ingin didengarkan kepada manusia dan karena ingin mendapat pujian juga ingin kesohor, sedekah seperti ini seakan akan orang itu tidak percaya kepada Allah dan hari kemudian dan orang ini dikatakan Munafik dan orang yang riya sedekahnya itu bukan karena Allah. Dan barang siapa yang menyertakan sedekahnya dengan menyebut-nyebut dan menyakitkan perasaan si penerima maka sesungguhnya sedekahnya bukan karena Allah. Apabila seseorang tujuan sedekahnya karena mencari ridha Allah maka tidaklah menyertakan dengan menyebut-nyebut dan menyakitkan perasaan si penerima.

ولا يؤمن بالله واليوم الأخر

Dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian orang itu munafik. Sesungguhnya orang munafik dan orang riya sedekah keduanya bukan kerena Allah. Barang siapa yang bersedekah diiringi dengan menyebut-nyebut dan menyakitkan perasaan si penerima maka sesungguhnya sedekahnya itu bukan karena Allah. Apabila tujuan orang bersedekah untuk mencari ridha Allah maka sedekahnya tidak diiringi dengan menyebut-nyebut dan tidak menyakitkan perasaan si penerima. 

Adapun yang dimaksud hilang pahala dalam sedekah  yang diiringi

 بالمن والأذى

 itu adalah sedekah yang bathil. hukum sedekahnya sah. Pahanya hilang karena disertai 

المن والأذى. 


Ada sebagian mereka berpendapat apabila perbuatan sedekah diiringi dengan 

المن والأذى

 maka orang tersebut mendapat pahala akan tetapi pahala yang dilipat gandakan yang hilang. Akan tetapi orang itu berdosa dengan adanya 

 المن والأذى. 

فمثلا كمثل صفوان عليه تراب فأصابه وابل فتركه صلدا لا يقدرون على شيء مما كسبوا

Maka perumpamaan keadaan orang yang riya dalam bersedekah itu sesungguhnya Allah mengumpamakan orang yang sedekah diiringi 

المن والأذى

 dengan kemunafikan. Kemudian orang yang bersedekah dengan kemunafikan diumpamakan dengan batu besar yang kelimis diatasnya terdapat debu, kemudian ditimpah hujan yang deras. Maka hujan yang deras itu menyebabkan batu besar yang kelimis bersih dari debu  (tidak berbekas). Mereka tidak bisa menguasai atas pahala di negeri Akhirat dari apa yang mereka infakkan ketika di dunia karena sifat riya. 

Atau makna lain dari kalimat 

لا يقدرون على شىء مما كسبوا

Adalah tidaklah mendapatkan pahala orang yang sedekahnya diiringi dengan

 المن والأذى

 sebagaimana tidak tersisanya debu diatas batu besar yang kelimis setelah ditimpah hujan yang deras. 

والله لا يهدى القوم الكافرين

Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir tentang kebaikan dan pikiran yang sehat. 

Surat Al Baqarah diatas sebagai pertimbangan kepada tiap-tiap orang yang riya dari perbuatan 

المن والأذى  

dalam berinfak bahwa itu adalah bagian dari orang kafir. Maka mau tidak mau bagi orang mukmin harus menjauhkan sedekah diiringi المن والأذى.

Rabu, 07 Agustus 2024

والذين ينفقون اموالهم فى سبيل الله ثم لا يتبعون ماانفقوا منا ولا اذى لهم اجركم عند ربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون

 والذين ينفقون اموالهم فى سبيل الله ثم لا يتبعون ماانفقوا منا ولا اذى  لهم اجركم عند ربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Dan orang-orang yang menginfaqkan harta mereka di jalan Allah. Kemudian mereka tidak mengiringi apa yang diinfaqkan dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala disisi Tuhan mereka, tidak ada rasa kawatir atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 

Al Baqarah ayat 262.

Dan orang-orang yang menginfaqkan harta mereka di jalan Allah kemudian tidak diiringi apa yang mereka infaqkan dengan kata المن.المن adalah menghitung-hitung pemberian dan mengagung-agungkan/membanggakan pemberian kepada orang yang menerima infaq. Dan tidak disertai kata-kata الأذى . 

الأذى 

Adalah kata kata yang menyakiti perasaan si penerima infaq baik melalui perkataan atau pun ekpresi wajah atau mendoakan mudharat kepada si penerima infaq. Ada yang berpendapat المن adalah memperhitungkan infaq kepada Allah yaitu uzub/menyombongkan. Dan الأذى adalah menyakiti perasaan penerima infaq.

Bagi mereka ganjaran infaq disisi Tuhan mereka  (disurga). Dan tidaklah mereka rasa takut kehilangan pahala dan tidak takut azab dan tidak ada rasa sedih di akherat. 

Ayat diatas diturunkan atas kebenaran saudara Usman bin Afan dan Abdul Rahman bin Auf. Adapun saudara Usman telah menyediakan sepuluh bala tentara dalam menghadapi perang Tabuk dengan seribu unta beserta perlengkapannya dan seribu dinar. Mendengar itu maka Rasulallah mengangkat kedua tangannya seraya berdoa " Wahai Tuhan Usman, saya ridha kepadaUsman maka senandungkankah Usman". 

Adapun Abdul Rahman bin Auf, sesungguhnya beliau bersedekah dengan  setengah hartanya yaitu Empat Ribu Dinar. Dan Dia berkata " Aku memiliki delapan ribu Dinar. Untukku dan keluargaku empat ribu Dinar dan empat ribu Dinar aku keluarkan untuk Tuhanku Azza Wajalla ". Maka Rasulallah berkata " Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dengan apa yang engkau miliki dan dengan apa yang engkau berikan ".

Makna ayat diatas para Mujahid agama menjelaskan mengenai infaq adalah yang pada dasarnya untuk kebutuhan mereka juga dan kehormatan mereka bukan untuk Allah. Maka tidak ada rasa aman jika berinfaq disertai kalimat المن dan  الأذى.

Sabtu, 03 Agustus 2024

مثل الذين ينفقون اموالهم فى سبيل الله كمثل خبة انبتت سبع سنابل فى كل سنبلة مائة حبة والله يضاعف لمن يشاء والله واسع عليم

 مثل الذين ينفقون اموالهم فى سبيل الله كمثل خبة انبتت سبع سنابل فى كل سنبلة مائة حبة والله يضاعف لمن يشاء والله واسع عليم

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang yang menafkahkan hartanya dijalan  Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada setiap butir seratus butir. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha kuasa (karunia-Nya) lagi maha mengetahui. 

Al Baqarah ayat 261.

Sifat sedekah orang-orang yang menginfaqkan harta mereka pada agama Allah adalah seperti sifat satu butir  biji menumbuhkan tujuh tangkai atau makna ayat diatas perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hata mereka pada arah kebaikan baik itu wajib maupun sunah seperti satu butir tanaman akan mengeluarkan  belahan cabang menjadi tujuh cabang, di dalam tiap-tiap satu butir akan bertangkai, pada tiap-tiap tangkai menjadi seratus biji. 

Sebagaimana kita menyaksikan pada kacang juga biji buah-buahan akan menghasilkan lebih banyak lagi bahkan melebihi seratus biji. 

Dan Allah maha melipatgandakan ganjaran kepada siapa saja yang Allah kehendaki atas menghitung pahala orang yang berinfaq dari segi keihklasan dan tingkat kesukaannya. Dengan demikian akan terjadi perbedaan tingkatan amal dalam segi kadar pahala. 


Allah maha luas bahwa Allah tidak akan menyempitkan kepada apa yang Allah telah berikan keutamaannya kepada orang sudah diberi pahala lipatganda. Dan Allah maha mengetahui niat orang yang berinfaq dan Allah mengetahui kepada orang yang berhak mendapat pahala lipatganda tersebut.

Sabtu, 27 Juli 2024

كالذى مر على قرية وهي خاوية على عروشها قال انى يحي هذه الله بعد موتها فامته الله ماءة عام ثم بعثه الله قال كم لبثت قال لبثت يوما بعض يوم قال بل لبثت ماءة عام فانظر الى طعامك وشرابك لم يتسنه وانظر الى حمارك ولنجعلك اية للناس وانظر الى العظام كيف ننشزها ثم نكسوها لحما فلما تبين له قال اعلم ان الله على كل شىء قدير

 اوكالذى مر على قرية وهي خاوية على عروشها قال انى  يحي هذه الله بعد موتها فامته الله ماءة عام ثم بعثه الله قال كم لبثت قال لبثت يوما بعض يوم قال بل لبثت ماءة عام فانظر الى طعامك وشرابك لم يتسنه وانظر الى حمارك ولنجعلك اية للناس وانظر  الى العظام كيف ننشزها ثم نكسوها لحما فلما تبين له قال اعلم ان الله على كل شىء قدير

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melewati suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata :

"Bagaimana, Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur  ?". Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya " Berapa lama kamu tinggal di sini? ". Ia menjawab " Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari ". Allah berfirman, " Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya, lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang), kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan kami bagi manusia, dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu bagaimana kami menyusunnya kembali, kemudian kami membalutnya dengan daging ". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati), dia pun berkata, " Saya yakin bahwa Allah maha kuasa atas segala sesuatu ".

Al Baqarah ayat 259.

او كالذى مر على قرية

 او

Hurufعطف (yaitu   معطوف  kepada ayat sebelumnya bahwa Allah yang menghidupkan dan yang mematikan), jadi begitu juga ayat ini menceritakan kuasa Allah yang mematikan dan menghidupkan, jadi ataukah kamu tidak memperhatikan kepada perumpamaan orang /kaum yang telah melewati sebuah negeri. Negeri di sini ada yang berpendapat Baitul Makdis seperti yang dikemukakan oleh Syekh Ibnu Jarir dapat dari Syekh Wahab dapat dari Syekh Qatadah, Syekh Dhahaq, Syekh Ikramah dan Syekh Rabi'i. Atau ada yang berpendapat negeri di sini adalah negeri yang telah Allah rusak dan kaumnya telah mengosongkannya, mereka berjumlah seribu orang, mereka sangat prihatin dengan kematian, sebagaimana di nukil dari Syekh Ibnu Zaid, mereka melewati sebuah negeri yang telah Allah rusak lalu Allah beri hidayah yaitu Allah keluarkan mereka dari Alam kegelapan/kekufuran kepada alam yang penuh cahaya/keimanan, mereka itu dia tanya adalah Nabi Uzaer bin Saruhan, sebagaimana telah diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib dapat dari Abdulah bin Salam dari Ibnu Abbas. 

وهي خاوية على عروشها

Negeri yang Allah rusak itu adalah negeri yang atapnya roboh menimpa tembok, bangunannya. 

قال انى يحي هذه الله بعد موتها

 Nabi Uzaer berkata " Bagaimana Allah menghidupkan negeri yang sudah hancur ini setelah matinya kaum negeri ini. Perkataan Nabi Uzaer sebagai rasa ta'ajub/bangga atas kekuasaan Allah menghidupkan negeri itu terutama menghidupkan manusianya.

بأماته الله ماءة عام ثم بعثه

 Untuk membuktikan Allah mampu menghidupkan dan mematikan, maka Allah matikan tempat/negeri Nabi Uzaer. Dan Nabi Uzaer pun Allah matikan selama seratus tahun kemudian Allah hidupkan kembali Nabi Uzaer pada waktu sore hari. 

قال كم لبثت قال لبثت يوما او بعض يوم

Allah pun bertanya kepada Nabi Uzaer " Berapa lama kamu diam di sini wahai Uzaer setelah mati ". Yang bertanya kepada Nabi Uzaer entah Allah atau Malaikat Makmur (Malaikat penjaga Ka'bah). Pembicaraan itu lebih mengarah dari Allah. 

Uzaer menjawab " Saya mati hanya satu hari ". Alasan Nabi Uzaer menjawab seperti itu karena Ia melihat matahari akan tenggelam/waktu sore. Karena Nabi Uzaer dimatikannta waktu pagi. Nabi Uzaer menjawab lagi " Kami mati hanya setengah hari saja ".

قال بل لبثت ماءة عام فانظر الى طعامك وشرابك لم يتسنه

Allah berfirman kepada Uzaer atau Malaikat Makmur " Bahkan kami menghidupkanmu keadaan mati selama seratus tahun. Perhatikan kepada makanan engkau (buah Tien dan anggur) dan minuman engkau ( perasan anggur) tidaklah berubah kecuali dengan waktu yang panjang. Waktu tidak bisa dikelabui dengan adanya buah Tien dan anggur yang bisa dipanen  dalam waktu yang singkat) satu hari. Begitu pula dengan minuman engkau dari perasan anggur bisa dibuat dalam jangka satu hari dan susu yang diperas dalam jangka satu hari. 

وانظر الى حمارك ولنجعلك اية للناس  وانظر الى العظام كيف ننشزها ثم نكسوها لحما

Dan perhatikanlah kepada kepada keledai engkau bagaimana keledai itu  sendinya saling terputus, bagaiman tulang yang putih menjadi hitam. Kami(Allah) berbuat menghidupkan walaupun setelah kematian yang begitu lama.

Kami (Allah) menjadikan engkau (Uzaer bisa hidup kembali) sebagai pertanda bagi manusia bahwa ada kehidupan setelah kematian , semua itu akan dialami manusia, sesungguhnya manusia hidup lalu mati karena ada contoh Nabi Uzaer mengalami kematian lalu hidup kembali menjadi muda, dan kebangkitan dari kubur menjadikan akan kembali kepada usia muda. Dan itu menjadi ibarat bagi manusia bahwa sesungguhnya Nabi Uzaer setelah mati lalu Allah hidupkan maka kembali seperti usia empat puluh tahun dari usianya seratus dua puluh tahun.

Dan perhatikan kepada tulang belulang keledai bagaimana kami menghidipkannya dan menyciptakannya lagi. 

Telah membaca Syekh Nafi, Syekh Ibnu Katsir, Syekh Abu Umar kalimat ننشزها dengan memakai huruf الراء dengan pengertian sebagaimana di atas. 

Telah membaca Stekh Hamzah, Syekh kisai kalimat ننشزها dengan huruf الزاء dengan pengertian bagaimana kami mengangkat tulang tulang keledai bagian yang satu dengan bagian yang lain hidup kembali. 

Kemudian kami bungkus tulang-tulang keledai dengan daging lalu hidup kembali. Kami tumbuhkan otot-otot keledai, urat-uratnya, dagingnya, kulitnya, bulunya, dan kami tiupkan ruhnya setelah mati. 

فلما تبين له قال اعلم ان الله على كل شىء قدير

Maka ketika telah jelas bagi Uzaer, Uzaer berkata " Saya telah mengetahui sesungguhnya Allah atas segala sesuatu maha kuasa ".

Jelas bagi Nabi Uzaer di sini adalah keyakinan suatu kejadian kematian yang sudah begitu lama lalu Allah hidupkan kembali. 

Ibnu Abbas telah meriwayatkan Asbabunujul ayat, Dia berkata " Sesungguhnya Raja Babil telah menguasai kaum Bani Israel. Ada enam ratus ribu wilayah kekuasaannya. Raja Babil paling banyak menawan kaum Bani Israel di dalamnya termasuk Uzaer. Uzaer termasuk ulama Bani Israel. Ketika itu Uzaer mendatangi kaum Bani Israel dan Uzaer memasuki perkampungan Bani Israel yang keadaan kampung itu rusak, pohon pun rusak, tembok bangunan pun pada roboh. Uzaer pun berteduh di bawah pohon yang mengendarai Keledai, laku keledai diikat di pohon dan Ia mengelilingi kampung yang sudah rusak dan kampung pun kosong dari penduduknya sampai Ia kaget melihat keadaan kampung tersebut, sehingga Ia berkata "  bagaimana cara Allah menghidupkan kampung yang sudah tidak ada kehidupan". Perkataan Uzaer atas jalan mempersiapkan dan mengembalikan kampung yang sudah mati tapi dengan keyakinan bahwa Allah pasti bisa mengembalikannya bukan atas jalan keraguan atas kekuasaan Alkah. 

Pohon mulai tumbuh dan berbuah sehingga Uzaer bisa mendapatkan Tien dan Anggur dan Uzaer bisa minum dari perasan Anggur dan Anggur sebagai buah istimewa ditempatkan dikeranjang buah, dan minuman dari perasan Anggur pun di tempatkan di botol. 

Ketika Uzaer tertidur, Allah wafatkan Uzaer di dalam tidurnya sampai seratus tahun sampai tumbuh uban di kepala. Kemudian Allah buat lupa atas kematiannya. Begitu pula manusia yang lainnya sampai binatang buas juga burung Alkah buat lupa. 

Laku Allah hidupkan setelah kematian selama seratus tahun. Lalu ada sura yang memanggil dari langit "wahai Uzaer berapa lama kamu dibangkitkan setelah kematian ".

Uzaer menjawab " Saya mati hanya satu hari saja karena saya melihat matahari sore atau saya mati hanya setengah hari saja ".

Maka Allah berfirman " Bahkan engkau mati sudah seratus tahun lihatlah kepada makanan engkau yaitu buah Tien dan buah Anggur tidak berubah rasanya ". Maka Uzaer pun melihat makanan buah Tien dan buah Anggur sama bentuknya seperti Dia melihat ketika sebelum mati. 

Kemudian Allah berfirman " Lihatlah Keledai engkau ". 

Lalu Uzaer melihat keledainya yang sudah menjadi tulang belulang, tulang itu saling terpisah dari persendiannya masing-masing. Lalu Uzaer mendengar tulang bersuara dan bergerak saling mendatangi tulang yang satu dengan tulang lainnya berkumpul dan saling menyambung pada tiap anggota tertentu masing-masing tempatnya. Datang rambut pada rempatnya, begitu pula otot, urat, laku tulang dibungkus dengan daging, kulit pun menyebar pada setiap daging, laku tumbuh bulu pada kulit lalu ditiupkannya ruh, maka Keledai pun berdiri. Lalu Uzaer pun sujud. Dan Dia berkata " Saya tahu sesungguhnya Allah atas sesuatu maha kuasa. Lalu Uzaer memasuki kota Baitul Makdis.

Telah diceritakan setelah kematian Uzaer telah melewati tujuh puluh tahun, lalu Allah kendalikan kerajaan Bani Israel dari Raja Paris. Lalu Raja Paris bergerak bersama bala tentaranya sampailah di Baitul Makdis. Raja Paris bersama tentaranya membangun Baitul Makdis maka jadilah Baitul Makdis kota yang indah dari sebelumnya. 

Allah kembalikan kaum Bani Israel ke Baitul Makdis lalu mereka selama tiga puluh tahun atau lebih. Allah buat buta mata dari Uzaer pada masa itu, tidak seorang pun melihat Uzaer, setelah melewati seratus tahun lamanya Allah hidupkan kedua mata Uzaer, jasadnya yang mati Allah hidupkan kembali dan Uzaer bisa melihat kembali. Uzaer melihat keledainya yang dulu mati lalu Allah hidupkan. Uzaer yang dulu mati dihidupkan kembali. Uzaer memasuki kota Baitul Makdis, 

kaum pun berkata " Orang tua kami telah menceritakan bahwa Uzaer bin Syauhan atau bin Sarijan telah wafat di Babil, dia diserang dan dibunuh di Baitul Makdis". 

Ini membuktikan Allah maha kuasa bisa menghidupkan Uzaer yang sudah mati bisa hidup kembali termasuk Nabi Uzaer. 

Ada empat puluh ribu para pembaca dan pengajar kitab Taurat termasuk di dalamnya Nabi Uzaer. Kaum mengetahui Uzaer pengajar kitab Taurat selama seratus tahun. Uzaer merenovasi Taurat untuk kaum. Uzaer mendikte kitab Taurat kepada kaum dan kitab yang asli Uzaer pendam di suatu tempat. Ketika kitab Taurat yang di pendam dikeluarkan labu bacaannya sama percis yang di renov oleh Uzaer tidak ada satu huruf yang salah maka ketika itu Uzaer kaum menjuluki Nabi Uzaer sebagai anak Tuhan

Sabtu, 06 Juli 2024

لم تر الى الذى حاج ابراهيم فى ربه ان اتاه الله الملك اذ قال ربى الذى يحى ويميت قال أنا أحي وأميت قال ابراهيم فان الله يأتى بالشمس من المشرق فأت بها من المغرب فبهت الذى كفر والله لا يهدى القوم الظالمين

 ألم تر الى الذى حاج ابراهيم فى ربه ان اتاه الله الملك اذ قال ربى الذى يحى ويميت قال أنا أحي وأميت قال ابراهيم فان الله يأتى بالشمس من المشرق فأت بها من المغرب فبهت الذى كفر والله لا يهدى القوم الظالمين

 Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhan-nya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan), ketika Ibrahim mengatakan "Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan ". Orang itu berkata " Saya dapat menghidupkan dan mematikan ". 

Ibrahim berkata " Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur maka terbitkanlah matahari dari barat ". Lalu heran berdiam orang kafir itu, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. 

Al Baqarah ayat 258.

ألم تر الى الذى حاج ابراهيم فى ربه ان اتاه الله الملك

Apakah kamu tidak memperhatikan kepada raja yang thaghut (zalim) bagaimana Dia mencegah agar semua manusia sesat dan mengeluarkan manusia dari cahaya keimanan kepada kegelapan (kekufuran). 

Raja zalim itu mendebat Ibrahim tentang Tuhan Ibrahim. Kisah raja yang thaghut mendebat nabi Ibrahim masalah agama Tuhan Ibrahim adalah Namrud bin Kanan. Dimana Allah telah memberikan kepada Namrud sebuah kekuasaan (pemerintahan). Lalu Namrud menjadi seorang raja yang diktator, menindas, monarki bahkan mengaku menjadi Tuhan. Lalu mendebatkan merasa Allah telah memberikan kekuasaan. Lalu Ibrahim berkata :

اذ قال ابراهيم ربى الذى يحي ويميت

Seketika itu pun nabi Ibrahim menjawab Tuhanku adalah pencipta kehidupan dan mematikan jasad. 

Telah membaca Syekh Hamzah kalimat ربى dengan dibaca السكون pada huruf الياء، dengan pengertian bahwa ayat diatas sebagai perdebatan Nabi Ibrahim terhadap raja Namrud, setelah nabi Ibrahim dimasukan ke api dan keluar nabi Ibrahim dari api keadaan selamat (hidup). 

Dengan demikian juga ada yang berpendapat tentang ayat diatas, bahwa pada masa itu manusia /rakyat dimasa kerjaan Namrud dilanda kekeringan (kemarau) sehingga masyarakat sulit untuk mendapatkan makanan. Maka masyarat berbondong menuju raja Namrud. Datang seorang laki-laki sebagai perwakilan ke raja Namrud dalam rangka menuntut makanan. Lalu raja Namrud berkata kepada laki-laki tadi " Siapakah Tuhanmu ".

Laku laki-laki itu menjawab " Engkau wahai raja Namrud ".

Maka datanglah nabi Ibrahim kepada raja Namrud yang mengaku sebagai Tuhan, dengan ucapannya :

قال انا احبي واميت قال ابراهيم فان الله يأتى بالشمس من المشرق فأت بها من المغرب

 Berkata Namrud " Saya yang menghidupkan dan yang mematikan ".

 Ibrahim berkata  kepada Namrud " Berikan kepadaku penjelasan bahwa engkau yang menghidupkan dan mematikan ".

Lalu Namrud membawa dua orang laki-laki dari penjara. Lalu dibunuhnya satu laki-laki dan yang satu dibiarkan hidup. 

Lalu Namrud berkata " Ini adalah bukti saya bisa menghidupkan dan mematikan ".

Seraya Nabi Ibrahim berkata " Sesungguhnya Allah bisa menerbitkan matahari dari arah timur setiap hari, maka terbitkanlah matahari dari arah barat hari ini juga jika engkau mengaku sebagai Tuhan ".

Turun ayat 

فبهت الذى كفر

Maka terdiamlah raja Namrud dengan tidak bisa mengeluarkan hujah 

/debat baik ucapan dan perbuatan dan tidak menjawab sama sekali. 

والله لا يهدى القوم الظالمين

Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim yaitu orang kafir kepada jalan hujah.

Rabu, 03 Juli 2024

والله ولى الذين امنوا يخرجهم من الظلمات الى النور والذين كفروا اولياؤهم الطاغوت يحرجونهم من النور الى الظلمات اولءك اصحاب النار هم فيها خالدون

 والله ولى الذين امنوا يخرجهم من الظلمات الى النور والذين  كفروا اولياؤهم الطاغوت يحرجونهم من النور الى الظلمات اولءك

 اصحاب النار هم فيها خالدون

Allah pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman), dan orang-orang kafir pelindungnya ialah setan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. 

Surat Al Baqarah 257

Allah penolong orang-orang yang beriman seperti Abdilah bin Salam dan para sahabatnya. Allah mengeluarkan mereka dengan sifat kelembutannya dan Taufiknya dari kegelapan (kakafiran) menuju kepada keimanan. Adapun orang-orang kafir seperti Ka'ab bin  Asyraf dan para sahabatnya mereka berlindung kepada setan (Thaghut) dan kepada seluruh orang-orang yang sesat jauh dari kebenaran. Setan mengeluarkan mereka dengan mewaswaskan dan dengan cara yang lainnya yang mengarah kepada jalan sesat jauh di kesucian yang sudah dikemas secara keseluruhan atau menjauhkan orang kafir dari cahaya yang sudah jelas dimana mereka sudah bersaksi untuk berada pada jalan Allah dan jalan Nabi SAW. Mereka itu adalah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal selama lamanya.

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...