Rabu, 18 September 2024

الشيطان يعدكم الفقرويأمركم بالفحشاءوالله يعدكم مغفرة منه وفضلاوالله واسع عليم

 الشيطان يعدكم الفقرويأمركم بالفحشاءوالله يعدكم مغفرة منه وفضلاوالله واسع عليم

 Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir). Sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui. 

Al Baqarah ayat 268

Iblis itu selalu menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan ketika hendak bersedekah. 

 Dan Iblis berkata kepada kamu : Tahanlah harta kamu (jangan bersedekah) sesungguhnya kamu ketika bersedekah maka jadilah kamu parkir. Jadi nafsu amarah yang mengarah kepada keburukan selalu mewaswasakan kamu kepada kepikiran. Dan Iblis memerintahkan kamu kepada rasa kikir dan mencegah mengeluarkan zakat dan sedekah. 

Sedangkan Allah menjanjikan kepada kamu dengan sebab infak mendapatkan ampunan dari-Nya dan keutamaan, Allah ganti infak itu langsung ketika di dunia dan Allah beri pahala ketika di Akhirat. Dan Allah maha luas akan ampunan dosa dan Allah maha kaya dalam menggantika apa yang telah engkau infakkan. Allah maha tahu akan niat kamu bersedekah.

Senin, 16 September 2024

اايها الذين امنوا اتفقوا من طيبات ما كسبتم ومما اخرجنا كم من الأرض ولا تيمموا الخبيث منه تنفقون ولستم بأخذيه الا انتغمضوا فيه واعلموا ان الله غني حميد

 ياايها الذين امنوا اتفقوا من طيبات ما كسبتم ومما اخرجنا كم من الأرض ولا تيمموا الخبيث منه تنفقون  ولستم  بأخذيه الا انتغمضوا فيه  واعلموا ان الله غني حميد

Hai orang-orang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untukmu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk, kalu kamu nafkahkan darinya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memeramkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah maha kaya lagi maha terpuji. 

Al Baqarah ayat 267.

 ياايها الذين امنوا اتفقوا من طيبات ما كسبتم ومما اخرجنا كم من الأرض

Hai orang-orang yang beriman zakatkanlah dari apa yang baik-baik apa yang sudah kamu kumpulkan berupa emas, perak, barang hasil perdagangan dan juga ternak, dan zakatkan pula dari apa yang telah kami keluarkan dari dalam bumi diantaranya berupa biji-bijian, buah-buahan dan hasil barang tambang. 

ولا تيمموا الخبيث منه تنفقون ولستم ياخذه الا انتغمضوا فيه

Dan janganlah kamu bermaksud sesuatu yang buruk dari harta kamu yang kamu infakkan. Padahal kamu juga tidak mengambilnya melainkan memejamkan mata kamu dalam menerima  yang buruk. 

Firman Allah kalimat لستم adalah kalimat istifham atas jalan mengingkari. Dan kalimat istifham ini masih ada kaitan dengan kalimat fiil sesudahnya (yaitu kalimat  تنفقون ) Walhasil kalimat istifham disi memiliki pengertian apakah dari yang buruk-buruk yang kamu infakkan dalam berzakat (tidak akan) sedangkan kamu juga tidak mau menerima zakat yang buruk jika teman kamu berzakat kepadamu. Melainkan kamu akan memejamkan mata kamu dalam menerima zakat yang buruk dan kamu akan tinggalkan walaupun itu hak kamu. Dengan demikian Allah pun tidak akan menerima zakat yang sifatnya buruk di antara kamu. 

واعلموا ان الله غني حميد

Dan ketahuilah sesungguhnya Allah maha kaya akan infak yang kamu keluarkan. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kamu berinfak agar yang bermanfaat untuk kamu dan untuk yang menerima. Dan Allah maha terpuji bagi orang yang memuji atas nikmat Allah yang Agung. 

Ada juga yang berpendapat Allah maha terpuji dengan menerima yang baik-baik  dan memberi pahala atas orang yang berinfak dengan yang baik baik.

Selasa, 10 September 2024

يود احدكم ان تكون له جنة من نخيل واعناب تجرى من تحتها الأنهار فيها من كل الثمرات واصحابه الكبر وله ذرية ضعفاء فأصابها اعصار فيه نار فأحرقت كذلك يبين الله الأيات لعلكم تتفكرون

 أ يود احدكم ان تكون له جنة من نخيل واعناب تجرى من تحتها الأنهار فيها من كل الثمرات واصحابه الكبر وله ذرية ضعفاء فأصابها اعصار فيه نار فأحرقت كذلك يبين الله الأيات لعلكم تتفكرون

Apakah ada salah seorang diantara kamu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai?. Dia mempunyai di dalam kebun itu segala macam buah-buahan. Kemudian datanglah masa tua pada orang itu. Sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin kencang yang mengandung api, lalu api membakar kebun itu. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya. 

Al Baqarah ayat 266

أ يود احدكم ان تكون له جنة من نخيل واعناب تجرى من تحتها الأنهار  له فيها من كل الثمرات

Apakah ada salah seorang kamu yang sangat senang atau apakah ada salah seorang kamu hanya berangan-angan belaka ingin memiliki kebun yang di dalamnya terdapat segala macam buah-buahan di antaranya buah kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (diantara dibawah sungai itu ada kebun ditanami pohon-pohon dan tempat tinggal). Dia ingin mempunyai segala macam buah buahan. 

واصحابه الكبر  وله ذرية ضعفاء فاصابها اعصار فيه نار فأحرقت

Dan masa tua pun menghampirinya dan dia tidak bisa lagi berusaha seperti ketika masa muda. Sedangkan dia baru memiliki anak yang masih kecil yang belum bisa untuk melakukan usaha. Kemudian kebun itu dilanda oleh angin tornado yang membungbung tinggi dari langit seakan akan seperti tiang yang tegap, di dalam angin itu terdapat api. Maka api pun membakar kebun itu. 

Jadi perumpamaan diatas sebagai penjelasan bahwa apa pun yang ada pada hati manusia di antaranya rasa duka, penyesalan, kebingungan tidak ada yang bisa mengetahui kecuali Allah. Begitu pula siapa pun melakukan amal kebaikan kecuali apa pun kebaikan itu haruslah dikerjakan karena ridha Allah. Bahkan semua amal kebaikan hanya diperuntukan untuk mencari pala.

Ketika hari kiamat datang maka disitulah manusia berada pada kebuntuan keinginan, ketidak mampuan untuk berusaha, penyesalan yang tidak terhingga, dan rasa kebingungan

كذلك يبين الله الأيات لعلكم تتفكرون

Demikian tadi perumpamaan penjelasan mengenai nafkah  yang diterima dan yang lainnya. Allah menjelaskan kepada kamu dalil-dalil pada semua perkara agama. Agar kamu berpikir tentang perumpamaan Al Quran

Rabu, 28 Agustus 2024

ومثل الذين ينفقون اموالهم ابتغاء مرضاة الله وتثبيتامن انفسهم كمثل جنة بربواة اصابها وابل فأتت اكلها ضعفين فان لم يصبها وابل فطل والله بما تعملوان بصير

 ومثل الذين ينفقون اموالهم ابتغاء مرضاة الله وتثبيتامن انفسهم كمثل جنة بربواة اصابها وابل فأتت اكلها ضعفين فان لم يصبها وابل فطل والله بما تعملوان بصير

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka. Seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan yang lebat. Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiramnya, maka hujan gerimis ( pun mencukupinya). Dan Allah maha melihat apa yang kamu perbuat. 

Al Baqarah ayat 265.

ومثل الذين ينفقون اموالهم ابتغاء مرضاة الله وتثبيتا من انفسهم  كمثل جنة بربواة اصابها وابل فأتت اكلها ضعفين

Perumpamaan harta orang-orang yang membelanjakan hartanya mereka karena mencari ridha Allah Ta'ala, dan kerena keyakinan hati mereka mendapat pahala dan karena membenarkan dengan janji Allah Ta'ala. Mereka mengetahui bahwa apa yang mereka infakkan itu adalah sebuah kebaikan bagi mereka dari pada mereka meninggalkan berinfak. Itu semua yang mereka lakukan diumpamakan bagaikan kebun yang berada di dataran tinggi /pegunungan lalu kebun itu disiram hujan yang sangat lebat maka kebun itu akan mengeluarkan buah buahan dua kali lipat dari biasanya dengan sebab disiram hujan lebat, bahkan akan berbuah empat kali dalam satu tahun yang biasanya setahun dua kali berbuah. 

فان لم يصبها وابل فطل

 Maka jika hujan lebat tidak menyiramnya, hujan gerimis pun memadainya (mencukupinya) karena keunggulan kebun tersebut dan karena unsur hara yang ada pada tanah tersebut. 

Jadi makna ayat diatas bahwa orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah maka orang tersebut akan suci dihadapan Allah, dan tidak ada rasa kesempitan dalam keadaan apa pun. Seandainya jika terjadi perbedaan perumpamaan yang Allah umpamakan dalam kenyataannya maka Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. 

والله بما تعملوان بصير

Dan Allah dengan apa yang kamu perbuat baik amalan yang sifatnya Johir atau yang sifatnya di dalam hati maka tidak ada yang samar di hadapan Allah.

Rabu, 21 Agustus 2024

اايها الذين امنوا لا تبطلوا صدقتكم بالمن والأذى كالذى ينفق ماله رئاء الناس ولا يؤمن بالله واليوم الأخر فمثله كمثل صفوان عليه تراب فأصابه وابل فتركه صلدا لا يقدرون على شيء مما كسبوا والله لا يهدى القوم الكافرين

 ياايها الذين امنوا لا تبطلوا صدقتكم بالمن والأذى كالذى ينفق ماله رئاء الناس ولا يؤمن بالله واليوم الأخر فمثله كمثل صفوان عليه تراب فأصابه وابل فتركه صلدا لا يقدرون على شيء مما كسبوا والله لا يهدى القوم الكافرين

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu hilangkan (pahala) sedekahmu dengan mentebut-nyebutnya dan menyakitkan (perasaan si penerima) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena Riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya debu (tanah), kemudian batu itu ditimpahkan hujan yang lebat, laku menjadikan dia bersih (tidak berdebu). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. 

Al Baqarah ayat 264.

ياايها الذين امنوا لا تبطلوا صدقتكم بالمن والأذى

Hai orang-orang beriman janganlah kamu hilangkan sedekah kamu dengan menyebut-nyebut dan menyakitkan perasaan si penerima. 

Berkata Ibnu Abbas memaknai kalimat

بالمن على الله. 

بالمن

Disini adalah menyombongkan diri dengan sebab sedekah kamu. Sedangkan kalimat 

والأذى

 adalah menyakiti perasaan si penerima. 

Berkata Syekh Baqun kalimat 

بالمن

 adalah menyebut-nyebut sedekah kepada si pakir dan 

الأذى   

adakah menyakitkan perasaan si parkir. 

 كالذى يتفق ماله رئاء الناس

Seperti hilang pahala infak orang yang menginfakan hartanya karena ingin didengarkan kepada manusia dan karena ingin mendapat pujian juga ingin kesohor, sedekah seperti ini seakan akan orang itu tidak percaya kepada Allah dan hari kemudian dan orang ini dikatakan Munafik dan orang yang riya sedekahnya itu bukan karena Allah. Dan barang siapa yang menyertakan sedekahnya dengan menyebut-nyebut dan menyakitkan perasaan si penerima maka sesungguhnya sedekahnya bukan karena Allah. Apabila seseorang tujuan sedekahnya karena mencari ridha Allah maka tidaklah menyertakan dengan menyebut-nyebut dan menyakitkan perasaan si penerima.

ولا يؤمن بالله واليوم الأخر

Dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian orang itu munafik. Sesungguhnya orang munafik dan orang riya sedekah keduanya bukan kerena Allah. Barang siapa yang bersedekah diiringi dengan menyebut-nyebut dan menyakitkan perasaan si penerima maka sesungguhnya sedekahnya itu bukan karena Allah. Apabila tujuan orang bersedekah untuk mencari ridha Allah maka sedekahnya tidak diiringi dengan menyebut-nyebut dan tidak menyakitkan perasaan si penerima. 

Adapun yang dimaksud hilang pahala dalam sedekah  yang diiringi

 بالمن والأذى

 itu adalah sedekah yang bathil. hukum sedekahnya sah. Pahanya hilang karena disertai 

المن والأذى. 


Ada sebagian mereka berpendapat apabila perbuatan sedekah diiringi dengan 

المن والأذى

 maka orang tersebut mendapat pahala akan tetapi pahala yang dilipat gandakan yang hilang. Akan tetapi orang itu berdosa dengan adanya 

 المن والأذى. 

فمثلا كمثل صفوان عليه تراب فأصابه وابل فتركه صلدا لا يقدرون على شيء مما كسبوا

Maka perumpamaan keadaan orang yang riya dalam bersedekah itu sesungguhnya Allah mengumpamakan orang yang sedekah diiringi 

المن والأذى

 dengan kemunafikan. Kemudian orang yang bersedekah dengan kemunafikan diumpamakan dengan batu besar yang kelimis diatasnya terdapat debu, kemudian ditimpah hujan yang deras. Maka hujan yang deras itu menyebabkan batu besar yang kelimis bersih dari debu  (tidak berbekas). Mereka tidak bisa menguasai atas pahala di negeri Akhirat dari apa yang mereka infakkan ketika di dunia karena sifat riya. 

Atau makna lain dari kalimat 

لا يقدرون على شىء مما كسبوا

Adalah tidaklah mendapatkan pahala orang yang sedekahnya diiringi dengan

 المن والأذى

 sebagaimana tidak tersisanya debu diatas batu besar yang kelimis setelah ditimpah hujan yang deras. 

والله لا يهدى القوم الكافرين

Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir tentang kebaikan dan pikiran yang sehat. 

Surat Al Baqarah diatas sebagai pertimbangan kepada tiap-tiap orang yang riya dari perbuatan 

المن والأذى  

dalam berinfak bahwa itu adalah bagian dari orang kafir. Maka mau tidak mau bagi orang mukmin harus menjauhkan sedekah diiringi المن والأذى.

Rabu, 07 Agustus 2024

والذين ينفقون اموالهم فى سبيل الله ثم لا يتبعون ماانفقوا منا ولا اذى لهم اجركم عند ربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون

 والذين ينفقون اموالهم فى سبيل الله ثم لا يتبعون ماانفقوا منا ولا اذى  لهم اجركم عند ربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Dan orang-orang yang menginfaqkan harta mereka di jalan Allah. Kemudian mereka tidak mengiringi apa yang diinfaqkan dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala disisi Tuhan mereka, tidak ada rasa kawatir atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 

Al Baqarah ayat 262.

Dan orang-orang yang menginfaqkan harta mereka di jalan Allah kemudian tidak diiringi apa yang mereka infaqkan dengan kata المن.المن adalah menghitung-hitung pemberian dan mengagung-agungkan/membanggakan pemberian kepada orang yang menerima infaq. Dan tidak disertai kata-kata الأذى . 

الأذى 

Adalah kata kata yang menyakiti perasaan si penerima infaq baik melalui perkataan atau pun ekpresi wajah atau mendoakan mudharat kepada si penerima infaq. Ada yang berpendapat المن adalah memperhitungkan infaq kepada Allah yaitu uzub/menyombongkan. Dan الأذى adalah menyakiti perasaan penerima infaq.

Bagi mereka ganjaran infaq disisi Tuhan mereka  (disurga). Dan tidaklah mereka rasa takut kehilangan pahala dan tidak takut azab dan tidak ada rasa sedih di akherat. 

Ayat diatas diturunkan atas kebenaran saudara Usman bin Afan dan Abdul Rahman bin Auf. Adapun saudara Usman telah menyediakan sepuluh bala tentara dalam menghadapi perang Tabuk dengan seribu unta beserta perlengkapannya dan seribu dinar. Mendengar itu maka Rasulallah mengangkat kedua tangannya seraya berdoa " Wahai Tuhan Usman, saya ridha kepadaUsman maka senandungkankah Usman". 

Adapun Abdul Rahman bin Auf, sesungguhnya beliau bersedekah dengan  setengah hartanya yaitu Empat Ribu Dinar. Dan Dia berkata " Aku memiliki delapan ribu Dinar. Untukku dan keluargaku empat ribu Dinar dan empat ribu Dinar aku keluarkan untuk Tuhanku Azza Wajalla ". Maka Rasulallah berkata " Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dengan apa yang engkau miliki dan dengan apa yang engkau berikan ".

Makna ayat diatas para Mujahid agama menjelaskan mengenai infaq adalah yang pada dasarnya untuk kebutuhan mereka juga dan kehormatan mereka bukan untuk Allah. Maka tidak ada rasa aman jika berinfaq disertai kalimat المن dan  الأذى.

Sabtu, 03 Agustus 2024

مثل الذين ينفقون اموالهم فى سبيل الله كمثل خبة انبتت سبع سنابل فى كل سنبلة مائة حبة والله يضاعف لمن يشاء والله واسع عليم

 مثل الذين ينفقون اموالهم فى سبيل الله كمثل خبة انبتت سبع سنابل فى كل سنبلة مائة حبة والله يضاعف لمن يشاء والله واسع عليم

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang yang menafkahkan hartanya dijalan  Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada setiap butir seratus butir. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha kuasa (karunia-Nya) lagi maha mengetahui. 

Al Baqarah ayat 261.

Sifat sedekah orang-orang yang menginfaqkan harta mereka pada agama Allah adalah seperti sifat satu butir  biji menumbuhkan tujuh tangkai atau makna ayat diatas perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hata mereka pada arah kebaikan baik itu wajib maupun sunah seperti satu butir tanaman akan mengeluarkan  belahan cabang menjadi tujuh cabang, di dalam tiap-tiap satu butir akan bertangkai, pada tiap-tiap tangkai menjadi seratus biji. 

Sebagaimana kita menyaksikan pada kacang juga biji buah-buahan akan menghasilkan lebih banyak lagi bahkan melebihi seratus biji. 

Dan Allah maha melipatgandakan ganjaran kepada siapa saja yang Allah kehendaki atas menghitung pahala orang yang berinfaq dari segi keihklasan dan tingkat kesukaannya. Dengan demikian akan terjadi perbedaan tingkatan amal dalam segi kadar pahala. 


Allah maha luas bahwa Allah tidak akan menyempitkan kepada apa yang Allah telah berikan keutamaannya kepada orang sudah diberi pahala lipatganda. Dan Allah maha mengetahui niat orang yang berinfaq dan Allah mengetahui kepada orang yang berhak mendapat pahala lipatganda tersebut.

 يا أهل الكتاب لم تكفرون بآيات الله وأنتم تشهدون Hai ahli kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenara...