Minggu, 02 November 2025

قل أن تخفواما فى صدور كم أو تبدوه يعلمه الله و يعلم ما فى السموات وما فى الأرض والله على كل شيء قدير

 قل أن تخفواما فى صدور كم أو تبدوه يعلمه الله و يعلم ما فى السموات وما فى الأرض والله على كل شيء قدير

Katakanlah "jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hati kamu atau kamu lahirkannya pasti Allah mengetahuinya". Allah mengetahui apa apa yang ada di langit dan apa apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Surat Al Baqarah ayat 29.

Katakanlah "jika kamu menyembunyikan apa yang ada di dalam hati kamu diantaranya sifat benci dan memusuhi Muhammad SAW  atau kamu lahirkannya dengan memarahi Muhammad, menikam dan memeranginya, Allah akan menjaganya atas mencelakai kamu kepada Muhammad. Dan Allah akan membalas atas perbuatan kamu. Dan Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi diantaranya perkara kebaikan dan keburukan baik yang disembunyikan dan yang dinyatakan. Dan Allah Maha Kuasa atas tiap- tiap sesuatu baik bagi ahli langit dan ahli bumi. Dan Allah memberi pahala dan juga menyiksa mereka

Sabtu, 18 Oktober 2025

لا يتخذ المؤمنون الكافرين اولياء من دون المؤمنين ومن يفعل ذلك فليس من الله فى شيء إلا أن تتقوا منهم تقاة ويحذركم الله نفسه وإلى الله المصير

 لا يتخذ المؤمنون الكافرين اولياء من دون المؤمنين ومن يفعل ذلك فليس من الله فى شيء إلا أن تتقوا  منهم تقاة ويحذركم الله نفسه وإلى الله المصير

Janganlah orang-orang Mukmin mengambil /menjadikan orang-orang kafir menjadi Wali/pemimpin/saling berkasih sayang yang berlebihan dengan meninggalkan orang mukmin. Barang siapa yang berbuat demikian niscaya lepaslah Dia dari pertolongan Allah kecuali karena (untuk bersiasat ) memelihara diri dari sesuatu yang ditakut takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) nya. Dan kepada Allah tempat kembali. 

Ali Imran ayat 28.

ولا يتخذ المؤمنون الكافرين اولياء من دون المؤمنين

Janganlah orang -orang mukmin menjadikan orang-orang kafir sebagai wali /pemimpin dengan meninggalkan orang mukmin. 

Janganlah orang-orang mukmin menjadikan orang kafir sebagai wali, baik memilihnya secara individu maupun berkelompok diantara orang mukmin. Karena kalau orang kafir berkasih sayang dengan orang mukmin hanya sekajap atau sebentar saja. Dan selanjutnya mereka berkasih sayang hanya kepada golongan mereka saja. 

Ketahuilah, jika orang mukmin saling berkasih sayang yang berlebihan kepada orang kafir maka akan menanggung tiga akibat :

1. Seakan akan orang mukmin ridha akan kekufuran. Berkasih sayang seperti ini akan Allah tolak, karena orang yang ridha akan kekufuran maka orang itu dikatakan kafir. 

2. Boleh orang mukmin bergaul dengan orang kafir hanya sebatas  urusan dunia dan sekedar pergaulan zahir saja, bergaul seperti ini tidak ditolak oleh Allah. 

3. Rukun dengan orang kafir, saling tolong menolong, saling membantu manakala disebabkan dekat, atau disebabkan saling mencintai sampai kepada meyakini keyakinan agama mereka, maka kasih sayang seperti ini adalah bathil. Dalam hal ini tidak wajib orang mukmin menjadikan wali kepada orang kafir kecuali kalau orang mukmin mendapat tekanan dan tidak bisa melawan. Karena saling kasih sayang yang berlebihan akan memaknai tertariknya orang mukmin cenderung kepada sesuatu yang dianggap lebih baik dan ini bisa menjama kepada sifat lahiriah dan maknawiah. Sedangkan ridha terhadap agama mereka, maka orang mukmin dikatakan keluar dari agama Islam. Hal keadaan seperti ini Allah mengancam terhadap orang mukmin dengan firmannya :

ومن يفعل ذلك فليس من الله فى شىء إلا أن تتقوا منهم تقاة

Barang siapa yang berbuat demikian, niscayalah orang itu  akan lepas dari pertolongan Allah, kecuali karena (melakukan siasat) yaitu memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti mereka. 

Barang siapa yang menjadikan orang kafir sebagai wali, baik memilih secara pribadi atau pun kelompok bersama orang mukmin maka wali yg di pilih itu bukan dari Allah sedikit pun dan tidak mutlak atasnya nama wali kecuali (boleh memilih orang kafir menjadi wali) baik secara zahir dalam keadaan dari beberapa keadaan yaitu hal keadaan kamu takut dan cenderung mereka menakut nakuti, dalam arti sesungguhnya Allah melarang orang-oeang mukmin berkasih sayang berlebihan kepada orang kafir kecuali jika orang kafir bisa mengalahkan kamu atau orang mukmin dalam keadaan mendapat tekanan dari orang kafir karena orang kafir berkasih sayang kepada orang mukmin hanya sekedar lisan saja, dan itu agar hati orang mukmin tentram dengan keimanan dirinya dan menolak darah yg hukumnya haram menjadi halal juga harta yang haram menjadi halal, juga agar orang mukmin membuka auratnya. Bahkan orang kafir menakuti orang mukmin sampai dengan jalan peperangan. 

Syekh Hasan berkata boleh orang mukmin  boleh menakut nakuti/menekan orang kafir sampai hari kiamat karena untuk mencegah kemudharatan diri orang mukmin tetapi dengan ala kadarnya. 

Berkata Syekh Hasan

Bahwa Musailamah Al Kazab telah menculik dua orang laki-kali muslim dari kalangan sahabat Rasulallah SAW untuk di bawah tekanannya, 

Musalimah Al Kazab berkata kepada salah satu dari dua laki laki yang diculiknya : apakah kamu bersaksi bahwa Muhammad Rasulallah? 

Laki-laki muslim menjawab: iya, iya, iya. 

Musailah Al Kajab berkata kembali kembali : apakah kamu bersaksi bahwa saya Rasulallah? 

Karena dibawah tekanan Musailamah Al Kazab dan menjaga kemudharatan dirinya, maka laki laki muslim menjawab : iya. Iya, iya

Lalu Musailamah Al Kazab memanggil laki -laki muslim yang kedua, dan Dia bertanya : apakah kamu bersaksi bahwa Muhammad Rasulallah? 

Laki-laki muslim yang kedua menjawab : iya

Lalu Musailamah Al Kazab bertanya kembali : apakah kamu bersaksi bahwa saya Rasulallah? 

Laki-laki muslim kedua menjawab : saya tidak menjawab iya karena ada tiga orang yang harus saya jaga ( Rasulallah , saya dan laki laki muslim yang satunya)

Dengan jawaban seperti itu maka Musailamah Al Kazab membawa laki muslim yang kedua datang kepada Rasulallah karena tidak mengakui Dia sebagai Rasulallah. Dan kaki laki itu dibunuhnya. Dalam keadaan seperti itu datang Rasulallah dan Musailamah Al Kazab berkata : laki-laki ini saya bunuh karena telah meluruskan keyakinannya dan kebenarannya.

ويحذركم الله نفسه وإلى الله المصير

 Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) -Nya. Dan kepada Allah tempat kembali. 

Dan Allah zat yang maha suci dalam memelihara darah itu haram, berjinah itu haram, memelihara harta yang haram, bersyahadat /bersaksi dusta adalah haram. Dan musyrik kepada Allah adalah haram. 

Dan Allah tempat kembali, maka berhati -hatilah kepada Allah dan jangan kamu berpaling karena ketidak rekaan kepada Allah dengan berbeda pendapat dengan hukum Allah. 

Ayat di atas, Allah memperingatkan kamu dari siksanya ketika kamu kembali kepadanya.

Minggu, 28 September 2025

تولج اليل فى النهار وتولج النهار فى أليل وتخرج الحى من الميت وتخرج الميت من الحى وترزق من تشاء بغير حساب

 تولج اليل فى النهار وتولج النهار فى أليل وتخرج الحى من الميت وتخرج الميت من الحى وترزق من تشاء بغير حساب

Engkau masukan malam ke dalam siang,  dan Engkau masukan siang ke dalam malam, Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup, dan Engkau memberi rizki kepada orang yang Engkau kehendaki tanpa hisab ( batas). 

Surat Ali Imran ayat 27.

تولج اليل فى النهار وتولج النهار فى اليل

Engkau masukan sebagian waktu malam kepada siang, maka waktu siang akan terjadi lebih panjang waktunya dari pada malam, dan Engkau masukan sebagian waktu siang kepada malam, maka akan terjadi waktu malam akan lebih panjang dari waktu siang. 

وتخرج الحي من الميت

Dan Engkau hembuskan ruh kepada air mani, Engkau keluarkan ayam dari telur, Engkau keluarkan dari tangkai menjadi biji-bijian, Engkau ganti kebaikan dari keburukan seperti orang yang bertaubat dari dosa, Engkau hembuskan sifat mukmin dari kekafiran seperti Saidina Ukrimah bin Abi Jahal beriman kepada Nabi SAW dan hatinya pun menjadi hidup, sedangkan kekafiran mati hatinya. 

تخرج الميت من الحى

Engkau keluarkan mani dari manusia, Engkau keluarkan telur dari burung, Engkau keluarkan biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan, Engkau keluarkan keburukan dari kebaikan seperti sifat uzub dari ibadah, Engkau keluarkan dari kafir menjadi mukmin seperti Kanan yg beriman kepada Nabi Nuh AS. 

وترزق من تشاء بغير حساب

Dan Engkau memberi rizki kepada orang yang Engkau kehendaki dengan tidak memaksa tidak disempitkan. 

Berkata Syekh Abu Abbas

Ditemukan lafadz الحساب di dalam Al Quran dengan tiga makna :

Pertama  الحساب dengan makna التعب ( kelelahan), sebagaimana firman Allah

وترزق من تشاء بغير حساب

Kedua الحساب dengan makna  العدد (berbilang-bilang), sebagaimana firman Allah :

أنه يوفر الصابرون بغير حساب

Ketiga الحساب dengan makna المطالبة (dicari -cari), sebagaimana firman Allah

فامنن أو أمسك بغير حساب

Rabu, 24 September 2025

قل اللهم مالك الملك تؤتى الملك من تشاء وتنزع الملك ممن تشاء وتعز من تشاء وتذل من تشاء بيدك الخير أنك على كل شىء قدير

 قل اللهم مالك الملك تؤتى الملك من تشاء وتنزع الملك ممن تشاء وتعز من تشاء وتذل من تشاء بيدك الخير أنك على كل شىء قدير

Katakanlah " Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki, Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau-lah segala kebijakan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Surat Ali Imran ayat 26.

Diriwayatkan, sesungguhnya Nabi S. A.W ketika membebaskan kota Mekah/فتح مكة، Nabi berjanji kepada umat akan menaklukan kerajaan Paris dan Rum. 

Maka kaum Munafik berkata diantaranya Abdullah bin Abi bin Sawil dan juga orang Yahudi : tidak mungkin.... tidak mungkin... Bagaimana Muhammad bisa menguasai  Kerajaan Paris dan Rum, sedangkan Mekah dan Madinah belum sepenuhnya dikuasai, apalagi bisa menguasai Kerajaan Paris dan Rum. Maka Allah turunkan ayat di atas. 

Ada juga yang meriwayatkan

Bahwa sesungguhnya Nabi S. A. W ketika itu akan menggali parit, pada waktu itu terjadi tahun politik, Nabi S. A. W mengukur 10 x40 jengkal, setelah diukur parit pun digali. Setelah digali ternyata didalam parit terdapat baru berukuran besar seperti bukit besar. Sehingga parit itu tidak dapat dicangkul. Maka Salman ingin menghadap Nabi S. A. W untuk melapor. Berangkatlah Salman kepada Nabi S. A. W. Setelah sampai kepada Nabi S. A. W dan Nabi S. A. W mengambil cangkul dari tangan Salman. Seketika Nabi S. A. W langsung memukul baru dengan cangkul sepukulan lalu batu pun retak, seketika petir menyambar batu itu dan batu itu bersinar terang sampai menerangi kota Madinah. Sinarnya itu bagaikan cahaya di malam gelap gulita. Nabi S. A. W bertakbir dan  kaum Muslimin pun bertakbir. Dan Nabi S. A. W berkata : Istana Hayar/Paris telah terang untukku. Lalu Nabi S. A. W memukul batu yang kedua dan Dia berkata : Istana Hamar /Rum telah terang untuku dari cahaya batu ini. Dan Nabi S. A. W memukul batu yang ketiga dan Dia berkata :telah terang istana Son'a untuku. Dan Malaikat Jibril AS memberi tahu sesungguhnya umatku pun menyambut dengan terang-terangan atas semua kejadian tadi. Maka umatku menyambut dengan gembira. 

Berkata orang Munafik : ingat jangan kamu bangga dengan nabi kamu. Sungguh Muhammad akan kembali kepada kebatilan kepada kamu. Muhammad akan memperlihatkan nanah pada Istana Hairah/Paris dan kota -kota lainnya dan akan memecah belah umat. 

 Diriwayatkan ayat dibawah ini diturunkan dalam masalah tingkah laku kafir Qurais berkata kepada Nabi S. A. W :bahwa seorang raja tidurnya di seprai kulit yang sudah disamak/disucikan, jika Engkau seorang Nabi mana kerajaanmu. 

Maka turu ayat di atas. 

تؤتى الملك من تشاء وتنزع الملك ممن تشاء وتعز من تشاء وتذل من تشاء بيدك الخي أنك على كل شىء قدير. 

Engkau beri kerajaan di dunia kepada orang yang Engkau kehendaki diantara makhluk Engkau, dan Engkau cabut kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki diantara mereka manakala dicabutnya dengan kematian, hilang akal, kekuatan, binasa hartanya, direbut kerajaannya. Dan Engkau muliakan kepada orang yang Engkau kehendaki dengan Iman, kebenaran, harta yang banyak, dari ucapan, diem, dikagumi oleh para makhluk. Dan Engkau hinakan kepada orang yang Engkau kehendaki dengan kekufuran dan kebatilan. Dengan kekuasaan Engkau itu kemuliaan, kehinaan, kekayaan dan pertolongan. Sesungguhnya Engkau atas segala sesuatu.

Sabtu, 06 September 2025

ذلك بأنهم قالوا لن تمسنا النار إلا أياما معدودات وغرهم فى دينهم ما كانوا يفترون

 ذلك بأنهم قالوا لن تمسنا النار إلا أياما معدودات وغرهم فى دينهم ما كانوا يفترون

Demikian itu (berpaling dari hukum Allah) adalah mereka (Yahudi) juga mengaku/berkata " kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung". Mereka diberdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada adakan/dibuat sendiri. 

Surat Ali Imran ayat 24.

Demikian itu mereka berpaling dan menyepelekan  akan agama Allah dikarenakan mereka mengatakan bahwa " Api neraka tidak akan menyentuhnya kecuali hanya beberapa hari saja yaitu tujuh hari ". Apa yang mereka ada adakan sendiri berupa ucapan dan yang semisalnya itu semua telah menipu mereka di dalam menetapkan hukum pada agama mereka. 

فكيف إذا جمعنا هم ليوم لا ريب فيه ووفيت كل نفس ما كسبت وهم لا يظلمون

Bagaimanakah tingkah laku mereka nanti apabila mereka kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan keberadaannya. Dan akan dilaksanakan tiap-tiap diri apa yang mereka usahakan dan mereka tidak dizolimi. 

Surat Ali Imran ayat 25.

Bagaimanakah tingkah laku mereka nanti apabila mereka  kami kumpulkan pada hari (kiamat) yang tidak diragukan keberadaannya. Dan akan dilaksanakan pada tiap-tiap seseorang ganjaran apa yang dikerjakan baik berupa pahala atau siksa. Dan mereka tidak akan dizolimi (Allah tidak akan mengurangi dari pahala ketaatan dan tidak akan menambahkan atas siksa keburukan.

Senin, 01 September 2025

ألم تر إلى الذين أوتوا نصيبا من الكتاب يدعون إلى كتاب الله ليحكم بينهم ثم يتولى فريق منهم وهم معرضون

 ألم تر إلى الذين أوتوا نصيبا من الكتاب يدعون إلى كتاب الله ليحكم بينهم ثم يتولى فريق منهم وهم معرضون

Tidaklah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi keuntungan yaitu Kitab (Taurat) mereka diseru kepada Kitab Allah, supaya Kitab itu menetapkan hukum di antara mereka kemudian sebagian di antara mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran). 

Surat Ali Imran ayat 23.

Apakah engkau (Muhammad) tidak memperhatikan kepada orang-orang yang telah diberi keuntungan dari manfaat ilmu pengetahuan yang didapat di Kitab Taurat, sehingga mereka menjadi Ulama diantaranya Nu'man bun Amer, dan Harist bin Zaid, cerita ini sebagaimana didapat dari Ibnu Jarir, dan Ibnu Abi Khatim, dapat dari Ibni Abbas

Mereka yang telah diberi Kitab diseru kepada Kitab Allah/Taurat, agar Kitab Taurat dijadikan dasar hukum diantara mereka.

Ada yang membaca pada kalimat  ليحكم dengan bina لمفعول. 

Kemudian segolongan diantara mereka berpaling. Golongan yang berpaling diantaranya Bani Quraidzah dan Bani Nadzir dari Ahli Khaibar, mereka berpaling dari hukum Taurat, dan mereka mendustakannya. 

Diceritakan dari Ibni Abbas

Sesungguhnya ada seorang laki-laki dan seorang perempuan telah melakukan jinah mukhsan di kota Khaibar, mereka berdua orang terpandang di kota itu. Sedangkan di dalam Kitab Taurat terdapat ajaran hukum rajam. Tetapi mereka enggan merajam kepada kedua penjinah tersebut, karena mereka berdua orang terpandang. Lalu masalah kedua orang tersebut mereka kembalikan kepada Rasulallah SAW, agar Rasulallah memberikan rukhsih/keringanan dan tidak merajam kedua penjinah mukhsan. Kenyataannya Rasulallah memberikan hukuman untuk merajam. 

Maka Nu'man bin Amer (ulama Yahudi) berkata kepada Rasulallah SAW : engkau telah menyentak kami, janganlah atas keduanya di rajam.

Rasulallah berkata : antara saya dan kamu ada Taurat, sesungguhnya di dalam kitab Taurat berlaku hukum rajam, siapa yang mengajarkan kamu Kitab Taurat. 

Lalu kaum Yahudi menjawab : Abdullah bin Surya. 

Kemudian kaum Yahudi membawa dan menghadirkan Kitab Taurat kepada Rasulallah SAW. 

Lalu Rasulallah SAW berkata kepada Abdullah bin Surya : bacakanlah ini surat. 

Maka Abdullah bin Surya membaca Kitab tersebut. 

Akan tetapi ketika Abdullah bin Surya membaca Kitab Taurat sampai pada ayat tentang rajam. Abdullah bin Surya meletakan telapak tangannya untuk menutupi ayat rajam lalu dia lewatkan bacaannya. 

Dalam sekejap berkata Ibnu Salam : sesungguhnya Abdullah bin Surya telah melewati membaca Ayat rajam wahai Rasulallah. 

Lalu Abdullah bin Surya membacakan ayat rajam kepada Rasulallah dan di hadapan kaum Yahudi yang berbunyai: 

Sesungguhnya jinah mukhsan dan mukhsan apabila keduanya melakukan jinah maka tegakan hukum kepada keduanya. 

Setelah dibacakan maka marah kaum Yahudi dengan amat sangat. Dan mereka membubarkan diri. Maka Allah turunkan ayat di atas.

Kamis, 21 Agustus 2025

إن الذين يكفرون بآيات الله ويقتلون النبيين بغير حق ويقتلون الذين يأمرون بالقسط من الناس فبشرهم بعذاب ألم أولئك الذين حبطت أعمالهم فى الدنيا والأخراة وما لهم من ناصرين

 إن الذين يكفرون بآيات الله ويقتلون النبيين بغير حق ويقتلون الذين يأمرون بالقسط من الناس فبشرهم بعذاب ألم

أولئك الذين حبطت  أعمالهم فى الدنيا والأخراة وما لهم من ناصرين

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembira kan lah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. 

Mereka itu adalah orang-orang yang melenyapkan pahala amal mereka di dunia dan di akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh pelindung. 

Surat Ali Imran ayat 21 -22

 إن الذين يكفرون بآيات الله ويقتلون النبيين بغير حق ويقتلون الذين يأمرون بالقسط من الناس فبشرهم بعذاب ألم

Sesungguhnya orang-orang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan dan mereka membunuh orang-orang memerintah berbuat adil diantara manusia. Maka beri tahu kepada mereka azab yang pedih meresap sampai ke dalam hati mereka. 

Diceritakan dari Abi Ubaidah bin Jarah, sesungguhnya Ubaidah berkata : saya bertanya kepada Rasulallah: wahai Rasulallah, manusia yang bagaimana yang paling pedih azabnya di hari kiamat  ? 

Rasulallah menjawab : yaitu laki-laki yang membunuh para nabi atau membunuh orang-orang yang memerintahkan untuk berbuat baik dan meninggalkan yang munkar. Kemudian Rasulallah membacakan ayat di atas. lalu Rasulallah berkata kepada Ubaidah : wahai Ubaidah kaum Bani Israel telah membunuh 43 para nabi mulai pagi dalam satu hari bahkan sampai 112 Laki-laki dari golongan Bani Israel pula yang mana yang bunuh itu adalah mereka yang memerintahkan amal ma'ruf dan nahi munkar, mereka dibunuh secara serentak di sore hari.

Berkata Syekh Hasan ini ayat  menjelaskan kepada orang-orang yang menegakan amar ma'ruf dan nahi munkar walaupun keadaan mencekam maka kedudukan mereka sama dengan kedudukan para nabi dari segi keagungannya. 

Diriwayatkan ada seorang laki-laki berdiri di hadapan Rasulallah S. A. W dan dia berkata : jihad apa yang paling afdhal  ? 

Rasulallah menjawab : jihad yang paling afdhal adalah menegakan kalimat yang hak di hadapan pemimpin yang dzolim. 

أولئك الذين حبطت أعمالهم فى الدنيا والأخراة وما لهم من ناصرين

Mereka yang membunuh para nabi dan orang yang menegakan amar ma'ruf dan nahi munkar adalah orang-orang yang melenyapkan amal mereka di dunia dan di akhirat, mereka sekali kali tidak dapat pertolongan. 

Mereka yang telah disifati dengan sifat yang buruk adalah mereka yang telah melenyapkan amal baik mereka di dunia dan di akhirat. 

Adapun batal amal baik di dunia berubah pujian menjadi hina, kehormatan menjadi la'nat, selalu dimusuhi bahkan menjadi tawanan dan diambil hatinya menjadi harta ganimah. 

Adapun amal mereka lenyap di akhirat, paha menjadi azab.

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...