Kamis, 06 Mei 2021

Iilaafihim rihlatasysyitaa'i washshaif

 

(Yaitu kebiasaan mereka berpergian pada musim dingin dan musim panas)

Kalimat ايلافهم menjadi بدل dari kalimat ايلاف awal, karena مبدل منه nya muthlak. Dan بدل nya diikat oleh مفعول به , atau kalimat ايلافهم yang kedua jadi توكيد لفظي 

Kalimat رحلة jadi مفعول dari kalimat ايلاف awal

Telah membaca Ibnu Amir kalimat ايلاف dengan لالاف قريش dengan tidak memakai huruf الياء setelah huruf الهمزة .

Telah membaca qiraat Baaqun dengan memakai الياء setelah huruf الهمزة 

Telah membaca ijma ulama dengan tetap الياء pada kalimat ايلاف yang kedua

Telah membaca qiraat Aadil dengan mufakat tetap dua huruf yaitu الياء  dan الهمزة 

Disini para qiraat telah terjadi perbedaan bacaan dalam menetapkan dua huruf الياء dan الهمزة dan menggugurkan dua huruf tadi pada kalimat ايلاف awal beserta i'tifaq para ulama  Mashaf dalam penetapan penulisan

Para ulama mufakat atas penetapan huruf الياء pada kalimat ايلافهم kedua beserta mufakat dalam segi mashaf dan menggugurkan huruf الياء dalam segi tulisan. 

Pendapat diatas menunjuki sebagai dalil bahwa para ulama qiraat mengikuti Hadits dan Riwayat dan tidak mengandalkan tulisan saja

Telah membaca Abu Jafar kalimat لالف قريش dengan kasrahالهمزة dan sukun الام faedahnya kefahaman

Klu Ibni Amir membaca kalimat لالف القريش dengan dibaca kasrahالهمزة dan sukun الام paedahnya الفهم بزذة كتابهم  sebagaimana telah meriwayatkan Ibnu Katsir begitu pula telah meriwayatkan Ibnu Amir

Sebagaimana telah meriwayatkan dari Ukrimah dengan membaca kalimat ليلافقريش dengan huruf الياء dibaca sukun setelah الام 

Telah membaca Ukrimah kalimat لياف قريش dibaca fiil mudhore

Selasa, 04 Mei 2021

Surat Al Quraisy Li - iilaaafi quraisyin

 

( karena kebiasaan orang orang Qurasy) 

Huruf للام yang ada pada kalimat لايلاف masih ada kaitan (متعلقة) dengan surat sebelum surat Al Qurasy  yaitu surat Al Fiil

Atau juga huruf للام yang ada pada kalimat لايلاف masih berkaitan (متعلفة ) dengan surat sesudah Al Quraisy yaitu surat Al maun

Manakala huruf للام yang ada pada kalimat لايلاف  berkaitan dengan fiil faail yang dibuang

Kaitan yang pertama (متعلفة الاول)  bahwa huruf للام yang ada pada kalimat لايلاف berkaitan denfan surat Al Fiil maka taqdirnya adalah فجعلهم كعصف ماكول .dalam pengertian Allah hancurkan bala tentara Gajah akan tetapi orang Quraisy yang ada di sekitar ka'bah tidak Allah hancurkan karena Allah cinta kepada kaum Quraisy dan juga karena kebiasaan orang Quraisy melakukan perjalanan ketika musim dingin dan musim panas

Diriwayatkan sesungguhnya Saidina Umar RA, membaca bacaan surat pendek ketika shalat Maghrib pada rakaat pertama membaca surat التين dan membaa surat pada rakaat kedua surat Al Fiil dan surat Al Qurais secara berbarengan tanpa di pisah diantara kedua surat tersebut dengan bacaan basmalah

Bahkan Abi ibni Kaab menjadikan  surat Al Quraisy dengan surat Al Fiil ia jadikan dalam satu mashaf atau satu surat

Kaitan yang kedua huruf للام yang ada pada kalimat لايلاف berkaitan kepada surat Al Fiil maka taqdirnya فليعبدوا رب هذاالبيت dalam arti orang orang Qurasy menyembah Tuhan pemilik rumah ini ( ka'bah) yang pada waktu pasukan gajah ingin menghancurkan ka'bah dan Allah selamatkan ka'bah karena Allah memandang orang - orang Quraisy agar memanfaatkan ka'bah sebagai tempat menyembah kepada Allah dan sebagai tanda syukur atas nikmat Allah

Kaitan yang ketiga yaitu huruf للام yang ada pada kalimat لايلاف adalah لام التعجب artinya orang quraisy heran dengan kebiasaan kesehariannya setiap ketika mereka menyembah patung yang ada di sekitar ka'bah mereka membekali diri untuk mendewakan patung,dan Allah melindungi orang Quraisy dari mara bahaya, dan Allah atur kehidupan mereka.

Kamis, 29 April 2021

Fawailul lilmushaliin alladziinahum anshalaatihim saahuun

 


( maka celaka orang yang shalat yaitu orang - orang yang lalai terhadap shalatnya) 

Orang yang lalai shalat adalah orang yang lalai mengingat Allah  ketika mereka sedang mengerjakan shalat pada seluruh bagian shalat

Ada yang berpendapat bahwa tidak mungkin terjadi kelalaian di dalam mengerjakan shalat bagi orang Muslim kecuali bagi orang Munafik yang mereka berkeyakinan bahwa shalat tidak memiliki faedah 

Orang Muslim berkeyakinan bahwa shalat memiliki faedah Diniyah yaitu agar orang Muslim terhindar dari untuk tidak mengingat masalah agama, masalah ganjaran dan juga siksaan, bahwa semua itu adalah bagian dari shalat, bahkan shalat bisa menghasilkan sahwat bagi manusia

Artinya terjadi kelalaian pada bagian shalat bagi orang Muslim itu sudah menjadi kebiasaan dan itu sudah menjadi bagian  dari perbuatan orang Muslim. Sedang perbuatan meninggalkan shalat adalah perbuatan bagian dari orang kafir

Alladziinahum anshalaatihim sahuun

( orang yang celaka dalam shalat juga bagi mereka yang mengerjakan shalatnya dengan riya) 

Orang Muslim dalam mengerjakan shalat ketika beserta para Muslim yang lainnya seharusnya mereka meninggalkan rasa riya

Orang riya adalah orang yang memperlihatkan kepada manusia dalam mengerjakan shalat bahwa dialah yang paling  khusyu, ahli ibadah dan ahli agama juga ahli kebaikan

Adapun orang yang memperlihatkan amalan sunnah kepada orang lain yang tujuannya agar orang lain mengikuti amalan sunnah tersebut dan ia merasa aman dari perbuatan riya. Maka perbuatan itu tidak termasuk riya. 

Wayam na'uunal maa'uun

( dan orang yang celaka enggan memberikan bantuan) 

Orang yang di golongkan celaka juga mereka yang enggan memberikan bantuan berupa zakat dan enggan memberikan sesuatu yang bermanfaat khususnya bagi rumah tangga

Selasa, 27 April 2021

Walaa yahudhdhu alaa tha'amil miskin

 

( Termasuk pendusta agama adalah orang yanmotivasi memotivasi/ anjuran  memberi makan orang miskin) 

Tidak memberi anjuran kepada keluarga,  dan orang lain diantaranya orang kaya untuk memberikan sodakoh kepada orang miskin termasuk orang yang mendustakan agama

Berkata Ibnu Juraih ayat ini turun disebabkan Abu Sofyan yang mempunyai kebiasaan setiap satu minggu sekali ia menyembelih binatang, ketika Abu Sofyan sedang menyembelih binatang datang anak yatim kepada Abu Sofyan untuk minta daging sembelihan. Ternyata anak yatim tadi bukannya di beri daging sembelihan tetapi anak yatim itu malah di pukul dengan tongkatnya

Berkata Muqatil ayat ini turun disebabkan Aas bin Wail seorang pendusta besar bangsa Sahmi Kota Yaman, Aas bin Wail ini mendustakan hari kiamat, suka berbuat perbuatan yang jelek juga memfitnah Nabi SAW bahwa Nabi SAW seorang yang putus asa karena kamatian anaknya yaitu Abdullah dari Siti Kahdijah. 

Telah di hikayatkan bahwa ayat ini turun akibat permasalahan  Abu Jahal. Diceritakan bahwa Abu Jahal telah di wasiatkan anak yatim. 

Suatu saat datanglah anak yatim kepadanya dalam keadaan mengenaskan untuk meminta harta yang dititipkan kepada Abu Jahal, akan tetapi Abu Jahal tidak memberinya bahkan menolak kedatangan anak yatim sehingga anak yatim pun puatus harapan

Kemudian para pembesar Qurais berkata kepada anak yatim, 

Wahai anak yatim mintalah hartamu kepada Muhammad barang kali dia bisa menolongMu, 

Perkataan para pembesar Qurais tadi sebenarnya hanya meledek Nabi SAW. Yang sebenarnya anak yatim pun tidak mengenali Nabi SAW

Kemudian anak yatim datang kepada Nabi SAW untuk meninta hatanya, Nabi SAW menerima anak yatim dengan baik, dan anak yatim  dibawa oleh Nabi SAW ke rumah Abu Jahal. Dan Abu Jahal menerima dengan baik dan memberikan harta anak yatim tersebut.

Akan tetapi para pembesar Qurais atau teman teman Abu Jahal berkata kepada Nabi  

Wahai Muhammad engkau ini seperti ke anak anak

Nabi menjawab

Demi Allah saya bukan seperti anak anak, tetapi saya melihat  disebelah kanan dan kiri Abu Jahal ada dua mata anak panah yang siap mencolok mulut Abu Jahal

Berkata Abu Abbas ayat ini turun dalam permasalahan seorang laki - laki dari kalangan Munafikin

Sumber Al Munir

By Baihaki

Rabu, 21 April 2021

Surat Al Maun

 

Ara aital ladzii yukaddzdzibu biddin

( Tahukan kamu orang yang mendustakan agama) 

Kalimat راي yang memiliki arti tahu, manakala diartikanبسرية  maka dengan memiliki arti apakah engkau tahu orang yang mendustakan balasan amal, atau mendustakan Islam atau apakah engkau mengetahuinya

Manakala kalimat راي yang memiliki arti tahu diartikan beritakan kepadaku orang yang mendustakan hari perhitungan amal, siapa dia orangnya

Yang menunjukan pendapat tadi diatas adalah qiraat Abdullah bin Masud dengan membaca ارايتك dengan menambah huruf khitab  (الكاذ ) dan khitab itu tidak berkaitan dgn بصرية 

Telah membaca Nafi dengan enteng huruf الهمزة setelah الرء

Telah membaca al waros dengan menggantikan همزة kepada الذا

Klu kisai membacanya dengan menggugurkan huruf همزة 

Orang Arab tidak bisa membaca dengan Paseh kalimat ارايث akan tetapi orang Arab bisa membaca dengan paseh apabila huruf hamzah  istifham yang ada pada kalimat tersebuat dibuang. asal bacaan اارايت dibacanya ارايث

Fadzalikalladzii yadu'ul yatim

( maka itulah orang yang menghardik anak yatim) 

Huruf الفاء yang berada pada kalimatفذلك adalah sebagai jawab syarat yang dibuang, maka taqdirnya aadalahان اردت ان تعرف الكذب بالحساب فذلك يدفع اليتيم بعنف حقه artinya jika engkau hendak bermaksud ingin mengenal orang yang mendustakanhari perhitungan amal maka mereka itulah irang yang menghardik anak yatim dan melakukan kekerasan terhadap hak anak yatim

Lafad يدع اليتيم boleh dibaca يتركه ولا يدعوه artinya mereka meninggalkan anak yatim dan juga meninggalkan orang membahagiakan bersamanya. Tidaklah membahagiakan orang lain sebuah kewajiban tetapi orang itu terkena cela apabila meninggalkan sunnah

Di baca يدع اليتيم yaitu mereka meninggalkan memberi makan anak yatim, meninggalkan merawat anak yatim dan membuat kekerasan terhadap anak yatim

Minggu, 18 April 2021

Masih lanjutan ayat Innaa 'athainaakal kautsar


Allah muliakan kepada kerasulan Nabi SAW dengan balasan yang sangat luas kepada Nabi SAW berupa Telaga sehingga Allah berfirman انا اعطيناك الكوثر 

Berkata 'atho,  Kautsar adalah telaga tempat beristirahat

Berkata para Mustaufid,Mustafid itu para ulama shalaf dan ulama khalaf bahwa kautsar adalah sungai yang berada di surga

Dari Ibnu Umar, ia berkata bahwa telah berkata Rosulollah SAW kautsar adalah sungai yang berada di surga,yang pinggir - pinggir sungai itu terbuat dari emas dan tempat air mengalirnya terbuat dari intan dhar dan intan yakut, sungai itu sangat wangi minyak misik. Air sungai itu tersa manis seperti madu,warnanya putih seperti salju

Kalau cerita dari Annas air sungai itu  sangat putih seperti susu dan manis seperti madu


Di sungai itu terdapat burung berwarna hijau, lehernya seperti leher unta. Barang siapa yang makan dagingnya dan minum air sungai maka orang itu akan bahagia karena dapat keridhoan Allah


Dari Annas berkata, bahwa telah berkata Rosulullah SAW saya pernah masuk ke surga,pada waktu saya berada di sungai, mengalir air sungai itu, sangat putih, seputih air susu, dan manis semanis madu, pinggiran sungai terbuat dari intan dhar, saya pegang air yang mengalir itu dan saya cium ternyata wangi seperti minyak misik dan minyak za'far. Kamudian saya bertanya kepada Malaikat Jibril tempat apa ini? 

Jibril menjawab ini adalah telaga kautsar yang Allah berikan kepada engkau

Fashalli lirabbika wanhar

( maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah) 

Rosulullah dalam mengerjakan shalat itu ikhlas karena Tuhan semata, yang telah memberikan berbagi nikmat yang sangat banyak, berbeda dengan orang yang lalai dalam mengerjakan shalat karena mereka lupa dalam bersyukur. Karena shalat sebagai rangkaian dari berbagai rasa syukur

Kalimat وانحر ( dan berkorbanlah) 

Hadapkanlah ke kiblat ketika engkau ( Muhammad) ketika menyembelih

Sebagaimana telah berkata Ibnu Abbas, Alfaroi, kalabi sesungguhnya Allah Taala seakan berkata kiblat itu adalah rumahku, kabah adalah kiblat shalat engkau, dan hati engkau adalah kiblat rahmatku dan pertolonganku maka dengan demikian antara shalat dan berkorban menjadi saling berhadap - hadapan

Inna sya niaka hual abtar

( sungguh orang - orang yang membencimu adaah orang yang putus asa) 

Sesungguhnya orang yang membencimu engkau adalah orang - orang yang putus asa dari kebaikan dan dia adalah Abu Jahal

Sebagaimana telah berkata Abu Abbas diceritakan

Sesungguhnya Abu Jahal telah menyuguhi hidangan untuk tamunya dalam rangka ingin mencaci maki Nabi SAW. 

Kemudian Abu Jahal berkata kepada tamunya mari kita berangkat ke rumah Muhammad, kita tumbangkan Muhammad dan kita hinakan. 

Ketika mereka sampai di rumah Khadijah, mereka mufakat untuk menghinakan Nabi.,kemudian Khadijah keluar dari rumah lalu menghamparkan hambal. Ketika ingin menumbangkan Nabi, Abu Jahal bertekad sendirian untuk menumbangkan Nabi berdiri tegap seperti gunung yang sulit untuk di tumbangkan, Nabi melihat wajah Abu Jahal kelihatan agak marah, ketika Abu Jahal ingin membalikan Nabi, kemudian Nabi memegang Abu Jahal dengan tangan sebelah kiri dan Abu Jahal pun tumbang  ke bumi hanya dalam satu kali. Dan Nabi menenggalkan telapak kali ke dada Abu Jahal

Telah berkata Atho bahwa ketika Nabi sedang berhadap - hadapan dengan Abu Jahal, Nabi SAW berkata taubatlah engkau ( Abu Jahal)dan Abu Jahal berkata ketika Nabi SAW sudah tidak ada dari hadapanntya dengan perkataan Aku telah putus asa. Maka turunlah ayat ini


Sumber Al Munir 

By Baihaki

Jumat, 16 April 2021

Keterangan lanjutan ayat innaa 'athainaakal kautsar



Allah muliakan nabi Musa, dari tangannya memancarkan cahaya putih dan tongkat nabi Musa yang bisa berubah jadi ular

Allah muliakan Nabi SAW,  batu yang berada di tangan Nabi SAW dan batu yang berada di tangan para sahabat bisa memancarkan air ketika Nabi SAW dan para sahabat hendak berwudhu, memancar air dengan derasnya

Allah muliakan Nabi SAW dengan kendaraan berupa Buraq yang bisa menghantarkan Nabi SAW sampai ke sidhratul muntaha.

Bertasbih gunung kepada nabi Daud ketika ketika nabi Daud melunakan besi. Allah muliakan nabi Daud AS membuat burung bisa terbang dari tanah liat

Ketika Nabi SAW bertamu ke rumah Yahudi, Nabi SAW di suguhi hidangan kambing yang dibubuhi racun. Ketika Nabi SAW akan menyantap daging kambing tersebut dan sudah hampir sampai kemulut Nabi SAW, maka makanan yang berada di genggaman memberitahukan kepada Nabi SAW bahwa ada racun pada makanan tersebut dan Nabi tidak memakannya sehingga Nabi selamat dari racun

Diriwayatkan sesungguhnya istri Muadz bin Afra' datang kepada Nabi SAW yang sedang menderita penyakit kuli dan Ia mengadu kepada Nabi SAW, kemudian Nabi SAW mengusap di tempat yang sakit dengan pelepah kayu dengan izin Allah sembuhlah penyakit istri Muadz

Kemudian ada juga seorang laki - laki yang telapak tangannya terluka pada waktu perang Uhud, sampai - samlai telapak tangan laki laki tadi nyaris putus, kemudian Ia datang kepada Nabi SAW, dengan izin Allah tangan yang nyaris putus bisa kembali normal

Nabi SAW dapat mengetahui sesuatu yang disumputkan oleh pamannya Umi fadhli, dan Nabu SAW memberitahukan kepada Umi Fadhli dengan peristiwa tersebut Abbas pun masuk Islam

Dengan peristiwa diatas sama dengan peristiwa nabi Isa AS dengan izin Allah mampu menghidupkan orang yang sudah mati nabi Isa juga bisa menyembuhkan orang buta, menyembuhkan penyakit kulit dan bisa mengetahui sesuatu yang disumputkan oleh manusia di dalam rumahnya

Suatu ketika Nabi SAW tertidur dengan nyenyaknya, sewaktu Nabi Tidur kepala Nabi SAW berada pada pangkuan saidina Ali. Kemudian saidina Ali membangunkan Nabi SAW kebetulan matahai sudah hampir tenggelam, dan Nabi SAW blm mengerjakan shalat Ashar, Nabi SAW berkeinginan matahari bisa kembali dar keterbenamnya agar Nabi SAW bisa mengerjakan shalat Ashar. Dengan izin Allah matahari pun bergeser dari tenggelamnya sehingga Nabi SAW bisa mengerjakan shalat Ashar pada waktunya

Diriwayatkan ada Seekor burung yang merasa gundah gulana karena kehilangan anaknya.,kwmudian burung itu menemprok di kepala Nabi SAW dan ia mengadu bahwa ia kehilangan anaknya,dan Nabi bertanya kepada orang yang ada disekeliling Nabi siapa diantara kalian  yang membuat burung ini gundah gulana, lalu seorang laki - laki berkata   saya yang mengambil anak burung itu kemudian Nabi menjawab kembalikan anak burung itu kepada induknya

Suatu ketika datang orang Arab kepada Nabi dengan membawa binatang dhob, lalu ia berkata saya tidak akan beriman kepada engkau jika binatang ini tidak menyatakan beriman, kemudian dengan sekatika binatang Dhob pun menyatakan beriman  kepada Nabi bahwa Nabi adalah Rasulullah

Sewaktu ketika Nabi mengutus binatang Kijang kepada orang Arab untuk di pelihara tetapi binatang Kijang pun kembali kepada Nabi sambil berlari dan Kijang itu tidak mau di pelihara dengan orang Arab. Kisah seperti ini terjadi pada kisah Allah kembalikan matahari dari peredarannya untuk nabi Sulaiman untuk Nabi Sulaiman juga Allah ajarkan bisa memahami bahasa burung

Allah muliakan nabi Sulaiman menempuh perjalanan yang seharusnya perjalanan itu di tempuh dalam waktu satu bulan akan tetapi perjalan itu dapat di tempuh hanya dalam waktu sebentar

Allah muliakan nabi Sulaiman bahwa Jin bisa nurut dengan nabi Sulaiman


Sumber Al Munir

By Baihaki

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...