Selasa, 31 Agustus 2021

Wawajadaka aa'ilan fa-aghnaa

 

( Dan Dia ( Allah) mendapatimu ( Muhammad) sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan) 

Allah berikan kecukupan dengan rasa qonaah, maka jadilah engkau keadaan sama derajat antara batu dan emas dan tidak ada dalam hati engkau keadaan sama derajat dengan Tuhan engkau

Ada yang berpendapat  kalimat " fa-aghnaa " , Allah berikan kecukupan kepada engkau dengan adanya harta Abu Bakar dan ketegasan Umar

Diceritakan sesungguhnya Umar berkata ketika ia masuk agama islam, " kami dan para sahabat menyembah Allah secara samar samar/ rahasia, wahai Rasulullah dan kami menyembah patung Latta dan Uzza secara terang - terangan, maka Rasulullah menjawab dihadapan para sahabat dengan ucapan " Allah mencukupkan engkau ( sahabat) dan saya". Dan Allah berfirman  yang mencukupkan engkau itu Allah dan mencukupkan orang - orang yang mengikuti engkau yaitu orang mu'min

Ada juga yang berpendapat Allah memberikan kecukupan kepada Muhammad dengan adanya pendidikan dari Abi Thalib. Ketika Nabi SAW dapat pendidikan dari Abi Thalib kemudian Allah berikan kecukupan dengan adanya harta Khadijah dan ketika Nabi SAW berteman dengan Khadijah kemudian  Allah  berikan Nabi SAW kecukupan  dengan harta Abu Bakar, dan ketika berteman dengan Abu Bakar maka Allah perintahkan Nabi SAW untuk berhijrah serelah itu Allah cukupkan Nabi SAW dengan pertolongan orang - orang Anshor,kemudian Allah perintahkan Nabi SAW untuk berjihad, kemudian Allah cukupkan Nabi SAW dengan harta Ghanimah. Kemudian Nabi bersabda Allah  jadikan rizki kami dibawah naungan Allah untuk kehidupan

Minggu, 29 Agustus 2021

Wawajadaka dhaalan fahadaa


( Dan Allah mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Allah berikan petunjuk) 

Allah mendapatkan  Nabi SAW dalam keadaan tidak memiliki syariat, maka Allah berikan hidayah kepadaNya

Ada yang berpendapat Allah mendapatakan Nabi SAW dalam keadaan bingung ketika diasuh oleh Abdul Muthalib, maka Allah tambahkan kepada Nabi SAW syariat

Telah diriwayatkan sesungguhnya Nabi SAW berkata saya bingung ketika masih di asuh oleh kakek dan saya anak kecil yang lemah sampai - sampai saya lapar seakan lapar itu bisa membunuhku maka dalam keadaan seperti itu Allah berikan hidayah kepadaku

Diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Nabi SAW dalam keadaan bingung karena Nabi SAW berada pada lingkungan Kota Mekkah dan Nabi SAW dalam keadaan masih kecil, kakek Nabi Abdul Muthalib menuntun Nabi SAW ke Ka'bah dan Abdul Muthalib berkata wahai Tuhan kembalikan anak saya itu ( muhammad) dan Allah kembalikan Muhammad dalam keadaan menurut kepadaku

Setelah Abdul Muthalib sekembalinya dari ka'bah, Abu Jahal datang menghampiri Abdul Muthalib dengan mengendarai onta dan duduk di atas ontanya dan Muhammad berada di bawah ontanya,

seraya Abu Jahal berkata engkau ( Abdul Muthalib) tidak mengerti apa yang engkau banggakan dari anak engkau, 

Abdul Muthalib pun menjawab memangnya ada apa dengan engkau ( Abu Jahal),

Abu Jahal berkata saya ini mengendarai onta / di atas onta dan saya akan bawa Muhammad di belakang ontaku

Onta pun tidak mau berjalan mah onta itu tiduran,keadaan seperti itu, maka Abu Jahal memindahkan Nabi SAW ditaikan di depan onta, maka onta pun berdiri dan langsung berjalan dan onta pun 

berkata wahai orang yang sedang bingung bahwa engkau akan menjadi imam, mengapa engkau berdiri di belakangku, sudah tentu saya tidak mau berjalan karena engkau adalah imam

Berkata Ibnu Abbas Allah kembalikan Muhammad kepada kakenya karena ditakutkan Muhammad dikuasai oleh musuh - musuh Muhammad, sebagaimana Nabi SAW diselamatkan dari musuh musuhnya

Jumat, 27 Agustus 2021

Alam yajidka yatiman fa aawaa

 

( Bukankan dia ( Allah) mendapatkanmu ( Muhammad)  sebagai seorang yatim, lalu Ia melindungimu) 

Huruf Hamzah yang ada pada kalimat  فأوى  dibaca panjang ( مد ) dengan arti Allah titipkan engkau kepada orang yang bisa menjaga dan mengayomi engkau

Telah membaca Abul Asyhab kalimat  فأوى  dengan stulasi madjid dengan arti lalu Allah menyayangi engkau

Diriwayatkan ketika Abdullah bin Abdul Muthalib wafat umur Nabi SAW berusia enam bulan dalam kandungan ibunya

Lalu Nabi di lahirkan maka Nabi SAW bersama  Abdul Muthalib ( kakeknya)  dan juga bersama ibunya ( Aminah). Ketika Aminah wafat Nabi SAW berumur enam tahun, dan Nabi SAW di asuh oleh kakeknya

Kemudian berselang dua tahun kakeknya pun meninggal,usia Nabi SAW berumur 8 tahun. Pada waktu itu Abdul Muthalib berwasiat kepada Abi Thalib ( paman Nabi SAW) bahwa Abi Thalib harus bisa mengayomi Muhammad setelah kematianku. 

Kemudia Nabi SAW di asuh oleh Abi Thalaib sampai Rasulullah di utus menjadi Nabi, Abi Thalib terus menjaga Nabi SAW dari ancaman orang - orang kafir, setelah itu pun Abi Thalib wafat. 

Peristiwa demi peristiwa yang Nabi SAW alami itu Allah menyebutnya sebagai suatu nikmat

Diriwayatkan sesungguhnya Abi Thalib bercerita kepada saudaranya yaitu  Abbas, kata Abi Thalib kepada  Abbas saya ceritakan kepada engkau tentang Muhammad, masalah kejadian yang saya alami selama mengasuh Muhammad, kemudian Abu Abbas berkata iya saya akan dengarkan,berkata Abi Thalib bahwa saya mengayomi Muhammad adalah berkewajiban menjaganya tidak pernah berpisah sesaat pun, baik itu malam hari maupun siang hari, sampai tidur pun saya satu selimut dengan Muhammad,

Ketika saya tertidur dalam satu selimut dengan Muhammad, sepertinya ada suara yang memerintahkam Kepada Muhammad untuk melepas bajunya, lalu saya melihat wajah Muhammad seperti keadaan marah, seakan akan Muhammad tidak senang kalau saya melihat badannya dan Muhammad memerintahkan saya untuk berpaling, sampai Muhammad berkata kepadaku wahai paman palingkanlah wajahmu dariku, karena saya akan membuka bajuku, karena tidak ada seorang pun yang boleh melihat tunuhku, Abi Thalib pun merasa heran dengan ucapan Muhammad. 

Kemudian Abi Thalib pun memalingkan pandangannya, kemudian Muhammad pun masuk ke selimut. Pada waktu Abi Thalib bersama kembali dalam satu selimut,Abi Thalib mencium wewangian  seperti minyak misik pada tubuh Muhammad, padahal sebelumnya Muhammad tidak memakainya.

Jadi tubuh Nabi tidak pernah terlihat oleh seorang pun dan tubuh Nabi SAW sangat wangi seperti wanginya minyak misik

Abi Thalib pun bercerita kembali beberapa kejadian yang mengherankan,bahwa Abi Thalib sering kehilangan Nabi SAW ketika tidur dalam satu selimut,ketika saya mencarimya, terdengar suara Muhammad yang memanggil saya untuk kembali dan ini terjadi beberapa kali yang kejadiannya pada malam hari

Kejadian aneh juga terjadi ketika Muhammad mau makan, ia sebelum makan mengucapkan Bismilahi Ahad dan kalau selesai makan mengucapkan Alhamdulillah, 

Yang juga saya heran Muhammad tidak pernah berbohong, tidak pernah tertawa terbahak - bahak, Ahklaknya tidak seperti orang Jahiliyah, tidak pernah bermain dengan yang sebayanya

Kamis, 26 Agustus 2021

Walal aakhiraatu khaitul laka minal uulaa

 

( Dan sungguh, yang kemudian ( akhirat) itu lebih baik bagimu dari pada yang permulaan ( dunia) 

Kenikmatan negeri akhirat itu lebih baik dibanding kenikmatan dunia. 

Pada ayat ini Allah menjanjikan kepada Nabi SAW bahwa suatu saat Allah akan menambahkan kemuliaan yang satu kepada kemuliaan yang lain, dari pangkat yang satu kepangkat yang lain, 

Maka dalam hal ini Allah berkata" jangan engkau ( Muhammad) sesungguhnya kami ( Allah)  menipu engkau bahkan kami akan tambahkan engkau pangkat dan kemuliaan

Pangkat, kemuliaan dan keagungan adalah suatu anugerah dari Allah di negeri akhirat itu lebih baik dan lebih agung atau bahwa akhirat itu lebih baik dibanding kenikmatan dunia. 

Karena di dunia orang - orang kafir selau mencela dan memusuhi kamu. Adapun akhirat kami akan menjadikan umat engkau menjadi saksi atas umat yang lain ( bahwa engkau adalah seorang rasul). Dan engkau  menjadi saksi atas para nabi - nabi yang lain. Kemudian zat kami menjadi menjadi saksi bagi engkau, sebagaimana firn Allah  وكفي با لله شهيد و محمد رسول الله 

Walasaufa yu'thiika rabbuka fatardhaa

( Dan sungguh kelak Tuhanmu pasti memberikan karunianya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas / ridha) 

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Abbas bahwa sesungguhnya karunia yang dimaksud adalah syafaat ( penolong) kepada umat - umat Nabi SAW sebagaimana diriwayatkan, bahwa sesungguhnya Nabi SAW ketika ayat ini diturunkan Nabi bersabda " kalau seandainya saya tidak ridho maka saya membiarkan umatku  berada di dalam neraka

Dan dari Jafar Shodiq RA sesungguhnya Nabi SAW bersabda saya baru ridho kalau umatku satu pun tidak ada di neraka

Di sinyalir ucapan Nabi tadi bahwa Allah menjanjikan kepada Rasulullah tentang masalah dunia bahwa Allah akan memberikan bahwa Allah akan memberikan sesuatu diantaranya memberikan syafaat diakhirat kepada orang yang mengikuti perang Badar, berjuang dalam membebaskan kota Mekkah, sehingga manusia berbondong - bondong masuk islam, bisa mengalahkan kaum Quraidhzah dan kaum Bani Nadhzir, dan mengalahkan para pembesar kaum Quraidzah dan pemnesar kaum Bani Nadhzir, mereka yang berjuang membangun kota Mekkah, membangkitkan Khulafaurrasyidin sampai kepenjuru dunia demi agama Islam, syafaat di berikan kepada mereka yang berjuang demi menegakan agama Islam

Senin, 23 Agustus 2021

Surat Ad-Duha

 

Wadh-dhuhaa

( Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalan)) 

Waktu dhuha adalah waktu dimulainya siang ketika matahari terbit sampai terbenam matahari. 

Allah menghususkan bersumpah demi waktu dhuha karena waktu dhuha adalah waktu ketika Allah berdialog dengan Nabi Musa AS dan Nabi musa waktu itu dalam keadaan bersujud. 

Wallaili idzaa sajaa

( Dan demi malam apabila sunyi/gelap gulita )

Dinukil dari qatadah, Muqatil, dan Jafar Shadiq, Sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu ketika Allah berdialog kepada Nabi Musa AS, 

Dan Allah bersumpah demi malam adalah malam penantian karena Nani Muhammad mengharap atau menanti wahyu turun

Ada yang mengatakan ساعة  atau waktu adalah bagian dari siang, sedang disebut malam dengan keseluruhannya. Karena siang adalah waktu kebahagiaan dan waktu keberuntungan. Sedangkan malam adalah waktu kerugian dan susah, ini sebagai isyarah bahwa kebahagiaan dunia itu terasa lebih lama. 

Maa wadda'aka wamaa qalaa

( Tuhanmu tidak akan meninggalkanmu ( Muhammad) dan tidak pula membencimu)

Tuhanmu tidak akan meninggalkanmu dengan berpisah darimu

Telah membaca Urwah bin Zubair dan anak Urwah yaitu Syam dan Ibnu Abi Silah dengan membaca tahfif / entang tanpa tasydid pada huruf الدال  dengan arti Tuhanmu tidak akan meninggalkamu wahai paling mulia rusul selama Tuhanmu mewahyukan kepada engkau dengan meninggalkan yang bisa menghasilkan perpisahan seperti berpisahan yg telah ditentukan

Wamaa qala (ما قلي) 

( Dan Tuhanmu tidak membencimu) 

Tuhanmu tidak benci. Bahkan Tuhanmu sangat cinta

Telah menceritakan Imam Buqhari. Imam Buqhari dapat dari Jundub bin Sopyan,ia berkata, bahwa pada waktu itu Nabi sedang gundah gulana menanti datangnya wahyu selama dua malam atau tiga malam, ketika itu datang istri Abu Jahal yaitu Umu Jamil kepada Rasulullah dan Umu Jamil berkata wahai Muhammad saya tidak menyangka kalau syetanMu / TuhanMu telah meninggalkanMu, saya tidak lagi melihat syetanMu / TuhanMu dekat kepada kamu selama dua malam atau tiga malam, dengan peristiwa seperti itu Allah turunkan ayat ini. 

Telah meriwayatkan Haulah,. Haulah adalah pembantu Nabi SAW, ia berkata bahwa anak himar telah memasuki rumah Rasulullah ,dan anak himar itu masuk kekolong dipan Nabi SAW. Suatu hari Nabimersa gundah, bahwa sudah beberapa hari tidak turun wahyu. Kemudian Nabi SAW berkata kepada Haulah, apa yang terjadi di rumahku sehingga malaikat  Jibril tidak mau datang kerumahku, kemudian Haulah menjawab bahwa di rumah Rasul ada anak Himar yang mati di kolong dipan Rasul, kemudian Haulah segera mengambil bangkai Himar dan membuangnya kebelakang rumah Rasul. Tidak lama datang Nabi SAW dalam keadaan bergetar ketika akan turun wahyu, berkata Nabi kepada Haulah wahai Haulah selimuti diriku ini, kemudian turun ayat ini

Ketika malaikat turun Nabi berkata kepada Jibril tentang mengapa malikat Jibril terlambat menurunkan ayat. Malaikat Jibril menjawab,apakah engkau tidak tahu bahwa di rumah ini ada bangkai Himar sehingga saya tidak akan masuk.

Kamis, 19 Agustus 2021

Faidza faraghta fanshab


( Maka apabila engkau telah selesai ( dari satu urusan) tetaplah bekerja keras ( untuk mengerjakan urusan yang lainnya)) 

Jika engkau telah selesai dari ibadah maka bersegeralah kepada ibadah yang lainnya dengan menyambungkan sebagian ibadah dengan ibadah yang lainnya, jangan menyiakan watu yang satu dengan waktu yang lainnya

Berkata Qatadah, dhahak, Muqatil " apabila engkau telah selesai dari shalat yang wajib maka bersegera berdoa, maka pasrahkan kepada Tuhan engkau segala permasalahan niscaya Allah akan mengabulkannya"

Berkata sya'i " apabila engkau telah selesai dari membaca tasyahud akhir dalam shalat maka berdoalah untuk duniamu dan akhiratmu"

Berkata Mujahid " apabila engkau telah selesai urusan dunia maka bersegeralah untuk mengerjakan shalat"

Berkata Abdullah bin Masud " apabila engkau telah selesai melaksanakan shalat fardhu maka laksanakanlah shalat malam"

Berkata Ibnu Hibban, ia dapat dari Alkalabi " apabila engkau telah selesai menyampaikan risalah maka iringilah dengan beristighfar untuk engkau dan orang mu'min

Berkata Abi bin Abi Thalib RA " apabila engkau berada di suatu pagi hari maka manfaatkanlah pagi itu untuk beribadah"

Berkata Umar bin Khatab RA " sesungguhnya saya paling tidak suka melihat seseorang di antara kalian keadaan menyia - nyiakan waktu, tidak melaksanakan amal dunia, tidak pula melaksanakan amal akhirat

Wailaa rabbika farghab

( Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap) 

Kepada Tuhanmulah pasrahkan semua keinginan engkau dan jadikanlah harapan engkau kepadanya dengan khusus. Dan jangan engkau meminta kecuali kepada ke fadhilahan Tuhanmu, dan bertawaqallah hanya kepada Tuhanmu

Boleh di baca  قرغب  yaitu. رغب الناس الي ما طلب عنده تعالي

Selasa, 17 Agustus 2021

Fainna ma'al usri yusraa, inna ma'al usri yusraa

 

( Sesunguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan) 

Kalimat  العسر  yang pertama memiliki faedah  lilhadir ( kesulitan itu pasti ada)  dan kalimat  العسر  yang kedua memiliki faedah lidzikri  ( mengingatkan bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan) , kesulitan itu hanya ada satu

Kalimat  يسر  adalah isim nakirah yang memiliki faedah mengangkat derajat, jadi seakan dikatakan sesungguhnya bersama kesulitan terdapat kemudahan yang sangat besar juga terdapat kemudahan yang sempurna. Sehingga ada dua kemudahan, demikian itu Nabi SAW bersabda Demi zat Allah diriku berada dalam kekuasaannya

Kesulitan itu umpama berada di lubang jarum yang sangat kecil, sedangkan kemudahan akan mengikuti kepada kesulitan,ketika kesulitan akan keluar dari lubang jarum makan kemudahan akan mengikutinya, dengan demikian kesulitan tidak akan bisa mengalahkan kemudahan yang besar dan kemudahan yang sempurna, makanya Allah berfirman ayat  ان مع العسر يسر  . Ayat ini diulang sampai dua kali penyebutannya, karena faedahnya  لتاكيد  ( menguatkan). Karena sesungguhnya kesulitan akan menolong kemudahan yang lainnya. 

Berkata Arraji yang dimaksud dua kemudahan yaitu kemudahan yang  besar dan kemudahan yang sempurna adalah kemudahan di dunia dan kemudahan di akhirat, kedua duanya itu sebagai pembuka kebahagiaan di dunia dan sebagai pahala di surga

Ayat  ان مع العسر يسر  adalah ayat menetapkan kepada ayat sebelumnya bahwa Allah akan memuliakan dan membahagiakan,mengembirakan kepada Nabi SAW dan kepada yang lainnya, kepada orang mu'min, seakan Allah Allah mengatakan " kami akan menjaga engkau dari sesuatu,diantaranya keagungan, nikmat, itu semua berada pada kendali Allah, Allah maha halus, beserta kesulitan terdapat kemudahan yang sangat banyak.

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...