Sabtu, 08 Juni 2024

فهزموهم باذن الله وقتل داود جالوت واتاه الله الملك والحكمة وعلمه مما يشاء ولولا دفع الله الناس بعضهم ببعض لفسدت الارض ولكن الله ذو فضل على العالمين

 فهزموهم باذن الله وقتل داود جالوت  واتاه الله  الملك والحكمة وعلمه مما يشاء ولولا دفع الله الناس بعضهم ببعض لفسدت الارض ولكن الله ذو فضل على العالمين

Mereka (Thalut dan tentaranya) mengalahkan tentara Jhalut dengan izin Allah, dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jhalut, kemudian Alkah memberikan kepadanya (Thalut) kerajaan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan Allah mengajarkan kepada Daud apa yang dikehendaki-Nya, seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkannya) atas semua alam. 

Al Baqarah ayat 251.

Mereka ( Thalut dan tentaranya) dapat mengalahkan Jhalut dan tentaranya dengan izin Allah mengijabah doa mereka dan Daud pun membunuh Jhalut. 

Telah berkata Ibnu Abbas RA : "sesungguhnya Daud AS adalah pengembala dan Ia memiliki tujuh saudara yang sedang bersama Thalut dan rentaranya yang akan menghadapi Jhalut dan rentaranya. Pada waktu berita mengenai saudara Daud lambat datang ke bapak mereka, maka secara bertahap bapak mereka (Daud dan saudaranya) mengutus Daud AS kepada saudaranya, agar Daud dapat menyampaikan berita kepasa bapaknya mengenai saudaranya. Maka datanglah Daud AS kepada saydaranya. Dan saudara Daud berada pada barusan tentara Thalut yang akan menyerbu Jhalut yang sangat diktator. 

Jhalut adalah seorang raja pada kaum Aad yang kekuasaannya sampai ke negeri Al Baraz, tidak ada seorang pun yang bisa melawan Jhalut. 

Jhalut berkata : " Wahai Bani Israel seandainya kamu memiliki hak berkuasa maka tunjukan kekuasaanmu kepada kami".

Maka Daud AS berkata kepada saudaranya dan tentara Thalut :" Apakah kamu tidak bisa keluar/bebas dari tekanan orang yang mencemaskan (Jhalut). Mereka terdiam, lalu Daud bergerak ke arah barisan tentara yang tidak ada saudaranya, Thalut menyaperi Daud, dan Thalut memberikan semangat kepada pasukan. 

Lalu Daud berkata kepada Thalut: " Apa yang engkau perbuat kalau ada seseorang yang dapat membunuh Jhalut yang mencemaskan itu ".

Thalut menjawab:" Saya akan nikahkan orang itu kepada anak perempuan saya dan akan aku berikan separuh dari kerajaanku ".

Daud berkata lagi :" Saya akan mengeluarkan engkau dari tekanan Jhalut ".

Bahwa kebiasaan Daud kalau mau membunuh dia membawa harimau dan macan dan Thalut sangat arif memberikan baju dari kulit. 

Ketika Daud keluar menuju Jhalut. DaudAS melewati tiga batu. 

Lalu tiga batu berkata : " Wahai Daud bawalah kami bersamamu, kami akan timpahkan Jhalut sampai mati ".

Ketika Daud menuju Jhalut yang kafir, maka batu itu menimpa Jhalut dan mengenakan dada Jhalut sampai tembus ke dalam dada Jhalut. Jhalut pun mati seketika. Samain itu Daud pun membunuh tiga puluh orang laki-laki.

Setelah kematian Jhalut. Dengan demikian Allah Ta'ala  mengalahjan Jhalut dan rentaranya. Jhalut mati dalam keadaan tersungkur. Lalu Daud membawa mayat Jhalu ke hadapan Thalut. Dengan demikian Daud dapat memakmurkan kaum Bani Israel, dan Bau Israel tertolong menjadi negara yang selamat dan negara yang makmur. 

Setelah itu datang Daud kepada Thalut. 

Lalu Daud AS berkata : " Apakah engkau mau melaksanakan janjimu kepadaku ".

Maja Thalut menikahkan Daud  kepada anak perempuannya dan memberikan setengah dari kerajaannya kepada Daud, sebagaimana yang pernah dijanjikan Thalut. Dan Daud tinggal bersama keluarga Thalut di kerajaan selama empat puluh tahun. Setelah itu Thalut meninggal dan memberikan kerajaan kepada Daud dan Bani Israel. Daud membangun kerajaan selama tujuh tahun ", ini semua dia serahkan kepada Rahmat Allah sebagaimana firman-Nya                                 واتاه الله الملك

Allah berikan kerajaan kepada Daud yang sempurna selama tujuh tahun setelah kematian Thalut, kerajaan Bani Israel Melus dari daeh Timur sampai ke Barat. 

Dan Alkah berikan pula kepada Daud pangkat kenabian serelah meninggalnya Nabi Samuel. Kematian Nabi Samuel sebelum meninggalnya Thalut. Alkah tidak pernah memberikan kepada satu orang pun dari kalangan Bani Israel pangkat kerajaan dan kenabian kecuali hanya kepada Nabi Daud AS. Bahkan pangkat raja sampai keturunan berikutnya juga pangkat kenabian sampai kepada Nabi Sulaiman sebagai keturunan Nabi Daud AS. 

Dan Allah ajarkan kepada Nabi Daud AS apa saja yang Allah kehendaki. Diantaranya cara membuat baju dari besi untuk berperang, dan besi itu dapat dilumatkan dengan tangan lalu di pola menjadi baju, dapat memahami bahasa burung, semut, cara menghakimi dan mengajarkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kemaslahatan dunia, mengajari mengatasi masalah kebaikan, juga tidaklah Alkah berikan kepada seorang pun dari makhluk Allah siapa yang merdu kepada Daud AS dalam membaca kitab Zabur maka bintang buas mendekat dan lulut ketika mendengar suara Nabi Daud membaca kitab Zabur sampai nabi Daud bisa memegang dagu binatang buas tersebut, burung menaungi Nabi Daud AS, nabi Daud dapat menghentikan aur yang sedang mengalir dan memenangkan angin. 

 ولو لا دفع الله  الناس  بعضهم ببعض لفسدت الارض

Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain pati bumi akan rusak . 

Ibnu Abbas berpendapat 

Seandainya Allah tidak menolak dengan para Mujahid Muslim untuk mengalahkan orang musyrik di permukaan bumi, dimana orang musyrik menghancurkan Masjid-Nasjud, dan negara Islam, pasti bumi ini akan rusak. 

Ada juga yang berpendapat dalam menafsirka kalimat  ولو لا دفع الله

Yaitu seandainya Allah tidak menolak dengan orang mukmin dan orang baik dari keganasan orang kafir dan orang yang selalu berbuat maksiat pasti bumi ini akan rusak beserta orang yang berada di bumi  terapinya Allah menolak dengan orang-orang mukmin dan orang shaleh dari keganasan orang-orang yang selalu berbuat dosa. 

Telah menceritakan Syekh Ahmad bin Hambali, dia dapat dari Umar bin berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda : 

ان الله ليدفع بالمسلم الصالح عن ماءة اهل بيت من جيرانه البلاء ثم قرا  ولو لا دفع الله الناس بعضهم ببعض لفسدت الارض

  (Sesungguhnya Allah pasti menolak orang mukmin yang shaleh dari seratus ahli Bait dari tetangganya akan balai  kemudian Rasulullah SAW membaca ayat  ولولا دفع..... الى اخره. 

Tetapi Allah memiliki karunia melebihi seluruh alam. Dengan sebab Alkah menolak keganasan sebagian manusia dengan manusia yang lainnya, maka inilah karunia Alkah atas seluruh  alam

ولما برزوا بجالوت وجنوده قالوا ربنا افرغ علينا صبرا وثبت تقدمنا وانصرفت على القوم الكافرين

 ولما برزوا بجالوت وجنوده قالوا  ربنا افرغ علينا صبرا وثبت تقدمنا وانصرفت على القوم الكافرين

  Tatkala mereka tampak oleh Thalut dan tentaranya, mereka pun (Thalut dan tentaranya) berdoa "Ya Tuhan kami tuangkanlah kesabaran atas diri kami dan kukuhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. 

Al Baqarah ayat 250.

Ketika nampak /jelas terhadap Thalut dan orang-orang bersama Thalut diantaranya orang-orang mukmin, lalu mereka berbaris untuk menghadapi Jhalut dan tentaranya. Jhalut adalah nama seorang raja kaum Kanan yang berada di daerah Syam

Mereka (Thalut dan tentaranya) berdoa beramai ramai dengan sikap merendah diri kepada Allah, hal keadaan meminta pertolongan kepada Allah "ya Tuhan kami tuangkanlah atas diri kami kesabaran karena timbulnya rasa cemas atas timbulnya perkara yang sangat besar dan kukuhkanlah pendirian kami dalam menangkal peperangan dengan kesempurnaan kekuatan ketika peperangan terjadi dan janganlah terjadi pergolakan pada waktu pertempuran dan tolonglah kami dari kaum kafir untuk menundukan mereka dan mengalahkan mereka ".

Sabtu, 01 Juni 2024

فلما فصل طالوت بالجنود قال ان الله مبتليكم بنهر فمن شرب منه فليس منى ومن لم يطعمه فانه منى الا من اغترق غرفة بيده فشربوا منه الا قليلا منهم فلما جوزه هو والذين امنوا معه قالوا لاطاقةلنا اليوم بجالوت وجنوده قال الذين يظنون انهم ملق الله كم من فعة قليلة غلبت فعة كثيرة باذن الله والله مع الصابرين

 فلما فصل طالوت بالجنود قال ان الله مبتليكم بنهر فمن شرب منه فليس منى ومن لم يطعمه فانه منى الا من اغترق غرفة بيده فشربوا منه الا قليلا منهم فلما جوزه هو والذين امنوا معه قالوا لاطاقةلنا اليوم بجالوت وجنوده قال الذين يظنون انهم ملق الله كم من فعة قليلة غلبت فعة كثيرة باذن الله والله مع الصابرين

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentara, ia berkata "sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu sungai. Maka siapa diantara kamu meminum airnya, maka bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tidak meminumnya kecuali seciduk,cidukan tangan, maka ia pengikutku ".  Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang saja diantara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang beriman bersama dia telah menyebrangi sungai itu. Orang-orang yang telah minum berkata " Tak ada sesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut ". Mereka yang meyakini bertemu kepada Allah berkata " Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah ". Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. 

Surat Al Baqarah ayat 249.

Maka tatkala Thalut keluar dari Baitul Maqdis membawa tentaranya yang Allah telah memilih mereka (tentara) dan bahwa keadaan waktu itu cuacanya panas dan Thalut menempuh perjalanan bersama tentaranya di bumi yang sangat gersang, maka tentara Thalut mengalami kepanasan dan haus yang amat sangat maka mereka mencari sumber air. Thalut berkata " Sesungguhnya Alah akan mencoba kamu dengan adanya sungai yang mengalir agar air yang ada di sungai itu dapat mensucikan kamu agar taat dan suci dari maksiat ". Sungai itu berada diantara negeri Ardan dan Falestin. 

Adapun yang dimaksud dengan kalimat مبتليكم (mencoba kamu) adalah bahwa sesungguhnya agar seseorang bisa membedakan antara kebenaran dan kekufuran dan antara sejalan dan tidak sejalan. 

Thalut juga berkata " Barang siapa yang minum dari air sungai itu maka ia bukan golongan ku ( bukan pengikut orang-orang mukmin maka ia tidak diikut sertakan berperang). Dan barang siapa yang tidak meminum air sungai itu maka sesungguhnya ia adalah golongan ku kecuali ia hanya meminum secauk, caukan tangan maka ia adalah golongan ku yang menjadi ahli perang ".

Telah membaca Syekh Ibnu Katsir, Syekh Nafi dan Syekh Ibnu Umar kalimat غرفة dengan dibaca fathah huruf  الغين   begitu pula membaca fathah huruf الغين  Syekh Yakub dan Syekh Khalaf. Telah membaca Syekh Ashim, Syekh Ibnu Amir, Syekh Hamzah dan Syekh Kusai dengan domah huruf   الغين. 

Adapun kalimat غرفة   dengan dibaca domah huruf   الغين adalah sesuatu yang sedikit yang dihasilkan dari telapak tangan. Kalau غرفة dibaca fathah huruf الغين   adalah perbuatan menyiuk air seciukan dengan dua telapak tangan untuk mereka (tentara Thalut) untuk diminum, untuk kendaraan berperang (kuda) untuk bekal dirinya. 

Maka ketika mereka sampai di sungai, mereka beristirahat di sungai ada diantara mereka meminum air sungai langsung dengan mulut mereka (menyalahi aturan) dan ada yang meminum dengan telapak tangan disini kecuali sekit mereka yang mengikuti perkataan Thalut yaitu ada 330 orang saja. Ini adalah orang yang tidaklah ia minum kecuali sedikit saja (secaukan). 

Diriwayatkan jika barang siapa yang meminum dengan caukan dua telapak tangan sebagai mana Allah anjurkan maka ia akan menjadi kuat hatinya dan soleh keimanannya dan akan selamat menyebrangi sungai tersebut.

Adapun mencelupkan satu telapak tangan ke sungai untuk meminum airnya dan meminum kan binatangnya atau untuk bekal dirinya. Itu semua dilakukan karena sudah mendapat izin, mengambil air ala kadarnya untuk mendapat keberkahan dari air tersebut sehingga air itu dapat mencukupi kebutuhan mereka walau sedikit karena air tersebut adalah mukjizat Nabi pada jamannya. 

Adapun mereka yang meminum langsung dengan mulutnya. Cara ini tidak berdasarkan aturan dari Allah, maka kedua bibir mulutnya pun menjadi hitam karena rasa haus yang menipu mereka karena faktor keserakahan terhadap dunia dengan demikian mereka tidak memiliki kekuatan dan akan terasa takut menghadapi musuh. 

Ketika Thalut menyebrangi sungai dengan tentara yang beriman sangatlah sedikit. Mereka berkata (mereka ini adalah mereka yang meminum air sungai yang tidak mengikuti perintah Allah /meminum air sungai yang berlebihan tidak dengan ciukan telapak tangan) " Kami tidak memiliki kekuatan pada hari ini untuk berperang melawan Jalut dan tentaranya ". 

(Tentara Jalut berjumlah seratus ribu orang). 

(Jalut adalah seorang raja yang zalim. Sedang Thalut adalah seorang raja yang taat kepada Allah). 

Orang-tang yakin akan bertemu dengan Allah berkata " Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah ". ( Berapa banyak dari jumlah yang sedikit dari orang mukmin dapat mengalahkan jumlah yang banyak dari orang kafir dengan pertolongan Allah). 

Allah bersama orang yang sabar. Allah menolong orang yang sabar dalm menghadapi peperangan dengan pertolongan-nya. 

Ada yang berpendapat

Orang mukmin yang menyebrangi sungai bersama Thalut terbagi menjadi dua golongan :

Golongan pertama adalah mereka yang cinta kehidupan dunia dan takut dengan kematian, cemas, dan gusar. 

Golongan kedua adalah mereka yang hatinya sangat kuat dalam berperang melawan musuh/Jalut. Mereka tidak takut dengan kematian karena taat kepada Allah. 

Golongan yang pertama adalah golongan yang berkata " Kami tidak akan kuat pada hari ini melawan Jalut dan tentaranya. 

Golongan yang kedua adalah golongan yang meyakini akan bertemu dengan Allah dan mereka berkata " Berapa banyak golongan yang sedikit bisa mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah ".

Jadi dapat dikatakan bagian golongan pertama adalah segolongan orang mukmin ketika mengetahui tentara Islam sedikit, mereka lalu berkata " Kami tidak mampu pada hari ini melawan Jalut dan tentaranya maka mau tidak mau kami harus mempertahankan negeri kami dengan berperang karena tidak ada jalan lain untuk kabur dari perintah Alkah.(tidak ikhlas dalam berperang) 

Golongan kedua adalah golongan yang berkata " Tidaklah kami mempertahankan negeri kami bahkan kami mengharapkan kepada Allah akan kemerdekaan dan pertolongan Nya karena tujuan utama kami adalah cinta akan mati syuhada dan kesenangan surga dan tujuan kedua adalah seneng dalam berusaha kemerdekaan dan pertolongan Allah.

Jumat, 24 Mei 2024

وقال لهم نبيهم ان اية ملكه ان تأتيكم التابوت فيه سكينة من ربكم وبقية مما ترك ال موسى وال هرون تحملة الملاءكة ان فى ذلك لأية لكم ان كنتم مؤمنين

 وقال لهم نبيهم ان اية ملكه ان تأتيكم التابوت فيه سكينة من ربكم وبقية مما ترك ال موسى وال هرون تحملة الملاءكة ان فى ذلك لأية لكم ان كنتم مؤمنين

Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka "sesungguhnya tanda Ia akan menjadi raja ialah kembalinya Thabut/peti kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan-mu sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. Thabut itu dibawa oleh Malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagimu jika kamu orang yang beriman. 

Al Baqarah 248.

 Mereka (Bani Israel) berkata, " Bukanlah raja Thalut itu utusan dari Allah bahkan engkau menjadi raja atas rekomendasi kami". 

Lalu nabi mereka berkata " Sesungguhnya diangkatnya Thalut menjadi raja ialah datang /kembalinya Tabut/peti kepadamu, Thalut yang diambil dari kamu, dan Thabut/peti itu adalah peti Taurat, kamu mengenali peti itu".

Ketika itu Allah angkat peti itu setelah wafatnya nabi Musa AS, karena murkanya Allah kepada kamu (Bani Israel) ketika mereka berbuat maksiat dan berbuat kerusakan. 

Ketika kaum Bani Israel meminta kepada nabi mereka ( nabi Samuel) tanda-tanda menunjukan Thalut sebagai raja, maka Samuel berkata kepada kamu " Sesungguhnya tanda-tanda Thalut diangkat menjadi raja adalah kembali kepada kamu Thalut/peti dari langit menuju bumi dan Malaikat menjaga/memeliharanya. Maka kembali Thabut kepada mereka, dan mereka melihat dan menyaksikan Thabut /peti sampai peti itu ke tangan Thalut. 

Peti itu membawa ketenangan dari Tuhan kamu, isi peti itu membawa kegembiraan. Di dalamnya ada kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa AS dan nabi Harun dan orang-orang sesudah nabi Musa dan nabi Harun dan para nabi-nabi AS. Tujuan Allah menurunkan peti agar dapat menolong Thalut dan tentaranya agar Allah menghilangkan rasa takut dari musuh. 

Dan Allah datangkan pula sisa-sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. Sisa-sisa peninggalan keluarga Musa AS dan keluarga Harun AS adalah peluru dari plat timah dan tongkat nabi Musa AS, baju nabi Musa dan sandalnya dan sesuatu dari kitab Taurat, selimut nabi Harun dan udeng-udengnya. 

Dan Makikat membawa peti kepada kamu. Sesungguhnya yang demikian tadi (kembalinya peti kepada kamu (Bani Israel) ) adalah tanda bagi kamu yang menunjukan bahwaraja Thalut diangkat oleh Allah bukan kamu yg merekomendasi, oleh karena itu akuilah Thalut sebagai raja.

Sabtu, 18 Mei 2024

قال لهم نبيهم ان الله قد بعث لكم طالوت ملكا قالوا انى يكون له ملك علينا ونحن احق بالملك منه ولم يستطع سعة من المال قال ان الله اصطفه عليكم وزده بسطة فى العلم والجسم والله يؤتى ملكه من يشاء والله واسع عليكم

 وقال لهم نبيهم ان الله قد بعث لكم طالوت ملكا قالوا انى يكون له ملك علينا ونحن احق بالملك منه ولم يستطع سعة من المال قال ان الله اصطفه عليكم  وزده بسطة فى العلم والجسم والله يؤتى ملكه من يشاء والله واسع عليكم

 Nabi mereka mengatakan kepada mereka "sesungguhnya Allah telah mengangkat Takut menjadi rajamu". Mereka menjawab " Bagaimana Talut memerintah kami padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan dari padanya sedangkan dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak". Nabi mereka menjawab, " Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugrahkannya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas pemberian-Nya lagi maha mengetahui. 

Al Baqarah ayat 247.

Nabi mereka (Samuel) berkata kepada mereka, " Sesungguhnya Allah telah mengutus kepada kamu karena kamu, Takut sebagai raja". 

Ketika nabi mereka meminta kepada Allah Ta'ala. Maka Allah menjelaskan kepada mereka seorang raja. Lalu Allah kirim kepada nabi mereka (Samuel) berupa tongkat dan tanduk. Pada tanduk itu terdapat minyak yang suci, dan Allah katakan kepada nabi mereka (Samuel), " Sesungguhnya sahabat engkau (Takut) yang akan menjadi raja. Dia adalah orang yang tinggi setinggi tongkat yang kami berikan kepada engkau dan perlihatkanlah tanduk kepadanya yang ada minyak sucinya. Apabila ada seorang laki-laki masuk maka mendekati engkau, jika tanduk itu menyelebarkan/ambreng-ambrengan wanginya maka dia adalah raja Bani Israel dan rambutnya balurkan minyak suci tersebut dan sematkanlah dia sebagai raja atas Bani Israel dan namanya adalah Talut. 

Suatu saat masuklah kerumah Nabi Samuel seorang laki-laki ketika itu wangi minyak di tanduk menyelebar/mengeluarkan wanginya dan Nabi Samuel pun berdiri lalu Nabi Samuel mengukur laki-laki itu dengan tingkat yg Allah kirimkan kepadanya ternyata panjang tongkat dan tinggi laki-laki itu sama tinggi. 

Lalu Nabi Samuel berkata kepada laki-laki tadi:" Dekatkanlah rambut engkau kepadaku". Lalu laki -laki itu mendekat kan rambutnya dan Nabi Samuel pun melumuri minyak suci kepada rambut laki-laki itu. 

Nabi Samuel pun berkata kembali kepada laki-laki yaitu Takut : " Engkau adalah raja Bani Israel yang mana Allah telah memerintahkan kepadaku bahwa engkau adalah raja atas Bani Israel". Lalu Talut berkata kepada Nabi Samuel :" Apakah engkau tidak tahu bahwa saya ini orang rendah (tidak memiliki harta) dibanding raja-raja Bani Israel ".

Lalu Nabi Samuel menjawab :" Bener akan tetapi Allah telah mendatangkan pangkat Raja siapa saja yang dia kehendaki-Nya sebagaimana firmannya diatas. 

Kemudian kaum Bani Israel berkata :" Bagaimana Talut memerintahkan kami padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan dibanding Talut dan dia tidak memiliki harta kekayaan yang banyak untuk membiayai bala tentara dan rakyat ".

Bahwasanya perkataan Bani Israel tadi bahwa mereka beranggapan bahwa mereka keturunan para Nabi dan keturunan para Raja yaitu dari Nabi Ya'kub diantaranya Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS. Sedangkan kaum Bani Israel beranggapan mereka keturunan para Raja karena mereka merasa keturunan Raja Yahudi bin Ya'kub, keturunan raja Yahudi bin Ya'kub antara lain Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, sedangkan Talut sama sekali bukan keturunan Nabi Ya'kub bukan pula keturunan Raja Yahudi bin Ya'kub. Akan tetapi sesungguhnya Takut adalah keturunan Bunyamin bin Ya'kub, sehingga ketika nabinya berkata kepada mereka, maka mereka mengingkari Talut sebagai Raja. 

Kaum Bani Israel mengatakan/menganggap bahwa Talut adalah harus didibag/disucikan atau pembawa kesengsaraan atau pengembala atau tukang minumin himarnya. Dengan ucapan seperti itu kepada Talut dan menggunakannya maka Allah mencabut pangkat kerajaan dan pangkat kenabian kepada seluruh keturunan Bani Israel dalam arti Allah tidak lagi mengutus Raja dan nabi dari keturunan Bani Israel. Karena mereka selalu mengagungkan duniawiyah. Perbuatan Mereka memperkosa perempuan di pinggir jalan secara terang-terangan. 

Maka  Allah murka atas mereka dengan mencabut mengutus para nabi dan Raja dari keturunannya. Mereka hanya mendengarkan para penyebar dosa. 

Nabi mereka berkata (Samuel) :" Sesungguhnya Allah memilih Talut sebagai Raja kepada kamu karena Allah telah membekali Talut dengan keluasan ilmu diantaranya ilmu berperang dan ilmu duniawiyah. Sehingga disebut Talut sebagai Nabi yang diberi wahyu kepadanya dan juga diberi tubuh yang gagah dalam segi kekuatan demi menghadapi musuh dan diberi wajah yang tampan, tidak arogan dan sesunggugnya Talut orang yang paling tinggi dari yang lainnya, rambutnya panjang dan bahunya lebar dan Talut juga orang yang paling pintar diantara kaum Bani Isarel pada masanya dan paling tampan dan pintar dalam memimpin umat. 

Allah memberikan pangkat Raja / presiden kepada siapa saja yang Allah kehendaki di alam dunia dan Allah maha luas pemberiannya dan maha mengetahui kepada orang yang patut menjadi Raja /presiden.

Kamis, 09 Mei 2024

الم تر الى الملاء من بنى اسراءيل من بعد موسى اذ قالوا لنبى لهم ابعث لنا ملكا نقاتل فى سبيل الله قال هل عسيتم ان كتب عليكم القتال ان لا تقاتلوا قالوا وما لنا ان لا تقاتلوا فى سبيل الله قد اخرجنا من ديارنا وابناءنا فلما كتب عليهم القتال تولوا الا قليلا منهم والله عليم بالظالمين

 الم تر الى الملاء من بنى اسراءيل من بعد موسى اذ قالوا لنبى لهم ابعث لنا ملكا نقاتل فى سبيل الله قال هل عسيتم ان كتب عليكم القتال ان لا تقاتلوا قالوا وما لنا ان لا تقاتلوا فى سبيل الله قد اخرجنا من ديارنا وابناءنا فلما كتب عليهم القتال تولوا الا قليلا منهم والله عليم بالظالمين

 Apakah kamu tidak memperhatikan kepada pemuka pemuka Bani Israel sesudah nabi Musa yaitu ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka "angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (dibawah kepemimpinannya) di jalan Allah. Nabi mereka menjawab " Mungkin sekali, jika kamu nanti diwajibkan berperang kamu tidak akan berperang di jalan Allah padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung kami dan dari anak-anak kami. Maka tatkala perang itu diwajibkan kepada mereka pun berpaling kecuali hanya beberapa orang saja diantara mereka. Dan Allah maha mengetahui orang-orang zolim. 

Apakah kamu (Muhammad) tidak mengetahui berita dari kisah para pemuka-pemuka Bani Israel setelah wafatnya nabi Musa, ketika itu mereka berkata kepada nabi mereka yaitu Samuel, pendapat ini dikemukakan oleh Syekh Wahab bin Munabbah. Atau kepada nabi Samun atau nabi Yusa bin Nun, pendapat ini dikemukakan oleh Syekh Qatadah atau nabi Hijkil, pendapat ini dikemukakan oleh Hikayat Karamani. Atau kepada nabi Asymawel bin Halfa, ibunya bernama Hasanah, pendapat ini dikemukakan oleh Syekh Mujahid. 

Adapun sebab permintaan Bani Israel kepada nabi mereka. Karena ketika nabi Musa wafat, karena dosa/kesalahan mereka terhadap nabi Musa terlampau banyak. 

Allah berikan jajahan atas Bani Israel kepada kaum Jalut. Kaum Jalut mendiami daerah Sahal di dekat laut Rum yaitu antara Mesir dan Palestina. Kaum Jalut menguasai atas semua daerah Bani Israel dan juga daerah yang lainnya dan mereka menawan anak keturunan raja-raja Bani Israel mencapai 440 anak. Kaum Jalut memberlakukan membayar pajak/upeti kepada kaum Bani Israel. Dalam keadaan seperti itu akan kaum Bani Israel tidak bisa membenahi keadaan mereka. Mereka mendapat tekanan dari kaum Jalur bahkan keturunan nabinya pun dibantai sehingga tidak ada yang tersisa kecuali para perempuan yang sedang hamil. Perempuan yang hamil mereka tampung di sebuah rumah tempat melahirkan. Ketika bayi yang dilahirkan beranjak remaja maka para ulama dari kalangan Bani Israel mengajar dan mendidik di Baitul Makdis. Setelah anak itu dewasa dan pintar,  ketiaka itu datang malaikat Jibril seraya berkata kepada anak yang sudah dididik :"pulanglah kamu kepada kaum engkau untuk membangun kampungmu untuk menyampaikan risalah Tuhanmu. Sesungguhnya Allah mengutus engkau kepada kaum Bani Israel sebagai nabi". Akan tetapi ketika nabi datang kepada kaum Bani Israel untuk mengajak kepada jalan Allah mereka mendustakan nabinya bahkan mereka berkata :" Terlau dini untuk mengaku sebagai nabi, jika engkau mengaku nabi maka utuslah kepada kami seorang raja, maka kami akan mengikuti perang dengan raja itu atas perintah Allah kepada musuh kami dijalan Allah. Karena Raja itu akan mengajak kami utuk bersatu dan raja mengajak untuk taat kepada Nabi. Karena Raja juga menjadi penggerak kekompakan sedang Nabi berperan sebagai penegak perkara perintah dan sebagai pembawa kabar gembira kepada Raja dengan petunjuk Nabi. 

Nabi mereka pun berkata : " Apakah bisa jadi tidaklah kamu tidak mau memerangi musuh kamu ketika kamu diwajibkan berperang".

Mereka menjawab : " Mengapa kami tidak mau berperang sedangkan keadaan kami yang sesungguhnya bahwa sebagian kami telah diusir dari kampung kami dan juga anak-anak kami".

Mereka yang menjawab atas ucapan Nabi mereka adalah mereka berada di kampung halaman mereka, maka Allah perintahkan kepada Nabi mereka bahwa Allah telah mewajibkan mereka untuk berperang dan Alah telah mengutus seorang raja kepada mereka untuk membantu mereka berperang. 

Tetapi setelah diwajibkan berperang dan diutus seorang raja, mereka mengingkari janji dan berpaling untuk berperang melawan kaum Jalut. Terlebih ketika mereka menyaksikan musuh yang dihadapi terlampau banyak berjumlah 330 orang. 

Dan Allah sangat mengetahui kepada orang yang berbuat zolim yaitu menzolimi diri mereka sendiri yaitu dengan mengingkari janji Tuhan mereka dan mereka tidak mau melaksanakan apa yang pernah diucapkan kepadavTuhannya.

Rabu, 01 Mei 2024

من ذا الذى يقرض الله قرضا حسنا فيضاعفه له اضعافا كثيرة والله يقبض ويبسط واليه ترجعون

 من ذا الذى يقرض الله قرضا حسنا   فيضاعفه له اضعافا كثيرة والله يقبض ويبسط واليه ترجعون

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik ( menafkahkan hartanya dijalan Allah). Maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. 

Al Baqarah ayat 245.

Telah membaca Syekh Abu Umar, Syekh Hamzah, dan Syekh Kisa'i kalimat بضاعفه    dengan memakai huruf الالف    dengan baris الرفع  (domah). Dan telah membaca Syekh Ashim kalimat  بضاعفه   dengan memakai huruf الالف dengan baris  نصب (fathah). Dan telah membaca Syekh Katsir kalimat بضاعفه dengan تشديد dan الرفع dengan tidak memakai huruf  الالف maka menjadi يضعفه. Dan telah membaca Syekh Ibnu Amir kalimat يضعفه  dengan menggunakan  تشديد dan dibaca  نصب (fathah). Maknanya barang siapa yang berbuat kepada Allah dengan menginfakan hartanya dalam ketaatan kepada Allah sama adalah infaqnya itu wajib ataupun sunah yang bertujuan seluruh perbuatan itu halal dan tidak bercampur haram dan karena keikhlasan jauh dari mengungkit ungkit dan menyakiti penerima dan diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah bukan karena riya dan ingin didengar kepada orang lain, maka Allah akan lipat gandakan ganjarannya baik di dunia dan akhirat dengan lipat ganda yang banyak, tidak ada yang mengetahui lipat ganda itu kecuali Allah. 

Sesungguhnya telah diriwayatkan dari Nabi SAW, bahwa sesungguhnya Nabi bersabda :barang siapa yang bersedekoh maka orang itu telah telah melaknat orang Yahudi. Maka sodakohlah. 

Diriwayatkan ketika ayat di atas diturunkan berkata orang Yahudi:sesungguhnya Allah itu Fakir dan kami adalah kaya berarti Allah meminta /menuntut kami mengutanginya. 

والله يقبض ويبسط

Allah menyempitkan dan meluaskan (rizki). 

 Allah menyempitkan rizki kepada orang yang Allah kehendaki jika orang itu enggan bersodakoh dan berinfaq dan Allah meluaskan  rizki kepada siapa saja yang Allah kehendaki jika orang itu bersodakoh dan berinfaq dan yang banyak. Atau penjelasan ayat diatas, Allah menyempitkan hati hingga orang itu tidak mementingkan ketaatan. Dan Allah melapangkan sebagian ketaatan hingga orang itu mementingkan ketaatan. 

واليه ترجعو

Dah kepadaNya kamu dikembalikan. 

Tidak ada yang bisa mengatur dan menghukumi selain Allah. 

Berkata Ibnu Abbas ayat diatas turun dalam masalah Abi Dahdah, seorang laki-laki dari suku Anshar, dia pertanyakan kepada Rasulullah :

Wahai Rasulallah sesungguhnya saya memiliki dua kebun, jika saya sedekahkan salah satu dari dua kebun itu lalu apakah saya mendapat dua kebun di surga. 

Rasulallah menjawab :  iya

Abu Dahdah berkata : ibuku bersamaku di surga. 

Rasulallah menjawab :iya

Abu Dahdah berkata kembali :  anaku juga bersamaku di suga. 

Rasulallah menjawab :iya

Lalu Abu Dahdah bersedekah dua kebunnya dan sedekahnya itu disebut kebaikan. 

Maka kembali Abu Dahdah ke keluarganya kebetulan keluarganya sedang berada di kebun yang akan di sedekahkan. Abu Dahdah berdiri di pintu gerbang kebun dan Abi Dahdah bercerita pertemuannya dengan Rasulallah kepada keluarganya dan Ibu Dahdah berkata :

Allah telah memberkahi engkau, dengan apa yang telah engkau sedekahkan, maka keluarlah keluarga dari kebun itu dan menyerahkan kebun itu dan serta Rasulallah berkata:

Berapa banyak pohon kurma dari mulai batang, daun dan akarnya di surga untuk Abu Dahdah.


 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...