Sabbihis ma rabbikal a'laa
( Sucikanlah nama Tuhanmu yang maha tinggi)
Sucikanlah nama Allah Ta'ala agar tidak melampaui batas hukum , dengan ta'wil yang menyesatkan kesucianNya dan memutlakan Allah dengan yang selainNya
Dengan memberitahukan bahwa ta'wil yang menyesatkan dan memuthlakan Allah dengan yang lainnya adalah perbuatan Musyrik
Maka tidak boleh mentafsirkan Allah Ta'ala dengan sesuatu yang tidak soheh ketetannya dengan hak Allah Ta'ala
Misalnya menafsirkan Allah yang maha tinggi dengan menyatakan bahwa Allah tinggi tetapi memiliki tempat/ memiliki ruangan. Dan menafsirkan Allah bersemayam seperti bersemayamnya para raja
Akan tetapi menafsirkan Allah maha tinggi, tingginya Allah dengan kegagahannya dan kekuasaannya. Allah bersemayam dengan kekuasaannya
Tidak boleh suatu hamba menamakan dirinya atas nama Tuhannya kecuali nama - nama yang sudah di tetapkan oleh syariat
Berkata Waahid, adapun menyebut nama sabbihis marabbikal dengan mengartikan sucikanlah Tuhanmu dengan menyebut Allah dengan sesuatu yang buruk, akan tetapi sucikanlah Allah Ta'ala dengan memyebut nama Allah yang maha agung, atas kesucian dan keagungannya, jauh dari ucapan yang bathil
Arti A'la adalah keagungan. Kebesaran Allah itu lebih tinggi jauh dari yang kita kenal. NikmatNya lebih tinggi dari pujian kita dan rasa syukur kita
Kita menyatakan Allah maha tinggi ddngan ketaatan kita dan amaliyah kita
Telah membaca Aidina Ali dan Umar سبحان ربي الاعلي
Alladzii khalaqa fasawwaa
( Yang menciptakan, lalu menyempurnakan ( penciptaannya)
Allah menciptaka seriap yang bernyawa.Kemudia Allah sempurnakan dalam menciptakan manusia dengan dua tangan, dua kaki, dua mata, dua telinga, dan Allah ciptaka seluruh anggota yang lain
Wal ladzii qadhara fahadaa
( Yang menentukan kadar dan memberi petunjuk)
Telah membaca Jumhur Ulama lafadz Qadhara dengan memakai Tasydid dengan arti Allah menetapkan takdirnya kepada setiap sesuatu. Maka Allah ciptakan ada yang baik ada yang buruk. Ada yang panjang ada yang pendek. Dan juga Allah menentukan rizkinya, ajalnya
Telah membaca kisaa'i lafad qadhara dengan dibaca tahfif ( enteng) dengan arti Allah menetapkan kepada makhluknya sebagaimana yang ia kehendaki
Kalimat Fahada
Fahada disini adalah agar segala yang Allah ciptakan bermanfaat dan membawa kemaslahatan sehingga Allah Ilhamkan dengan mendatangkan pasangan ada laki - laki ada perempuan
Di ceritakan ada seeko ular kobra yang mengalami kebutaan selama 1000 tahun, lalu Allah ilhamkan kepada ular kobra untuk mendekati pohon Ranzi, dan ular pun selamat dari kebutaannya, Allah berikan ular kobra itu melihat kembali
Diceritakan pula masalah manfaat dan maslahat, ada seekor Buaya yang tidak memiliki dubur. Pada suatu ketika Buaya ingin mengeluarkan kotoran dari mulutnya setelah memakan makanan . Ketika itu Allah klhamkan burung menemprok di tubuh Buaya, dan buaya merasakan ada burung sedang menemprok pada tubuhnya, dan Buaya pun membuka mulutnya, maka masuklah burung itu ke mulut buaya,disinilah manpaat Allah ciptakan pada burung di atas kepalanya patuk yang besar dan di kakinya Allah ciptakan jalu yang besar agar buaya tidak menutup mulutnya, sehingga kotoran bisa keluar dari mulut ular
Tidak ada komentar:
Posting Komentar